
"Dasar mentang-mentang Mafia" kata Alisya pelan nyaris berbisik anmun masih di dengar Kenzo yang hanya di balas senyum tipis olehnya.
"ALISYA"
Kenzo dan Alisya langsung menoleh ke asal suara. kedua mata Alisya memicing melihat Leon berada di depannya.
Leon? selain Kenzo yang bisa membedakan antara Alisya dan Alexa ada juga Leon yang bisa membedakan keduanya hanya dengan melihat gestur tubuh mereka berdua.
"Untuk apa anda memanggil Wanitaku" kata Kenzo datar menatap tajam Leon.
Kayaknya virus cemburu binti Bucin sudah keluar gays😄
"Tuan Kenzo" Leon yang sedari tadi fokus kepada Alisya tidak memperhatikan orang di depan Alisya.
"Untuk apa anda kemari" tanya Kenzo datar dan dingin.
"Saya hanya menghampiri tunangan saya Tuan" ucap Leon.
Uhukk uhukk
Alisya yang sedang makan pun langsung tersedak mendengar kata tunangan dari mulut Leon.
"Baby minum dulu" Kenzo langsung menyodorkan air kepada Alisya tanpa menghiraukan Leon yang kini mematung mendengar panggilan Kenzo kepada Alisya.
"Alisya apa maksud dari ucapan Tuan Kenzo kepada mu." tanya Leon mengepalkan kedua tangannya menahan amarah.
"Untuk apa kamu datang kesini. kamu tidak lihat aku sedang makan bersama kekasihku" ucap Alisya santai menghadapi Leon yang mukanya sudah memerah.
Dari dulu Alisya tahu. Leon memang baik tapi pria itu emosian di pancing sedikit saja maka ia akan langsung terpancing dan meledak.
"Apa maksud kamu Alisya? kamu itu tunangan aku bagaimana bisa kamu bersama Tuan Kenzo" kata Leon berapi-api.
"Kenapa tidak bisa. saya lebih kaya dari anda, saya lebih dari segalanya dari anda." kata Kenzo menatap tajam Leon.
Jika saja di depannya tidak ada Alisya sudah Kenzo tembak kepala pria bajingan di depannya ini. Kenzo sangat membenci namanya Penghianatan jika ada yang berkhianat di depannya maka Kenzo tak segan membunuh orang itu.
"Jangan lupa kita itu hanya mantan" tekan Alisya.
"Kamu juga jangan lupa. kita sudah di jodohkan oleh Kakek kamu dan Kakek aku dari kecil. kamu mau membuat Kakek yang begitu memanjakan kamu itu kecewa?" kata Leon mencoba mempengaruhi Alisya.
"Bajingan ini. apa perlu aku tembak otaknya sekarang" geram Kenzo dalam hati.
__ADS_1
Hatinya semakin terasa panas melihat Alisya kini bungkam membuat Kenzo takut jika Alisya memilih kembali kepada Leon dan meninggalkan dirinya.
"Saya rasa Kakek Alisya juga akan keberatan jika cucunya hidup susah" kata Kenzo dingin.
"Apa maksud Anda Tuan" tanya Leon mengernyit bingun.
"Menghancurkan perusahaan kecil seperti itu mudah bagi saya" kata Kenzo tersenyum miring.
Deg
"Saya tidak peduli anda siapa yang jelas Alisya Arkana Demian sekarang adalah milik Kenzo Devandra Keano."
Setelah memberi peringatan kepada Leon Kenzo menarik tangan Alisya membawanya untuk pergi meninggalkan Leon kini hanya bisa berdiri mematung.
Sudah hampir 20 menit Alisya masuk dalam mobil dan sudah selama itu pula Alisya hanya diam dengan pandangan kosong ke depan membuat Kenzo sakit melihatnya.
Kenzo mencari tempat sepi lalu meminggirkan mobilnya.
"Baby" panggil Kenzo lembut mengambil tangan Alisya mengecup lalu menggenggam tangan itu.
"Apa kamu masih mencintainya?" tanya Kenzo menahan sakit di dadanya. dia tak sanggup bila harus mendengar Alisya menjawab masih mencintai pria itu namun Kenzo juga butuh kepastian perasaan Alisya sebenarnya.
"kamu ingin kembali bersamanya"
"Tidak"
"Lalu kenapa tadi kamu hanya diam"
"Aku hanya takut mengecewakan Kakek. apa yang di katakan Leon tadi benar kami sudah di jodohkan sejak kecil. aku takut Kakek kecewa padaku" cicit Alisya menundukkan kepala dalam.
"Hey...... lihat aku" Kenzo mengangkat dagu Alisya sehingga tatapan keduanya bertemu.
"Kakekmu sangat menyayangi mu bukan?" tanya Kenzo yang hanya di balas anggukan kepala oleh Alisya.
"Lalu menurutmu apa Kakekmu tidak akan sedih melihat cucu kesayangannya di khianati, di permainkan dan di hina. apa menurutmu Kakekmu akan bahagia disana melihat cucu kesayangannya menjatuhkan air mata lalu harus hidup dengan orang yang membuatnya menjatuhkan air mata? apa kamu mau hidup dengan orang yang membuatmu sakit untuk ke sekian kalinya?"
Mendengar penuturan itu Alisya hanya bisa terdiam apa yang di katakan Kenzo benar. apa dia sanggup menghabiskan sisa hidupnya kepada orang yang membuatnya sakit berulang kali? jawabannya adalah tidak. Alisya tidak akan mampu untuk menghadapi hal itu.
"Baby dengar, kau tau? seorang penghianat tetap akan menjadi Penghianat! jika kamu ingin kembali maka aku tidak akan melarang tapi jika dia berani menyakiti mu walau hanya seujung kuku jangan salahkan aku jika seluruh keluarganya aku bantai" kata Kenzo datar dan dingin. di matanya tak ada candaan hanya ada keseriusan menatap dalam ke boal mata Alisya.
"Sesadis itu" batin Alisya menatap Kenzo dengan sendu lalu berhambur memeluk Kenzo.
__ADS_1
"Terimah kasih karna sudah mencintai putri buangan sepertiku" kata Alisya di pelukan Kenzo.
Alisya tidak mengetahui jika tangan yang tadi membelai rambutnya kini berubah menjadi kepalan tangan yang erat mendengar wanitanya mengatakan dirinya sebagai putri buangan.
"Kamu berlian aku baby" desis Kenzo melepaskan pelukannya dan menatap Alisya.
Kenzo mendekatkan wajahnya ke Alisya hingga kini wajah mereka begitu dekat dengan jarak beberapa senti. Entah siapa yang memulai kini kedua bibir itu telah bertemu saling mengecup, m*****t, dan menggigit mereka lakukan.
Kenzo menarik tengkuk Alisya untuk memperdalam ciuman mereka begitu pula Alisya yang menarik leher Kenzo.
"Enguh Ken....zo ah" Alisya mendesah saat lagi lagi Kenzo mencumbu leher Alisya dengan lembut.
hah hah hah
Suara nafas Kenzo memberat, jakunnya naik turun, matanya menatap Alisya dengan semerat gairah namun secara bersamaan tatapan juga itu terdapat ketulusan.
"Aku mencintaimu" ungkap Kenzo di akhiri mengecup singkat bibir Alisya lalu kembali menjalankan mobil menuju perusahaan Alisya.
"Oh tuhan aku benar-benar sudah jatuh dalam pesonanya" ungkap Alisya dalam hati menatap wajah Kenzo dari samping.
"Dada kamu kenapa baby" tanya Kenzo khawatir karna melihat Alisya menekan dadanya.
"Tidak apa-apa" jawab Alisya cepat.
"Jantung tenanglah, jangan membuatku malu di depannya." kata Alisya dalam hati seakan-akan bisa berkomunikasi dengan jantungnya.
Beberapa menit kemudian Alisya dan Kenzo sampai di perusahaan Alisya. dengan tangan yang saling menggenggam Alisya dan Kenzo masuk ke perusahaan dengan santai dan acuh tanpa menoleh atau mempermasalahkan bisikan para karyawan yang membicarakan mereka berdua.
Ceklek
"Bagus yah, aku sudah capek-capek datang bawakan kamu makan eee kamu malah asyik keluyuran kagak jelas" semprot Maya langsung saat melihat Alisya masuk.
"Aku makan siang sama Kenzo" jawab santai Alisya namun tidak dengan Maya ayng langsung membulatkan mata lalu menggeser pandangan matanya ke arah samping Alisya.
"Mampus ada pawangnya" umpat Maya dalam hati menatap ngeri tatapan Kenzo yang tajam ke arahnya seperti ingin menelannya hidup-hidup.
"Maaf Tuan saya tidak tahu jika sahabat saya pergi makan siang bersama anda" ucap Maya menundukkan kepala.
"Lebih tepatnya aku gak bakalan semprotin Alisya kalau ada dengan ini kutub Utara satu" lanjut Maya dalam hati.
"Alisya aku pamit dulu masih banyak kerjaan" pamit Maya yang langsung menyambar tas dan rantang bekalnya lalu dengan jurus seribu langkah langsung keluar dari ruangan Alisya.
__ADS_1