
"Ingat baik-baik jangan pernah mengganggu Alisya lagi atau memaksa dia kembali kepada kamu lagi karna sekarang dia WANITAKU" tekan Kenzo yang tambah menarik kerah baju Leon hingga Leon seperti tercekik rasanya.
"Jika berani lagi mengganggunya, aku tidak segan-segan meratakan dengan tanah perusahaan yang kau banggakan itu" desis Kenzo di depan wajah Leon.
"Sekarang pergi!" sentak Kenzo membuat Leon mau tidak mau harus pergi karna tidak mungkin dirinya tetap disana.
Leon berjalan cepat dengan kaki gemetar meninggalkan ruangan Alisya sedangkan Alisya tersenyum sinis melihat wajah pucat Leon.
"Tunggu pembalasanku yang resmi wahai mantan tunangan terkasih" batin Alisya menyerigai licik.
"Kenapa dia bisa disini?" tanya Kenzo datar.
"Entah" jawab acuh Alisya mengangkat bahu.
Mendengar jawaban itu sontak Dirga dan Maya dengan kompak menepuk jidat mereka bersamaan.
"Astaga Nona... Tuan sedang dalam amarah yang meledak-ledak tapi....." Dirga hanya bisa menatap kasihan pada Tuannya yang bukannya mendapat bujukan nyatanya Alisya malah bersikap santai.
"Jangan menemuinya lagi" ucap Kenzo datar.
"Hm." Alisya hanya berdehem entah kenapa dia malas untuk membuka mulutnya.
Kenzo menatap datar Alisya lalu berjalan keluar namun berhenti karna tidak merasakan Dirga mengikutinya.
"Dirga..... sampai kapan kamu berdiri disana ga......?" teriak Kenzo menyentak lamunan Dirga.
"Maaf Tuan" ungkap Dirga lalu berjalan cepat menyusul Tuannya.
Maya langsung menatap Alisya saat Kenzo dan Dirga meninggalkan ruangan.
"Kamu lagi datang bulan?" tanya Maya menaikan satu alisnya.
"Yah" jawab Alisya dengan malas.
Mendengar itu Maya langsung membuang napas kasar.
"Pantas moodnya mudah sekali hancur" kata Maya dalam hati.
Maya sangat mengenal Alisya yang moodnya akan langsung hancur hanya karna kesalahan kecil. sekali mood Alisya memburuk maka akan susah untuk mengembalikannya.
Sedangkan di tempat lain Kenzo yang baru sampai ke perusahaan langsung turun dan masuk ke perusahaan dengan hawa yang menakutkan.
Sampai di ruangannya Kenzo langsung melampiaskan amarahnya dengan menghamburkan apa saja Yanga ada di atas meja.
"AAAAAAA"
BRAK
__ADS_1
PYARRRR
"Sialan" umpat Kenzo langsung meninju tembok hingga tangannya berlumuran darah.
BUGH BUGH
"Dirga cari tahu latar belakang Leonard Sward sampai ke akar-akarnya" perintah Kenzo dengan napas memburu.
"Baik Tuan" jawab Dirga patuh lalu berbalik ingin pergi tapi terhenti karna ucapan Kenzo berikutnya yang membuatnya menegang.
"Dan berikan aku informasi Alisya yang aku minta tadi pagi" kata Kenzo.
"Mampus"
"I...itu Tuan, informasi yang saya dapatkan...... hanya seputaran kehidupan Nona selain itu terlihat biasa saja" kata Dirga dengan gugup.
"Kirimkan" perintah Kenzo yang semakin datar dan dingin.
"Baik Tuan."jawab Dirga yang langsung mengambil ponselnya lalu mengotakatik benda canggih itu dengan lihai.
Ting
Bunyi suara ponsel Kenzo menandakan ada pesan masuk. Kenzo segera merogoh saku celananya lalu mengambil ponselnya dan membuka email yang di kirim Dirga.
Dengan teliti Kenzo membaca informasi yang di dapatkan Dirga lalu tiba-tiba mata Ke zo menyipit mengangkat pandangannya menatap Dirga.
"Apa hanya ini?" tanya Kenzo dingin.
"Kenapa tidak ada kehidupan Alisya saat di luar negeri?"
"Im..itu Tuan menurut informasi yang di dapatkan Nona Alisya memang di kirim ke luar negeri yaitu di negara Kakek dan neneknya di China tapi setelah di telusuri tidak ada bukti nyata jika Nona Alisya menetap disana karna..... beberapa anggota kita mendapatkan beberapa kali Nona Alisya ada di Paris, London, dan Turki" jelas Dirga.
Mendengar penjelasan Dirga membuat kepala Kenzo bercabang kemana-mana. Kenzo menatap jauh ke depan mengingat pertemuan pertama mereka di hutan kala itu tak pernah terfikirkan di otak Kenzo jika asmara mereka akan serumit ini.
"Jika memang Alisya disana lalu apa yang di lakukan di 3 negara tersebut. apa liburan atau bagaimana?" tanya Kenzo entah pada siapa.
"Bobol lagi. cari sampai dapat" perintah Kenzo dengan mengeluarkan napas kasar dari mulutnya.
"Tidak bisa Tuan" sela Dirga cepat membuat mata Kenzo langsung melotot.
"Tuan bahkan jika Tuan memberikan 100 buah komputer dan 1000 buah Leptop itu tidak akan berarti apa-apa karna semua itu hanya akan rusak atau meledak." papar Dirga yang sudah angkat tangan untuk mencari tahu tentang Alisya.
"Saya tidak mau tahu! pokoknya besok harus ada informasi lengkap tentang Alisya" kata Kenzo yang masih kekeh mencari informasi Alisya.
"Tuan, apa Tuan lupa kalau Nona Maya pernah mengatakan jika Nona Alisya adalah Monster hack lalu bagaimana saya membobolnya" ucap Dirga Frutasi.
"Maka gunakan wanita itu" ujar Kenzo dengan seringaian yang Errr, silahkan khayalan sendiri.
__ADS_1
"Apa Tuan mau Nona Alisya mengamuk karna sahabatnya di culik" teriak Dirga spontan.
"Apa saya menyuruh kamu untuk menculiknya?" tanya Kenzo datar menatap tajam Dirga yang langsung membeku.
"Pergi dan dapatkan informasi sekecil apapun" lanjut Kenzo.
Dirga hanya bisa menurut lalu mengundurkan diri dan segera berjalan keluar dari perusahaan.
*******
Alexa yang baru sampai di rumah langsung turun dan berlari masuk ke dalam rumah dengan masih menahan kekesalannya.
"Mommy........." teriak Alexa membahana di seluruh kediaman Beatrix.
"Alexa"
Reva yang sedang bersantai di ruang tamu tersentak kaget karna suara teriakan Alexa.
"Mommy, aku anggap terima semua ini" kata Alexa yang duduk di samping Reva.
"Ada apa lagi Alexa" tanya Reva santai meminum tehnya.
"Tante Marissa membatalkan perjodohan aku sama Leon Mom" kata Alexa kesal.
"APA" pekik Reva yang langsung menatap Alexa.
"Bagaimana bisa Alexa? kamu dan Leon akan segera menikah" lanjut Reva.
"Tante Marissa ingin Alisya yang menikah dengan Leon Mom karna aku nggak dapat apa-apa warisan Kakek" ucap Alexa kesal.
"Ini semua karna Kakek yang tidak mau memberikan aku warisannya. kenapa harus anak pembawa sial itu yang mewarisi seluruh harta Kakek Mom. apa aku bukan Cucu Kakek?" tanya Alexa menggebu-gebu, napasnya memburu dengan tangan yang mengepal erat.
"Siapa yang mengatakan kamu bukan Cucu Kakek Alexa? kamu Cucu kandungnya, anak Mommy dan Daddy" pekik Reva menatap tajam putri kesayangannya itu.
"Lalu kenapa Kakek tidak memberikan aku sedikit saja harta warisannya kenapa Kakek harus memberikannya kepada anak pembawa sial itu Mom?" teriak Alexa yang sudah kesal di ubun-ubun menyalahkan Alisya dan Kakek mereka yang mewariskan hampir seluruh kekayaannya untuk Alisya seorang.
"Sayang bukan begitu hanya saja....."
"Hanya saja apa Mom? harusnya Mommy dan Daddy membunuhnya waktu kecil bukal malah membesarnya. lihat sekarang dia merebut semua milikku dan itu semua karna Salah Mommy dan Daddy!" teriak Alexa berlalu pergi meninggalkan Reva.
"Alexa dengan Mommy dulu"
"Alexa"
"ALEXA"
Panggilan dan teriakan Reva tak membuat Alexa berhenti. Alexa berlari cepat menaiki tangga menuju kamarnya di lantai dua.
__ADS_1
"Dasar anak pembawa sial" umpat Reva mengepalkan kedua tangannya.
"Alexa benar seharusnya kamu membunuhmu saat lahir bukan malah membesarkan mu yang pada akhirnya merebut semua milik putri kesayanganku" batin Reva yang semakin membenci Alisya sampai ke tulang-belulangnya.