Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Kecewa 2


__ADS_3

"Gedung KEANO GROUP, lima menit tidak sampai kepala mu aku ledakan" kata Alisya yang langsung mematikan sambungnya.


"Ternyata kamu tidak bisa memprioritaskan aku sebagai pilihan utama kamu, ini hanya antara 2 namun kamu tidak bisa memilih dengan yakin dan tegas memilih aku. disini aku sadar cinta yang aku katakan begitu besar tapi menurut ku itu tak ada artinya karna aku hanya menginginkan pria yang bisa menjadikan aku sebagai prioritas utamanya bukan yang lain" ucap Alisya.


"Aku fikir kamu pria itu pria yang memprioritaskan wanitanya di banding apapun tapi ternyata aku salah kamu bahkan tidak ada bedanya dengan pria lain di luar sana" ucap Alisya menatap sendu Kenzo.


"Baby ini bukan....."


"Harusnya aku tak membuka hati dan memberi cinta untuk mu. jika aku tau akhirnya akan seperti ini aku tak akan pernah mau mengenal mu" kata Alisya tegas.


"Mungkin memang kita harusnya tak bertemu" lanjut Alisya yang langsung melepas cincin di jari manisnya namun di hentikan oleh Kenzo.


"Baby jangan.... ku mohon jangan lepas..... ini adalah pengikat kita... baby..... Alisya dengarkan aku dulu" kata Kenzo memeluk Alisya.


Alisya yang sudah terlanjur kecewa pada Kenzo segera mendorong Kenzo dengan keras hingga Kenzo mundur beberapa langkah.


"Harusnya Cincin ini tak pernah terpasang di jari tangan ku" ucap lantang Alisya.


Cring.....


Cincin yang bermata berlian itu di jatuhkan Alisya hingga menggelinjang di dekat kaki Kenzo. tanpa kata lagi Alisya langsung berbalik berjalan pergi.


Dor


Dor


AAAA


"Kenzo apa yang kamu lakukan kenapa kamu menembak ku?" teriak Anatasya.


Suara tembakan dan di susul suara teriakan Anatasya membuat langkah kaki Alisya berhenti namun tidak berbalik hanya diam sesaat sebelum kembali melanjutkan langkahnya.


Grep


"Jangan pergi. aku mohon hidup aku akan tak ada artinya jika kamu tidak ada." bisik Kenzo yang memeluk erat Alisya dari belakang.

__ADS_1


"Lepas" ucap Alisya dingin.


"Aku minta maaf udah bentak kamu. kamu boleh hukum aku semau kamu tapi aku mohon jangan pergi tinggalin aku"


"Aku akan pergi"


"Tidak. aku mohon jangan pergi. kamu mau aku tembak dia kan aku sudah menembaknya jadi jangan pergi"


"Terlambat"


"Aku minta maaf. aku hany tidak ingin mengingkari janji ku ada Almarhum kedua orang tuanya"


"Maka biarkan aku pergi"


"Maafkan aku. aku janji tidak akan mengulanginya lagi. aku janji baby"


"Tidak seorang penghianat tetaplah penghianat"


"Tapi aku tidak menghianati kamu baby"


SREKK


PLAK....


"Dasar p*lacur kecil. lihat karna ulah mu Kenzo menembak ku kamu benar-benar harus di singkirkan" teriak Anatasya melayangkan tangannya kembali namun terhenti.


Dor


Aaaa


Kenzo yang melihat Anatasya melayangkan tangannya ke arah Alisya langsung menembak ke arah lengan Anatasya.


"Kenzo kenapa kamu menembak aku lagi. aku sahabat kamu, kamu sudah berjanji untuk melindungi ku tapi kenapa kamu malah melukai ku karna gadis kecil ini" teriak Anatasya menunjuk wajah Alisya.


"Kamu......" kalimat Kenzo terhenti dengan suara berat yang tiba-tiba terdengar di telinganya.

__ADS_1


"Nona"


Alisya menoleh ke arah sosok yang memanggilnya dengan Nona hingga bibirnya terangkat ke atas melengkung membentuk sebuah senyum tipis.


Sedangkan Kenzo langsung keringat dingin dan berubah panik dan cemas.


"Baby...."


"Kak Bimo"


Panggil Alisya yang langsung berjalan ke arah Bimo membuat Kenzo diam mematung di tempat namun matanya telah memerah.


Kenzo menatap nanar Alisya yang berjalan menuju Bimo tanpa melirik keberadaannya sedikitpun.


"Ada apa hm?" tanya Bimo lembut.


"Aku menginginkan nyawanya" kata Alisya tiba-tiba.


Dor


Dor


Dor


Dor


Tanpa ragu atau pun bertanya Bimo langsung menembak kepala, dada, dan perut Anatasya hingga mati dengan darah yang telah mengalir di lantai perusahaan itu.


Tidak ada yang membuka suara mereka semua hanya bisa berdiri diam dengan gemetar takut karna peristiwa ini akan selalu terjadi apabila ada penghianat.


"Kamu tau apa bedanya kamu dan Kak Bimo?" tanya Alisya sinis.


Kenzo tidak mampu berkata-kata ia hanya mampu melihat Anatasya yang sudah terbujur kaku lalu melirik Alisya.


"Kak Bimo tanpa ragu atau bertanya apa alasannya langsung menembaknya sedangkan kamu? terlihat sepele namun perbedaan kalian itu sangatlah jauh" ucap Alisya lantang

__ADS_1


"Jika di suruh milih pun aku akan memilih Bimo di banding kamu"


Deg


__ADS_2