Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Kecelakaan


__ADS_3

Wijaya yang berada di luar kota langsung kembali kembali saat melihat berita jika data-data rahasia perusahaan mereka telah bocor sampai publich.


Wijaya yakin jika perusahaan kini pasti tidak baik-baik saja pasti akan terguncang lagi padahal baru saja perusahaan berjaya kini Mala mendapatkan berita ini. Wijaya semakin kesal saat mencoba menelfon Leon namun nomor Leon tidak aktif.


Masih dengan kepala yang tidak bisa berfikir tenang Wijaya yang kebetulan menyetir mobil tanpa supir langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga di persimpangan Wijaya tak melihat jika di sebelah kiri ada truk yang melaju dengan ugal-ugalan dan sepertinya pengendaranya mabuk terbukti dengan truk yang miring kiri lalu miring kanan.


Tin


Tin


Tin


Wijaya membulatkan matanya saat mendengar suara klason yang memekikan suara namun terlambat truk itu sudah mendekat padanya


"TIDAK...! AAAAAAAAA"


BRAK


BRAKK


BRAKK


Dhuarrrrr


Mobil Wijaya langsung di tabrak hingga terlempar beberapa meter di depan terus berbalik hingga meledak membuat beberapa pengendara langsung berhenti mengakibatkan terjadinya ke macetan di jalan itu.


Di tempat lain Maya sedang bersantai menonton Tv di apartemen Alisya tiba-tiba matanya melotot melihat berita di TV yang menayangkan sebuah berita kecelakaan.


"ALISYA..... WOY ALISYA" teriak Maya yang heboh sendiri.


"Ada apa sih May aku lagi masak lho ini" kata Alisya kesal Karna acara masaknya di ganggu oleh teriakan Maya.


"Cih lama" kata Maya yang langsung menarik tangan Alisya membawanya ke depan TV.


"Lihat itu...!" tunjuk Maya ke arah TV.


Alisya langsung mengikuti arah tunjuk Maya hingga tiba-tiba matanya langsung berbinar-binar melihat berita di Tv.


"Wow cepat sekali dampaknya"kata Alisya dengan senyum penuh kemenangan.


"Ada lagi tunggu sebentar" kata Maya yang berbalik mengambil remote lalu mulai mengganti channel siaran Tv hingga menemukan berita yang dia lihat beberapa menit lalu.


"Lihat itu" ucap Maya kepada Alisya


Alisya mengernyitkan alis saat matanya menatap tulisan terjadinya kecelakaan antara Mobil truk dan dengan sebuah mobil merah sedang di jalan X dengan korban 1 orang tewas di tempat karna mobilnya meledak.


Kedua mata Alisya membulat saat terterah nomor Dt dari mobil yang meledak.


"Sekali tepuk dua lalat mati" ucap Alisya dengan seringaian keji di sudut bibirnya.


"Yah kamu benar padahal rencana kita belum kita mulai eh si pak tua malah K.O duluan" timpal Maya antara senang dan kesal.

__ADS_1


"Padahal aku ingin rasain gimana rasanya menyiksa tahanan" kata Mayadalam hati.


Alisya tersenyum penuh kemenangan karna dalang kematian kedua orang tuanya mati tanpa harus dia turun tangan langsung.


"Sekarang tingga mereka" kata Alisya dalam hati memikirkan Leon dan Marissa istri dari seorang Wijaya Sward.


"Woy Alisya ini bau apaan busuk amat" teriak Maya.


"Bau busuk?" guman Alisya hingga matanya langsung membulat.


"ASTAGA MASAKAN AKU....!" teriak Alisya yang langsung berlari ke dapur di ikuti oleh Maya di belakangnya.


Tak


Alisya langsung lemas seketika melihat ayom yang telah ia taburi dengan bumbu itu hangus dan gosong seperti arang.


"S*****n ini semua karna kamu Mau lihat aku gagal makan ayam goreng karna berita tidak berfaedah kamu itu." amuk Alisya karna ayam gorengnya berakhir sia-sia.


Ting tong


"Siapa lagi coba yang datang bertamu di saat aku lagi lapar seperti ini" kata Alisy dengan kesal.


Dengan langkah Lebar penuh kekesalan Alisya berjalan menuju pintu mulutnya terus bergerak seperti membaca mantra.


"Waduh gawat tuh orang pasti kena amuk Alisya apalagi tuh anak lagi bad mood karna lapar" guman Maya mengejar Alisya.


Ceklek


"Baby..."


Alisya langsung mengangkat kepalanya matanya melotot melihat Kenzo berada di depannya.


"Byy......" pekik Alisya yang langsung memeluk Kenzo yang langsung dengan senang hati Kenzo membalasnya.


"Byy aku lapar makanan aku di buat gosong oleh Maya" ucap Alisya yang mengadu kepada Kenzo.


Sedangkan Maya yang sedari tadi berada di belakang Alisya seketika membulatkan mata saat Alisya menuduhnya.


"Nih anak benar-benar seenak jidat saja fitnah orang mentang-mentang sekarang punya pawang" kata Maya dalam hati menahan dongkol karna Alisya.


"Baby lapar?" tanya Kenzo menatap lembut Alisya yang berada di dekapannya.


"Sangat" cicit Alisya dengan mata yang berkaca-kaca seperti anak kecil yang di ambil mainannya.


"Sudah, Dirga akan segera sampai dengan membawa makanan enak untuk kekasih tercintaku ini. sekarang kita masuk ya?" ujar Kenzo.


"Gendong...." Alisya merentangkan kedua tangannya meminta Kenzo menggendongnya.


Kenzo heran namun ia memilih mengacuhkan semuanya dan menggendong Alisya model bridal style lalu berjalan masuk dalam Apartemen Alisya meninggalkan Maya yang masih berdiri seperti patung di depan pintu.


"Itu... Alisya? kok bisa?" guman Maya masih dengan wajah syok dan mata melotot

__ADS_1


"Nona Maya tolong bantu saya membawa krisek ini" kata Dirga yang membuat Maya langsung tersadar.


Maya menatap sinis Dirga lalu menatap beberapa krisek yang memang banyak di tangan Dirga tapi Maya malas untuk membantunya. bukannya membantu Maya malah membalik dan berjalan meninggalkan Dirga.


"Pegang saja sendiri dasar pria kaku ganggu saja khayalanku" kata Maya dengan kesal.


"Ada apa dengan gadis itu kenapa setiap kali bertemu denganku wajahnya selalu sinis belum lagi kata-katanya yang pedas itu" ucap Dirga heran dengan Maya yang setiap kali bertemu dengannya selalu saja berwajah sinis.


"Maya mana makanannya?" Alisya bertanya dengan mata yang berbinar-binar.


"Anak ini kenapa sifatnya seperti anak 5 tahun yang sedang kelaparan" batin Maya menatap Alisya dengan dahi yang mengkerut dalam.


"Di luar." jawab Maya.


"Byy ayo panggil Dirga cepat aku sudah lapar" kata Alisya mengayunkan kakinya seperti anak kecil karna sekarang dia berada di atas pangkuan Kenzo.


Kenzo yang melihat tingkah lucu sang kekasih tidak tahan lalu mengecup bibir Alisya di depan Maya. baru saja Kenzo membuka mulut untuk memanggil Dirga tapi Dirga sudah muncul dengan berbagai kresek di tangannya.


"Ini makanannya Tuan" kata Dirga yang dengan telanten mulai meletakkan satu persatu bingkisan yang ada pada tangannya.


"Yeyyyy makan" Alisya melompat turun dari pangkuan Kenzo dan mencopot satu iris pizza yang tersedia di atas meja.


"Nyam nyam nyam enak...."


"Ada apa dengan Alisya kenapa dia bertingkah seperti anak kecil" kata Maya dalam hati menatap dalam Alisya yang persis seperti anak kecil sedang makan.


"Baby makan pelan-pelan lihat tidak hanya belepotan tapi baju mu juga ikut kotor" ucap Kenzo.


Kenzo tanpa malu akan kehadiran Maya dan Dirga langsung membersihkan sisa makanan di pinggir bibir Alisya dengan bibirnya.


Sedangkan Maya dan Dirga yang melihat itu keduanya dengan kompak membuang muka.


"Byyy geli hihihi" Alisya berucap dengan cengiran lucu.


"Kamu menggemaskan baby" kata Kenzo mengelus lembut pipi Alisya.


"Alisya juga cantik" sambung Alisya.


"Ya Alisya ku wanita paling cantik" kata Kenzo.


Mendengar itu Alisya segera menghambur ke pelukan Kenzo hingga bajunya yang kotor membuat pakaian Kenzo ikut kotor.


"Nona jangan......." ucapan Dirga terhenti saat melihat kode Kenzo yang menyuruhnya untuk diam.


Jika Alisya sedang dalam masa bahagianya berbeda dengan Leon yang kini tengah pusing untuk mencari investor baru dimana.


Sedangkan di kediaman besar Sward Marissa sedang asyik membaca koran di temani dengan secangkir teh hingga di kagetkan dengan dering ponsel miliknya


"Hallo?"


"APAAA"

__ADS_1


__ADS_2