
" Sekarang saatnya kau di hukum Baby "
" Ha....di hukum "
SRETT
" Eh gue mau di bawah kemana Woy.... " Teriak Alisya namun Kenzo hanya acuh
Ceklek
Bruk
" Aku sangat merindukanmu Baby " ucap kenzo pelan di depan wajah Alisya
" Tapi aku......"
" Ssssst diamlah Baby....biarkan sebentar saja aku memeluk mu " Potong Kenzo memeluk erat pinggang Alisya
" Ini kapan lepasnya Woy....." Tanya Alisya kesal pasalnya sebentar yang di maksud Kenzo tak kunjung sampai padahal ini sudah 10 menit Kenzo memeluknya membuat tubuhnya pegal semua
" Maaf Baby " kata Kenzo melepas pelukannya lalu merapatkan keningnya dan kening Alisya
" Jangan pergi lagi ya " pinta Kenzo mengelus lembut pipi sebelah kiri Alisya.
" Hmm " Alisya hanya bisa mengangguk
" kamu tunggu disini jangan kemana-mana " Kata Kenzo lalu berlalu meninggalkan Alisya yang mematung.
__ADS_1
" Gimana gue mau kabur coba nih pintu di kunci malah pake sidik jari lagi bukanya " Umpat Alisya kesal saat menyadari jika pintu di tutup. pantas saja enteng ninggalin dia sendiri ternyata pintunya sudah di kunci pikir Alisya.
Alisya yang bosan pun mulai mengelilingi Kamar Kenzo. Matanya menatap kagum setiap sudut dalam kamar itu tapi bibirnya langsung menggerutu setelah menyadari semua warna di dalam kamar ini serba hitam. mulai dari gorden, Cat dinding, Ranjang, Seperti semua hitam
" Suram dan menakutkan nggak ada kehidupan " Guman Lirih Alisya lalu duduk di sisi ranjang
Ceklek
Keluarlah Kenzo yang bertelanjang dada memamerkan otot perutnya yang sangat menggairahkan
Gleg
Alisya menelan Salivanya dengan susah payah. kedua matanya melotot tanpa kedip melihat pemandangan yang sangat menggiurkan di depannya.
Kenzo yang melihat Alisya seperti itu timbul ide untuk menggoda gadis itu. Dengan pelan dan pose yang menggoda Kenzo berjalan mendekati Alisya yang tampaknya belum menyadari kehadiran Kenzo
" Eh....KA...kamu.."
" Why Baby? Terpesona karna ku "
Blush
Wajah Alisya semakin memerah tersipu malu karna godaan Kenzo.
" A....apaan sih " kata Alisya mendorong tubuh Kenzo namun Kenzo tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya.
" Kenapa muka mu memerah Baby " goda Kenzo menyembunyikan senyum samar di sudut bibirnya. Alisya? Jangan di tanya Mukanya sudah memerah semerah tomat
__ADS_1
" Cepat minggir " kata Alisya berusaha untuk tenang
" Panggil Namaku Baby "
" Ha....Apa? "
" panggil Namaku " Pinta Kenzo menatap dalam pada Alisya. untuk sesaat Alisya tertegun mendengar suara lembut Kenzo di telinganya namun segera ia tepiskan
" Ingat Alisya dia sama saja dengan yang lain mendekati mu membawaku terbang ke angkasa lalu menghempaskan kamu di jurang paling dalam " Kata Alisya dalam hati mengepalkan tangannya.
" Minggir " Sentak Alisya membuat Kenzo terdiam mematung.
Kenzo menjauh dari Alisya lalu menatap wanita di depannya dengan pandangan yang sulit di artikan lalu tersenyum tipis beranjak pergi menuju Walk in Close meninggalkan Alisya yang sedang menekan dadanya
" Sadar Alisya mereka cuma bisa menyakiti mu. Gue nggak boleh jatuh dalam pesonanya cukup satu kali gue jatuh karna perasaan Cinta Sialan itu " Umpat Alisya Emosi bila mengingat bagaimana Leon meninggalkannya dan memilih Alexa kembarannya tanpa mendengar penjelasannya terlebih dahulu
" Gue nggak akan jatuh cinta lagi Bulshit mana ada cinta yang tulus di dunia ini " Ucap Alisya Sinis menatap pantulan dirinya di cermin di depannya
Tanpa Alisya ketahui Ternyata Kenzo bersembunyi di sudut antara kamar dan Walk in close sehingga apa yang di katakan Alisya di dengar jelas oleh kenzo. Kenzo mengeraskan rahangnya mendengar pengakuan Alisya yang membenci dan tak percaya akan Cinta
" Sial....Anjing mana yang membuat wanitaku terluka hingga tidak percaya akan cinta. Lihat saja jika aku temukan akan aku temukan tulangnya "
Teng teng teng
Hayo hayo hayo๐๐๐ kalau suka beri Like komen and Vote yah๐
Author minta Vote ya biar tambah semangat ๐
__ADS_1