
Alisya menata gedung tinggi di depannya yang memiliki tulisan khas yaitu KEANO Group. Setelah berkendara beberapa menit kemudian Alisya sampai di depan gedung pencakar langit itu namun Alisya belum juga masuk ke dalam.
Alisya hanya berdiri mematung di depan gedung perusahaan sang suami dengan menenteng sebuah rantang bekal yang jelas itu adalah bekal makanan makan siang untuk sang suami.
"Masuk nggak ya...... Tapi kalau aku masuk" monolog Alisya yang malah ragu untuk masuk dalam perusahaan.
Terlihat jika Alisya menggaruk-garuk kepalanya lalu menunduk melihat penampilannya dari ujung kaki sampai ujung rambut.
"Lebih baik aku tidak usah masuk atau Aku tidak akan keluar lagi dan pastinya Aku gagal bermain" katabAlisya dalam hati Namun matanya bingung melihat rantang di tangannya.
"Tapi makanan ini bagaimana caranya harus sampai di tangan Kenzo" Guman Alisya yang sedang berpikir bagaimana cara agar makan siang yang dia bawa sampai di ruangan Kenzo.
Namun tiba-tiba senyum Alisya terbit saat melihat seorang satpam yang sedang bekerja. Alisya dengan penuh senyuman mendekat ke arah dua orang satpam itu.
"Permisi Pak" sapa Alisya
"Iya no..... Nyonya" kedua satpam itu segera membungkukkan badan mereka saat melihat jika yang mendekati mereka adalah nyonya atau sang istri dari pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.
"Jangan seperti itu" kata Alisya yang kurang enak karena dua orang di depannya itu membungkuk badan padanya.
"Ada apa Nyonya?" Tanya salah satu satpam itu.
"Itu Aku ingin meminta tolong, tolong berikan ini pada suamiku" kata Alisya yang menyerahkan kotak bekal berwarna biru kepada salah satu satpam itu.
"Baik nyonya akan saya kerjakan" kata satpam itu dengan langsung mengambil bekal dari sang istri pemilik perusahaan.
"Ini Pak ambilah" kata Alisya yang menyerahkan beberapa dolar pada kedua satpam itu.
"Tidak perlu nanya" tolak sang satpam namun Alisya yang keras kepala tak menerima penolakan.
"Ambillah paman! Gunakan uang itu untuk membeli minuman dingin cuaca lagi panas " kata Alisya yang masih menyodorkan uang dolar itu.
"Tapi Nyo..."
"Ambil paman atau aku lapor pada suamiku untuk memijat kalian berdua" potong Alisya cepat yang penuh ancaman.
Sontak kedua satpam itu langsung gelagapan lalu dengan terpaksa mengambil uang yang diberikan oleh Alisya
"Terima kasih nyonya" ucap tulus kedua satpam itu.
__ADS_1
"Sama-sama" balas Alisya dengan senyum tulus pula.
"Jangan lupa bawakan bekalnya aku pulang dulu bye" pamit Alisya yang langsung berbalik menuju motornya dan pergi dari area perusahaan Kenzo.
Sedangkan di ruangan lain Kenzo sedang tersenyum-senyum sendiri dan jangan lupa beberapa kali dia bercermin pada layar ponsel miliknya memastikan penampilannya tetap rapi dan tentunya tampan bahkan dengan gilanya Kenzo sampai mandi terlebih dahulu untuk menunggu seseorang.
Kejadian beberapa menit yang lalu
Kenzo yang sedang di kantor tidak bisa berkonsentrasi dengan baik karena terlalu merindukan seseorang yang siapa lagi jika bukan Alisya sang istri tercinta namun Kenzo tidak bisa juga pulang karena pekerjaannya sudah menumpuk. Kenzo Yang tidak tahan langsung menelpon Namun bukan menelepon sang istri melainkan kepala pelayan di mansion mereka karena Kenzo tak ingin mengganggu tidur siang istrinya jadi dia memilih menelpon kepala pelayan.
"Halo tuan muda" suara kepala pelayan terdengar di seberang sana.
"Apa yang dilakukan istriku?" Tanya Kenzo datar.
"Nyonya muda sedang menuju ke kantor Tuan Nyonya muda pergi untuk membawakan makan siang untuk Tuan" jawab kepala pelayan.
"Kau yakin?" Tanya Kenzo dengan senyuman yang terbit merekah di bibirnya mengetahui sang istri datang mengantarkan makan siang untuknya.
"Benar Tuan. Nona Baru saja berangkat sekitar 5 menit yang lalu menggunakan motor" terang kepala pelayan namun membuat Kenzo membulatkan mata.
"Istriku menggunakan motor?" Bentak Kenzo.
"Benar Tuan bahkan Nyonya terlihat sangat lihai dalam mengemudi motor" balas kepala pelayan.
"Tapi Nyonya sendiri yang memilih Tuan"
"Jika istri ku terluka maka terima hukumannya" bentak Kenzo kepada kepala pelayan dengan menahan amarah yang sudah berada di ubun-ubun.
Setelah selesai marah-marah melampiaskan kekesalannya terhadap kepala pelayan Kenzo mematikan teleponnya.
"Astaga baby Kenapa harus naik motor padahal di rumah banyak mobil" guman Kenzo yang menarik rambutnya secara kasar.
"Sudahlah lebih baik aku mandi dan siap-siap untuk menyambut kedatangan-nya" monolog Kenzo yang langsung beranjak berdiri lalu menuju ruang pribadinya untuk membersihkan diri.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
Kenzo yang sedang senyum-senyum sendiri membayangkan kedatangan sang istri langsung dikagetkan dengan suara ketukan pintu dari luar.
"Itu pasti Alisya" kata Kenzo yang semakin melebarkan senyum di bibirnya.
"Masuk" teriak Kenzo yang kembali merapikan penampilannya.
Ceklek
Senyum indah Kenzo langsung runtuh dan pudar saat melihat jika yang masuk ke dalam ruangan miliknya bukan sang istri melainkan orang lain dan lebih buruknya lagi yang masuk bukanlah karyawan penting melainkan hanya seorang satpam kantor membuat Kenzo langsung menatap tajam sang satpam.
"Selamat siang Tuan, maaf Tuan saya datang membawakan bekal dari Nyonya Alisya" terang satpam itu cepat.
Kenzo yang baru saja membuka mulutnya langsung menutup kembali saat nama sang istri disebut oleh satpam itu.
"Mana?"
"Ini tuan"
Satpam itu maju mendekat meja Kenzo lalu meletakkan bekal makanan yang diberikan oleh Alisya tadi di atas meja kerja pemilik perusahaan.
"Di mana istriku?" Tanya Kenzo yang melayangkan tatapan tajam kepada satpam di depan.
"Nyonya sudah pergi Tuan" Jawab satpam itu yang sudah berkeringat dingin yang mulai membasahi punggung dan di dahinya telah menetas keringat yang sudah sebesar biji jagung.
Mendengar itu mood Kenzo langsung bertambah buruk.
"Pergi?" Tanya Kenzo lagi yang dibalas oleh anggukan Kepala oleh sang satpam.
"Keluar "usir Kenzo.
Setelah kepergian satpam itu Kenzo dengan wajah datar melirik rantang yang ada di atas mejanya. Walau kecewa namun Kenzo tak ingin membuat sang istri kecewa karena makanannya terbuang sia-sia jadi Kenzo mengambil rantang itu lalu membukanya yang ternyata isinya sudah lengkap.
Kenzo yang memang sudah lapar sedari tadi segera mulai memakan isi dari rantang itu sampai habis hingga beberapa menit kemudian Kenzo telah menyelesaikan acara makannya saat akan menyusun kembali rantang itu matanya tak sengaja menatap sebuah note kecil yang ditulis dengan tangan.
Sorry habby aku tidak bisa naik ke atas karna ada sesuatu hal yang harus aku urus. Sorry🙏
I love you my husband ❤️😘
Wajah datar Kenzo langsung berubah menjadi berseri-seri dengan bibir yang melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman sabit bulan.
__ADS_1
"Baiklah kali ini aku biarkan namun tidak lain kali baby" ucap Kenzo yang tersenyum-senyum sendiri setelah mendapat vitamin c dari sang istri tercinta.
Kenzo dengan penuh semangat mengerjakan berkas-berkas di atas mejanya agar cepat pulang dan tidak lembur wajah kenzone menunjukkan keseriusan dan konsentrasi penuh Untuk segera menyelesaikan semua berkas yang ada di atas mejanya.