
"Tenyata kau benar-benar pergi Baby....Tapi tenang saja aku akan tetap menunggumu seberapa lamapun kamu pergi" batin Kenzo menyandarkan tubuhnya di kursi kebesaran miliknya.
Kenzo hanya bisa menghela napas seharusnya dari awal ia tahu Alisya bukan gadis seperti yang pernah ia temui dimana dia akan selalu menurut tanpa membantah perkataannya. Alisya adalah gadis unik, pemberani, dan kepribadian yang sulit di tebak.
Pikiran Kenzo melayang saat pertemuan pertama mereka. Dimana dirinya langsung tertarik kepada Alisya padahal waktu itu Ia belum sama sekali melihat wajah itu, Ia semakin kagum saat Alisya mengobatinya dengan dedaunan herbal yang ia petik di hutan.
Tiba-tiba Kenzo tersenyum bukan senyum seperti biasanya tapi sebuah senyuman yang benar-benar tulus dari lubuk hatinya. Kenzo membuka matanya lalu menatap tumpukan berkas di atas mejanya lalu beranjak berdiri dan masuk ke ruangan pribadi miliknya. Mood untuk kerjanya langsung hilang saat memikirkan Alisya yang telah pergi dari negara ini.
Kenzo takut! takut akan Alisya mendapatkan pria yang bisa membuatnya nyaman di luar sana, pria yang akan selalu ada di sampingnya, Pria yang bisa menemani Alisya kemana pun dia mau, Sedangkan dirinya tidak bisa melakukan itu semuanya.
Kenzo akui mengenai harta, tahta, kekuasaan, semua itu dia punya, miliki dalam genggam tangannya tapi Alisya bukan wanita yang akan takluk dengan tiga hal itu. Dari pengalaman hidup dapat Kenzo tebak yang di cari Alisya adalah pria yang penuh kasih sayang dan cinta soal harta itu tak masalah. Sedangkan dirinya hanya pria kaku, Dingin, kejam, sadis, dan tak berperasaan tapi Ia berjanji pada dirinya sendiri jika Alisya mau melihatnya sekali saja akan Ia curahkan dunianya untuk Alisya seorang.
Akan Ia berikan semuanya, Kasih sayang, Cinta, Tahta, Harta, dan Kekuasaan akan ia berikan di dalam genggaman tangan Alisya.
"Ku harap di saat kau kembali hatimu bisa ku miliki" Guman Kenzo lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang King size miliknya tubuhnya penuh istirahat setelah beberapa hari ini terus bekerja tanpa henti.
Tik tik tik
jarum jam terus berputar hingga tak terasa Kenzo telah tertidur selama 2 jam.
"Eeeh..jam berapa ini" Monolog Kenzo melihat jam tangan di pergelangan tangannya.
"Sudah 2 jam rupanya aku tertidur" Guman Kenzo beranjak berdiri lalu berjalan masuk ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Kenzo keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang berbeda lalu berjalan keluar dari ruangan pribadinya.
Tok
Baru saja Kenzo duduk di kursi kebesarannya pintu sudah di ketok lagi.
"Masuk" sahut Kenzo.
Ceklek
"Tuan..."
"Mau bawah berkas lagi bukan? letakkan saja lalu keluar" potong Kenzo lalu langsung mengusir Dirga.
"Ini bukan berkas Tuan tapi" Dirga terlihat ragu untuk melanjutkan ucapannya.
"Tapi apa" Kenzo bertanya langsung mengangkat kepalanya menatap Dirga.
"Itu.....tentang Nona Alisya" kata Dirga ragu-ragu.
"Katakan" Perintah Kenzo.
__ADS_1
"Salah satu anggota menemukan rekaman CCTV Nona Alisya ada di bandara tapi"
"Tapi apa" Sentak Kenzo yang mulai kesal Karna Dirga terus menjeda ucapannya.
"Tapi Nama Nona Alisya tidak terdaftar di penerbangan manapun" kata Dirga yang sudah siaga apabila sewaktu-waktu Tuannya mengamuk atau melemparkan sesuatu kepadanya.
"Bagaimana bisa tidak terdaftar" tanya Kenzo.
"Tapi itu memang kenyataannya Tuan nama Nona tidak ada di penerbangan manapun dan kami masih berusaha mencari tau Tuan" kata Dirga karna masalah Alisya Dirga sampai harus turun tangan langsung.
"Pergilah selesaikan secepatnya" kata Kenzo mengusir Dirga.
"Baik. permisi Tuan" Dirga langsung keluar.
"Apa Tuan lupa jika Nona Alisya adalah Monster hack bahkan saya yang hacker nomor 1 di dunia tidak ada apa-apanya di banding Nona Alisya." kata Dirga dalam hati.
*******
"Huuuuh....Segitunya yah kamu tidak ingin di temukan bahkan namamu saja kamu sembunyikannya." Guman Kenzo geleng-geleng.
"Ah sepertinya anggotaku akan sulit menemukan mu mengingat Kamu Monster hack" Guman Kenzo terkekeh kecil.
Kenzo lalu melihat kembali tumpukan berkas itu yang sudah bertambah dua tumpukan lagi. Kenzo hanya bisa mendesah aksar lalu mulai mengambil satu persatu berkas itu membaca lalu membubuhi tanda tangan terus ia lakukan hingga tak terasa malam telah larut malam.
Tok
"Tuan"
"Ada apa Dirga" tanya Kenzo yang masih fokus dengan berkas di depannya.
"Itu markas utama Scorpio sudah di temukan" kata Dirga.
Tak
Kenzo langsung meletakkan pena yang ia pegang lalu beranjak berdiri.
"Kita berangkat" kata Kenzo berjalan di depan Dirga sedangkan Dirga hanya mengikuti Tuannya dari belakang.
Karna masalah itu kini mereka menjadi musuh bebuyutan yang saling mencari dan menyerang tanpa ampun. Ketua mafia Scorpio beberapa kali mereka incar tapi selalu gagal di tambah markas utama mereka sulit untuk di temukan lantaran Markas itu berada di bawah tanah membuat Kenzo dan anggotanya kesusahan mencari letak pastinya.
Hingga satu tahun Lalu Kenzo mengutus seseorang untuk .asuk menyelinap menjadi salah satu anggota mereka dan terbukti kini mata-mata itu sudah mengetahui letak markas utama bahkan menjadi salah satu kepercayaan sang ketua Mafia Scorpio
"Dirga berhenti di sebuah restoran lalu pesan makanan kita akan bawah di markas" kata Kenzo.
"Baik Tua" jawab Dirga patuh lalu mencari sebuah restoran setelah dapat Dirga langsung turun dan memesan beberapa menit kemudian Dirga kembali di ikuti pelayan di belakangnya.
__ADS_1
Setelah selesai membeli makanan Dirga langsung menjalankan mobilnya menuju Markas.
Sesampainya disana Kenzo langsung turun dan berjalan masuk dalam markas yang langsung di sambut penuh hormat akan anggota miliknya.
"Salam Tuan"
"Selamat malam Tuan"
Kenzo hanya mengabaikan salam dan sapaan para anggotanya dengan wajah datar ia langsung menuju ruangan dengan pintu warna hitam.
Ceklek
"Tuan" Seru kedua pria di dalam ruangan itu yang tak lain dan tak bukan adalah Ramos dan Alvaro
"Silahkan duduk Tuan" Alvaro langsung mempersilahkan Kenzo untuk duduk dia mencari amat karna dia tau Saat ini Tuannya itu sedang menahan amarah terbukti dengan wajah datar, tatapan mata tajam menahan amarah, dan hawa dingin yang di keluarkan membuat Ramos dan Alvaro keringat dingin ketakutan.
Ceklek
Pintu kembali terbuka menampilkan sosok Dirga yang masuk dengan beberapa box atau kotak di tangannya dan satu orang anggota di belakangnya.
"Letakkan baru pergi" Perintah Dirga langsung duduk di sofa depan Ramos dan Alvaro.
"Makanlah. kita butuh tenaga untuk berpesta malam ini" kata Kenzo dengan Seringaian keji di sudut bibirnya lalu di ikuti Alvaro dan Dirga sedangkan Ramos hanya bisa bergidik ngeri.
Mereka berempat akhirnya menyantap menu di depan mereka dengan lahap. beberapa menit kemudian mereka berempat sudah menyelesaikan acara makan masing-masing.
"Dimana" tanya Kenzo datar
Kemarin ada yang minta visual jadi ini hari Author kasih visualnya ya🥰
Alisya Arkana Demian
Kenzo Devandra Keano
Alexa Briana Beatrix
like dan vote-nya donk Author lagi kismin nih😔 ayo bantu Author
Tinggalkan jejak di kolom komentar
__ADS_1