
" Putri Dad ini tidak salah yang salah itu Alisya harusnya ia menjadi Adik yang mengerti dan mau mengalah terhadap kakaknya "
Deg
Hati Alisya makin hancur dan remuk mendengar penuturan kedua orang tuanya yang masih terus memojokkan dan menyalahkannya tentang apa yang di alami Alexa
" Hahahaha bahkan sampai sekarang pun kalian masih terus menyalahkan hiks padahal aku tidak melakukan kesalahan sama sekali....Jika dia lemah Harusnya Mommy introspeksi diri apa yang Mommy makan dan lakukan di saat Mommy mengandung Aku dan Alexa " Teriak Alisya
Plak
" Jadi kamu menyalahkan Mommy begitu ha..... Harusnya dari awal kamu tidak ada di dunia ini...harusnya kamu tidak lahir di dunia ini karna kami hanya menginginkan satu putri bukan dua "
Deg
__ADS_1
Dhuar.....
sakit di pipinya tidak sesakit dan seperih hatinya yang hancur berkeping-keping karna pengakuan Reva barusan.
Sedangkan Kenzo yang dari tadi diam kini tangannya mengepal dengan Erat, tatapan matanya bagaikan laser jika bisa memotong sudah di pastikan orang-orang yang membuat wanitanya menangis sudah tercincang-cincang karna itu.
" Kamu kurang bersyukur apalagi Alisya kamu hidup sehat dan mewah di kediaman ini sedangkan Alexa dari kecil sudah sakit-sakitan.....harusnya kamu mengerti itu....Alexa tidak meminta lebih Ia hanya ingin memiliki sedikit apa yang menjadi milikmu lagi pula gadis di hutan itu pasti Alexa kan...kamu bisa masuk ke dalam hutan yang kamu tau hanya berfoya-foya bersama teman-teman mu menghabiskan Uang. " ucap Sarkas Reva
" Sedikit Mommy bilang......apa yang sedikit Mom selama ini aku tidak pernah memiliki apapun....yang aku miliki hanya Leon hingga kalian datang memaksaku meninggalkannya dan mengirimiku dengan paksa ke Luar negeri agar Alexa bisa bertunangan dengan dia. " Cicit Alisya dengan Lemah
" Sampai kapan kau akan berharap Alisya selamanya mereka tidak akan melihat ke arah mu. Kamu bagaikan bayangan....ada namun tidak berarti... " Jerit Alisya dalam hati menatap Nanar kedua orang tuanya yang sedang memeluk Alexa.
" Kau ingin memiliki dia bukan.....baiklah silahkan ambil...." Ucap Alisya pelan dengan tatapan mata yang kosong
__ADS_1
" Tuan.....kau juga pasti memilih dia...kan.....tak apa...sedari awal semua akan selalu begitu....dan tak akan pernah berubah mungkin benar seharusnya aku tidak lahir di dunia ini......" Kata Alisya tersenyum miris menatap Kenzo
" Benda ini......aku sangat menyukainya tapi......ku rasa mulai hari ini dia juga bukan milikku lagi.....Tuan bilang benda ini hanya untuk wanita yang menjadi ratu mu bukan....Sekarang aku kembalikan kepada Tuan....untuk tuan berikan kepada Ratu pemilik hati Tuan..." Masih dengan tatapan kosong Alisya meletakkan pistol berwarna emas itu di atas meja depan Kenzo lalu tersenyum yang entah apa artinya hanya dia dan tuhan yang tau
" Seharusnya aku tidak kembali..... seharusnya aku tidak menyimpan harapan itu kepada mu Tuan....karna aku tau pada Akhirnya aku bukanlah pemenang " Lanjut Alisya lemah lalu membalikkan badannya berjalan keluar dari kediaman orang tuanya.
Sedangkan Kenzo hanya diam namun kepalan tangannya begitu kuat hingga kuku putih itu menembus telapak tangannya hingga berdarah. Matanya menatap tajam punggung Alisya yang mulai menghilang di depannya lalu menatap Pistol kesayangannya dulu yang di ambil oleh wanita Bercadar itu.
" Harusnya jika tidak bisa bersikap adil lebih baik tidak punya keturunan sama sekali "
Kenzo berkata dengan datar dan dingin lalu beranjak berdiri membuat ketiga manusia yang dari tadi saling memeluk menoleh ke arah Kenzo
" Ken...."
__ADS_1
" Mungkin orang lain bisa kau kelabui termasuk seorang Leonard Sward tapi tidak denganku. Jangan mengincar apa yang memang bukan milikmu karna aku tak segan-segan menghancurkan isi kepala orang yang sudah berani membuat wanitaku menangis "