Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Di Ratukan


__ADS_3

Kenapa lagi?" tanya Maya melihat wajah masam Dirga.


"sudahlah Ayo aku antar pulang" kata Dirga yang langsung menarik tangan Maya menggenggamnya dengan tangan besar miliknya.


ceklek


"masuklah" kata Dirga lagi yang membukakan pintu mobil untuk Maya.


Maya mengerutkan dahi melihat perlakuan Dirga yang sangat jauh berbeda dari sifat biasanya. bukannya terkesan Maya malah menghancurkan suasana.


"kamu kenapa kok jadi aneh kamu nggak kesurupan penunggu hotel kan?" tanya Maya yang dengan menatap penuh curiga ke arah Dirga di sampingnya.


Dirga yang mendengar pertanyaan Maya langsung menepuk jidat sendiri. niat hati mau membuat suasana romantis malah dianggap aneh pikir Dirga.


"gini ya kalau punya kekasih orang yang nggak normal" Guman Dirga memijit pelipisnya.


"Aku mau buat suasana romantis lho sayang masa kita sudah jadi kekasih panggilnya nama saja nggak ada embel-embel nam sayang gitu"


"Lah emang kenapa?"


"Ya janganlah aku maunya kita punya nama panggilan sayang masing-masing bukan malah panggil nama doang. aku kan pengen rasain pacaran seperti orang normal"


"Jadi aku nggak normal gitu?" teriak Maya kesal.


"Bu...bukan gitu tapi...." kalimat Dirga langsung terpotong saat mendengar penuturan Maya selanjutnya.


"Tapi jika aku nggak normal kamu nggak normal sekali dong. kan sudah tau aku nggak normal nama masih mau kamu pacari juga" kata Maya manggut-manggut.


jedarrr


Rasanya Dirga benar-benar hilang akal menghadapi sifat bar-bar sang kekasih belum lagi bicaranya tanpa filter.


"Kenapa bisa aku menjadikan orang sepertinya menjadi kekasih ku hiks? dan aku tak sangka kebar-barannya bahkan lebih menakutkan dari Nona Alisya" kata Dirga menangis dalam hati.


"Kamu sudah bangun?"


Kenzo yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung kaget saat melihat Alisya sudah duduk di atas ranjang dengan mata yang sangat Kenzo kenali yaitu di paksa untuk terbuka.


"Jangan di kucek baby nanti matanya sakit" kata Kenzo yang mencekal tangan Alisya untuk mengucek matanya.


"Jam berapa?" Alisya bertanya dengan mata yang masih tertutup dan suara Serak khas bangun orang seksi namun terdengar seksi di telinga Kenzo.


"Tuh" tunjuk Kenzo pada jam yang berada di atas meja samping ranjang.

__ADS_1


"What jam 11 siang?" pekik Alisya melotot tidak percaya.


"Sudah. tenang saja aku nggak ke kantor aku sudah mengambil cuti kok. jadi kita bisa berduaan" kata Kenzo santai.


"bukan itu tapi aku lapar" cicit Alisya yang menggulung selimut di tubuhnya.


"Biar ku bantu" kata Kenzo namun di tolak Alisya.


"Tidak usah aku bisa sendiri" tolak Alisya.


"Yakin?" tanya Kenzo tersenyum miring.


"Yakinlah. masa cuma begituan nggak bisa jalan nggak percaya aku" kata Alisya santai.


Alisya tidak percaya kepada kata orang-orang yang mengatakan jika wanita yang habis melakukan itu pertama kali tidak bisa berdiri.


Alisya dengan tenang turun dari ranjang namun baru saja kakinya menapak lantai kedua kaki Alisya langsung bergetar hingga ambruk terduduk di lantai.


BRUKK


"Baby....!" pekik Kenzo yang panik saat melihat Alisya terjatuh.


"Kamu tidak apa-apa kan? mana yang sakit? bilang sama aku" ucap Kenzo


"Kaki ku..... kaki aku lemas" ucap Alisya pelan.


"Kan tadi aku sudah bilang biar aku bantu tapi kamu malah menolak. aku tau baby kamu tidak akan bisa berdiri apalagi setelah aku gempur habis-habisan tadi malam." kata Kenzo tanpa filter.


Alisya yang mendengar mulut lemes Kenzo wajahnya langsung memerah hingga ke telinga.


"Dasar mesum. ini semua karna kamu yang nggak ada capek-capeknya menggempur ku sekarang lihat aku nggak bisa berjalan jangankan berjalan berdiri pun saja aku tidak mampu" gerutu Alisya dengan memasang wajah cemberut.


"Oleh karna itu biarkan suami mu ini melayani kamu wahai istri ku" kata Kenzo dengan senyum yang lebar.


Grep


Dalam satu kali tarikan Alisya telah berpindah berada ada dalam gendongan Kenzo.


"Aku kaget lho byy" kata Alisya yang berada di gendongan Kenzo.


"Kamu harus mulai membiasakan diri karna aku akan selalu melakukannya" balas Kenzo mengecup singkat kening Alisya sebelum menurunkan Alisya di bathtub yang telah ia persiapkan sebelumnya.


"Eh apa yang aku lakukan" pekik Alisya saat Kenzo malah menarik selimutnya hingga terlepas.

__ADS_1


"Tidak perlu di tutup baby aku sudah melihat bahkan merasakannya tadi malam" ucap Kenzo santai saat melihat Alisya menutup dadanya dengan menggunakan kedua tangannya.


"Kenzo kamu....."


"Aku tidak akan memakan mu baby aku hanya membantu mu untuk menyabuni punggung mu setelah itu aku akan keluar jadi kamu bisa berendam disini sampai kamu rileks dan segar." potong Kenzo.


Mendengar itu Alisya tidak lagi protes membiarkan Kenzo melakukan apapun yang dia inginkan asal jangan memakannya lagi.


Kenzo dengan penuh kelembutan mulai memakaikan sabun di punggung Alisya yang mulai memijitnya Pelang tulang-tulang bahu sang istri tak sampai disitu Kenzo juga menuangkan sampo di kepala Alisya lalu mulai memijit pelan kepala Alisya.


Setelah selesai Kenzo segera keluar dari kamar mandi membiarkan Alisya berendam sampai puas.


Kenzo keluar dari kamar mandi lalu memungut kekacauan yang di buat tadi malam saat akan berlalu matanya sekilas menatap noda darah di atas ranjang hingga membuatnya terpaku.


"Terima kasih karna kamu telah menjaganya untuk ku baby" ucap Kenzo penuh haru mengusap noda darah itu.


"Aku harus menyimpan ini sebagai kenang-kenangan nanti" Guman Kenzo yang langsung menarik sprei ranjang itu hingga terlepas.


"Aku harus mencarikan sesuatu"


Kenzo melipat dengan rapi seprei itu lalu menciumnya setelah itu membawanya ke walk in close sampai disana Kenzo segera memasukan seprei itu di salah satu pastikan hitam yang berada di salah satu ruangan lemari.


Setelah memasukan seprei ke tempat aman Kenzo kembali ke ranjang lalu memanggil orang untuk mengganti sepreinya dengan yang baru dan memerintahkan pelayan untuk datang membawakan mereka Sarpan lebih tepatnya makan siang.


Ceklek


"Kamu sudah selesai baby?" tanya Kenzo saat melihat Alisya membuka pintu kamar mandi.


"Tunggu disana jangan bergerak" ucap Kenzo tegas lalu menghampiri Alisya lalu menggendongnya apa bridal style.


"Sini aku bantuin keringin rambut kamu"


Kenzo langsung mengambil hair dryer lalu mengeringkan rambut Alisya dengan lembut. tak cukup di sana. Kenzo bahkan menyiapkan pakaian yang akan di kenakan oleh istrinya.


Kenzo dengan telaten memakaikan pakaian kepada Alisya yang hanya bisa terdiam menerima perlakuan Kenzo.


"Sudah. kamu sudah cantik tanpa make up baby" puji Kenzo yang memeluk Alisya dari belakang.


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


"Tunggu sebentar okey" kata Kenzo yang segera berjalan membuka pintu.


"Makannya Tuan" ternyata yang mengetok pintu adalah pengantar makanan.


__ADS_2