Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Nama yang sama


__ADS_3

"Sekarang katakan siapa Nama mu anak muda?"


"Namaku....... Aku tidak tahu dan aku tidak ingat apa-apa selain satu nama dan wajah yang terus berada di mimpiku"


"Siapa?"


"Alisya!"


Pria paruh baya itu tertegun dan diam lalu kembali melanjutkan tugasnya mengobati pria sosok itu.


Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Kenzo yang mengalami kecelakaan 2 Minggu lalu. Sedangkan pria paruh baya yang mengobatinya itu adalah pria tua yang menolongnya.


Robert pria paruh baya itu bernama Robert. Robert sudah hidup bertahun-tahun hidup di dalam hutan tidak ada yang tahu alasan pria paruh baya itu yang menghindar dari dunia luar dan memilih tinggal di dalam hutan. Pria itu akan keluar 1 kali sebulan untuk mencari perlengkapan seperti membeli beras dan kebutuhan yang lain.


Saat itu Robert tengah mencari kayu bakar saat akan pulang tak sengaja dia menemukan Kenzo yang tak sadarkan diri. Saat itu keadaan Kenzo benar-benar sangat parah. Luka Kenzo yang paling parah adalah luka tusukan pada perut dan dada kanannya. Bahkan di dada kanannya tertusuk kayu hingga menembus keluar.


Robert yang merasakan denyut nadi dari pria muda itu walau sangat lemah segera menolongnya. Robert yang memang ahli dalam hal obat-obatan tradisional hanya bisa mengobati Kenzo dengan obat-obatan herbal racikannya.


Sebenarnya bisa saja Robert membawa Kenzo ke rumah sakit tapi resikonya lebih besar lagi yaitu kematian akan segera menjemputnya. Walau Robert membawa Kenzo ke rumah sakit tapi dokter pasti akan mengatakan jika Kenzo sudah meninggal. Karna Robert yakin denyut jantung Kenzo yang melemah tidak akan bisa di deteksi oleh alat kedokteran.


Dengan tertatih-tatih Robert membawa tubuh lemah Kenzo ke gubuknya. Robert dengan ikhlas merawat Kenzo menggunakan obat-obatan herbal racikannya. Luka Kenzo semakin hari semakin menutup namun tidak dengan keadaan tubuhnya yang belum merespon apapun. Walau begitu Robert yakin jika pria yang di tolongnya itu akan sadar Namun, Robert tak menyangka hanya butuh 2 Minggu pria itu sudah sadar.


Robert senang karna usahanya selama ini tidak sia-sia Namun, di satu sisi dia juga merasa sedih karna pria di tolongnya itu tidak mengingat siapa dirinya sendiri.


"Apa kamu benar-benar tidak mengingat nama mu? Identitas mu? Pekerjaan? Atau hal lainnya?" Robert berusaha membuka ingatan Kenzo Namun Kenzo hanya menggelengkan kepalanya dengan lesu.


"Aku tidak mengingat apa-apa aku hanya mengingat nama itu Alisya!" Balas Kenzo yang memijit pelipisnya karna merasa sakit saat tadi dia memaksa mengingat masa lalunya.


Robert yang mendengar penuturan dari Kenzo di tambah dengan respon Kenzo yang kesakitan karna berusaha mengingat namanya dan masa lalunya tidak bertanya lagi.


"Jangan di paksa jika memang sakit," Ucap Robert. "Jika kamu tidak keberatan biarkan aku mencarikan kamu nama, itu pun jika kamu mau" Robert menawarkan diri untuk memberi nama kepada Kenzo.


"Berikanlah" Kata Kenzo datar.


Robert yang mendengar respon Kenzo hanya mengukir senyum tipis menyelesaikan tugasnya yaitu membalut luka Kenzo.


"Kenzo! Nama itu cocok untukmu yang berarti kuat dan bijaksana" Robert berucap tegas dan yakin.


Entah kenapa Robert merasa nama Kenzo itu sangat cocok untuk pria yang di tolongnya itu. Robert yakin pria di depannya itu bukanlah pria sembarangan mengingat aura yang di keluarkan-nya begitu mendominasi.


Kenzo yang mendengar itu hanya tersenyum tipis entah kenapa dia begitu nyaman dengan nama pemberian Robert. Entah kenapa sepertinya nama itu begitu berarti untuknya.


"Sekarang panggil aku paman Robert atau paman. Selama kamu tidak mengingat siapa dirimu dan siapa identitas mu sekarang kamu menjadi keluarga ku" Terang Robert.


"Baiklah paman. Tapi setelah sembuh nanti aku harus mencari siapa diriku sebenarnya." Ucap Kenzo.


"3 hari lagi. Tiga hari lagi kita akan pergi ke kota jadi, untuk 2 hari ke depan pastikan kamu istrahat total agar kamu pulih total. Paman akan berusaha semampu paman untuk membantu kamu menemukan identitas kamu."

__ADS_1


"Terima kasih Paman."


"Tak apa-apa. Orang yang pertama kita cari adalah wanita yang bernama Alisya itu karna wanita itu satu-satunya petunjuk yang kamu miliki untuk saat ini"


"Entahlah Paman kenapa nama dan wajahnya yang harus ku ingat" Ucap Kenzo pelan.


"Dan kenapa dadaku berdebar kencang saat mengingat wajahnya. Seperti...... Seperti tersimpan kerinduan yang begitu sangat dalam. Tapi dia siapa?" Lanjut Kenzo dalam hati bertanya-tanya siapa wanita yang bernama Alisya itu.


"Ada 2 kemungkinan saat namanya bahkan wajahnya terekam jelas dalam ingatan kamu bahkan kamu tidak melupakannya sedikitpun." Kata Robert yang duduk di depan Kenzo.


"Apa itu Paman?" Kenzo menatap Robert dengan pandangan penuh tanda tanya.


"Pertama dia merupakan orang yang sangat kamu benci atau mungkin musuh kamu yang menjatuhkan dan membuatmu celaka hingga berakhir seperti ini. Dan kedua...... Dia adalah wanita yang sangat berarti dalam hidup kamu. Cintamu, hidupmu, bahkan duniamu adalah miliknya." Terang Robert dengan serius.


"Cinta?"


Deg


Deg


Deg


Jantung Kenzo berdetak dengan sangat kencang saat menggumankan satu kata itu. Satu kata namun mempunya efek yang begitu besar untuk Kenzo sendiri.


"Akh...." Kenzo bahkan sampai meremas dadanya karna jantungnya bekerja tidak pada porsinya.


"Entahlah Paman. Dada ku berdebar dengan kencang hanya karna mengingat wajahnya dan mengucapkan kata cinta. Entah kenapa aku merasakan perasaan sesak dan...... Perasaan yang bahkan tak tahu aku harus mengatakan apa." Jawab Kenzo yang masih menekan dadanya sendiri.


Robert yang mendengar penuturan dari Kenzo tertegun. Namun, untuk detik berikutnya Robert ikut tersenyum tipis.


"Sebegitunya kau mencintainya Nak? Hingga bahkan jika kamu hilang ingatan kamu mengingat nama dan wajahnya. Aku baru menemukan pria yang begitu besar mencintai wanitanya seperti kamu. Paman janji akan mempertemukan kalian, semoga dia disana juga baik-baik saja." Kata Robert dalam hati.


"Siapa kamu sebenarnya kenapa aku merasakan perasaan seperti merindukanmu?" Batin Kenzo yang menutup mata.


"Ken....... Kenzo....!" Lirih Alisya yang melihat sosok yang sangat di rindukannya berada di depannya.


Sosok yang berada di depannya itu berbalik ke arah Alisya hingga wajah tampan penuh pesona itu terlihat di mata Alisya.


"Kenzo....! Hiks ka.....kamu....."


"Kemarilah baby"


Suara berat dan serak itu masuk di pendengaran Alisya terdengar seksi dan penuh akan magnet.


"Kemarilah" panggil Kenzo sekali lagi.


Alisya yang tak tahan menahan kerinduan langsung berlari memeluk tubuh tegap yang sangat ia rindukan itu.

__ADS_1


"Hiks ka.....kamu kema....kemana saja hiks ke....kenapa pergi hiks hiks?"


Tangis Alisya pecah di pelukan Kenzo selaku sang suami. Alisya begitu merindukan sosok di depannya itu. Dadanya begitu sesak dan sakit saat sosok itu menghilang dari hidupnya.


Alisya tidak ingin kehilangan lagi, cukup satu kali ia kehilangan semuanya. Kali ini, dia tidak ingin kehilangan apapun lagi. Dia ingin hidup bahagia tanpa bayangan dari masa lalu, baik masa lalu dari suaminya atau masa lalu darinya sendiri. Bagi Alisya semua itu sudah cukup, cukup untuk menjadi pelajaran hidup mereka agar bisa membangun sebuah keluarga dan hidup tenang dan tentram di masa depan.


Tapi kenapa keinginannya yang begitu kecil sangat sulit untuk di kabulkan. Alisya tak meminta apapun lagi dia hanya ingin hidup bahagia bersama orang yang dia sayangi dan cintai.


"Don't cry baby" Bisik Kenzo di telinga Alisya.


"Ka....kamu kemana saja hiks..... Aku merindukan kamu hiks" Ucap Alisya dengan air mata yang semakin membanjiri pipinya.


Entah kenapa bukannya berkurang kerinduannya justru Alisya semakin merasakan rasa sesak menghantam dadanya.


"Don't cry baby." Di usapnya air mata Alisya.


"Aku tidak kemana-mana. Bersabarlah sebentar lagi kita akan bertemu" Ucap Kenzo lembut.


"Bertemu? Tapi kita sudah bertemu."


"Belum baby, aku harus pergi sekarang."


"Pergi?"


"Iya pergi."


"Tidak! kamu tidak boleh pergi"


"Aku harus pergi baby"


Perlahan-lahan Kenzo melepaskan pelukan Alisya dari tubuhnya. Hingga jarak keduanya semakin menjauh membuat Alisya berteriak histeris.


" Byy.....!" Alisya memanggil-manggil Kenzo tapi Kenti tidak lagi berbalik.


"KENZO.....!" Teriak Alisya yang langsung terbangun dari tidurnya.


Hosh hosh


Napas Alisya memburu dan tersenggol-senggal keringat dingin membasahi wajahnya. Air matanya terus mengalir di pipinya.


"Hiks hiks..... Kamu dimana by.... Ke...kenapa kita harus seperti ini..... Kamu dimana byy hiks"


Alisya hanya bisa menangis terisak-isak d atas ranjang. Wajahnya pun ikut memerah karna banyak menangis.


Brak


"Astaga Alisya....!'' Pekik Maya yang baru masuk ke dalam kamar Alisya.

__ADS_1


__ADS_2