Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Kakak adik?


__ADS_3

BRAK....


"Tuan........"


"APA YANG KAMU LAKUKAN HA.....?"


"Tu.......Tuan sa...saya..."


"KELUAR.....!"


Kris yang mendengar bentakan Kenzo langsung berbalik lari kocar kacir. Kris lari menuruni tangga menuju ruang tamu dengan wajah pucat pasi seperti habis melihat hantu saja.


Sedangkan di sisi lain Kenzo masih menatap tajam tempat berdirinya Kris barusan. Tatapan mata Kenzo sudah siap untuk melahap apa saja yang di lihatnya. Tatapan tajam itu tiba-tiba berubah saat merasakan usapan halus di rahang. Tatapan yang tadi begitu tajam langsung sirna saat menatap wanita dalam pelukannya itu.


"Kamu membuat bayi kita kaget byy." Ucap Alisya pelan yang seperti terdengar rengekan.


Mendengar itu Kenzo langsung merasa bersalah tatapannya langsung turun pada perut sang istri.


"Maafkan Daddy, Daddy cuma kesal ada yang yang mengganggu waktu Daddy dan mommy kamu little baby." Bisik Kenzo di perut Alisya tak lupa tangannya yang ikut mengusap lembut perut Alisya.


"Maaf baby aku pasti membuat mu kaget tadi, maafkan aku hm." Kata Kenzo dengan begitu lembut.


"Sudahlah. Lebih baik kita turun di bawah pasti ada hal yang ingin di bicarakan. Kamu juga harus menjelaskan alasan kamu kepada anggota kamu yang lain." Terang Alisya.


"Biar aku yang memandikan kamu baby." Kenzo langsung mengangkat tubuh polos Alisya tanpa mendengar balasan dari sang istri.


Sedangkan di bawah Kris duduk dengan napas ngos-ngosan di samping Kevin yang terlihat santai.


"Ada apa denganmu?" Tanya Kevin yang melirik Kris.


"Aku..... Hosh aku akan segera di penggal...." Jawab Kris dengan napas yang ngos-ngosan dan wajah pucat pasi.


"Memang apa yang kamu lakukan?"


"Apalagi? Aku mengganggu ritual suami istri mereka!"


"Dasar bodoh!" Ejek Kevin yang tersenyum miring.


"Kau....... Kau menjebak ku ya.....!" Teriak Kris yang menyadari jika pria itu sengaja membodohinya.


"Salah sendiri." Balas Kevin yang terlihat santai.


Kevin tahu walau ada kemungkinan Kenzo akan melakukan itu tapi Kevin yakin Kenzo tidak akan mengedepankan nafsunya di banding dengan keselamatan bayinya.


Dari tatapan saja Kevin tahu jika Alisya adalah segalanya untuknya. Kevin hanya sengaja mengerjai Kris biar di amuk oleh Kenzo.


Tak


Tak

__ADS_1


Tak


Mendengar suara langkah kaki semuanya dengan serentak langsung memutar kepala menoleh ke arah asal suara.


Kenzo menurun di tangga menuju ruang tamu dengan Alisya yang berada dalam gendongannya. Sedangkan Alisya hanya bisa menekuk wajahnya karena Kenzo tidak mengizinkannya untuk berjalan barang satu langkah pun.


Sampai di ruang tamu dengan penuh kehati-hatian Kenzo menurunkan dan mendudukkan Alisya di atas pangkuannya.


Kevin yang melihat wajah masam dari Alisya langsung menatap tajam Kenzo yang hanya berwajah datar.


"Kanebo kering apa yang kamu lakukan pada little girl ku ha...?" Tanya Kevin yang menatap tajam Kenzo.


"Berhenti memanggil istriku dengan little girl atau aku akan meledakkan kepalamu saat itu juga." Kata Kenzo yang penuh penekanan setiap katanya.


Kevin yang mendengar getakan dari Kenzo langsung bungkam. Walau selama ini mereka bermusuhan atau Kevin yang selalu mencari perkara. Akan tetapi, Kevin tidak pernah berani untuk menghadapi langsung Kenzo.


"Dasar posesif." Guman Kevin yang membuang muka ke arah lain.


"Baby perkenalkan dia Paman Robert, Paman Robert yang menolongku dari kecelakaan maut itu." Ucapkanzo yang menunjuk Robert yang sedang duduk tenang menatap Alisya dengan pandangan yang sulit di artikan.


Alisya menoleh ke arah yang di tunjuk sang suami. Alisya mengernyitkan alis melihat pria paruh baya di depannya itu.


"Wajahnya......? Kenapa aku merasa pernah bertemu dengannya tapi dimana?" Kata Alisya dalam hati yang menatap pria paruh baya yang menolong suaminya.


Robert yang melihat tatapan lain dari Alisya hanya tersenyum simpul. Sungguh tak di sangka di umurnya yang sudah setau ini dia bisa bertemu dengan kedua orang yang begitu di sayangnya.


Kevin tidak tertarik dengan apapun dia lebih tertarik dengan Alisya yang di beri julukan little girl olehnya. Entah kenapa melihat Alisya dekat seperti itu dengan Kenzo dan mengabaikannya Kevin merasa kesal dan cemburu. Walau selama ini wanita hamil itu mengabaikannya tapi tetap saja Kevin cemburu. Hanya saja Kevin tahu itu bukan rasa cemburu kepada lawan jenis tapi suatu rasa yang sulit untuk di jelaskan.


"Kenapa aku merasa cemburu melihat little girl hanya menempel pada Kenzo. Aku tidak mungkin mencintainya dadaku tidak berdebar tapi rasa apa ini.....? Kenapa rasa ini seperti...... Seperti rasa waktu itu? Waktu untuk pertama kalinya aku tersenyum. Kenapa wajah Alisya lama kelamaan semakin terlihat sama seperti gadis kecil itu. Tapi tidak mungkin Alisya berasal dari keluarga terpandang sedangkan gadis kecil itu hanya seorang pengamen jalanan." Kata Kevin dalam hati yang menatap dalam Alisya yang semakin mengingatkannya pada wajah gadis kecil yang selalu di carinya tapi tak pernah ia temukan jejaknya.


"Kevin Anggara apa kamu tidak mengenal paman?" Ucap Robert tiba-tiba kepada Kevin membuat semua orang kaget dan menoleh ke arah Kevin.


Kevin yang mendengar pertanyaan dari pria paruh baya yang tidak di kenal di depannya itu serta kaget. Dengan tatapan malas Kevin melirik pria paruh baya yang di ketahuinya bernama Robert itu dengan wajah acuh.


"Kamu siapa? Aku tidak mengenalmu!" Balas Kevin dengan nada datar dan malas.


Robert yang mendengar balasan dari Kevin hanya bisa tersenyum kecil. Tak disangka pria kecil yang tak pernah tersenyum Itu kini tumbuh menjadi pria tampan. Namun sayangnya sifatnya masih sama seperti beberapa tahun lalu yaitu Ketus dan selalu berwajah datar.


"Ternyata kamu tidak berubah, yang bisa membuat kamu tersenyum hanya gadis kecil itu!" Ucap Robert lagi dengan senyum kecil di bibirnya.


"Jangan mengungkitnya!" Sentak Kevin yang menatap tajam Robert.


"Dasar pria gengsian. Kamu tidak pernah berubah dari kecil kamu selalu bersikap ketus kepada paman. Kamu lupa jika paman yang........"


"Stop....! Berhenti mengoceh seperti ayam betina yang sedang bertelur. Iya...... iya..... Iya aku mengaku, Aku mengenali paman. Lagi pula mana mungkin aku melupakan orang yang paling berjasa dalam hidupku." Terus terang Kevin dengan membuang muka.


Mendengar penuturan dari Kevin serta membuat orang langsung kaget begitu pula Kenzo dan Alisya yang menatap Kevin dan Robert secara bergantian.


"Kamu tidak ingin memeluk paman?" Goda Robert yang berantakan kedua tangan nya.

__ADS_1


"Ck.... Jangan lebay Pak Tua. Aku sudah besar dan Paman sudah tua tidak perlu saling berpeluk-pelukan seperti wanita." Balas Kevin dengan nada ejekan.


"Cih..... Dari dulu kamu seperti itu bahkan setelah kita berpisah selama bertahun-tahun kamu juga tidak mau memeluk paman." Ujar Robert dengan senyum tipis menyeruput kopi yang di suguhkan pelayan di mension itu.


"Kalian saling mengenal Paman?" Kenzo yang tak bahan dengan rasa penasarannya langsung bertanya kepada Robert.


"Yeah dia anak kecil yang aku asuh dulu" jawab Robert dengan santai.


Akan tetapi Kevin yang mendengar itu langsung membulatkan mata dan menatap tajam Robert yang hanya bisa tersenyum lucu.


"Kalian tidak bersekongkol untuk menghancurkan suamiku bukan?" Ucap Alisya tiba-tiba dengan nada datar dan dingin.


Kevin terdiam kaku saat melihat tatapan tajam yang di berikan Alisya padanya. Sedangkan Robert yang melihat tatapan Alisya pada Kevin langsung mengernyitkan dahi.


"Bukankah kalian kakak adik?" Tanya Robert tiba-tiba yang menatap Kevin dan Alisya secara bergantian.


"Apanya yang kakak adik dia musuh suamiku! Dia selalu dendam pada suamiku karna kematian adiknya yang selalu mengejar-ngejar suamiku di masa lalu." Jawab Alisya yang penuh penekanan melirik Kevin dengan sinis.


Deg


Dada Kevin terasa sesak saat mendengar penuturan dari Alisya ia menganggap dirinya sebagai musuh. Walau itu benar adanya akan tetapi setelah mengenal dan tinggal satu atap dengan Alisya, Kevin sudah membuang semua dendam itu. Bahkan saat mendengar kata kakak adik dari mulut Robert tadi Kevin berharap Alisya mengiyakan pernyataan Robert.


Tidak tahunya Alisya justru menolak mentah-mentah akan hal itu. Lebih parahnya lagi dia menganggapnya sebagai musuh. Kevin merasakan perasaan kekecewaan yang begitu mendalam akan tetapi ditutupinya dengan senyuman walau tatapan matanya terlihat kosong.


Sedangkan Robert yang mendengar penuturan dari Alisya langsung kaget menatap Kevin dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Dia musuh suamimu Kenzo?" Tanya Robert kepada Alisya.


"Yah dia musuh bebuyutan suamiku. Selain itu dia juga berulang kali membuatku kecelakaan." Ucap Alisya sinis.


"APAAA.........? Astaga Kevin apa kamu tidak tahu kalau dia......"


Robert langsung menghentikan perkataannya menatap Kevin dan Alisya dengan dahi yang mengkerut. Dari tatapan permusuhan keduanya dapat Robert ambil satu kesimpulan kedua orang di depannya itu mengalami salah paham atau tidak mengenal identitas masing-masing.


"Kevin Apa kamu masih mencari gadis kecil waktu itu?" Tanya Robert kepada Kevin.


"Kenapa Paman menanyakan tentang gadis kecil itu?" Bukannya menjawab Kevin justru memberi pertanyaan balik kepada Robert.


"Jawab saja Kevin!" Sentak Robert yang menatap tajam Kevin.


"Aku selalu mencarinya Paman tapi aku tidak pernah menemukan jejaknya dia seperti menghilang di telan Bumi." Kata Kevin dengan nada lemah.


"Dasar bodoh."


Tak


Dengan kekesalan yang berada di ubun-ubun Robert langsung mengambil dompetnya dan melemparkan dua foto ukuran kecil di depan Kevin dan Alisya.


"Lihat itu! Gadis kecil yang kamu maksud itu berada di depan kamu sendiri. Gadis kecil itu tak lain dan tak bukan adalah wanita yang berada di atas pangkuan. Dia gadis kecil itu adik kesayangan kamu."

__ADS_1


__ADS_2