
"Benar Nyonya, Lihat! Ini ada dua kantung yang menandakan dua cabang bayi yang sedang berkembang." Terang Dokter.
"Syukurlah...."
Setelah melakukan USG Alisya di apit oelh kedua pria yang tak lain tak bukan adalah Kenzo dan Kevin segera berjalan keluar.
"Baby apa kita singgah di mall atau supermarket untuk membeli perlengkapan si bayi." Ujar Kenzo tiba-tiba membuat Alisya mengerutkan Alis.
"Ah... Itu benar baby girl kita singgah saja di supermarket untuk membeli perlengkapan bayi." Sahut dari Kevin yang berada di jok belakang.
Alisya yang mendengar penuturan dari kedua pria itu mengerutkan alis. Membeli perlengkapan bayi? Yang benar saja kandungannya baru 4 bulan tapi kedua pria itu sudah mau membeli perlengkapan bayi yang benar saja.
"Heyy.... Kenapa kamu menyebut bayiku baby girl?" tanya Kenzo dengan raut kesal melirik Kevin.
"Apalagi aku yakin di dalam sana ada baby girl. Dia akan menjadi kesayanganku." Balas Kevin dengan senyum bangga.
"Enak saja! Mereka berdua anakku milikku!" Tekan Kenzo yang tidak akan pernah mau memberikan anaknya.
"ANGKAT. Aku akan menjadi ayah angkatnya."
"Kau....."
"Bisakah kalian berdua diam? Kalian membuatku stres" Ucap Alisya datar menatap kedua pria itu tajam.
"Maaf baby.."
"Maaf little girl."
__ADS_1
Kedua pria itu dengan kompak langsung meminta maaf. Kenzo dan Kevin saling melirik tanpa berani mengeluarkan lagi suara.
"Untuk apa ke supermarket? Kandungan aku juga baru 4 bulan. Lalu bagaimana bisa bayiku bahkan masih dalam kandungan kamu sudah bisa menebaknya. Walau pun itu benar tapi aku tidak mau jika nanti kalian membedakan kasih sayang antara anak aku yang cewe dan anak aku yang laki-laki. Cukup aku yang merasakan sakitnya di bedakan, sakitnya di acuhkan, sakitnya tidak di inginkan. Aku tidak mau jika nanti anak aku juga akan merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan ibunya.'' Terang Alisya yang yang menatap kosong di luar jendela.
Deg
Kenzo yang mendengar perkataan Alisya langsung tertegun. Kenzo lupa jika Alisya pernah berada di posisi itu. Posisi dimana dia di bedakan dan tak di anggap. Walau pun mereka bukan orang tua kandung dari Alisya akan tetapi, setahu Alisya dulu adalah mereka orang tua kandungnya.
Satu hal yang Kenzo bisa simpulkan walaupun Alisya bahagia dengan kehamilannya yang kembar ini. Namun, Alisya juga takut jika salah satu anaknya akan tersisihkan dan berada di posisinya dulu.
Sedangkan Kevin yang tidak mengetahui masa lalu Alisya hanya mengerutkan alis saat melihat ekspresi wajah sendu Alisya dan wajah datar Kenzo. Walau datar tinggal di bawah atap yang sama bersama membuat Kevin tahu ada yang tidak beres dengan ekspresi muka Kenzo.
Kevin yang merasakan hawa mencekam dalam mobil itu semakin yakin jika ada yang tidak beres.
Setelah ucapan Alisya yang begitu menohok hati tidak ada lagi yang membuka suara. Kevin yang biasanya paling cerewet dan selalu mencari perkara dengan Kenzo kini terlihat duduk tenang dengan ekspresi datar entah apa yang di pikirkan.
Kenzo dan Kevin yang melihat itu segera turun dari mobil berlari mengejar Alisya yang jalannya seperti sedang terburu-buru.
"Baby..."
Srettt
Kevin yang melihat Kenzo ingin menyusul Alisya di kamar langsung menarik kerah baju belakang Kenzo.
"Katakan sebenarnya ada apa? Kenapa little girl seperti bersedih seperti itu?" Tanya Kevin dengan serius.
Huuuu
__ADS_1
Kenzo menaik napas panjang-panjang sebelum tangannya menarik Kevin menuju ruang kerja miliknya.
"Duduk!" Kata Kenzo datar.
Kevin tanpa banyak protes seperti biasanya langsung duduk di sofa. Sedangkan Kenzo duduk di hadapan Kevin.
"Alisya dulu di perlakukan tidak adil pada orang tua yang ia anggap sebagai orang tuanya. Dulu Alisya mempunya keluarga yang hanya menyayangi saudara kembarnya sedangkan dia di kucilkan bahkan tidak di anggap oleh keluarga itu. Walau sekarang Alisya tahu mereka bukan keluarga kandungnya. Namun, akibat dari perbuatan mereka meninggalkan trauma bagi Alisya." Terus terang Kenzo yang memijit pelipisnya.
"Maksud dari semua itu Little girl di perlakukan berbeda begitu?"
"Intinya di bedakan mereka pilih kasih. Mereka menyayangi Alexa yang waktu itu merupakan saudara kembar Alisya."
"Lalu trauma itu?"
"Walaupun Aliya bahagia dengan kehamilannya tapi saat mengetahui dia mengandung bayi kembar rasa takut itu muncul." Ucap Kenzo.
"Dia takut anaknya akan seperti itu?" Ucap Kevin pelan.
"Yah. Dia takut anaknya di pilih kasih dan kita hanya akan menyayangi satu sedangkan yang lainnya kita kucilkan." Balas Kenzo yang memijit pelipisnya.
"Sial! Dimana orang-orang itu biar aku bunuh sekalian. Berani sekali mereka membuat adik kecilku trauma seperti ini." Desis Kevin penuh geraman amarah terhadap orang yang membuat Alisya seperti itu.
"Percuma mereka semua sudah mati." Jawab Kenzo yang bersandar pada kursi dengan santai.
"Mati? Siapa yang bunuh?" Pekik Kevin yang tak terima karna orang-orang itu sudah mati.
"Siapa lagi? Tentu saja Alisya."
__ADS_1
"APAAA....?"