
Sepulang mengantar Maya, Dirga langsung menuju butik langganan dia sampai disana dia langsung memilih dua setelah yaitu hitam dan putih. Dirga tanpa berlama-lama segera membayarnya lalu kembali masuk dalam mobil menuju Apartemen miliknya.
beberapa menit kemudian Dirga sampai di gedung apartemen Dirga segera keluar lalu berjalan dengan cepat setengah berlari menuju lift.
Sampai Lift Dirga langsung menekan angka 30 yaitu lantai paling atas karna apartemen nya berada disana.
Ting
Tak
Tak
Tak
Dirga langsung berlari keluar dari lift hingga suara hentakan sepatunya terdengar nyaring di lorong lantai 30 karna hanya beberapa orang yang menghuni unit di lantai ini karna. bayaran yang fantasi.
Sampai di unitnya Dirga langsung menekan sandi apartemen lalu membukanya. sampai di dalam Dirga langsung berlari masuk ke dalam kamarnya.
Sampai di kamar Dirga langsung menyimpan Paber bag di tangannya di atas ranjang lalu mulai membuka sepatu, kaos kaki,dasi, dan semua pakaian hanya meninggalkan Boxer lalu berjalan cepat masuk ke dalam kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Dirga keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handukyang di lilitkan di pinggangnya menutup area pribadi dan handuk kecil di tangannya yang di gesek-gesekkan kepalanya agar rambutnya cepat kering.
Setalah kering Dirga langsung memakai pakaian pertama yang berwarna hitam lalu berkaca di kaca besar.
"ini bagus tapi..... Maya akan bosan melihat ku terus memakai pakaian warna hitam terus" guman Dirga
Dirga melepas pakaian hitam itu lalu memilih setelan putih itu walau agak tidak menyukainya tapi Dirga ingin tampil berbeda malam ini. setelah selesai Dirga segera menyempurkan penampilannya dengan gaya baru.
Setelah merasa sempurna baru Dirga berjalan keluar dari Apartemen dengan bersiul-siul tanda bahagia.
Dirga menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemen sang kekasih pemilik hatinya. sampai disana dengan gaya gagah Dirga turun dari mobil lalu masuk dalam gedung menuju lift menekan lantai tempat Maya.
Ting
Dirga segera keluar dari lift lalu berjalan dengan langkah santai dengan tangan satu di masukan dalam saku menuju unit kamar Maya.
Jantung Dirga semakin berdebar kencang saat ia sudah sampai di depan kamar Apartemen Maya.
"Jantung s*alan berdetak lah yang normal jangan membuat ku gugup seperti ini bisa-bisa bukannya terlihat keren malah terlihat memalukan aku di depan Maya nanti" gerutu Dirga yang menepuk-nepuk dada kirinya letak jantungnya.
__ADS_1
Setelah merasa tenang Dirga mengangkat tangannya lalu menekan bel Apartemen Maya. Percobaan pertama gagal, di lanjut percobaan kedua juga gagal, hingga saat baru mau mengangkat tangannya kembali tiba-tiba pintu di buka.
Ceklek
Mata Dirga terpaku melihat penampilan Maya yang sangat berbeda dengan penampilannya yang biasa sehari-hari. Dirga menatap Maya dari kaki hingga ke atas kepala matanya benar-benar tak berpaling dari wajah cantik Maya.
Setelah beberapa saat Dirga tersadar dari kebodohannya yang menatap Mata dengan begitu lama seperti orang bodoh. Dirga dengan perasaan yakin dan percaya diri segera mengeluarkan tangannya kepada Maya.
Maya yang melihat uluran tangan Dirga entah kenapa merasakan gugup luar biasa hingga dengan tangan yang sedikit bergetar. Dirga yang melihat uluran tangannya di terimah langsung tersenyum senang.
"Kamu cantik" bisik Dirga di telinga Maya.
Maya yang mendengar bisikan pujian dari Dirga hanya bisa menunduk malu karna baru sekarang dia benar-benar baper hanya karna pujian hal biasa seperti itu.
"Silahkan masuk Tuan Putri" ucap Dirga yang membukakan pintu mobil untuk Maya.
Maya hanya tersenyum tipis melihat tingkah pria yang dia sebut pria kaku kini menjadi pria yang penuh akan perhatian dan begitu romantis.
Setelah memastikan jika Maya telah nyaman dengan posisinya Dirga langsung berlari kecil lalu masuk di jok depan di samping Maya.
"Kita akan kemana?" tanya Maya karna penasaran.
Lagi lagi Maya hanya bisa tersipu malu saat Dirga dengan terang-terangan menggodanya. Maya langsung mengalihkan pandangannya ke arah jendela menatap pemandangan di luar sana pada malam hari.
Beberapa menit kemudian Dirga berhenti di salah satu Restoran yang cukup mewah yang terlihat begitu manis karna restoran itu di dekor penuh dengan bunga mawar warna merah sebagai ungkapan cinta.
"Ayo turun"
Suara panggilan Dirga membuat Maya tersadar dari keterpesonaannya terhadap keindahan restoran itu. Dirga bahkan mengulurkan tangannya kepada Maya saat Maya akan turun dari mobil.
Dirga membawa Maya masuk dalam restoran itu Lagi lagi Maya hanya bisa melongo melihat betapa cantiknya interior restoran itu.
Srekk
"Silahkan duduk kekasih ku"
Ucapan Dirga membuat Maya lagi lagi tersipu malu yang langsung duduk dengan wajah yang memerah seperti kepiting rebut.
Entah kemana perginya Maya yang cerewet dan bar-bar sekarang yang ada hanya Mata yang pemalu.
__ADS_1
Syukur bukan malu-maluin yah Maya.
becanda May kagak usah ngambek😁
Kembali ke topik Dirga dengan senang hati menepuk tangannya sebanyak 3 kali lalu tiba-tiba muncul pelayan yang langsung menyediakan makanan.
Melihat itu Maya hanya bisa melongo lalu melihat Dirga yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Ini kamu semua yang menyiapkannya?" Maya bertanya
"Apapun untuk mu"
"Makanlah" lanjut Dirga yang telah memotong-motong kan daging kecil-kecil lalu di sodorkan ya kepada Maya.
Maya hanya diam mengambil piring itu lalu mereka mulai makan dalam diam namun sesekali mereka akan curi-curi pandang.
Kayak ABG saja😁😁
Beberapa menit kemudian Maya dan Dirga telah menyelesaikan acara makan malam romantis mereka.
Ting
Dirga menjentikkan jari hingga tiba-tiba lampu berubah menjadi sedikit lebih redup, alunan musik yang begitu lembut mulai terdengar.
"Mau berdansa dengan ku?" kata Dirga yang tiba-tiba mengulurkan tangannya dengan membungkukkan badannya sedikit lebih rendah.
Maya benar-benar terperangah kali ini. dia benar-benar tidak menduga pria yang selaku Dirga bisa begitu romantis membuat Maya berdebar dan gugup di buatnya.
Maya menyambut uluran tangan Dirga dengan jantung yang berdebar kencang.
Maya dan Dirga berdansa di ikuti alunan musik yang begitu lembut dan romantis.
Cup
setelah berdansa beberapa menit Maya dan Dirga mengakhiri dansa mereka dengan sebuah ciuman singkat.
"Aku mencintai mu" ungkap Dirga.
"Aku juga mencintai mu" balas Maya yang memeluk Dirga.
__ADS_1
Setelah menghabiskan waktu berdua dengan begitu mesra dan saling terbuka Dirga memutuskan untuk mengantar Maya pulang ke Apartemen miliknya.