Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Pengertian


__ADS_3

"Mati? Siapa yang bunuh?" Pekik Kevin yang tak terima karna orang-orang itu sudah mati.


"Siapa lagi? Tentu saja Alisya."


"APAAA....?" Bagaimana bisa dia....."


"Tidak percaya...?" Sarkas Kenzo yang menatap sinis Kevin yang kini tengah melongo.


"Kamu jangan lupa dia ketua dari Dark Devil." Lanjut Kenzo yang semakin membuat Kevin tak berkutik.


Kevin lupa jika Alisya bukanlah wanita biasa. Kevin hanya bisa geleng-geleng kepala sekaligus miris mendengar cerita masa lalu Alisya yang berasal dan hidup di lingkungan orang berada. Kevin kita dengan hidup di keluarga kaya akan hidup bahagia nyatanya justru kebalikannya.


"Yok kita siapkan amunisi untuk menghibur little girl." Ucap Kevin yang tersenyum kecil.


"Apa yang mau kamu lakukan? Jangan aneh-aneh dan jangan mengakibatkan aku... Aku tidak mau jika sampai di hukum oleh Alisya." Ucap Kenzo yang sudah was-was memang nanti di kerjain sama Kevin.


"Tenang saja.... Ini aman.... Ayo buruan...." Kevin segera menarik tangan Kenzo membawanya keluar menuju dapur.


Sampai di dapur Kevin langsung berperang dengan alas disana sedangkan Kenzo hanya duduk melihat apa yang di lakukan oleh Kevin.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian makanan yang di masak Kevin telah matang. Dengan semangat Kevin memindahkan nasi goreng di atas piring. Tak sampai disitu Kevin juga menambahkan udang yang sudah di buka kulitnya di atas nasi goreng itu sebagai hiasannya hingga terlihat cantik.


Kevin kembali memotong-motong beberapa macam buah-buahan yang manis dan tentunya bergizi dan baik untuk wanita hamil.


"Nah sekarang bawalah ini bersamamu. Bujuk dan yakinkan padanya jika semua akan baik-baik saja.Anaknya nanti tidak ada yang akan di bedakan, tidak ada yang akan di pilih kasih, tidak ada yang akan di kucilkan. Apapun jenis kelamin dari bayinya nanti mereka akan merasakan kasih sayang yang sama. Sebagai suami kamu harus bisa meyakinkannya dan berbicara dari hati ke hati." Ucap Kevin yang menyodorkan nampang nasi beserta minumannya dan cemilannya pada Kenzo untuk dia bawa kepada Alisya.


"Kenapa tidak kamu sendiri yang berikan?" Tanya Kenzo datar.


"Karna kamu suami ya sedangkan aku hanya orang asing yang di anggapnya kakak." Balas Kevin dengan senyum kecil namun matanya menatap sendu makanan yang di buatnya.


"Terima kasih" Ungkap Kenzo singkat yang langsung mengambil nampan di tangan Kevin.


"Aku tidak tahu harus membenci mu atau tidak karna membuat Khanza pergi dari dunia ini. Tapi aku juga tidak bisa membuat air mata gadis kecilku menangis. Cukup 2 Minggu kalian berpisah dan dia bagaikan raga yang hidup namun tanpa ada nyawa di dalamnya. Bagaimana bisa aku membalaskan dendam ku jika aku harus menyakiti adikku juga. Lebih baik aku ikhlasin saja dendam ini lenyap dari hatiku lagi pula sedari awal dendam ini seharusnya tidak ada. Sedari awal kamu memang tidak bersalah hanya saja rasa iri ku membuat aku dendam kepada kamu. Tapi mulai detik ini aku benar-benar melepaskan dendam itu." Ucap Kevin yang menatap langit-langit dapur.


Ceklek


"Baby...."


Deg

__ADS_1


Jantung Kenzo ibaratkan di tusuk beribu pisau melihat wanita yang di cintainya menangis dalam diam dengan tatapan kosong dan tangan yang melingkar di perut.


"Sial! Ini semua karna kamu Kenzo.... Andaikan aku tidak menanggapi ucapan Kevin Alisya tidak mungkin setakut ini." Kata Kenzo dalam hati yang menyalahkan diri sendiri.


Huhhhhh


Dengan langkah mantap Kenzo berjalan meletakkan nampan makanan tadi di atas meja. Berjalan menghampiri sang istri yang mungkin kehadirannya tidak di sadari oleh Alisya sendiri.


"Baby...." Kenzo berjongkok di bawah Alisya menggenggam tangan sang istri yang sudah dingin.


Alisya yang merasakan sentuhan di tangannya menurunkan pandangannya hingga melihat wajah tampan Kenzo yang sedang menatapnya lembut.


"Semua akan baik-baik saja percaya padaku baby. Tidak akan ada yang terkucilkan tidak ada yang akan di pilih kasih. Semuanya akan mendapatkan kasih sayang yang sama. Semuanya akan adil dan rata tidak akan ada yang di beda-bedakan mereka berdua adalah anakku." Ucap Kenzo yang mengelus lembut perut Alisya yang sudah membuncit.


"Aku hanya takut... Takut jika mereka di bedakan, takut jika salah satu anakku merasakan hal yang sama." Cicit Alisya.


"Kamu percaya padaku bukan? Kamu harus percaya kita akan bisa memperlakukan mereka sama rata." Ucap Kenzo yang menghapus air mata Alisya.


"Sekarang kamu makan ya..."

__ADS_1


Kenzo segera mengambil piring nasi goreng buatan Kevin itu lalu menyuapi Alisya dengan telaten hingga nasi itu ludes tak tersisa.


__ADS_2