Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Terbongkar nya kebusukan Alexa


__ADS_3

"Aku begitu mencintai dan mendambakannya tapi kalian dengan tega merebutnya dariku lalu memberikannya kepada Alexa lalu mengirim aku dengan paksa ke luar negeri" teriak Alisya lantang.


Dhuarrrrr


Ucapan lantang Alisya bagaikan petasan yang membuat orang-orang langsung ricuh, saling berbisik satu sama lain.


"Aku tidak pernah merebut Leon darimu Alisya aku hanya menggantikan kamu karna kamu kabur" pekik Alexa gelagapan sendiri. Ia tak menduga Alisya akan hadir dengan membongkar kelakuannya selama ini.


"Aku...."


"Tidak usah membela diri Alisya, jelas-jelas kamu pergi meniggalkan aku 3 tahun lalu" sahut Leon tiba-tiba.


"Cih kau sudah menjadi bodoh rupanya" Ucap Alisya menatap sinis Leon.


"Beraninya kau mengatakan aku bodoh ha...." teriak Leon.


"Kenapa tidak? kamu juga bahkan menjadi orang ke sekian yang terbodohi akan tampang polosnya" ucap sinis Alisya.


"Hentikan Alisya" kata Reva mendekati Alisya.


"Tidak akan Nyonya. malam ini adalah awal penderitaan kalian." balas Alisya tersenyum miring ke arah Reva.


"Untuk saudari kembar ku yang tercinta aku punya kejutan untukmu. ku harap setelah ini kamu tidak stres atau gila." kata Alisya menatap remeh Alexa.


Plak


"Beraninya kamu mendoakan putriku menjadi gila ha...." Teriak Reva yang langsung menampar wajah Alisya.


"Akan aku balas berkali lipat tamparan ini Nyonya" Alisya menatap tajam Reva yang kini hanya diam mematung.


"SILAHKAN LIHAT KE LAYAR" teriak Alisya membuat semua orang langsung fokus ke layar di belakang Alexa.


Satu persatu perlakuan Edric, Reva, dan Alexa terlihat di layar lebar dari perlakuan mereka saat Alisya masih kecil sampai dewasa dan puncaknya berada pada saat dimana terlihat Reva dan Edric memaksa Alisya untuk mundur di pertunangannya dengan Leon dan di gantikan oleh Alexa.


"Astaga bagaimana bisa mereka menyiksa anak mereka seperti itu"


"Orang tua tak berperasaan"


"Saudari bangsat memang"


"Orang tua nggak ada ahlak"


"Bagaimana seorang ibu bisa berprilaku seperti itu kepada anaknya sendiri"


"Seorang ibu tapi kelakuannya lebih dari seekor binatang"


Bisik-bisik para tamu membuat Edric, Reva dan Alexa malu bahkan muka mereka tampak pucat karna banyak dari tamu undangan yang secara terang-terangan menatap mereka dengan pandangan sinis dan menghina.


"Aku begitu mencintainya tapi kalian merebutnya dariku padahal waktu itu aku hanya punya dia sebagai sandaranku" Ungkap Alisya pelan menundukkan kepala seakan begitu terluka membuat semua orang langsung menghujat Alexa membuat Alexa semakin kalut hingga membuatnya terhuyung ke belakang.

__ADS_1


"ALISYA LIHAT APA YANG KAMU LAKUKAN KEPADA KAKAKMU" bentak Edric menatap tajam Alisya yang kini hanya menunduk menyembunyikan amarahnya yang kapan saja siap meledak.


"Alexa itu lemah apa salahnya mengalah kepada kakakmu sendiri" lanjut Edric lagi.


"Dia bukan kakakku lagi. kalian lupa kalau kalian yang membuangku bahkan mengusirku dari kediaman Beatrix" teriak lantang Alisya yang lagi lagi menarik perhatian orang-orang.


"Astaga mereka bahkan mengusir putri mereka sendiri"


"Sungguh kejamnya mereka"


"Kasihan anak itu"


"Aku terpaksa melakukan ini. aku sudah lelah di benci semua orang, aku tidak mau lagi orang-orang menatap ku dengan kebencian. Tenang saja setelah ini aku akan pergi jauh mencari kebahagiaan aku sendiri. aku tidak akan kembali lagi ke kediaman Beatrix bahkan di namaku saja tidak ada marga Beatrix" kata Alisya.


"Aku tidak akan kembali tapi pembalasanku akan tetap berlanjut. ini hanya awal masih banyak kejutan yang menunggu kalian di masa depan" batin Alisya tersenyum miring ke Alexa yang hanya bisa bersandar di Reva dengan wajah pucat.


"Kamu...." Alexa hanya bisa menelan semua yang ingin dia sampaikan karna dia sungguh merasa lemas saat ini.


"Dan kamu Leon" Alisya menunjuk Leon yang hanya bisa menatapnya dalam diam.


"Aku kira kamu cukup mengenalku, mengenal karakterku, memahami keinginanku, mengingat kita tumbuh bersama dari kecil hingga besar namun ternyata itu hanya anganku saja, aku sudah salah menilai kamu" lanjut Alisya menatap dalam Leon yang hanya bisa mematung.


Alisya berjalan lebih dekat ke arah Reva dan Alexa sampai di depan Alexa,


"Ini hanya awal bersiaplah untuk menerima seranganku selanjutnya" ucap Alisya dengan senyum miring lalu berbalik keluar dari acara pesta ulang tahun yang kini sudah berubah menjadi acara gosip.


"Ternyata ini yang kau maksud tontonan menarik Baby" kata Kenzo dalam hati dengan tersenyum dingin lalu berdiri beranjak menyusul Alisya.


"Tuan datang pasti karna ini tapi jika tuan masih tertarik dengan Nona Alisya lalu siapa yang Tuan peluk waktu itu" kata Dirga dalam hati garuk-garuk kepala.


"Kemana gadis nakal itu" Kenzo mengedarkan pandangannya di sekitar hotel namun tidak menemukan sosok yang dia cari.


"Mencariku" tiba-tiba suara itu muncul di belakang Kenzo.


Sret


"Siapa lagi yang aku cari bila bukan kamu Baby" kata Kenzo menarik pinggang Alisya hingga tubuh Alisya menubruk tubuhnya.


"Ken...Kenzo ini tempat umum" Cicit Alisya gugup.


"Jadi jika di tempat sepi bisa" bisik Kenzo di telinga Alisya.


"Itu..... AAAAA" teriak Alisya karna Kenzo tiba-tiba


"Diam atau aku cium disini" kata Kenzo sontak Alisya langsung menutup mulutnya dengan tangannya.


"Tutuplah sebisa mu karna aku pasti akan membukanya" kata Kenzo dalam hati lalu berjalan menuju mobilnya.


Sampai di mobil Kenzo dengan hati-hati menurunkan Alisya di jok belakang lalu di ikuti dirinya.

__ADS_1


"Dirga ke mension" kata Kenzo.


"Baik Tuan" jawab patuh Dirga.


"Eh tapi aku...."


"Untuk malam ini saja oke. aku sangat merindukanmu walau hanya 3 hari tapi bagiku itu sangat lama" ungkap Kenzo mengambil tangan Alisya lalu mengecupnya dengan mesra.


"Bagaimana aku tidak akan jatuh cinta jika dia begini terus" pekik Alisya dalam hati.


"Pembatas"


Dirga langsung paham apa yang di inginkan oleh Tuannya hingga dengan segera ia menekan tombol lalu tiba-tiba muncullah pembatas antara jok depan dengan jok belakang.


Melihat itu dengan segera Kenzo menarik tengkuk Alisya lalu menyatukan kedua bibir mereka hingga kedua bibir itu saling merasakan satu sama lain.


"Manis" Batin Kenzo mulai ******* lembut bibir Alisya.


Untuk sesaat Alisya membulatkan kedua bola matanya kaget karna serangan Kenzo tiba-tiba.


"Balas" ucap lirih Kenzo di sela-sela Ciumannya.


Alisya nampak diam namu pelan-pelan ia menutup mata lalu mulai membalas ciuman Kenzo walau terasa kaku. Kenzo hanya tersenyum di sela-sela Ciumannya.


Ciuman yang tadinya lembut kini mulai sedot menuntut bahkan posisi keduanya lebih intim dimana Alisya duduk di pangkuan Kenzo.


"Enguh" lenguh Alisya saat Kenzo memainkan lidahnya di dalam mulut Alisya.


"Sayang aku merindukanmu" bisik Kenzo di telinga Alisya lalu dengan sengaja mengigit kecil kuping Alisya membuat sang empunya menglenguh dengan memeluk erat leher Kenzo.


Mata Kenzo semakin gelap melihat leher putih Alisya hingga tak sabaran Kenzo mengecup, menjilat, dan menghisap kulit leher putih nan indah itu meninggalkan beberapa bekas disana.


"Ah Ken" Alisya mulai terpancing karna Kenzo terus menjilati leher dan kupingnya membuatnya merasakan gelegar aneh dalam tubuhnya.


"$**t kau memabukan Baby" desis Kenzo saat merasakan sesuatu di bawah sana mulai berontak untuk keluar di tambah Alisya yang terus bergerak acak di atas pangkuannya membatunya semakin berdiri.


"Sayang" suara Kenzo semakin berat matanya kini di liputi gairah. ia menatap sayu Alisya yang kini juga sedang menatapnya.


"Ken..."


Cup


Kenzo langsung membungkam mulut Alisya dengan mulutnya. entah kenapa melihat bibir Alisya yang sedikit bengkak malah membuat Kenzo semakin menggila.


"Tuan kita sudah sampai" kata Dirga.


"$**t" Umpat Kenzo lalu menendang Jok tempat duduk Dirga.


BRAK

__ADS_1


__ADS_2