
"Aku hanya terlalu merindukan mu, merindukan wajah ini, wajah yang siang dan malam aku rindukan," ungkap Kenzo mengelus lembut pipi Alisya sedang matanya menatap dalam bola mata Alisya yang sedang menatapnya.
"Aku hanya terlalu merindukanmu. dengan menatap wajahnya sebenar berharap bisa mengurangi kerinduan ku kepada kamu" lanjut Kenzo.
"Benarkah" ucap pelan Alisya.
"Apa mataku menyiratkan kebohongan disana" balas Kenzo.
"Tidak ada salahnya bukan? jika aku membuka hati untuknya" tanya Alisya dalam hati.
"Terima kasih karna sudah mau menungguku" kata Alisya tersenyum manis ke arah Kenzo membuat jantung Kenzo semakin berdebar.
"$**t senyumannya membuatku gila" desis Kenzo dalam hati.
"Aku akan selalu menunggumu karna hanya kamu seorang yang pantas mendampingiku"
Mendengar ungkapan Kenzo entah kenapa Alisya merasakan sebuah perasaan bahagia dalam hati.
"Jika aku memberikan hatiku kamu akan....."
"Aku akan menjaganya dengan segenap jiwa dan ragaku" potong Kenzo cepat menatap serius Alisya.
"Ajari aku mencintaimu" pinta Alisya.
Deg
"Ulangi" kata Kenzo memegang bahu Alisya.
"Ajari aku mencintaimu Kenzo Devandra Keano" ulang Alisya dengan menekan nama lengkap Kenzo.
Jantung Kenzo berdegup kencang bukan main mendengar permintaan sang wanita pujaan, perutnya bagaikan di terbangi berbagai kupu-kupu warna warni yang menggelikan. perasaannya begitu bahagia karna wanita pujaannya mau membuka hati untuknya.
"Tidak perlu terburu-buru biarkan aku yang mencurahkan cintaku padamu" dengan perasaan bahagia Kenzo membawa tubuh mungil Alisya lalu mendekapnya begitu erat untuk menyalurkan kebagian yang dia rasakan.
"Tuhan biarkan kali ini aku bahagia, biarkan aku merasakan perasaan ini walau hanya sesaat." mohon Alisya dalam hati membalas pelukan Kenzo.
Ceklek
"Tuan ada....." Dirga yang baru masuk langsung membulatkan kedua matanya melihat Tuannya sedang memeluk gadis begitu erat.
"Apa kau tidak punya sopan santun" Kenzo menatap tajam Asistennya itu dengan menyembunyikan wajah Alisya di dada bidangnya.
"Maaf Tuan tapi Mr Anton sudah menunggu anda di ruang meeting" kata Dirga.
"$**t"
__ADS_1
"Pergilah aku akan segera menyusul" usir Kenzo.
Dirga yang menerima kode dari Tuannya langsung membungkuk hormat lalu segera pergi dari hadapan Kenzo.
"Sayang kamu tunggu disini dulu. aku hanya sebentar oke" kata Kenzo yang hanya di balas anggukan oleh Alisya. Kenzo lalu mengecup kening Alisya lalu segera pergi dengan langkah cepat tanpa menoleh ke belakang. Kenzo takut jika dia menoleh ke belakang maka dia tidak akan melakukan meeting ini dan itu akan membuatnya rugi.
Sampai di ruang meeting Kenzo langsung masuk yang di dalamnya sudah ada Mr Anton dan Dirga yang menunggunya.
"Selamat Siang Tuan" sapa pria yang di yakini Mr Anton.
"Hm" Kenzo hanya berdehem lalu berjalan ke kursi rodanya.
"Perkenalkan saya...."
"Tidak perlu! kita langsung saja membahas apa yang perlu kita bahas" potong Dirga cepat melihat wajah Tuannya yang memerah dapat di pastikan jika Tuannya itu pasti sedang menahan amarah.
Mr Anton yang seakan paham akan apa yang di isyaratkan oleh Dirga langsung menatap tajam wanita di sampingnya yang sebagai Sekretarisnya.
"Maaf Tuan jika sekretaris saya membuat anda kurang nyaman" kata Mr Anton cepat-cepat takut Kenzo tidak menerima proposal mereka.
"Hm" lagi lagi Kenzo hanya berdehem untuk balasan Mr Anton.
"Sombong sekali, lihat saja aku akan membuat dia bertekuk lutut di hadapanku" batin wanita yang duduk di sebelah Mr Anton yang terus menatap Kenzo dengan pandangan memuja dan itu sangat membuat Kenzo muak.
Sedangkan di ruangan Kenzo terlihat Alisya yang mengelilingi ruangan itu dengan teliti hingga matanya terpaku menatap bingkai foto di meja kerja Kenzo yang berukuran 4r.
"Dasar pencuri" Guman Alisya di ikuti kekehan kecil lalu duduk di kursi kebesaran Kenzo lalu mulai memutar-mutar kursi itu layaknya anak kecil yang baru saja menemukan main baru.
Pfffft
"Kenapa dia begitu lucu" Kenzo yang memasang CCTV dalam ruangannya jelas bisa dengan jelas melihat apa yang di lakukan oleh Alisya dalam ruangannya membuatnya terkekeh gemas.
"Apalagi ini Tuan.....kita di ruang meeting tapi anda malah sibuk menatap ponsel dan tertawa cekikikan seperti itu" Kata Dirga dalam hati.
"Tuan kenapa anda tertawa apa ada yang lucu" tanya sekretaris Mr Anton.
Seketika wajah hangat Kenzo langsung berubah menjadi wajah datar dan sangar menatap tajam wanita itu hingga bergetar ketakutan.
"Lanjutkan" sekuat tenaga Kenzo menahan keinginannya untuk mencekik wanita di depannya. bukan karna takut dengan Mr Antoni tapi ia hanya menghargai rekan kerjanya yang selama ini berkerja dengan jujur.
"Tarzan ini menggali lubang kuburannya sendiri" batin Dirga menatap ngeri wanita di samping Mr Anton.
Akhirnya melanjutkan diskusi yang tertunda akibat Kenzo. kali ini Kenzo dengan serius mendengarkan apa yang di jelaskan oleh Mr Anton kenapa bukan sekretarisnya karna Kenzo langsung menatap tajam Mr Anton saat sekretarisnya berdiri jadi mau tidak mau Mr Anton menjelaskan sendiri tentangan rancangan mereka mengenai pembangunan Apartemen.
1 jam berlalu akhirnya tercipta kesepakatan antara Kenzo dan Mr Anton yang resmi bekerja sama.
__ADS_1
"Terima kasih Tuan" kata Mr Anton mengulurkan tangannya untuk bersalaman yang langsung di sambut oleh Kenzo.
"Sama-sama" balas Kenzo singkat padat dan jelas.
"Selamat Tuan" kata wanita itu mengulurkan tangannya berharap Kenzo mau menyambut uluran tangannya tapi angan-angannya hanyalah khayalan semata nyatanya Kenzo sama sekali tidak menerima uluran tangan wanita itu. jangankan menyambut melirik saja tidak membuat wanita itu semakin meradang karna penolakan Kenzo.
Kenzo dengan langkah acuh berjalan keluar mendahului Mr Anton di depan ruang meeting Kenzo kembali menatap Mr Anton.
"Lain kali jangan bawah TARZAN di perusahaan karna TARZAN tempatnya di hutan bukan di perusahaan" kata Dirga menatap sinis terang-terangan kepada wanita yang berjenis kelamin perempuan di samping Mr Anton.
"Dasar anjing pesuruh berani sekali dia menghinaku. lihat saja jika nanti aku sudah menjadi Nyonya muda mu orang pertama yang akan aku singkirkan adalah kamu." umpat wanita itu.
"Permisi Tuan" pamit Dirga lalu berjalan meninggalkan Mr Anton.
Sedangkan Kenzo dari awal ia sudah pergi meninggalkan mereka semua. dirinya begitu jijik melihat sekretaris Mr Anton yang terus menatapnya dengan pandangan memuja dan tatapan penuh nafsu.
Ceklek
"Sayang" panggil Kenzo pada sosok yang sedang asik memutar-mutar kursi kebesaran miliknya.
"Eh" Alisya yang sedang asyik memutar kursi Kenzo langsung menoleh ke arah asal suara.
"Apa sudah selesai" Alisya bertanya berdiri lalu duduk di sofa.
"Sudah" jawab Kenzo duduk di samping kekasihnya itu. kekasih? Kenzo begitu berbunga-bunga setiap kali memikirkan Alisya menjadi kekasihnya sesungguhnya dan Kenzo menantikan hal itu.
"Kenzo ayo kita makan di luar ini sudah waktu makan siang bukan?"
"Ayo berangkat"
Kenzo tanpa berfikir dua kali langsung mengiyakan permintaan Alisya. lalu dengan saling menggenggam tangan Kenzo dan Alisya berjalan keluar.
"Tuan anda mau kemana" tanya Dirga melihat Tuannya sedang menggandeng tangan wanita tapi Dirga langsung memicingkan mata menatap aneh wanita di depannya.
Jika di luar sana banyak wanita yang berlomba-lomba untuk memamerkan kedekatan mereka dengan Tuannya lalu kenapa wanita di depannya ini malah terlihat menyembunyikan jati dirinya dengan memakai topi serta masker untuk menutupi wajahnya sehingga terlihat misterius.
(Ya iyalah misterius dari judul aja udah gitu kok)
"Dirga mau saya congkel mata kamu ha...." Hardin Kenzo menatap tajam Dirga yang sudah berani menatap Alisya seperti itu.
"Maaf Tuan" Dirga dengan cepat meminta maaf lalu menundukkan kepalanya.
"Sudahlah saya akan makan siang di luar, jaga perusahaan" kata Kenzo datar.
"Ayo sayang" dengan lembut Kenzo menarik tangan Alisya untuk berjalan ke lift
__ADS_1
"Makan siang di luar? jadi kamu membiarkan aku disini untuk menyesuaikan semua pekerjaanmu begitu? sungguh tega kau Tuan! Bos Edan" Umpat Dirga menatap punggung Tuannya yang menghilang di dalam Lift.
"Nasib nasib.....beginilah nasib seorang bawahan" miris Dirga yang hanya bisa geleng-geleng kepala.