
"Jadi menurutmu Wanitaku sakit ha...." teriak Kenzo menatap tajam Maya.
"Aku tidak mengatakan Alisya sakit Tuan tapi ada baiknya kita harus mencegahnya. Anda memang senang Alisya manja dan menempeli anda tapi tidak dengan saya. walau anda kekasih Alisya tapi anda hanya orang asing sedangkan saya? saya telah menemaninya dari kecil hingga dewasa saya sangat mengenal sifat Alisya yang asli. sifat Alisya yang di tujunhkan kepada anda itu seperti anak kecil...!"
"KAU......"
"Saya tidak keberatan jika anda ingin membunuh saya tapi Alisya harus bertemu dengan Dokter Clara" ucap Maya tegas.
"Aku akan benar-benar mati setelah ini" lanjut Maya dalam hati.
Walau ucapan Maya terdengar tegas tapi tubuhnya tidak dapat menyembunyikan ketakutannya. suaranya memang terdengar tegas namun tangan dan seluruh tubuhnya bergetar takut.
Setelah perdebatan sengit antara Maya dan Kenzo akhirnya mereka memutuskan untuk ke perusahaan Kenzo karna disana Alisya berada.
Maya memberi tahukan rencananya jika Dokter Clara akan menyamar sebagai klien dari Kenzo dan dengan terpaksa Kenzo menyetujui akan hal itu.
Sampai di perusahaan Kenzo segera bergegas masuk di ikuti yang lain di belakangnya.
Ceklek
"Byyyyy"
Grep
Kenzo yang tak siap hampir jatuh karna Alisya memeluknya secara tiba-tiba.
"Byy kamu dari mana aku mencarimu tapi tidak menemukanmu kamu meninggalkanku hiks" kata Alisya dengan tangis yang pecah.
Kenzo yang mendengar Wanita yang di cintainya menangis langsung kalang kabut.
"Baby aku tidak meninggalkanmu tadi aku hanya pergi memberi pelajaran kepada Leon kutu kupret itu baby" kata Kenzo berjalan cepat menuju sofa.
Sampai di sofa Kenzo langsung duduk dengan Alisya yang masih berada di pangkuannya.
"Sayang ini kenalkan dia adalah salah satu klien ku" ucap Kenzo hati-hati takutnya jangan sampai Alisya marah karna Dokter di depannya itu perempuan.
"Selamat siang Nona, saya Clara klien Tuan Kenzo" ucap Clara mengulurkan tangannya.
__ADS_1
"Alisya" jawab acuh Alisya menyambut tangan Clara.
"Byy aku lapar" kata Alisya mengelus perut ratanya.
"Dirga...!"
"Baik Tuan"
Dirga berdiri lalu keluar dari ruangan Kenzo beberapa menit kemudian Dirga kembali dengan membawa nampan makanan.
"Ini makanannya Nona" kata Dirga meletakkan nampan itu di depan Alisya.
Alisya yang merasa lapar pun langsung menyuruh Kenzo untuk menyuapinya yang langsung di turuti oleh Kenzo.
Setalah beberapa saat makanan yang di bawah Dirga sudah habis masuk ke dalam perut Alisya.
"Hoam.... kok ngatuk ya?" guman Alisya yang menguap.
"Tidurlah" ucap Kenzo yang langsung menggendong Alisya bridal style membawanya ke ruangan pribadi miliknya.
"Katakan....!"
"Apa itu?" tanya Maya.
"Sindrom Peter pan atau sering di sebut Little space syndrome merupakan nama lain dari sindrom peter pan, dimana seseorang yang sudah dewasa berisfak ke kanak kanakan atau bersifat seperti pada usia nya yang sudah menginjak dewasa. Orang yang terkena sindrom peter pan ini akan memiliki sifat seperti anak- anak dan itu sangat berkebalikan dengan usia nya.
Sifat ini di picu oleh beberapa faktor seperti mempunyai masa lalu yang kelam atau terlalu bertergantungan kepada seseorang orang.
Atau mungkin bisa juga karna masa kecilnya mempunyai kisah yang yang kurang menyenangkan hingga di umurnya yang sekarang dia mempunyai keinginan yang besar untuk mengulang masa kecilnya dengan objek sebagai Tuan Kenzo yang menjadi tumpuannya atau orang yang menjadi sasaran objeknya. karna keinginan yang besar pula itu yang mendorong kuat otak untuk berperilaku seperti anak kecil atau sering di sebut Childish." terang Dokter Clara membuat Kenzo dan Maya mematung.
(Informasi mengenai Sindrom Peter pan dan little space syndrome berasal dari geogle)
"Lalu bagaimana cara mengatasinya?" Maya bertanya dengan serius kepada Dokter.
"Yang perlu di lakukan terutama anda Tuan Kenzo karna anda menjadi objek sasaran sang penderita maka yang anda lakukan adalah Berhenti memanjakannya, mengenalkannya akan hal dewasa, jauhkan dari suatu hal yang mengganggu fokusnya,"
"Terima kasih" ungkap Kenzo singkat.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain Leon yang sedang babak belur menolak dengan keras untuk di bawah ke rumah sakit bukan karna apa nun dia harus mulai Hemas sekarang mengingat perusahaan tidak ada lagi harapan untuk bangun.
PRANG
"LEON...... ADA APA DEMGAN MU NAK....." teriak Marissa histeris.
Marissa tadinya rencana untuk mengambil air di dapur karna di kamarnya sudah tidak ada air minum. Marissa memutuskan untuk turun lagi pula masih ada Leon putranya yang akan menjadi pelengkapnya namun Marissa lagi lagi harus shock karna melihat putra semata wayangnya pulang dalam keadaan babak belur hingga teko kaca yang di pegangnya jatuh dan pecah di lantai.
"Siapa yang membuat kamu seperti ini nak? kenapa... kena...kenapa wajahmu bisa seperti ini?" tanya Marissa dengan tangan yang gemetar terulur menyibak rambut depan Leon yang agak panjang hingga menutupi sebagian wajah Leon.
"Leon tidak apa-apa Mom" ucap Leon yang tidak ingin Marissa cemas.
"Ka...kamu tu... tunggu disini Mommy ambilkan dulu kompres" kata Marissa yang langsung berdiri lalu berjalan cepat menuju dapur untuk mengambil air panas untuk kompres wajah Leon.
Beberapa menit kemudian Terlihat Marissa yang berjalan tergesa-gesa menuju Leon dengan sebuah baskom kecil dan handuk di pundaknya untuk mengompres Leon.
Sampai di depan Leon, Marissa langsung duduk dan mulai mengkompres wajah Leon dengan hati-hati.
"Mom apa benar jika Mommy dan Daddy adalah dalang kecelakaan orang tua Alisya hingga meninggal?" tanya Leong tajam.
Deg
Gerakan tangan Marissa berhenti di udara saat mendengar pertanyaan Leon. matanya melotot dengan wajah yang terkejut menatap Leon.
"Bagaimana bisa kamu bertanya seperti itu Leon...? kamu menuduh Mommy begitu?" sentak Marissa menatap tajam Leon
"Jawab saja Mom itu benar-benar kalian dalangnya atau bukan?" sentak balas Leon menatap tajam Marissa.
"Bagaimana kamu bisa berfikir seperti itu Leon terhadap Mommy terhadap orang tua kamu sendiri"
"Lalu aku harus bagaimana? Alisya tidak mungkin mengatakan kalian dalang kematian kedua orang tuanya tanpa adanya bukti yang jelas Mom"
Deg
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar yah😉
__ADS_1
Vote dan hadiahnya juga ya😄 soalnya author lagi miskin🤣
1 lagi kalau ada yang mau masuk di group Author silakan klik Akun author lalu klik group InayaAr011 untuk bergabung biar makin tau kalau ada novel baru😄😘**