
Amara tertawa dalam hati saat memikirkan Alisya yang akan segera pergi dari muka bumi ini. amara begitu bahagia walaupun belum tercapai namun Amara yakin rencana ayahnya pasti akan berhasil tanpa menyadari kandang apa yang mereka masuki.
Dengan wajah yang berseri-seri Amara berbaring lalu menarik selimutnya dan tertidur dengan damai.
di dalam ruangan terlihat Dirga yang begitu fokus pada pekerjaannya tanpa menyadari jika hari sudah mulai gelap bahkan Dirga tidak menyadari jika pintu ruangan pribadinya telah terbuka memperlihatkan sosok cantik yang berjalan keluar dari ruangan itu yang langsung memeluk Dirga dari belakang.
"Kamu sudah bangun?"
Kaget?
Jelas tidak karena Dirga sudah sangat mengenal aroma dari sang kekasih.
"Hem Apa pekerjaanmu masih banyak?" tanya Maya yang masih betah memeluk Dirga dari belakang dengan meletakkan kepalanya di ceruk leher Dirga.
Dirga yang mendengar pertanyaan dari sang kekasih segera melirik berkas yang belum dia kerjakan yang berada di atas meja yang yang tersisa hanya beberapa berkas saja. melihat itu Dirga tersenyum tipis dan menghela nafas karena dia punya waktu sedikit untuk Maya.
"Tinggal sedikit lagi Kamu duduk di sofa aja dulu. tunggu Aku menyelesaikan berkas ini setelah itu aku akan mengantar mu pulang" ucap Dirga lembut.
"Baiklah" balas Maya yang melepaskan pelukannya lalu berjalan mendekati sofa dan duduk di sana dengan memainkan ponsel miliknya.
Dirga yang sedang langsung melirik Maya dan sebuah senyum tipis muncul di bibirnya Maya mulai bergantung dan meja padanya namun kadang kala Durga merasa bersalah karena kurang memberi perhatian kepada kekasihnya itu.
__ADS_1
30 menit kemudian terlihat Dirga yang menutup berkas terakhir lalu berdiri merentangkan kedua tangannya dan menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan hingga terdengar suara yang seperti remukan tulang.
Cup
"Maaf lama" Ujar Dirga yang mengecup kening Maya.
"Eh kamu sudah selesai?"
"Sudah Ayo pulang"
Dirga mengambil tangan Maya membawanya keluar. kali ini Maya tidak lagi merasa malu untuk menunjukkan hubungan mereka kepada semua karyawan kantor.
Maya hanya tersenyum sebagai balasan lalu masuk ke dalam mobil di ikuti Dirga yang masuk di jok sampingnya.
Maya kaget saat Dirga mendekat ke arahnya wajah mereka begitu dekat bahkan mereka bisa merasakan hembusan napas masing-masing. secara alamiah Maya langsung menutup matanya.
Clik
"Buka mata mu sayang... aku tidak mencium mu hanya memasangkan pengaman ke badan mu" bisik Dirga menahan senyum.
Nyesss
__ADS_1
Maya yang menutup mata langsung membuka mata mukanya memerah seperti kepiting rebus menjalar ke kupingnya. Maya benar-benar malu akan keadaan ini.
"Segitunya ya berharap aku cium" goda Dirga yang semakin membuat Maya memerah.
Maya yang sudah terlanjur malu langsung menatap Dirga tanpa aba-aba langsung menarik tengkuk Dirga ke arahnya.
Cup
Mata Dirga membulat merasakan benda kenyal itu menempel di atas bibirnya. ini memang bukan yang pertama kalinya tapi tetap saja Dirga kaget pasalnya selama ini hanya dia yang inisiatif mencium Maya bukan Maya yang memulainya baru hari ini kekasihnya itu menyerangnya seperti ini.
Dirga seakan lupa jika kekasihnya itu adalah gadis bar-bar.
Maya yang melihat Dirga hanya diam segera menarik kepalanya namun belum terpisah jarak keduanya Dirga langsung menarik tengkuk Maya lalu kembali mencium Maya dengan ciuman lembut.
Maya yang merasakan serangan Dirga hanya tersenyum mengalungkan tangannya di leher Dirga lalu mulai membalas ciuman Dirga.
Beberapa menit kemudian Dirga melepaskan bibir Maya yang sepertinya membengkak karna ulahnya.
"Dirga kita.....kita ciuman di parkiran?" kata Maya dengan bodoh.
"Bukan di parkiran sayang tapi di dalam mobil" balas Dirga dengan tersenyum tipis mulai menjauh dari Maya lalu menjalankan mobilnya.
__ADS_1