
"Mari Tuan"
Maya segera mempersilahkan Kakek XU untuk segera masuk ke dalam mobil yang telah di siapkan.
Kenapa Maya tidak memanggil Kakek XU dengan sebutan Kakek karna Kakek XU tidak mengizinkan siapa pun memanggilnya Kakek selain Alisya bahkan Bimo saja memanggilnya Tuan.
Dengan wajah datar dan dingin Kakek XU masuk ke dalam mobil hitam yang telah di siapkan oleh Maya. sepanjang jalan baik Maya maupun Kakek XU hanya berdiam diri hingga beberapa pulu menit kemudian mobil yang di tumpangi Kakek XU berhenti di sebuah bangunan yang terlihat mewah namun berada di tengah-tengah hutan.
"Ini markas apa?"
Kakek XU menatap tajam bangunan di depannya yang begitu megah namun terlihat menyeramkan bagaimana tidak menyeramkan dari pagar, tembok, hingga cat bangunan itu serba hitam membuat yang melihatnya jika orang awam akan langsung ketar ketir.
"Ini markas calon cucu menantu Tuan" jawab Maya.
Sontak Kakek XU langsung membulatkan kedua matanya mendengar kata "CALON CUCU MENANTU" pasalnya Justin dan Bimo tak ada yang memberikan informasi tentang itu.
Maya berjalan memasuki bangunan yang di yakini markas Kenzo di ikuti oleh Kakek XU di belakangnya. Tidak ada ya g mencegahnya memasuki bangunan itu karna mereka semua hampir tahu jika wanita yang berjalan di depan mereka adalah sahabat dari Wanita Tuan mereka.
Ceklek
Alisya yang sedang asyik duduk memakan sarapannya langsung mengalihkan pandangannya saat mendengar pintu di tutup karna Kenzo yang baru keluar tidak mungkin kembali begitu cepat pikir Alisya.
Tak
"Dasar cucu nakal" Kakek XU langsung mengayunkan tongkatnya di kepala Alisya yang hanya dia mematung menatapnya.
"Kakek" seru Alisya yang baru sadar lalu langsung menghambur memeluk pria tua di depannya.
"Alexi kangen" ucap Alisya terdengar manja.
"Cih kau kangen tapi kau tidak pulang bahkan menelfon kakek hanya 2 kali saja" balas Kakek XU yang mode merajuk namun tangannya masih senantiasa mengelus rambut Alisya/Alexi.
"Tapi kan Kakek tau jika aku melakukan itu untuk bisa segera membalas dendam"
"Cih bilang saja kau sudah mendapatkan pria yang membuat kamu melupakan kakek mu ini"
"Maya sialan....." umpat Alisya dalam hati menatap tajam Maya dengan ekor matanya.
"Tidak Kek jangan percaya omongan Wewe gombel itu"
__ADS_1
"KAU MENYEBUTKU WEWE GOMBEL HA......?" semprot Maya menatap tajam Alisya.
"Lihat Kek bahkan dia sangat mengerikan jika sedang marah bahkan dia berani berteriak kepada Alexi" Alisya segera mengadu kepada Kakek Xu.
Sedangkan Maya kini benar-benar hanya bisa menjatuhkan rahang dengan mata yang melotot melihat sikap Alisya yang begitu manja.
"Dia Alisya apa bukan?" batin Maya yang bertanya-tanya.
Tak
"Aw Tuan...." pekik Maya saat merasakan lagi lagi kepalanya di getok pakai tongkat dari Kakek XU.
"Sekali lagi kamu memarahi cucuku akan aku kirim kamu di kandang Miu" ancam Kakek XU.
Sedangkan Alisya kini melemparkan senyum penuh kemenangan kepada Maya yang hanya bisa meringis karna Kakek XU benar-benar niat memukul kepalanya.
"Kamu tidak perlu takut lagi. disini ada Kakek kakek akan melindungi kamu dari si gadis aneh ini" kata Kakek XU.
"Sayang kakek banyak-banyak" kata Alisya yang semakin memeluk erat tubuh Tua kakek Xu.
"Baby......"
Cukup! Kenzo tidak bisa melihat dan menahannya lebih lama lagi. hatinya sakit bagai di iris-iris melihat wanita yang dia cintai berpelukan kepada pria lain
Sret
"Baby sudah berapa kali aku katakan jangan memeluk pria lain apalagi pria tua sepertinya yang sudah akik-akik bau tanah yang mungkin sebentar lagi akan mati"
Kenzo berkata dengan sangat datar dan dingin kedua matanya menatap tajam pria tua di depannya itu.
"Ssst Kenzo lepas ini sakit" Alisya meringis merasakan sakit di pergelangan tangannya akibat cengkraman Kenzo.
"YAK....... DASAR KURANG AJAR"
Kakek XU berteriak kesal lalu melayangkan tongkatnya ke kepala Kenzo.
Tak
"Apa yang kau lakukan pak Tua" gertak Kenzo dengan suara datar dan dingin yang terdengar menyeramkan tapi tidak bagi Kakek XU.
__ADS_1
"Lepaskan tangan mu darinya" hardik Kakek XU.
"Cih tidak akan dia itu wanitaku Pak Tua" balas Kenzo yang bukannya melepaskan malah semakin mengeratkan.
Bugh
Alisya yang kesal Karna tangannya di cengkram dengan keras langsung menggepak lengan kekar Kenzo.
"Dia itu kakek ku"
Deg
Kenzo langsung menegang lalu menoleh ke arah Alisya lalu melihat ke arah Kakek XU yang kini berwajah datar.
"Tuan Liang XU?"
"Kenapa? takut sekarang?" jawab Kakek XU dengan datar dan hawa yang dingin membuat Kenzo langsung tercekik.
Jika kalian berpikir Kenzo menegang karna takut pada Kakek XU maka jawabannya adalah salah karna yang di takutkan oleh Kenzo sebenarnya adalah......
"Mati aku! bisa nggak di restui ini" batin Kenzo yang sekarang ketar ketir karna ternyata pria tua yang dia gertak di depannya adalah Kakek dari kekasihnya.
"Maaf Kek saya tidak tau jika Kakek adalah....." perkataan Kenzo langsung terhenti karna lagi lagi tongkat Kakek XU mendarat di kepalanya.
"Jangan memanggilku Kakek! kamu bukan Cucuku, Cucuku hanya Alisya bukan kamu" potong Kakek XU tegas dan menatap sinis Kenzo.
"Jadi pria ini yang membuat cucu ku Alexi lupa padaku? lihat saja apa yang akan aku lakukan karna sudah berani mencuri perhatian Alexi" kata Kakek XU dalam hati menatap Kenzo dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Harus ku akui dia pria yang tangguh bahkan melihat dari gestur tubuhnya kekuatan Bimo tidak ada apa-apanya di bandingkan dirinya tapi tetap saja dia harus ku beri pelajaran." lanjut Kakek Xu dalam hati.
"****. aku merasakan firasat yang buruk. sepertinya orang tua ini akan melakukan sesuatu untuk membalas ku" guman Kenzo yang hanya bisa menelan ludah saja.
"Hahahaha aku yakin Kakek pasti akan melakukan sesuatu kepada Kenzo mengingat bagaimana sifat Kakeknya itu selama ini" pikir Alisya tersenyum misterius.
"Baby apa yang kau tertawakan? aku merasakan firasat yang buruk akan Kakek mu." bisik Kenzo di telinga Alisya.
"Sama aku pun merasakan hal yang sama" Alisya balas berbisik pada Kenzo.
"Aku akan menjodohkan Alexi dengan Bimo"
__ADS_1
"APA....."