
"Aku ikhlas, aku rela melepas kamu untuk mencari kebahagiaan yang lain. Ku harap kamu bahagia"
Tes
Tanpa dapat di cegah sebuah kristal putih telah jatuh dari kelopak mata indah milik wanita yang bernama Alisya. Wanita tangguh yang tak pernah menyerah dan menangis itu kini untuk pertama kalinya meneteskan air mata. Untuk pertama kalinya wanita itu merasa kalah. Kalah oleh sebuah keadaan yang memaksanya untuk mengalah dan kalah secara bersamaan. Harus mengalah karna yang di hadapinya adalah wanita yang melahirkan pria yang di cintainya. Dan kalah oleh keinginan dari sang mertua.
"Aku pamit.."
Cup
Dengan penuh air mata Alisya mengecup rahang Kenzo dengan lama dan lembut. Alisya tahu mungkin ini untuk terakhir kalinya ia menyentuh pria di depannya itu. Setelah mengecup rahang Kenzo tak lupa menatap sendu Kenzo dengan senyum tulusnya. Alisya berbalik lalu berjalan keluar dari area taman itu.
Dor
Bruk
"Siapapun yang membuatnya menangis akan aku balas dengan tetesan darah" ucap Kenzo datar dan penuh penekanan.
Setelah berkata seperti itu Kenzo langsung berbalik berlari mengejar Alisya yang telah keluar dari area taman itu.
"Kenzo.....!" Melinda berteriak nyaring menahan sakit di perutnya karna tembakan yang di layangkan oleh Kenzo.
Melinda terus berteriak memanggil Kenzo namun sang empu nama tidak melirik sedikitpun.
Kenzo yang melihat Alisya yang bersiap untuk naik motor langsung berlari memeluk wanita yang di cintainya itu.
Grep
"Maafkan aku baby" bisik Kenzo di telinga sang istri.
"Ken....Kenzo"
"Ya ini baby, maafkan aku."
Sret
"Hiks kamu memilihku? Hiks kamu...." Alisya tidak lagi melanjutkan kalimatnya.
Dengan penuh air mata Alisya memeluk Kenzo dengan erat. Baru saja tadi Alisya pasrah jika harus kehilangan pria yang ada di pelukannya itu. Namun ternyata Tuhan masih berbaik hati padanya.
"Aku tidak akan memilih siapa pun selain dirimu baby bahkan jika kamu berubah menjadi monster sekalipun" Kenzo menghujani pucuk kepala sang istri dengan ciuman penuh cinta.
Alisya yang mendengar itu jelas terharu. Ternyata Kenzo begitu mencintainya hingga rela melepas ibunya demi dirinya.
"Terima kasih karna kamu sudah hadir dalam hidupku. Terima kasih karna telah datang membawa warna baru dalam kehidupan ku yang gelap. Kamu adalah segalanya untukku, nyawaku, hidupku, ragaku, bahkan di kehidupan selanjutnya jika itu ada"
__ADS_1
Sekali lagi Kenzo mengucapkan kata-kata manis kepada sang istri tercinta. Tak lupa pula Kenzo memberi ciuman yang begitu dalam di kening sang istri.
"Hiks hiks"
"Hey baby are you oke?" Kenzo langsung melepaskan pelukannya bertanya dengan nada kaget bercampur cemas secara bersamaan.
"Huaaaaa hiks"
Bukannya berhenti justru tangis Alisya semakin pecah membuat Kenzo langsung kalang kabut di buatnya.
"Baby.....astaga. kita pulang, ya." bujuk Kenzo yang langsung menggendong Alisya model bridal style.
"Nona!" Salah satu anak buah Alisya menghadang jalan Kenzo.
"Mau di bawah kemana Nona kami" tanya pria itu datar yang menatap tajam Kenzo.
"Siapa lagi pria ini? Jika anggota dari Dark Devil itu tidak mungkin. Kenapa logo pakaiannya gambar ghost?" Kata Kenzo dalam hati yang bertanya-tanya tentang ke sebelas orang-orang di depannya itu.
"Minggir dia istriku!" Sentak Kenzo yang menatap tajam pria di depannya itu.
Pria itu tak langsung minggir ia menatap Alisya sebentar lalu menatap anggota lain yang menganggukan kepala mereka semua. Melihat itu pria itu segera memberi jalan kepada Kenzo. Membiarkan Kenzo membawa Alisya yang merupakan Nona mereka.
Di tempat lain Kevin sudah mulai merencanakan untuk menyerang Alisya. Karna Kevin yakin Wanita itu tidak ada apa-apanya. Justru adanya wanita itu membuat Kevin mempunyai sasaran empuk untuk menyerang kelemahan Kenzo.
"Lihat setelah aku melenyapkan wanita sialan ini! Maka hidupmu akan hancur berkeping-keping bajingan." Ucap Kevin pelan yang meminum sedikit demi sedikit wine di gelasnya.
"Kamu mati dan dia sengsara hahahaha"
Kevin tertawa terbahak-bahak memikirkan rencana yang telah di susun selama seminggu ini.
Jika di tanya kenapa Kevin tidak menyerang Kenzo secara langsung karna jauh di lubuk hatinya Kevin tidak berani untuk melawan Raja mafia itu.
Sebagai gantinya dia hanya bisa main kucing-kucingan untuk membalas dendam. Tak peduli dia di sebut pengecut atau apa yang penting sekarang dendamnya harus terbalaskan. Dan tentunya sasarannya adalah Alisya.
Brak
"BOS..... !"
"Ada apa Tommy? Apa kamu sudah tidak punya etika masuk di ruangan ku tanpa mengetok pintu? Sekarang kamu bukan managerku sebagai model tapi sebagai bawahan ku di perusahaan!" Tekan Kevin yang menatap tajam orang kepercayaannya itu.
Kevin benar-benar kesal akan kedatangan Tommy dalam ruangannya. Pria itu benar-benar membuat moodnya yang tadinya bagus kini langsung memburuk.
"Maaf Bos, tapi ini benar-benar berita yang sangat penting" ucap Tommy yang sudah banjir keringat bukan karna takut akan kemarahan Kevin sang Bos tapi apa yang baru saja di lihatnya.
"Berita apa?" Tanya Kevin ketus.
__ADS_1
"Sialan, jika bukan karna ada tujuan lain sudah dari lama aku bunuh pria sialan ini" umpat Tommy dalam hati.
"Ini berita tentang Nona Alisya Bos, istrinya si bajingan Kenzo itu!"
"Ada apa dengan wanita itu?" Tanya Kevin yang berbalik menoleh ke arah Tommy.
"Itu...... Lebih baik Bos lihat sendiri"
Tommy segera maju ke depan menyodorkan iPad yang di pegangnya kepada Kevin. Kevin hanya menerimanya dengan wajah malas.
Kevin yang melihat sebuah video langsung mengernyitkan alis menatap penuh tanda tanya kepada Tommy.
"Maksudnya ini apa? Kamu mau mempermainkan ku ha....? Apa yang menarik dari pernikahan kedua dari si brengsek itu. Aku......"
Uhuukkk uhukk
Ucapan Kevin langsung terhenti menoleh cepat ke arah iPad yang masih memutar video Kenzo. Kedua mata Kevin membulat sempurna melihat aksi gila seorang wanita yang sangat dia ketahui yang merupakan istri dari Kenzo. Wanita itu dengan heroik datang menghancurkan pesta pernikahan itu dengan sebuah senapan panjang di tangannya.
Kevin terpaku melihat Alisya yang menghancurkan semua dekor indah itu hingga berantakan. Kevin semakin melongo bahkan saat melihat Alisya dengan sadis memotong rambut wanita yang di duga pelakor dengan gunting tanaman. Bahkan rambut wanita itu terlihat di potong acak hingga botok sebelah dan jangan lupakan kepala sang pelakor yang berdarah karna terluka oleh gunting.
Melihat semua itu Kevin langsung menelan ludah dengan kasar. Jujur bahkan sebagai laki-laki dia merasa nyeri melihat keganasan Alisya.
"I....itu apa..... Apa benar yang melakukannya?" Tanya Kevin dengan suara bergetar.
"Benar Bos. Bahkan di internet video itu paling top menjadi video viral yang menjadi urutan pertama." Jelas Tommy menundukan kepala.
Mendengar itu Kevin langsung terdiam kaku dengan pandangan yang menerawang jauh.
"Bos sekarang rencana kita bagaimana?" Tanya Tommy yang ikut panik.
"Sialan, kenapa bisa seperti ini? Siapa sebenarnya wanita sundal itu? Kenapa data-datanya tidak bisa di tembus?" Umpat Kevin yang langsung menendang kaki meja.
"Sialan, ternyata sakit juga" umpat Kevin dalam hati karna merasakan sakit pada tulang betisnya karna menendang Meja.
Tapi tidak mungkin Kevin meringis kesakitan di depan Tommy. Takut harga dirinya jatuh karna cuma masalah sepele.
"Sepertinya wanita itu punya dukungan kuat selain dari bajingan itu Bos. Bahkan untuk pergerakannya lebih cepat wanita itu di bandingkan si Kenzo" sahut Tommy yang ikut menimpali.
Tommy menyadari itu setelah melihat berkali-kali video viral Alisya. Tommy dapat melihat jika pergerakan wanita itu lebih maju satu langkah di bandingkan Kenzo.
"Kau benar. Sial, tapi kita tidak mungkin mundur lagi. Perintahkan anak buah kita untuk menculik gadis itu dan lakukan penyerangan secara bersamaan dengan Kenzo" perintah Kevin.
"Tapi Bos itu mengantarkan nyawa kita kepada bajingan itu" protes Tommy yang tidak menyetujui ide dari sang Bos.
"Turuti saja perintahku Tommy!" Bentak Kevin yang sungguh-sungguh kesal sampai di ubun-ubun.
__ADS_1
"Baik Bos"