
"Aku paham apa yang kamu rasakan tapi di satu sisi ingatlah sumpahmu. Kau tidak ingin berbohong kepada Tuan XU tapi kamu tidak memikirkan dampak dari apa yang kamu katakan itu. ingat Tuan XU tidak mudah lagi beliau sering sakit walau tidak di ketahui orang lain tapi kamu tau akan hal itu" papar Justin lagi.
Deg
Ucapan Justin bagai tamparan keras untuk Bimo. Bimo sangat tau bagaimana Kakek XU begitu menyayangi Alexi dari segalanya lalu bagaimana jika dia tau jika Alexi hampir di lecehkan oleh musuhnya itu pikir Bimo.
"Sudahlah Nasi sudah menjadi bubur. ayo berdiri kita akan segera ke rumah sakit untuk mengobati kamu" kata Justin menyadarkan lamunan Bimo.
Justin berdiri lalu memapah Bimo berjalan keluar dari markas Kenzo sampai di mobil Justin dengan segera menjalankan mobilnya.
Sedangkan di sebuah ruangan Alisya duduk memejit kepalanya. jauh di lubuk hatinya ia merasa bersalah kepada Bimo karna sudah menghukumnya tapi di satu sisi dia marah dan kecewa sama Bimo yang membocorkan kejadian itu tanpa menyadari dampak apa yang akan terjadi.
Alisya tidak masalah jika yang di laporkan hal lain. Alisya tidak akan marah karna hal itu tapi kejadian beberapa hari lalu Alisya benar-benar marah bagaimana jika Kakek XU syok mendengar itu yang Alisya takutkan adalah jangan sampai Kakek XU kenapa-napa.
"Bukankah itu sedikit keterlaluan ya Lis?" kata Maya tiba-tiba membuka suara di suasana hening itu.
"Apanya?" tanya Alisya datar.
"Hukumannya."
"Keterlaluan? Cih jika Kakek ku kenapa-kenapa aku tidak akan segan untuk membunuhnya walau dia adalah orang kepercayaan Kakek" kata Alisya datar dan dingin.
"Astaga....... sepertinya aku salah pertanyaan. harusnya tadi itu kamu diam saja Maya....." omel Maya dalam hati menggerutu akan kebodohan dan kecerobohannya yang bertanya tanpa menyadari keadaan sekitar.
"Lagi pula itu sudah peraturan Dark Devil jika ada yang tidak menurut apa kata ketua maka di cambuk 50 kali tanpa pandang bulu wanita atau pria" lanjut Alisya
Deg
"Jadi ini kenapa Dark Devil di gadang-gadang sama kejamnya dengan kami" batin Dirga, Alvaro, Ramos dan Kris.
Sedangkan Kenzo hanya tersenyum tipis menatap dalam Alisya yang sudah Menatap juga.
"Aku lapar" kata Alisya menatap Kenzo memelas membuat Maya yang di sampingnya langsung menganga lebar dengan mata melotot.
"Mau makan apa hm?" tanya Ke zo berdiri lalu duduk di bawah Alisya.
Maksudnya tuh Ke zo duduk di bawah Alisya. Kenzo ke jongkok di depan Alisya yang lagi duduk di sofa kurang lebih gitu deh.
"Apa aja yang penting enak" jawab Alisya dengan mata berbinar-binar.
"Kamu tunggu disini aku akan segera kembali" kata Kenzo lalu berdiri memberikan kecupan singkat di kening Alisya lalu pergi entah kemana.
Sedangkan di tempat lain Reva seperti orang gila yang menyerang Alexa dengan semua barang yang ada di sekitarnya.
Prang
Pyaar
BRUK
"Dasar kurang ajar. Kamu benar-benar anak pembawa sial Alexa" amuk Reva lalu mendekati Alexa dan melayangkan tamparan.
__ADS_1
PLAK
PLAK
PLAK
"AAAAAA AMPUN MOMMY" teriak Alexa yang tidak bisa apa-apa saat Reva melayangkan tamparan karna keadaan mereka yang masih full naked.
"Dasar anak pembawa sial. tidak tahu malu" teriak Reva menarik-narik kasar rambut Alexa.
"Ampun Mommy hiks hiks...... Dad Daddy tolong Alexa hiks hiks" teriak Alexa meminta pertolongan Edric yang hanya duduk santai di kursi kerja.
"Reva hentikan" kata Edric mencoba menghentikan perbuatan istrinya yang sudah seperti orang kesetanan menyerang Alexa.
Tapi bukannya mereda Reva malah tambah emosi karna berfikir Edric membela Alexa. dengan amarah di ubun-ubun Reva melirik Vas bunga kecil di atas meja tanpa ragu Reva mengambil vas itu lalu memukulkannya di kepala Alexa.
PYARRRR
"AAAAAA"
"REVA..... ALEXA...." teriak Edric saat melihat Reva mengayunkan vas ke kepala Alexa.
TES
Darah segar segera meluncur dengan deras dari kepala Alexa membanjiri wajahnya.
Bruk
"Alexa!" teriak Edric langsung berdiri lalu mendekati Alexa yang sudah pingsan.
"Kamu sadar dia putri kita, Anakmu. Tapi kenapa kamu harus melakukan hubungan terlarang dengan bercinta dengannya ha......?" balas Reva kembali yang membuat Edric langsung bungkam.
Ceklek
"Astaga Tuan Nyonya apa yang terjadi?" tanya Anna pura-pura kaget.
"Anna bereskan semua ini aku akan membawa Alexa ke rumah sakit" kata Edric menggendong tubuh lemah Alexa.
"Kau ingin mengendongnya dengan keadaan tubuh telanjang seperti itu he?" tanya Reva sinis.
Mendengar pertanyaan itu Edric menurunkan pandangannya pada tubuh Alexa ternyata benar-benar bugil.
"Anna cepat ambil pakaian Alexa di kamarnya" perintah Edric.
"Baik Tuan" jawab Anna patuh lalu berlari menuju kamar Alexa.
"Ini Tuan" Anna menyodorkan pakaian yang di ambil di kamar Alexa kepada Edric.
"Pakaikan cepat" perintah Edric menunjuk Alexa yang hanya di tutupi oleh jas nya.
"Baik Tuan" jawab Anna lalu mendekati Alexa yang sudah tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"Cih jika bukan karna rencana Nona ku aku mana mau menyentuh kulit kotor wanita ular ini. Semoga aja mati cepat biar Nona ku bisa istrahat sebentar saja" umpat Anna dalam hati menatap jijik Alexa.
"Sudah Tuan" kata Anna beranjak dari sisi Alexa.
Mendengar itu Edric langsung mendekat lalu menggendong tubuh lemah Alexa untuk di bawah ke rumah sakit.
"Mau kemana kamu Edric" sentak Reva yang berpapasan dengan Edric di pintu keluar ruang kerja Edric.
Saat Anna keluar mengambil pakaian untuk Alexa ternyata Reva juga ikut keluar.
"Mau kemana lagi? Kamu tidak lihat jika Alexa sudah keadaan begini ha....?" bentak Edric kepada Reva.
"Aku ikut" kata Reva lalu berjalan di depan Edric.
Akhirnya Edric dan Reva segera menuju mobil lalu pergi meninggalkan rumah mereka.
"Dasar keluarga sampah. Jika saja aku menjadi Nona sudah aku bunuh kalian dari kamar tapi sayang hati Nona terlalu lunak" kata Anna dengan senyum sinis di bibirnya menatap mobil Edric yang menjauh.
*******
"Nggak ada niatan mau bagi gitu Lis" kata Maya menatap penuh damba nasi goreng yang sedang di makan Alisya.
"Makanya cari pacar biar ada yang masakin" kata Alisya dengan santai memakan makanannya tanpa memperdulikan Maya.
"Nona tenang saja sebentar lagi makan akan tiba kami sudah menyuruh beberapa anggota kami untuk membeli makanan" kata Ramos.
"Enak?" ucap Kenzo yang sibuk merapikan helaian rambut Alisya.
"Hm lumayanlah setidaknya aku tidak mati kelaparan" jawab Alisya dengan enteng.
"Lain kali masakin lagi ya?" Pinta Alisya lagi yang hanya di balas oleh senyuman tipis oleh Kenzo.
Drett
Drett
Drett
Alisya menoleh melihat ponselnya yang bergetar dan nama Anna terterah di layar ponsel itu.
"Hallo Anna"
"Oh baguslah jika begitu. kamu terus pantau mereka dan berikan apa yang aku suruh"
"Untuk Tuan Edric tidak perlu karna aku sudah menyiapkan rencana lain untuknya"
Tut
Tut
Tut
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Maya penasaran
"Si Alexa masuk Rumah sakit"