
Seperti yang di janjikan kini Kenzo duduk tenang di sofa ruangan Alisya dengan beberapa tumpukan berkas di atas meja. sedangkan Alisya nampak duduk di kursi Kebesarannya dengan fokus ke Leptop.
"Beatrix Company bekerja sama dengan Perusahaan XU A'AD Group baby" Kenzo bertanya dengan mengernyitkan dahi menatap Alisya dengan Intens.
"Yah" jawab singkat Alisya.
"Bukankah mereka perusahaan yang susah untuk di tembus apalagi sekarang ini ada berita miring tentang perusahaan kamu baby."
"Aku bersahabat dengan baik dengan cucu Tuan XU"
"Bukankah semua keturunan XU telah di bantai beberapa tahun yang lalu dan hanya menyisakan Tuan XU seorang. apa Tuan XU menikah lagi namun tidak di ketahui publik?"
Bukan hal yang di sembunyikan lagi tentang pembantaian keluarga besar itu. beberapa tahun lalu publik di hebohkan dengan tewasnya semua keturunan XU kecuali Liang XU.
Setelah berita pembantaian itu Liang XU mengambil alih semua bisnis keluarga XU lalu menghilang sampai sekarang orang itu bahkan tak tahu dimana rimbahnya.
"Aku tidak tahu yang jelas wanita itu mengaku sebagai cucu Tuan XU bahkan ia pernah menunjukannya padaku beberapa tahun lalu" ungkap Alisya menerawang jauh entah apa yang di pikirkannya.
"Aku sudah merencanakan balas dendam ku ini dengan matang. aku tahu, di saat semua terbongkar ke publik maka perusahaan akan terkena dampaknya dan aku tidak ingin perusahaan yang di wariskan Kakek harus runtuh. jadi aku pergi menemui Nona XU walau awalnya susah mengingat Nona XU juga tidak menempat satu atau dua tempat namun aku berhasil menemukannya."
"Aku bersyukur pernah mengenal Nona XU begitu dekat dan karna kebaikan dirinya perusahaan ini tidak jadi bangkrut" ungkap Alisya menghembuskan nafas lega lalu kembali fokus pada Leptopnya.
Kenzo masih mematung mencerna satu persatu penjelasan Alisya hingga Kenzo tersenyum tipis karna merasa bangga kepada Alisya yang dapat memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Jadi dia pergi untuk mencari sekutu. Rencana yang sangat matang, dia bisa berpikir panjang dan menebak apa yang akan selanjutnya dan semua sesuai dengan prediksi dia. tapi jika hanya ingin mencari sekutu atau bantuan kenapa tidak kamu tidak datang padaku Alisya? Aku cukup mampu untuk membantumu." kata Kenzo dalam hati menatap Alisya dengan pandangan yang sulit di artikan.
Kenzo merasa bangga akan pemikiran Alisya yang berkepanjangan namun Kenzo juga merasa kecewa. kecewa pada dirinya sendiri yang sampai saat ini Alisya masih belum percaya atau bergantung padanya.
Sedangkan di tempat lain Leon sedang melampiaskan amarahnya dengan menghamburkan dan menghancurkan semua yang ada di dekatnya.
Leon yang kalut dan cemburu karna Alisya mempunyai kekasih langsung pulang ke rumah.
BRAK
BRUK
BUGH
__ADS_1
AAAAAAA
"Alisya kamu hanya milikku" kata Leon dengan menatap tajam sebuah foto anak laki-laki dan anak perempuan yang saling memeluk.
Tok
Tok
Tok
"Siapa" teriak Leon.
"Saya Den" sahut orang di luar yang dapat di pastikan seorang pelayan.
Ceklek
"Ada apa Bi" tanya Leon yang masih berusaha menahan amarahnya.
"Di bawah Tuan dan Nyonya sudah tiba dan menunggu anda Tuan muda" jawab pelayan itu.
"Bukankah harusnya Minggu depan mereka baru pulang" kata Leon mengernyitkan alis bingun.
"Mom Dad" panggil Leon mendekati kedua orang tuanya yang sedang duduk bersantai di ruang tamu.
"Sayang ayo kemari" kata Nyonya Marissa Sward sang ibunda Leon dan di sampingnya ada suaminya Wijaya Sward ayah dari Leon.
"Aku kira Mom dan Daddy akan pulang Minggu depan" ucap Leon setelah duduk di depan kedua orang tuanya.
Yah! kedua orang tua Leon memang berada di luar kota untuk menyelesaikan beberapa urusan. oleh karna itu Leon merasa heran kenapa orang tuanya pulang lebih awal pikir Leon.
"Rencana memang kami akan pulang Minggu depan tapi ada hal penting yang kami ingin bicarakan kepada kamu" kata Wijaya.
"Hal penting apa Dad" tanya Leon mengernyitkan dahi mendengar penuturan Daddy-nya.
"Daddy dan Mommy sudah melihat berita tentang Alisya dan sifat asli Alexa yang selama ini di tutupi dengan sifat polosnya itu. Daddy dan Mommy tidak sudi mempunyai menantu licik dan tak berperasaan seperti itu. selain itu Daddy juga sudah tahu jika Alisya mengambil alih perusahaan Beatrix Company. jadi Daddy harap kamu tidak lagi mempertahankan Alexa dan mulai mendekati Alisya kembali" ungkap Wijaya santai.
"Apa yang di katakan Daddy kamu benar. Mommy tidak mau punya menantu licik apalagi miskin. kami setuju menjodohkan kamu dengan Alexa kami pikir Alexa yang akan menjadi pewaris Beatrix Company ternyata dia tidak dapat apa-apa. jika kami tahu dari awal kamu tentunya tidak akan setuju" ungkap Marissa yang membuat Leon membelalakkan mata.
__ADS_1
"Itu artinya Mom dan Daddy sudah tahu...." kalimat Leon langsung terhenti di tenggorokan.
"Yah kamu sudah tahu jika Alisya di perlakukan tidak adil disana. kami setuju menjodohkan kamu dengan Alexa dengan harapan perusahaan Beatrix Company akan jatuh di tangan kita pasti perusahaan kita akan semakin maju jika perusahaan Beatrix Company bergabung dengan perusahaan kita tapi malah kena apes" ucap Wijaya lagi.
"Kenapa Mommy dan Daddy tidak pernah kasih tahu Leon tentang perbuatan mereka kepada Alisya" tanya Leon kesal kepada kedua orang tuanya yang tidak mengatakan apa-apa kepadanya.
"Untuk apa? toh kamu juga bisa mencintai Alexa" jawab Marissa.
"Aku tidak pernah mencintai Alexa Mom! selama ini aku baik kepadanya karna merasa kasihan dan karna tidak ingin mengecewakan kalian berdua tapi nyatanya apa? kalian bohongin Leon" ucap Leon yang suaranya naik satu oktaf.
"Yah gampang, kamu tinggal kejar lagi Alisya. Mommy yakin kok dia itu masih mencintai kamu."
"Iya benar lagian kamu tahu sendiri kalian dari kecil sudah di jodohkan."
"Tapi nggak semudah itu Mom Dad. Alisya sekarang punya kekasih." ucap Leon frutasi.
"Kamu bisa mengikatnya kembali dengan Dali perjodohan sebagai wasiat yang di tinggalkan kakeknya padanya. Mommy yakin dia akan langsung luluh."
"Tapi Mom"
"Nggak ada tapi-tapian Leon! Daddy nggak mau tahu yang jelas bagaimana pun caranya kamu harus bisa dapatin Alisya kembali. karna jika Alisya menikah dengan kamu otomatis perusahaan itu akan menjadi milik kita dan dapat di pastikan perusahaan kita akan semakin menjelit." potong Wijaya.
Setelah mengatakan itu Wijaya dan Marissa langsung pergi meninggalkan Leon yang kini hanya bisa duduk menarik rambutnya frutasi.
"Sial" umpat Leon lalu berdiri dan pergi menuju kamar yang berada di lantai dua.
BRAK.
Sampai di kamar Leon langsung menghamburkan kembali barang-barang yang sudah di bereskan oleh pelayan hingga kini kamar itu sudah seperti kapal pecah.
"Sial. harusnya dari dulu aku sadar. sekarang aku akan susah mendapatkan Alisya kembali apalagi sudah ada Tuan Kenzo di sampingnya" umpat Kenzo yang bergerak mondar mandir seperti setrika.
"Tapi kamu tetap harus bersama denganku. aku tahu kamu pasti sangat menyayangi Kakekmu dan dengan itu aku akan terus menerormu dengan wasiat Kakek" kata Leon tersenyum licik.
****************
jangan lupa like komen and Vote ya biar Author makin semangat Nulisnya buat Up😀
__ADS_1
Dah sampai jumpa di episode selanjutnya 😘