
" Kalau mereka macam-macam Lo cukup beri gue kode gue yang akan ledakan nih mobil " Kata Alisya seakan mengerti akan kekhawatiran Maya
" nih anak gila apa gimana? kalau Lo ledakin nih mobil otomatis gue juga ikut mati kampret " Omel Maya dalam hati karna Alisya sudah jauh di depan sana
" Eh eh eh Mau di apain motor gue " tanya Alisya saat melihat seorang pria menaiki motor kesayangannya
" Maaf Nona motor Nona biar saya yang bawah. Nona bisa bonceng dengan Tuan saya " jawab Pria itu
" Sayang ayo naik " Tiba-tiba saja Kenzo muncul di samping Alisya
" Nggak bisa turun dari motor gue. Enak aja Lo malah enak-enak menaiki Si black kagak. TURUN "
" sayang biar bawahan ku yang bawah Si Black kamu bisa bonceng di belakangku "
" Kagak. Turun woyy....mau gue mutilasi Lo " Alisya Menarik keras Pria itu lalu mendorongnya hingga terjatuh
Bruk
Pfffft
beberapa orang menahan tawa melihat pria yang biasanya membuat emosi orang kini terjatuh tidak etis di depan para Bawahannya
" Cih lemah. Makanya jangan sok-sok syukur nggak gue mutilasi Lo " Cibir Alisya menaiki Motornya dengan enteng.
Sedangkan Kenzo hanya bisa terkekeh melihat kelakuan Alisya
" Benar-benar Menarik " Seringaian Kenzo menatap Alisya
" apa liat-liat Mau ku congkel mata mu " gertak Alisya menunjukan pisau lipat ke arah Kenzo. Bukannya marah Kenzo malah merasa lucu akan hal itu.
__ADS_1
" Alvaro kembali ke motor mu "
" Apa...."
" Kembali ke motormu "
" Tadi Lo nyuruh gue buat ambil nih motor sekarang seenak jidat Lo nyuruh gue pergi lagi "
" ALVARO "
" siap Tuan " jawab Alvaro langsung berlari pergi.
" Kita pergi "
" Kamu ikuti mereka " kata Kenzo lembut kepada Alisya membuat para Bawahannya yang berada disitu menjatuhkan Rahangnya
Mereka semua mulai meninggalkan tempat itu. Alisya langsung mendekati mobil yang membawa Maya berjaga-jaga bila mereka berniat jahat kepada sahabatnya itu.
Setelah beberapa menit Alisya menyadari jika rute yang di lewati mobil itu bukan ke arah keramaian atau rumah sakit.
" Sial....nih rute mau kemana Njirrrrr ini bukan ke arah rumah sakit " Batin Alisya melirik Spion motornya ternyata Kenzo tepat berada di belakangnya. Sontak Alisya memelankan laju motornya hingga bersampingan dengan Kenzo
" WOY......ini mau kemana " Teriak Alisya
" Markas " jawab Kenzo Singkat padat jelas
" Markas? Sial.....harusnya tadi gue nggak izinin tuh Maya naik mobil itu. ginikan rencana gue bisa gagal semua " umpat Alisya Merutuki kebodohannya yang langsung Lengah
Sedangkan Kenzo hanya tersenyum misterius di balik Helm full facenya
__ADS_1
" kali ini aku tidak akan melepaskan kamu Baby " Batin Kenzo dengan Seringaian
Setelah 30 menit mereka Akhirnya sampai di sebuah Mension mewah di pinggir Kota. Untuk sesaat Alisya terpesona akan keindahan Mension itu.
" Ayo masuk " kata Kenzo menggenggam tangan Alisya lalu membawanya masuk
Tanpa mereka ketahui ada orang yang menatap tajam ke arah mereka berdua. orang itu mengepalkan tangannya dengan erat hingga kuku putihnya menancap di telapak tangannya hingga berdarah
" Sialan.....Lihat saja apa yang akan aku berikan kepadamu nanti karna berani mengusik apa yang menjadi milikku " Kata Orang itu lalu pergi dari situ
" Kris segera obati mereka lakukan dengan baik " Perintah Kenzo
" baik Tuan " Jawab Kris
" Bawah mereka ke ruang pengobatan " Perintah Kris pada bawahannya.
Alya dan Maya langsung di bawah beberapa orang membuat Alisya panik seketika
" Eh sahabat gue mau di bawah kemana " Tanya Alisya menghalangi orang yang akan membawa Maya
" Sss Baby dia akan di obati agar Cepat Sembuh " bisik Kenzo di telinga Alisya membuat Alisya langsung Merinding karnanya.
" Bawah "
" Sekarang saatnya kau di hukum Baby "
" Ha....di hukum "
SRETT
__ADS_1