Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Saham Beatrix menurun


__ADS_3

Cup


Kenzo langsung membungkam mulut Alisya dengan mulutnya. entah kenapa melihat bibir Alisya yang sedikit bengkak malah membuat Kenzo semakin menggila.


"Tuan kita sudah sampai" kata Dirga.


"$**t" Umpat Kenzo lalu menendang Jok tempat duduk Dirga.


BRAK


Dengan tergesa-gesa Kenzo keluar dari mobil lalu Menggendong Alisya ala bridal style lalu masuk ke mension mewah bak istana itu.


"Selamat datang Tuan" sambut barisan para pelayan dan pengawal menundukkan kepala mereka saat melihat Tuan rumah.


Kenzo berjalan acuh dengan wajah datar dan dingin melewati barisan para pengawal dan pelayan. Kenzo langsung menuju lift untuk naik ke lantai atas. sampai di lantai atas Kenzo langsung menuju kamarnya.


"Ken..." Alisya menatap gugup Kenzo yang kini berada di atas tubuhnya.


"Kamu sangat cantik sayang" kata Kenzo menatap intens wajah Alisya yang kini tengah memerah karna malu.


Cup


Kenzo kembali ******* bibir Alisya namun kali ini ciuman begitu lembut membuat Alisya terlena hingga cepat membalas ciuman Kenzo.


"$**t"


Kenzo dengan segera menarik diri dari Alisya walau dalam hati ia tak rela melepas bibir itu namun jika dia tetap melanjutkannya maka dapat dia pastikan ia mungkin akan menodai Alisya dan Kenzo tak ingin akan hal itu.


Kenzo sangat mencintai Alisya ia tidak akan menodai cintanya hanya karna nafsu belaka.


"Tidurlah aku akan mandi dulu" ucap lembut Kenzo menarik selimut lalu menyelimuti tubuh Alisya.


"Kenapa mandi tengah malam" tanya Alisya.


"Karna jika tidak. aku akan menerkammu dan aku tak ingin menyakiti kamu. Cup" jawab Kenzo lembut mengecup kening Alisya lalu turun dari ranjang berjalan menuju kamar mandi.


Sedangkan Alisya hanya bisa terpaku mendengar ucapan Kenzo yang terlihat bersungguh-sungguh. jantung Alisya semakin berdebar karna terngiang-ngiang ucapan Kenzo.


"Apa secepat ini aku akan jatuh dalam pesonanya" Guman Alisya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Alisya bukan gadis bodoh yang tidak tahu apa-apa tentang perasaan. jangan lupa ia pernah mencintai Leon begitu dalam hingga harus di pisahkan karna Alexa.


Beberapa menit kemudian Kenzo keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk di pinggangnya memperlihatkan dada serta perutnya yang berotot membuat siapapun yang melihatnya akan menelan ludah.


Kenzo melihat ke arah ranjang bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman yang begitu indah namun sayang senyum itu tak ada yang bisa melihatnya kecuali gadis yang terbaring indah di atas ranjang sang pria berhati iblis itu.

__ADS_1


Kenzo dengan senyuman yang tak luntur di bibirnya berjalan mendekat ke sisi ranjang. matanya menatap lembut sosok yang begitu pulas akan tidurnya.


"Bagaimana kamu menjalani hidup dalam kesakitan seperti itu sayang bahkan kisahku masih lebih baik daripada kamu yang tak pernah merasakan apa itu kasih sayang orang tua. walau aku tak di inginkan oleh ibuku setidaknya aku masih memiliki seorang ayah yang. menyayangiku." ucap Kenzo pelan menyingkirkan helaian anak rambut yang menghalangi wajah Alisya.


"Untuk ke depan aku berjanji tidak akan membiarkan kamu menangis selain karna bahagia." lanjut Kenzo lalu mengecup kening Alisya dan beranjak berdiri lalu menuju walk in close


"Eemhz" terlihat Alisya menggeliat dalam tidurnya membuat Kenzo yang sudah dari tadi terbangun hanya bisa terkekeh apalagi Alisya semakin masuk ke dalam pelukannya.


"Dasar ratu kebo. bagaimana jika yang tidur bersamanya pria lain sudah di santap kamu" kata Kenzo menarik ujung hidup Alisya gemes.


"Kenzo" dengan suara khas bangun tidur Alisya menatap tajam Kenzo yang sudah berani mengganggu tidurnya.


"Kamu terbangun" tanya Kenzo mengangkat alis heran pasalnya Kenzo masih ingat sekali 1 bulan lalu Alisya begitu pulas tertidur bahkan di teriaki dia nampak tidak bergerak sedikitpun.


"Aku terbangun karna kamu menarik hidungku" jawab Alisya kesal.


"Tidak bisakah aku tidur nyenyak dan bebas?" teriak Alisya dalam hati frutasi.


Drett


Drett


Drett


"Ponselmu berdering" kata Kenzo memberikan ponsel Alisya dengan tangan sebelah masih sibuk mengelus rambut panjang Alisya.


"Maya" Guman Alisya melihat nama kontak yang masuk dengan bingun Alisya menggeser ikon hijau.


"Hal...." perkataan Alisya terpotong dengan teriakan Maya yang memekakkan telinga.


"ALISYA" teriak Maya di ujung sana membuat Alisya menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"Ada apa kenapa kamu menelfon sepagi buta begini" kata Alisya datar. dia benar-benar mengantuk dan butuh istirahat panjang.


"Lihat berita!" ucap Maya.


"Untuk apa tidak penting" balas Alisya bersiap untuk mematikan sambungan namun terhenti karna teriakan Maya selanjutnya.


"SAHAM BEATRIX COMPANY MENURUN DENGAN DRATIS KARNA MASALAH SEMALAM. BANYAK PARA INVESTOR YANG LANGSUNG MENARIK SAHAM MEREKA SELAIN ITU BANYAK REKAN KERJA YANG MEMBATALKAN KERJA SAMA SECARA SEPIHAK DAN MEMINTA GANTI RUGI" teriak Maya dalam satu kali tarikan napas


"Benarkah?" tanya Alisya yang langsung membuka mata lebar-lebar, ngantuk ya tadi entah pergi kemana.


"Iya bahkan perusahaan itu terancam bangkrut dan hari ini mereka akan melakukan rapat antar pemegang" kata Maya dengan menggebu-gebu.


"Bagus itu yang aku inginkan" balas Alisya tersenyum miring karna rencananya berjalan mulus.

__ADS_1


"Terus apa selanjutnya" tanya Maya tak sabaran.


"Sebentar malam sebarkan video itu dan pastikan menjadi topik terpanas dan paling tertinggi di pencarian"


"Baik." jawab Maya.


Alisya memutuskan sambungan telfonnya lalu tersenyum miring.


"Penderitaan itu akan segera datang Alexa kali ini aku tak akan berbelas kasih lagi kepada kalian semua." seru Alisya dalam hati dengan kepalan tangan yang kuat hingga kuku putih nan cantik itu melukai telapak tangannya sendiri hingga darahnya mengalir keluar di sela-sela jarinya.


"Apa yang kamu lakukan ha...." sentak Kenzo menatap tajam Alisya yang hanya bisa menatap bingun Kenzo lalu tersenyum sinis.


"Kamu mengkhawatirkan dia juga lalu untuk apa aku disini. kamu...."


Cup


Kalimat Alisya langsung terhenti lantaran Kenzo yang membungkam mulut cerewet Alisya dengan ciuman lembut.


"Aku tidak mengkhawatirkan siapapun selain kamu. lihat tangan kamu terluka! tunggu disini aku akan mengambilkan kota P3K untuk mengobati lukamu" Ucap Kenzo dengan lembut lalu segera mencari kotak P3K.


"Berikan tanganmu" pinta Kenzo datar.


"Tidak usah ini hanya luka kecil" kata Alisya menatap luka di telapak tangan kirinya.


"Berikan" ulang Kenzo datar dan dingin menatap tajam Alisya.


"Astaga sejak kapan aku takut dengan tatapan tajam itu" kata Alisya


Alisya dengan terpaksa memberikan tangannya kepada Kenzo.


"Lihat karna memikirkan keluarga sampah itu kamu sampai melukai diri kamu sendiri" omel Kenzo sambil membersihkan sisa darah di pinggir luka.


"Jika ingin membalas mereka tak perlu kamu turun tangan biar aku yang menyelesaikannya untukmu sampai ke akar-akarnya. jika perlu aku ratakan perusahaan kecil itu" ucap Kenzo sinis.


"Tidak bisa! perusahaan itu harus tetap berkembang karna itu warisan Kakek di tambah lagi aku punya saham sebesar 50% di perusahaan itu" kata Alisya.


"Kau ingin mengambil alih perusahaan itu" Kenzo bertanya dengan dahi yang berkerut. apa dia kurang kata sehingga Alisya masih mau mengambil alih juga perusahaan yang tak seberapa itu pikir Kenzo kesal.


"Dari awal itu milikku bukan milik mereka, mereka hanya menumpang dan menikmati apa yang menjadi milikku" desis Alisya matanya langsung menajam karna hal itu.


"Lalu apa rencana mu" tanya Kenzo yang ikut penasaran.


"Menghadiri rapat pemegang saham" ucap Alisya tersenyum licik.


"Bersiaplah, aku datang mantan Daddy" batin Alisya menyerigai licik.

__ADS_1


__ADS_2