Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Undangan


__ADS_3

1 bulan kemudian


Seorang gadis dengan kaca mata hitam baru saja turun dari pesawat di ikuti dengan seorang pria tampan di belakangnya. Karna kecantikan dan ketampanan mereka berdua mampu membuat orang-orang sekitar menatap ke arah mereka.


"Aku kembali! bersiaplah untuk menerima balas dendam ku" batin Alexi.


"Bimo jangan tebar pesona" Sentak Alexi menatap tajam pria di belakangnya.


"Saya tidak tebar pesona Nona hanya saja memang wajah saya saja yang terlalu tampan" kata Bimo percaya diri tinggi.


Mendengar itu Alexi hanya bisa memutar bola mata malas mengingat selama 1 bulan ini dia sudah hafal sekali dengan kelakuan Bimo yang di luar Ekspektasinya.


"Harusnya aku menolak keras permintaan kakek untuk dia ikut" Kata Alexi dalam hati kesal mengingat perdebatan dirinya dan kakeknya tadi 3 hari lalu.


Flashback on


Tok


Tok


Tok


"Kakek ini Alexi" Teriak Alexi mengetok-ngetok pintu ruang kerja Kakek XU.


"Masuk" Sahut dari dalam.


Alexi dengan semangat membuka pintu ruang kerja Kakek XU lalu masuk.


"Ada apa kenapa malam-malam ke ruang kerja Kakek bukannya tidur" tanya Kakek menatap bingun Alexi.


"Aku akan kembali ke negara itu lagi" kata Alexi tiba-tiba membuat Kakek XU langsung menghentikan kegiatannya lalu menatap Alexi.


"kamu sudah siap untuk membalas dendam" tanya Kakek XU.


"Sudah Kek" jawab pasti Alexi dengan yakin dan tegas.


"Baiklah tapi bawah Bimo bersamamu" kata Kakek XU.


"Tapi...."


"Tidak ada tapi-tapian Kakek tidak terimah penolakan" potong Kakek XU.


"Baiklah" Mau tidak mau Alexi hanya bisa pasrah menerima Bimo untuk mengikutinya.


Flashback end


"Berkas-berkas ini...." Batin Kenzo menatap kesal tumpukan berkas di atas mejanya. lalu mulai mengambil satu persatu.


Tok


Tok


Tok


"Masuk" Sahut Kenzo dari dalam.


Ceklek


"Jika membawa berkas silahkan simpan di atas meja lalu keluar" kata Kenzo yang langsung mengusir tanpa mengalihkan pandangannya dari Leptop di depannya.


"Dirga kenapa kau bum keluar" kata Kenzo lagi.


"Apa kau tak merindukan ku"


Deg


Kenzo langsung menghentikan ketikan tangannya lalu lalu menatap sosok di depannya. Sosok yang begitu dia rindukan siang dan malam. Kenzo menatap dalam dan tajam sosok di depannya lalu berdiri dan berjalan mendekati sosok itu.


"Tentu! Tentu aku sangat sangat merindukan kamu" Ungkap Kenzo berdiri di depan sosok itu.

__ADS_1


Sosok itu berjingkrak kegirangan dalam hati mendengar pria yang dia puja-puja dan idam-idamkan mengatakan merindukannya Namun senyumnya langsung pudar saat mendengar kalimat selanjutnya dari Kenzo.


"Aku sangat merindukan kamu ALISYA ARKANA DEMIAN" Kata Kenzo menekan Nama lengkap wanitanya. Tangannya terulur untuk mengelus wajah yang begitu ia rindukan itu.


PROK PROK PROK


Sontak Kenzo dan Sosok di depannya mengalihkan pandangannya untuk melihat ke asal suara. Kedua bola mata mereka menatap sosok yang sedang asik bersandar di daun pintu.


"Sepertinya aku mendapatkan tontonan yang menarik" kata Sosok itu menatap Sinis Kenzo dan Sosok yang serupa dengannya.


"Alisya" Guman Kenzo lalu berjalan ke arah sosok itu tapi di hentikan sosok di depannya.


"Kamu mau kemana Kenzo aku disini di depan kamu" kata Sosok itu lemah lembut menatap sendu Kenzo.


"Sekuat apapun kamu merubah dirimu menjadi dirinya, kamu tidak akan pernah bisa karna apa? karna dia begitu suci dan kamu begitu kotor dan busuk" kata Kenzo lalu menyentak tangan sosok itu hingga membuat tubuh sosok itu terduduk di lantai namun Kenzo tidak peduli.


Dengan langkah lebar Kenzo berjalan cepat ke arah sosok itu lalu menarik sosok itu dalam dekapannya.


Grep


"Aku merindukan mu Sangat" Bisik Kenzo mendekap erat tubuh mungil sosok itu.


"Kau mengenal ku" tanya Sosok itu Lirih.


"Aku tau bahkan sangat tau" jawab Kenzo.


"Kenzo...kamu" Sosok yang terduduk itu bangkit lalu berjalan mendekat ke arah Kenzo.


Mendengar suara itu Kenzo melepaskan pelukannya lalu menoleh ke arah sosok yang menatapnya sendu.


"Menjijikan" desis Kenzo menatap sinis sosok itu.


"Untuk apa kau disini ALEXA" Alisya bertanya dengan menekan nama Alexa membuat Alexa mengepalkan kedua tangannya.


"A...aku.... aku ingin menemui kamu" kata Alexa menatap tajam Alisya.


"Sialan kau Alisya berani sekali kau mempermalukan ku seperti ini." batin Alexa menahan emosi.


Jika Alexa begitu kesal dan menahan amarah berbeda dengan Kenzo yang kini tenga berbunga-bunga mendengar pengakuan Alisya yang mengakuinya sebagai kekasih. perutnya seperti di terbangi kupu-kupu warna warni yang menggelitik hatinya.


"Alisya mengakui aku sebagai kekasihnya" batin Kenzo bersorak-sorai bahagia menatap penuh cinta Alisya.


"Aku.....apa kalian sekarang menjadi sepasang kekasih" tanya Alexa menahan amarah yang sudah meluap-luap.


"Tentu! dia kekasih ku Cup" jawab Alisya bahkan dengan sengaja Alisya mencium pipi Kenzo membuat Kenzo tambah berbunga-bunga tapi tidak dengan Alexa yang menunduk meremas ujung gaunnya dengan erat.


"Bagaimana rasanya saudariku? bagaimana rasanya melihat orang yang kau sukai bahkan cintai bermesraan dengan orang lain? sakit bukan? tapi tenang saja ini hanya baru awal karna kejutan ke depannya lebih menarik dari ini" kata Alisya dalam hati menyeringai licik.


"Emh Alisya aku datang kesini hanya untuk menyampaikan ini" Alexa memberikan sesuatu kepada Alisya.


"Kamu datang yah? kamu jangan lupa kalau 3 hari lagi kita ulang tahun" lanjut Alexa sambil memberikan senyum palsu kepada Alisya.


"Ulang tahun kita" beo Alisya mengernyitkan dahi.


"Iya Kitakan kembar" jawab Alexa.


"Lebih tepatnya itu ulang tahunku karna kamu anak yang di benci dan tak di inginkan, tapi dengan kehadiran kamu nanti di pesta itu akan mempermudahkan aku melakukan rencana ku. sekali dayung dua pulau terlampau kamu akan aku permalukan dan Kenzo akan menjadi milikku"


Alexa tersenyum licik menyusun segala rencana licik di kepalanya untuk mempermalukan Alisya dan menjebak Kenzo nantinya agar menjadi miliknya.


Alisya menatap dalam undangan ulang tahun yang di berikan Alexa kepadanya. Alisya menatap tajam Nama yang tertera di atas undangan itu Alexa Briana Beatrix itulah nama pemilik acara itu.


"Karna mu aku harus hidup menderita" batin Alisya menatap benci Alexa dengan kedua tangannya meremas kasar undangan itu.


"Tapi aku...." Alisya menjeda perkataannya dengan memasang raut sedih sehingga membuat Alexa gelagapan.


"Tenang saja semua akan baik-baik saja. aku akan bilang ke Daddy jika aku yang mengundang mu" kata Alexa membujuk Alisya untuk datang ke pesta ulang tahunnya yang akan di adakan 3 hari lagi di hotel bintang 5.


"Baiklah jika begitu aku pasti datang" kata Alisya tersenyum dingin membuat bulu kuduk Alexa merinding tapi ia menepis itu.

__ADS_1


"Ya datanglah aku menantikannya" balas Alexa tersenyum licik.


"Menantikan kehancuranmu" lanjut Alexa dalam hati.


"Aku juga menantikannya" balas Alisya ambigu sambil tersenyum miring.


"Menantikan hari kehancurmu, di benci, di hina, di caci, dan kucilkan, aku sangat menanti akan hal itu." lanjut Alisya dalam hati.


"Sudah" satu kata yang di keluarkan Kenzo yang entah di tujukan untuk siapa.


"Haa apa" kata Alexa menatap Kenzo.


"Keluar" usir Kenzo kepada Alexa.


"Tapi...."


"Apalagi Alexa aku sudah menerima undanganmu. kau tidak lihat aku mau menghabiskan waktuku dengan kekasihku!" sentak Alisya menatap tajam Alexa.


"Lagi pula tumben Le...."


"Aku pergi dulu. jangan lupa datang!" Potong Alexa lalu pergi dengan cepat.


Alexa keluar dari ruangan Kenzo dengan menahan amarah yang sudah di ubun-ubun. Alexa berjalan cepat keluar dari perusahaan Kenzo lalu masuk ke dalam mobil miliknya dengan menutup kasar pintu mobil.


Bugh


Bugh


Bugh


Exa yang terlampau kesalpun melampiaskan kekesalannya dengan memukul stir mobil berkali-kali.


"Lihat saja aku akan membalas mu Alisya." Guman Alexa mengkram stir mobil miliknya.


Drett


Drett


Drett


Tiba-tiba saja ponsel Alexa yang berada dalam tas bergetar membuat Alexa langsung mengambilnya.


"Leon"


"Halo Leon" dalam sekejap mata Alexa berubah lembut.


"Kamu dimana sayang. katanya mau ke kantor Om Edric tapi sampai disini aku tidak menemukanmu" tanya Leon di sebrang sana yang terdengar khawatir.


"Sial. aku lupa Leon akan selalu mencariku" kata Alexa dalam hati.


"Itu tadi aku singgah makan dulu. ini aku sudah di jalan kok" jawab Alexa.


"Ah baiklah. menyetirlah dengan hati-hati aku menunggumu di ruangan Om Edric." kata Leon lalu memutuskan panggilannya.


Alexa dengan segera menghidupkan mobilnya lalu pergi meninggalkan perusahaan Kenzo.


Sedangkan di tempat lain khususnya di ruangan Kenzo kini Alisya menatap tajam pria di depannya yang hanya bisa menunduk bak anak kucing.


"Enak yah di samperin mantan" sindir Alisya.


"Dia bukan mantan aku" balas Kenzo datar.


"Terus kenapa tadi kamu Pegang-pegang wajah dia" tanya Alisya dengan kesal.


"Cemburukah" batin Kenzo.


Memikirkan Alisya cemburu Kenzo langsung tersenyum senang namun senyum itu malah membuat Alisya tambah kesal.


"Aku hanya terlalu merindukan mu, merindukan wajah ini, wajah yang siang dan malam aku rindukan," ungkap Kenzo mengelus lembut pipi Alisya sedang matanya menatap dalam bola mata Alisya yang sedang menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2