
"Bibi hiks dia membentak aku bibi hiks "kata Yoona yang mengandung pada Melinda.
"Maafkan anak bibi ya. Bibi tahu dia begitu menyayangi papanya namun dengan kamu menjadi berani seperti tadi. Kamu pasti bisa mendapatkan hati Kenzo"
Yoona yang mendengar penuturan dari Melinda langsung menghapus air matanya lalu menatap Melinda.
"Benarkah"
"Benar sayang. Kamu hanya butuh sedikit usaha lagi. Setelah itu kamu akan mendapatkan Kenzo "ucap Melinda dengan yakin.
"Aku harus segera membuat Kenzo bertekuk lutut di hadapan Yoona. karena dengan begitu semua ini akan jatuh padaku setelah Kenzo menikah dengan Yoona" Kata Melinda dalam hati tersenyum licik
Sedangkan di tempat lain Maya tak henti-hentinya menatap tajam kedua wanita muda yang duduk di depannya itu yang tak lain dan tak bukan adalah Ariana dan Alya yang kini resmi menjadi bodyguard dari Alisya atas perintah dari Kenzo.
"Berhenti menatap mereka seperti macan yang sedang mengintai mangsa. Mentang-mentang habis malam pertama dengan Tuan Dirga kamu jadi macan beneran" sindir Alisya.
"Macan teriak macan. sadar diri woi lihat tuh diri kamu sendiri Kita berdua sama saja" Balas Maya yang tak ingin kalah.
Alisya dan Maya Saling lirik lalu tertawa terbahak-bahak bersama membuat dua orang yang memerhatikan mereka langsung mengenyit bingung.
"Alisya apa mereka dapat di percaya?" Tanya Maya serius melirik Alia dan Ariana.
"Kami tidak akan berani berkhianat Nona" Balas Ariana tegas.
"Saya juga tahu kalian tidak mungkin berkhianat sama Tuan Kenzo namun apa di jamin kalian tidak akan berkhianat pada kami" Ucap Maya sinis.
"Mereka harus mau tunduk di bawah perintah kita" Sahut Alisya yang tersenyum miring.
"Maaf, tapi kami hanya akan tunduk dan patuh kepada ketua kami" Ucap Ariana lagi sedangkan Aliyah hanya diam namun ikut menganggukan kepala membenarkan apa yang dikatakan oleh Ariana.
"Kalian bukan tunduk padaku sebagai bawahan Namun sebagai rekan yang harus patuh diam tentang apa yang kalian lihat dan jangan laporkan pada Tuan kalian "
"Maaf, Kami tetap harus melapor" kata Alya dengan kesal.
"Aih sudahlah kalian membuatku kesal" Kata Alisya yang berubah datar dan dingin.
Tak
Deg
Hanya satu kali jentikan jari tiba-tiba muncul titik hijau di kepala, dada, dan perut yang menunjuk Ariana dan Aliya. kedua wanita itu langsung terdiam kaku dengan mata yang bergerak mengawasi keadaan sekitar.
"Tidak perlu dicari mereka di sana" tunjuk Alisya pada posisi para penembak jitu yang berada di gedung sebelah.
"Kalian tahu siapapun yang bekerja padaku atau melindungiku mereka harus tunduk padaku" kata Alisa dengan datar.
"Siapa sebenarnya dia ini? Jika hanya hacker biasa tidak mungkin bisa memiliki penjagaan ketat seperti ini. Ini tentunya mereka pasti bukan rekan-rekan kami" batin Alya dan Ariana yang bertanya-tanya tentang identitas asli dari wanita yang menjadi istri dari ketua mereka.
"Siapa kamu sebenarnya?" Tanya Ariana datar.
Alisya tersenyum tipis harus di akui dia cukup terkesan dengan keberanian pengawal wanita di depannya itu yang tak gentar sedikitpun walau bisa saja dia mati di detik berikutnya.
__ADS_1
"Perkenalkan Alisya Arkana....."
"Serius bodoh" potong Maya yang langsung mencetak kepala Alisa.
"Aish" Alisya menatap tajam Maya namun tetap berefek sedikitpun pada Maya.
"Dark Devil"
Dua kata yang disebutkan Alisya Namun mampu mengguncang kedua orang itu. Mata mereka bahkan membulat sempurna mereka berdua tentu tahu nama kelompok itu walau di dunia bahwa di anggap sudah tidak ada lagi. Namun bagi Kenzo dan para anggotanya percaya Jika kelompok itu memang masih ada tapi memilih bersembunyi dan sekarang?. Ada orang yang mengetahui tentang kelompok itu bahkan menyebut namaNya dengan santai membuat Ariana dan Alya saling melirik.
"Kamu...... kamu........"
"Aku ketua drag Devil yang baru" Ucap Alisya yang terdengar datar.
Tak sampai di situ Alisya mengeluarkan kalung lencana mengenal dari Drak Devil membuat Ariana dan Alya semakin membulatkan mata.
"Sekarang bagaimana? Kalian mau mengikutiku atau tidak? Jika tidak keluar dari ruangan ini karena ada sesuatu yang akan aku bahas dengan Maya dan orang lain tidak boleh mendengarnya" Ucap Alisya lagi.
Alya dan Ariana salin lirik lalu menatap Alisya, "Kami akan ikut rencana nona" Ungkap Alya dan Ariana secara serentak dengan nada tegas dan yakin.
"Itu yang aku tunggu" Kata Alisya tersenyum puas.
"Katakan" titah Alisya menatap Maya datar.
"Dia datang" ucap Maya ambigu membuat Alisya tidak mengerti.
Melihat itu Maya Hanya bisa menarik nafas sahabatnya itu jika sudah model seperti ini maka otaknya akan lambat bekerja.
"Kim Bramata......"
"STOP......." Teriak Maya yang langsung membungkam mulut Alisya dengan kue kering di atas meja.
"Apa Kamu pikir aku bodoh? Aku tidak mungkin kembali pada pria sialan itu, "kesal Maya.
Telinga Maya benar-benar panas mendengar pertanyaan beruntun Alisya padanya.
"Kamu lupa? Kamu kan memang dari dulu-dulu sudah bodoh Maya, Jika Aku jadi kamu sudah aku bantai keluarga b******* itu" Kata Alisya dengan amarah yang berapi-api.
Alisya masih mengingat jelas bagaimana perjuangan dan pengorbanan yang di lakukan sahabatnya itu. Maya terus berkorban hanya untuk sebuah restu dari orang tua Bram, Maya berani mengorbankan sesuatu yang begitu beresiko. Namun keluarga itu tak tahu terima kasih malah membuang Maya begitu saja.
"Namun kali ini kamu akan benar-benar membantai mereka sayang" Ucap Maya dengan senyum misterius.
"Apa maksudmu?" Tanya Alisya yang tidak mengerti.
Wanita yang datang bersama ibu kandung dari suamimu Kenzo adalah adik dari pria b******* itu" terang Maya.
"APA..... ITU ARTINYA WANITA MUDA YANG ADA DI BAWAH TADI BERSAMA MERTUAKU ADALAH...."
"Maybe. Dia adalah adik dari pria yang kau sebut b******* itu. Walaupun dia hanya Anak tiri namun mereka sangat menyayangi gadis itu. Dia sangat licik di permukaan dia akan menampilkan sifat polos dan lugu. Namun sebenarnya dia adalah seekor rubah Yang Licik dan picik. dari awal aku ingin sekali menghajarnya. Namun bagaimana lagi waktu itu aku bodoh mana mungkin aku menyakiti kesayangan mereka semua," terus terang Maya yang berbicara panjang kali lebar.
"Wow ini sangat menyenangkan. Satu kali dayung dua pulau terlampau. Aku ingin sekali menghajar si brengsek itu sekaligus menghancurkan pelakor yang mendekati suamiku "
__ADS_1
Bukannya cemas suaminya didekati pelakor Alisya malah bertepuk tangan gembira seperti anak kecil yang baru saja diberi mainan baru.
"Langkah apa yang akan kamu ambil? "Tanya Maya dengan tenang gunakan kue kering yang telah disiapkan di atas meja.
"Kamu..." Jawab Alisya dengan menunjuk Maya.
"Hah aku?"
"Ya kamu, Kamu adalah pion awal yang akan aku gunakan," Kata Alisya yang tersenyum miring dengan mata yang tajam terlihat mengerikan.
Glek
Ariana dan Alya yang sedari tadi duduk tenang kini entah kenapa punggung keduanya terasa dingin. Kedua wanita muda itu saling melirik lalu menoleh ke arah Alisya yang tengah tersenyum manis namun entah kenapa keduanya merasakan tanda bahaya.
"Sialan, kamu menjadikan aku pion" kesal Maya namun Alisya hanya acuh.
"Bukankah kamu ingin mencakar-cakar wanita itu?"
"Maksud kamu aku......."
" Kamu boleh menyerang wanita itu dan aku akan menghadapi ibu mertuaku tercinta "
Maya dan Alisya langsung menyunggingkan senyum misterius.
"Mereka benar-benar menakutkan" Guman Alya dan Ariana.
Prang.....
Ceklek
"APA YANG KAMU LAKUKAN ******?" Teriak Kenzo murka.
"Maaf aku....."
Plak
Plak
Bruk
2 tamparan super keras melayang di wajah polos Yoona hingga Gadis itu tersungkur di lantai. Bahkan saking kerasnya tamparan itu membuat sudut bibir Yoona robek. Sedangkan wanita paruh baya yang menyaksikan itu hanya terdiam mematung dengan mata melotot. Wanita paruh baya itu baru saja menyaksikan di mana keponakan kesayangannya ditampar di depan matanya sendiri.
"Kenzo kamu....." Pekik wanita paruh baya itu yang menatap tajam putranya.
"Diam dan jangan ikut campur! Jika tidak ingin mati di tanganku hari ini juga," Kata Kenzo dengan suara rendah namun terdengar menyeramkan.
Melinda yang mendapat peringatan langsung dari Kenzo dengan refleks mundur 2 langkah di belakang.
"Tu......Tuan sa....sayaya mi...minta maaf. Sa...saya tidak sengaja menjatuhkan fi....gu...ra foto itu "ucap Yoona dengan gugup.
Sreet
__ADS_1
Kenzo yang mendengar penuturan Maaf Yona langsung duduk mencengkram dagu Yoona dengan kasar
"Kamu pikir dengan permintaan maaf kamu itu? Foto itu kembali utuh ha...?"