
Ceklek
"Leon....Alexa kenapa" Tanya Reva kaget melihat Leon yang baru masuk dengan menggendong Alexa.
"Kepala Alexa pusing tante mungkin karna benturan yang di sebabkan Alisya" jawab Leon.
"Benturan Apa" teriak Edric. Syukur saja racun dalam peluru itu tidak berbahaya hingga Ia bisa cepat pulih.
"Alisya membenturkan kepala Alexa ke sisi ranjang Om" kata Leon sambil membaringkan Alexa di sofa.
"APA....anak itu semakin menjadi-jadi bahkan sudah berani melukai Alexa secara fisik bahkan dia tau Alexa itu lemah tapi masih saja dia sakiti" kata Edric menahan geram.
"Iya Om Alisya memang benar-benar keterlaluan padahal Exa selama ini sudah baik kepadanya bahkan rela berkorban untuk dia hanya karna keegoisan dia semata tapi bukannya minta maaf dia malah dia malah Menyakiti Alexa" Timpal Leon menahan emosi.
Sedangkan Alexa sedang tersenyum bahagia karna melihat Leon dan kedua orang tuanya semakin membenci Alisya.
"Hahaha Lihat Alisya mereka semakin membencimu, semakin melupakanmu, aku akan terus membuat orang-orang yang kau sayang dan cintai malah membencimu hidupmu akan semakin hancur bagai di neraka" Alexa tersenyum bahagia dalam hati karna lagi lagi ia berhasil memupuk rasa benci itu semakin besar di hati kedua orang tuanya dan Leon.
******
"Sudah kenyang"
"Sudah makanannya enak-enak semua"
"Itu aku yang masak lho"
"Emang kamu tau masak"
"Itu buktinya"
"Cih nggak percaya"
"Setelah kamu sembuh aku akan memasak di depan mu bagaimana"
"Hm. baiklah aku tunggu"
Drettt
Drett
Drett
"Sebentar yah" Kata Kenzo yang di angguki kepala oleh Alisya. Kenzo langsung menggeser ikon hijau.
__ADS_1
"Ada apa"
"Hanya masalah itu"
"Wakili saja aku"
"Sial. baiklah aku akan kesana" kata Kenzo lalu memutuskan sambungan telfonnya.
"Sayang aku ke kantor dulu ya ada sesuatu yang harus aku bereskan" kata Kenzo dengan lembut kepada Alisya.
"Hm pergilah. aku akan baik-baik" kata Alexa sambil tersenyum manis.
Mendengar itu Kenzo bisa bernapas lega, Kenzo menunduk lalu mengecup sebentar kening Alisya setelah itu ia beranjak berjalan keluar.
Ceklek (Pintu di tutup)
Selepas kepergian Kenzo, Alisya hanya bisa menatap langit-langit ruangannya. mata yang tadi tampak berbinar kini berubah menjadi tatapan sendu.
"Aku lelah. 20 tahun aku hidup tanpa kasih sayang orang tua, 17 tahun aku hidup dengan mengemis kasih sayang kalian tapi tak pernah kalian berikan bahkan seujung kuku pun. Kakek, Nenek Lisya rindu.... hanya kalian yang menyayangi Lisya tapi kenapa pergi begitu cepat"
Alisya terus mengingat masa-masa saat bersama kakek dan neneknya, kadang terkekeh, kadang tersenyum kadang pula menangis.
"AKU AKAN MENUNTUT DAN MEMBALAS RASA SAKIT INI BERKALI LIPAT. ALEXA, NYONYA REVA, DAN TUAN EDRIC YANG TERHORMAT TUNGGU PEMBALASAN DARI ANAK BUANGAN INI" teriak Alisya dalam hati mengepalkan kedua tangannya menatap tajam langit-langit ruangan itu.
"Maafkan Lisya Kek Nek kini Lisya mengingkari janji Lisya, Lisya sudah capek menunggu mereka sadar. Kini Lisya akan menuntut balas" kata Alisya tatapan mata yang tadinya tajam kini telah berubah sendu.
"Dirga Sialan.....hanya karna mengurus cecunguk ini aku harus meninggalkan Alisya sendirian" Kenzo menatap tajam Asistennya itu.
"Tuan ah..." Panggil wanita yang berpakaian kurang bahan di depan Kenzo.
"Apakah Tuan mau aku memesankan makanan khusus Ah untuk tuan" kata wanita itu lagi sambil membungkukkan badannya hingga dua buah melon itu hampir keluar dari tempatnya Namun Kenzo tidak melihat jangankan melihat melirik saja Tidak.
"Sial....Pria ini membuatku panas dingin, bahkan hanya melihat jakun dan bibir seksinya itu membuat libidoku naik" Desis wanita itu menahan hasrat hanya karna menatap Kenzo.
"Dasar ******" Umpat Kenzo tanpa melirik wanita itu.
"Tuan Kenzo kita sudah lama menjadi rekan bisnis dan selalu saling menguntungkan bukan?" Kata Pria perut buncit di samping Wanita itu.
"Ya Tuan perusahaan tuan adalah salah satu dari perusahaan yang terlama bekerja sama dengan KEANO GROUP" bukan Kenzo yang menjawab melainkan Dirga karna Dirga tau Bosnya itu tidak akan membuka suara apalagi sekarang ini Dirga tau Bosnya itu sedang menahan amarah karna ulah wanita Tarzan di depannya ini.
Tarzan? yah Dirga memberi setiap wanita yang berpakaian kurang bahan atau seksi maka dia sebut sebagai Tarzan.
"Tuan memang selama ini selalu membawa keuntungan yang besar tapi baru kali ini juga Tuan berani menyinggung Tuan Kenzo dengan berani membawa Tarzan di depannya" Sarkas Dirga membuat pria perut buncit itu langsung memucat.
__ADS_1
"Bu...bukan se...seperti itu Tu..tuan Dirga Sam.saya hanya bermaksud untuk memberi ha...hadiah kepada Tuan Kenzo" kata Pria perut buncit itu dengan gugup.
"Dengan membawa Tarzan liar" Sarkas Dirga semakin tajam membaut pria di depannya itu gelagapan sendiri lalu menatap tajam wanita di sampingnya namun wanita itu hanya Acuh ia si UK menatap Kenzo dengan pandangan penuh gairah.
"Ah Tuan Dirga kenapa tidak mengerti terkadang juga kita harus bersenang-senang" kata Wanita itu dengan memainkan mata menggoda Kenzo tapi yang di goda melirik pun tidak rupanya Kenzo hanya sibuk menatap foto Alisya yang sedang tertidur di ponselnya.
"Dengan apa misalnya" Tanya Dirga ambigu.
"Dengan permainan ranjang misalnya. aku dengan senang hati melemparkan tubuhku di bawah kukungan Tuan Ken...."
BRAK
"Selamat membangunkan Singa yang tertidur" Seringai Dirga.
"Dirga urus semua ini bila perlu batalkan semua kerja sama kita dengan mereka." Kata Kenzo lalu pergi dari sana dengan menahan amarah
"TUAN TUNGGU" wanita itu berdiri ingin mengejar tapi Dirga tak tinggal dia ia langsung mendorong wanita itu hingga terduduk di lantai.
"Awwws Tuan...kenapa tuan mendorongku" tanya wanita itu dengan kesal.
"Tuan sepertinya kerja sama kita tidak bisa berlanjut" Kata Dirga sinis kepada pria perut buncit di depannya.
"Tapi tuan keuntungan yang perusahaan saya tawarkan adalah keuntungan yang besar" kata cepat pria itu. pria perut buncit itu tau selama ini Kenzo gila kerja dan selalu mengutamakan ua di atas segalanya.
"Tapi Tuan membawa petaka untuk Tuan sendiri. Tuan Kenzo sangat membenci wanita apalagi Tarzan sepertinya" Sarkas Dirga melirik wanita tadi yang sudah duduk di samping pria perut buncit itu kembali.
"Kenapa? apa yang kurang dari aku, aku seksi, aku canti, aku montok, aku"
"Tuanku bukan seperti pria di sampingmu yang akan tergoda dengan barang hasil operasi" Ucap Dirga lalu berdiri
"Tuan" Pria perut buncit itu gelagapan saat Melihat Dirga berdiri.
"KEANO GROUP tidak akan bangkrut hanya karna kehilangan satu klien" kata Dirga sinis lalu pergi meninggalkan pria perut buncit itu yang nampak kesal.
Plak
"TUAN" pekik wanita itu saat merasakan pipinya panas karna tamparan pria perut buncit itu.
"Ini semua salahmu, karna kelakuan ****** mu itu aku harus kehilangan tambang emasku" Bentak Pria perut buncit syukur saja ruangan yang mereka pakai adalah ruang VIP jadi tidak ada yang mendengar bentakan pria itu.
"Bukankah Tuan menyuruhku untuk menggodanya" bela Wanita itu masih memegang pipinya.
"Iya tapi ikuti instruksi dariku tapi kau malah menggodanya layaknya wanita malam. Dasar ******" Umpat pria itu.
__ADS_1
Plak
satu kali lagi pria perut buncit itu memberikan tamparan kepada wanita yang menjadi Sekretarisnya itu lalu pergi meninggalkannya.