Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Kenyataan


__ADS_3

Ckit


Kenzo memberhentikan mobilnya di pinggir jalan lalu menoleh ke Alisya yang masih menangis dalam diam dan tatapan kosong.


"Alisya tenanglah semua akan baik-baik saja. ku mohon jangan menangis kau membuatku sakit baby" Ucap Kenzo lirih.


"A......aku hanya takut" ucap Alisya pelan.


"Semua akan baik-baik saja percayalah padaku" kata Kenzo sedangkan Alisya hanya bisa menganggukan kepala.


Melihat Alisya seperti itu Kenzo lantas mendekap Alisya dalam dekapannya berharap pelukannya bisa membuat wanita yang dia cintai itu merasakan sedikit kenyamanan.


"Bisakah kita melanjutkan perjalannya. aku ingin segera melihat keadaannya" cicit Alisya.


Kenzo melepaskan pelukannya lalu menjalankan kembali mobilnya.


"Tahan Kenzo. tidak mungkin Alisya menghianati kamu." kata Kenzo dalam hati.


Sampai di markas Alisya langsung turun lalu berlari masuk ke dalam markas di ikuti Kenzo di belakangnya.


"Baby ikut aku" Kenzo segera mencekal tangan Alisya lalu membawa ke ruang kesehatan.


"Justin" panggil Alisya saat melihat Justin berdiri di depan sebuah ruangan di temani dengan bawahan kepercayaan Kenzo.


"Bagaimana keadaan Bimo?" Alisya bertanya dengan suara yang lirih.


"Bimo masih di dalam Nona" jawab Justin seadanya.


Ceklek


"Bagaimana keadaan Bimo Tuan?" tanya Alisya saat melihat Kris keluar dari ruangan itu.


Terlihat Kris melirik Ke zo sebentar sebelum menunduk lalu mengambil napas dan menghembuskannya secara perlahan.


"Keadaan Tuan Bimo bisa di katakan masih belum melewati masa kritisnya karna peluru itu mengenai salah satu tulang rusuknya selain itu peluru juga hanya berjarak 5 cm dari jantung Tuan Bimo"


Jedarrrr


Mendengar itu Alisya langsung lemas kakinya seperti jelly dan tubuhnya langsung oleng hingga jatuh terduduk dengan tatapan mata yang kosong


Bruk

__ADS_1


"Nona/baby"


Hiks hiks hiks


Terdengar isak tangis kecil yang memilukan dari Alisya yang mampu membuat semua orang langsung tertegun. terutama para bawahan kepercayaan Kenzo langsung mematung mendengar tangisan Alisya padahal selama ini gadis di depan mereka ini terlihat Arogant dan tak berbelas kasih tapi lihatlah sekarang ia menjelma menjadi sosok yang lemah dan rapuh.


"Baby semua akan baik-baik saja?" Kenzo tidak tahu harus berkata apa untuk menghibur kekasihnya itu.


"Apanya yang baik-baik saja hiks.... kamu tidak dengar bawahan kamu mengatakan dia kritis ha.....? dimana ya yang baik-baik saja?" teriak Alisya mendorong Kenzo lalu memeluk lututnya sendiri.


"Baby....."


Kenzo tak lagi melanjutkan kalimatnya mendengar tangisan Alisya membuat seluruh jiwa dan raganya yang seperti di iris-iris oleh sembilu.


Hiks hiks hiks


"Nona percayalah Bimo akan baik-baik saja" ucap Justin yang mendekat ke arah Alisya.


"Tapi hiks....di....dia kritis hiks...." ucap Alisya di sela-sela tangisnya.


"Apa Nona meragukan kemampuan Bimo. Bimo tidak akan mati hanya dalam 1 peluru Nona." kata Justin tegas.


Mendengar itu Alisya mulai tenang walau sesekali masih terdengar suara Isak tangis kecil.


Sedangkan Alisya mulai menerawang jauh ke depan sana mengingat masa-masa hukuman Bimo yang bisa di bilang menakutkan.


"Apa Nona tau keinginan terbesar Bimo?" tanya Justin.


"Apa?" cicit Alisya.


"Keinginan terbesar Bimo adalah Nona" jawab Justin tegas.


Deg


Jantung Kenzo langsung memburu tubuhnya menegang mendengar penuturan Justin jika Bimo menginginkan Alisya, gadisnya, kekasihnya bahkan mungkin hidupnya.


"Aku?" beo Alisya menatap Justin dengan dahi yang mengernyit.


"Keinginan Bimo cukup sederhana Nona yaitu Nona memanggilnya kakak"


Deg

__ADS_1


Mata Alisya langsung terbelalak mendengar kenyataan itu padahal selama ini Bimo selalu bersikap dingin dan datar padanya.


"Nona tahu? 8 tahun lalu Bimo begitu senang saat mengetahui Kakek XU membawa Nona sebagai Cucu sekaligus pewarisnya. Bimo tak pernah merasa tersaingi akan kakek XU yang pilih kasih dia malah senang karna Nona mendapatkan kasih sayang lebih. sejak mengetahui kamu akan menjadi pewaris kakek XU Bimo berlatih mati-matian agar menjadi kuat supaya bisa menjadi Kaka yang melindungi Nona dengan kekuatannya."


Tes


Air mata Alisya tanpa di minta langsung menjatuhkan diri sendiri. karna amarah, kebencian, dan dendam membuat Alisya tidak melihat orang yang begitu menyayangi.


Setelah memutuskan untuk membalas dendam Alisya seakan lupa dengan dirinya yang dulu. Alisya menjelma menjadi gadis yang arogant dan tanpa memikirkan perasaan orang lain salah satunya adalah Bimo.


Hati Alisya sakit mengetahui sebuah fakta yang benar-benar di luar ekspektasi dirinya. Alisya menangis dalam penyesalan karna dirinya yang begitu bodoh dan ceroboh.


"Saya hanya meminta sedikit Nona, jika Bimo sadar bisakah Nona memanggilnya Kakak" ucap Justin penuh permohonan.


"Tentu. aku akan mengangkatnya menjadi Kakak" jawab Alisya dengan senyum tipis di sudut bibirnya.


"Syukurlah jika mereka hanya Adik Kakak" batin Kenzo.


"Baby istrahatlah dulu ini sudah malam" Kenzo berucap dengan lembut.


"Hm" Alisya hanya berdehem lalu berdiri berjalan keluar di ikuti oleh Kenzo.


...****************...


"Kamu baik-baik saja" tanya Leon kepada Alexa yang dari tadi terus mondar mandir di kamar mandi.


"Hm aku baik-baik saja" ucap Alexa lemah dengan wajah pucat.


"Kemarilah dan segera tidur" kata Leon dingin.


"Hm" Alexa hanya bisa menurut berjalan dengan lambat lalu berbaring di samping Leon yang memunggunginya.


"Sialan...... aku tak pernah di perlakukan seperti ini oleh Leon sebelumnya tapi lihat hanya karna anak pembawa sial itu Leon menjadi berubah dan mengabaikan aku" batin Alexa yang semakin membenci Alisya.


Alexa mengepalkan kedua tangannya dengan erat matanya menatap tajam langit-langit kamar dengan penuh kebencian yang seakan-akan atap langit-langit kamar adalah Alisya.


"Sebenar lagi hanya butuh waktu sebentar lagi aku akan segera bisa membalas kamu anak pembawa sial tapi sebelum itu aku harus bisa membuat kedua orang tua Leon kembali menyayangi ku terutama Leon." kata Alexa dalam hati melirik Leon yang sepertinya sudah tidur.


Beberapa menit kemudian terlihat Leon yang membalik badannya lalu menatap dalam Alexa yang sudah tertidur lelap.


"Aku tidak tahu harus bagaimana lagi di satu sisi aku senang karna aku akan mempunyai anak namun di sisi lain aku merasa sakit karna anak itu buka dari Alisya wanita yang ku cintai. walau wajah kalian sama namun karakter dan sifat kalian bertolak belakang dengan aku menikahimu Alisya akan semakin sulit aku jangkau namun aku juga tidak bisa mencintai kamu seperti aku mencintai Alisya karna dari awal aku hanya menganggap kamu sebagai Alisya bukan Alexa saudari kembar Alisya." ucap Leon pelan.

__ADS_1


Dari awal Leon bertunangan dengan Alexa tak pernah satu kalipun Leon menganggap Alexa sebagai Alexa melainkan menganggap Alexa sebagai Alisya.


Leon selalu menganggap Alexa hanya sebagai pengganti sementara dari Alisya. Leon terpaksa memanjakan Alexa karna keinginan kedua orang tuanya walau dalam hati yang dia cintai hanya Alisya sahabat kecil sekaligus cinta pertamanya.


__ADS_2