
1 Minggu berlalu.
Sejak perdebatan saat pulang dari rumah sakit Alisya dan Kenzo bum pernah bertemu kembali membuat Kenzo uring-uringan.
Kenzo sebenarnya ingin menemui Alisya tapi ia masih terlalu sibuk.
Selama 1 Minggu ini Kenzo bolak balik perusahaan ke markas bahkan tidurpun di markas Mafianya.
Setelah penyerangan hari itu, Kenzo di sibukkan dengan mengumpulkan semua musuh-musuhnya terutama dalang sebenarnya dari penyerangan 1 Minggu yang lalu. Kenzo tahu pria yang ia Eskusi 1 Minggu yang lalu hanyalah sebuah biduk catur untuk mereka bisa melihat seberapa kuat seorang Kenzo itulah mengapa Kenzo mengesekusi pria itu di lapangan terbuka agar orang yang menjadi mata-mata dari dalangnya bisa melapor dan itu yang di inginkan Kenzo.
Belum lagi pekerjaan perusahaan yang setiap hari menumpuk membuat Kenzo tidak ada waktu senggang untuk menemui Alisya.
Brak
"Sialan....kapan berkas-berkas ini akan habis, kenapa malah selalu bertambah Sial" Umpat Kenzo menatap kesal tumpukan berkas di mejanya yang menggunung yang dapat di pastikan jika ia akan lembur lagi.
"DIRGA......" teriak Kenzo menggelegar
Brak
"I...iya Tu...tuan" jawab Dirga terputus-putus karna berlari dari ruangannya ke ruangan Kenzo.
"Kirim seseorang untuk memata-matai wanitaku" perintah Kenzo tanpa melihat Dirga.
"Wanita yang mana Tuan" Tanya Dirga polos seketika menghentikan coretan tangan Kenzo.
"Apa otakmu sekarang pindah di kakimu" kata Kenzo menatap tajam Dirga.
"Astaga makin menakutkan saja ini Si singa jantan" batin Dirga melirik Kenzo.
"Berhenti mengumpat ku Dirga" Kata Kenzo.
"Bagaimana Tuan tau" Tanya Dirga polos
"Kau...."
Bugh
Aaaw
"Tuan apa salahku" tanya Dirga memegang keningnya yang baru saja di cium oleh pulpen andalan Kenzo.
"Keluar dan kerjakan perintahku atau kepalamu bocor sekarang" kata Kenzo mengarahkan pistol kesayangannya ke arah kepala Dirga.
"Siap Tuan...akan saya lakukan" jawab Dirga lalu ketar ketir keluar dari ruangan Kenzo.
"Hah....hah...hah Gila....tuh Singa makin galak saja. Astaga....hampir aku mati berdiri disana Tapi.....Wanita Tuan siapa...." Tanya Dirga pada diri sendiri sambil mengatur napas.
"NONA ALISYA" Pekik Dirga lalu menutup mulutnya takut Kenzo mendengarnya karna posisi Dirga bum jauh dari pintu ruangan Kenzo.
"Kenapa aku tidak terpikirkan disana, hampir kepalaku bocor, ini juga otak kenapa nggak dari tadi sih mikirnya" gerutu Dirga sambil berjalan ke ruangannya.
"Eh telfon dulu si Ramos untuk mengirimkan seseorang untuk memata-matai Nona Alisya" monolog Dirga mengambil dan mengotak-atik ponsel miliknya.
Sret dret dret
__ADS_1
"Kemana lagi ini anak satu" gerutu Dirga karna panggilannya tidak di angkat.
"Halo" kata di sebrang telfon.
"Kemana saja kau ha..." Omel Dirga.
"Ada apa sih Ga" tanya di sebrang yang tak lain adalah Ramos.
"Kirim seseorang untuk memata-matai Nona Alisya" kata Dirga.
"Untuk apa" tanya Ramos.
"Lakukan saja kalau mau protes yah protes sama Tuan Kenzo" kata Dirga dengan kesal.
"Baiklah kirimkan aku alamatnya" pinta Ramos.
"Lacak sendiri" jawab Dirga.
"Kamu lupa dia bahkan lebih hebat dari aku bahkan kamu. kau lupa ha...." tanya Ramos dengan kesal. mana bisa ia melacak monster Hack itu pikir Ramos.
"Aish sudahlah akan aku kirim" kata Dirga lalu mematikan panggilan sepihak
Tut
Tut
Tut
Dirga lalu mengetik alamat apartemen Maya lalu mengirimkannya ke Ramos.
Sedangkan di tempat lain Alisya dan Maya baru saja turun dari mobil. Alisya berjalan ke bagasi lalu menarik sebuah koper lalu berjalan masuk di sebuah bandara.
"Ini hanya sementara sampai aku cukup kuat untuk tidak jatuh lagi" kata Alisya.
"Tapi kamu sudah kuat Alisya,kamu bisa hidup tanpa mereka." kata Maya mencoba mencegah kepergian sahabatnya itu.
"Secara fisik aku kuat tapi secara batin aku masih tetap seorang anak yang haus akan kasih sayang" kata Alisya.
"Tapi itu dulu. aku pergi karna hanya dengan itu aku bisa membalas rasa sakitku berkali lipat kepada mereka" lanjut Alisya dalam hati.
"Lalu bagaimana dengan Tuan Kenzo" tanya Maya menatap intens Alisya.
"Aku tau dia benar-benar mencintaiku dan aku juga tau dia tidak akan berpaling dariku. aku pergi sekalian untuk menanyakan apa yang sebenarnya hatiku inginkan" kata Alisya menerawang jauh.
"Lalu bagaimana jika Tuan Kenzo menemukan wanita yang berkarakter sama seperti kamu" tanya Maya lagi.
"Maka disitu ia akan di uji sebesar apa dia mencintai aku. jika dia berpaling mungkin bukan jodohku" kata Alisya namun di akhir kalimatnya tersemat nada sendu saat ia mengatakan bukan jodohku.
"HAAAAAA baiklah jika begitu. pergilah dan....cepat kembali aku membutuhkan kamu" kata Maya dengan mata berkaca-kaca.
"Aku akan kembali" kata Alisya lalu memeluk sebentar Maya lu berbalik berjalan menjauh.
"Pergilah...Temukan alasan yang kuat untuk membalas dendam rasa sakit mu dan.....Cepat kembali" Batin Maya menatap sendu punggung Alisya yang semakin menjauh.
Maya terus berdiri di tempatnya menatap pesawat yang di naiki Alisya sampai pesawat itu lepas landas Maya masih terus menatapnya hingga pesawat itu tak terlihat baru Maya membalik badan lalu pergi dari bandara.
__ADS_1
"Semoga kamu selalu baik-baik saja disana" kata Maya dalam hati menjatuhkan air matanya.
Maya hanyalah anak yatim piatu yang di tinggal kedua orang tuanya karna kecelakaan saat peristiwa itu Maya baru berusia 14 tahun . karna merasa terpuruk di tinggal sendirian Maya berencana untuk melakukan bunuh diri dengan meloncat dari sebuah jembatan tapi Alisya kecil menolongnya.
Sejak saat itu mereka mulai berteman hingga Maya mengetahui semua seluk beluk kehidupan Alisya.
*****
Deg
"Firasat apa ini" Kenzo yang sedang fokus bekerja tiba-tiba merasakan perasaan yang tidak baik, perasaannya gelisah, perasaan takut campur aduk menjadi satu.
"DIRGA....." teriak Kenzo.
Ceklek
"Iya Tuan" jawab Dirga cepat.
"Syukur aja tadi aku sudah di depan pintu kalau masih jauh pasti bakal lari-lari lagi. Tuan memang hobi teriak akhir-akhir ini" batin Dirga.
"Sudah kau tempatkan seseorang untuk mengawasi Alisya" tanya Kenzo.
"Sudah Tuan" Jawab Dirga.
"Hubungi orang itu untuk laporkan kegiatan Alisya sekarang" Perintah Kenzo.
"Eh tapi saya tidak punya Nomernya dan orang itu juga belum melapor" kata Dirga Garuk-garuk kepala.
"Cari" Satu kata yang Kenzo keluarkan tapi mampu membuat Dirga keringat Dingin.
"Harusnya tadi aku minta sama Ramos" kata Dirga dalam hati. dengan tangan keringatan Dirga mengirim pesan kepada Ramos.
Ting
Dirga segera membuka pesan dari Ramos lalu menghubungi Nomor yang di kirim Ramos.
"Halo"
"Hallo Tuan" jawab di sebrang sana
"Bagaimana"
"di dalam Apartemen sepertinya tidak ada siapapun Tuan. beberapa kali kami memencet bell namun tak ada yang membuka sama sekali" kata orang itu.
"Eh Tuan seseorang datang" kata Orang itu
"Siapa" tanya Dirga
"Em gadis bernama Maya Tuan"
Dirga langsung mematikan sambungannya lalu menoleh ke arah Kenzo.
"Tuan...di Apartemen itu hanya ada Nona Maya" kata Dirga.
BRAK
__ADS_1
"Cari" perintah Kenzo menahan amarah Dirga langsung keluar saat melihat kode Tuannya.
"Tenyata kau benar-benar pergi Baby....Tapi tenang saja aku akan tetap menunggumu seberapa lamapun kamu pergi" batin Kenzo menyandarkan tubuhnya di kursi kebesaran miliknya.