
Kenzo sampai di rumah saat jarum jam menunjukkan pukul 01.00 dini malam Kenzo masuk ke dalam kamar miliknya yang sekarang ditempati juga oleh istri tercintanya yang siapa lagi jika bukan Alisya.
Wajah datar Kenzo yang langsung berubah hangat saat melihat istri tercintanya yang tengah tertidur lelap di atas ranjang miliknya. Kenzo melukiskan sebuah senyum tipis di bibirnya sebelum masuk ke dalam kamar mandi hingga beberapa menit kemudian Kenzo kembali hanya mengenakan celana pendek Boxer.
Kenzo tanpa pusing segera mendekat memperbaiki selimut milik sang istri lalu naik di atas ranjang dan memindahkan kepala Alisya dalam pelukannya. Alisya yang seperti merasakan rasa hangat segera meringkuk semakin masuk dalam pelukan Kenzo sedangkan Kenzo hanya terkekeh kecil saat melihat tingkah Alisya yang semakin menggelapkan wajahnya ke dalam pelukan Kenzo hingga wajahnya menempel sempurna pada dada telanjang Kenzo.
"Selamat tidur istriku" ucap Kenzo yang mengecup singkat lucu kepala statistik dengan sayang lalu menutup Mata menuju alam mimpi menyusul Alisya.
Waktu terus berlalu dengan sifat mengganti malam dengan hari titik sinar mentari pagi mulai mengusik sosok yang masih aktif memeluk guling hidup di dekatnya.
"Hangat" ucap sosok itu antara sadar dan tidak yang malas semakin menggelapkan wajahnya di tempat yang hangat itu.
"Kamu tidak ingin bangun baby" bisik Kenzo di telinga sang istri.
Deg
Alisya yang masih menutup Mata langsung membuka matanya lalu mendongak ke atas hingga tatapan keduanya bertemu karena Kenzo juga sedang menunduk menatapnya.
Cup
"Selamat pagi" di depan wajah Alisya setelah melayangkan sebuah ciuman singkat di atas bibir sang istri.
"Kamu pulang?" Alisya dengan suara serak khas bangun tidur.
"Hm. Aku tidak akan mungkin tidur di markas dan meninggalkan mu sendiri untuk tidur di atas ranjang yang dingin ini" terang Kenzo yang menyerahkan sebuah makna.
Alisya yang mendengar penuturan dari sang suami membuat wajah Alisya menjadi tersipu malu hingga wajahnya memeras seperti kepiting rebus.
__ADS_1
"Kamu semakin cantik dengan warna merah alami ini di pipi mu" kata Kenzo dengan mengelus wajah sang istri dengan lembut.
"Berhenti menggombal di pagi hari byy" ucap Alisya yang malah memeluk Kenzo menyembunyikan wajahnya di dada bidang Kenzo. Kenzo yang melihat itu lagi-lagi hanya bisa tertawa renyah.
"Sudah lebih baik kita mandi" kata Kenzo yang langsung menggendong Alisya model bridal style.
"Yaaaak..... byy turunkan aku..... aku masih mau tidur"
Teriak Alisya yang terus memberontak dalam gendongan Kenzo namun apalah daya tenaga yang kecil dibanding kan dengan tenaga raksasa Kenzo. jika diibaratkan Alisya dia adalah hanya berupa seekor semut kecil sedangkan Kenzo adalah seekor gajah yang besar dan memiliki kekuatan yang super kuat.
Sampai di dalam kamar mandi Kenzo segera menurunkan sang istri di dalam bathtub yang telah diisi dengan air.
"Padahal aku masih ingin tidur tapi kamu ck... malah membawaku ke sini" kesal Alisya dengan wajah cemberut.
"Sarapan pagi setelah itu terserah kamu ingin melakukan apapun. mau tidur kek atau jungkir balik pun terserah kamu baby" ucapkanzo yang mulai membuka satu persatu pakaian Alisya hingga kini sosok di depannya itu tidak lagi mengenakan sehelai benang ku.
"Berhenti memasang wajah cemberut seperti itu baby jika tidak kamu akan aku terekam lagi mau?" goda Kenzo menatap Alisya dengan tatapan mesum.
"Jangan menatapku seperti itu atau kamu aku tidak kasih jatah selama seminggu mau?" Ancam Alisya yang balik mengancam Kenzo.
Kenzo yang mendapat ancaman seperti itu langsung membuat menyalinnya menciut.
"Sssst tulang Aku remuk semua, ini semua gara-gara kamu byy..! kan aku sudah bilang jangan main di kamar mandi tapi kamu malah ngotot makan aku di sana, sekarang gini kan badan aku sakit semua" kesal Alisya yang melayangkan tatapan tajam kepada sang suami.
"Maaf baby. habisnya kamu begitu menggoda jadi aku tidak tahan" balas Kenzo yang cengengesan sendiri dengan menggaruk-garuk kepalanya.
Kenzo sebenarnya merasa bersalah karena menyerang istrinya dalam kamar mandi namun bagaimana lagi dia sendiri Bahkan tidak bisa menahan ataupun mengendalikan diri saat melihat istrinya itu.
__ADS_1
"Tapi kan nggak perlu juga kamu...... nggak perlu main di kamar mandi" kata Alisya yang penuh akan penekanan.
"oke oke maafkan aku baby. baiklah sebagai permintaan maaf ku, aku akan menyiapkan pakaian untukmu, Kamu tunggu di sini baby" ujar Kenzo yang langsung berjalan cepat menuju walk in close lalu beberapa saat kemudian Kenzo kembali dengan barang-barang yang dibutuhkan oleh sang istri tercinta mulai dari dalaman segitiga, kacamata, dan pakaian luar semua telah lengkap di hadapan Alisya.
Alisya yang melihat itu bukannya senang malah mendengus kesal lalu mulai mengambil dan memakai satu persatu apa yang di berikan oleh Kenzo padanya.
"Lihat...! ini, ini, dan ini. aku sudah seperti macan tutul tahu" kesal Alisya yang melayangkan tatapan tajam kepada sang suami sumber dari yang membuat dirinya menjadi macam tutul. sedangkan Kenzo hanya bisa tersenyum puas melihat karyanya yang berada di badan sang istri.
"Harusnya kamu senang baby karena itu buktinya jika aku perkasa" Bela Kenzo.
Bugh
Alisya yang mendengar ucapan narsis sang suami langsung melemparkan bantal hingga mengenai muka Kenzo.
"Perkasa apanya? lama-lama aku ke diri burung pipit kamu itu" ujar Alisya yang menatap sesuatu di antara pangkal paha Kenzo lalu mengisyaratkan menggorok lehernya.
Kenzo yang melihat itu sontak merinding dan langsung menyembunyikan senjatanya dengan kedua tangannya.
"Janganlah baby nanti kalau kamu potong, nanti tidak akan ada lagi yang membuat kamu berteriak nikmat di bawah kukunganku" balas Kenzo yang malah membuat sang istri tambah kesal.
Kenzo duduk di samping Alisya lalu menggoyang-goyangkan lengan sang istri seperti bocah 5 tahun yang sedang merayu ibunya.
"Apa kamu tidak ingin sarapan tanda tanya aku lapar setelah energi aku kamu makan habis"
"Baiklah kita berangkat" kata Kenzo yang menunduk untuk menggendong Alisya namun dihentikan oleh sang istri.
"Tunggu....!"
__ADS_1