Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Perdebatan Kenzo dan Alisya


__ADS_3

"Ke mension" kata Kenzo datar.


"Mension siapa" tanya Alisya Dingin.


"Milikku"


"TIDAK"


"Baby aku tak suka di bantah" kata Kenzo datar .


"Dan aku tak suka di paksa" balas Alisya dingin.


Kenzo dan Alisya saling melempar tatapan tajam dengan mengeluarkan aura masing-masing hingga di dalam mobil itu langsung berhawa menyeramkan.


"Sialan....ada apa dengan mereka berdua ini kenapa malah berubah menjadi Singa jantan dan Singkat betina" Umpat Dirga yang menyetir dengan keringat dingin, dia begitu tertekan dengan kedua manusia di belakangnya itu.


"Tu...tuan jadi kita kemana" Dirga bertanya dengan gugup.


"Mension" jawab Kenzo.


"Apartemen Maya" jawab Alisya.


"Baby menurut lah" kata Kenzo berusaha menahan emosi. Kenzo sangat tidak menerima penolakan karna tidak ada satu orangpun yang berani menolaknya gadis di sampingnya itu.


"Dirga Apartemen Maya sekarang" kata Alisya yang berupa sebuah perintah.


"Dirga kau mau aku kirim ke kutub Utara" kata Kenzo.


"Lurus jika belok akan aku potong burung kebanggaan mu itu" kata Alisya penuh seringaian yang menakutkan.


"Dam't... kutub Utara aku masih punya kesempatan untuk hidup tapi jika kebanggaanku di potong maka selamanya aku akan hidup sebagai Kasim ( Tidak memiliki burung). Maaf Tuan saya masih mau hidup Normal." Kata Dirga dalam hati.


"Awas kau Dirga beraninya menolak perintahku" Kenzo menatap tajam jok kursi yang di duduki Dirga.


Kenzo menatap Alisya yang berada di sampingnya ternyata gadis itu sedang tidur menyandarkan kepalanya di kursi.


Tidur? Entah tidur benaran atau hanya menutup mata hanya Alisya yang tahu.


"Kau tau? kamu orang pertama yang berani menolak keinginanku tapi anehnya aku tak bisa marah kepadamu" Batin Kenzo menatap dalam Alisya yang tertidur.


"Berhenti menatapku. aku tau aku cantik tapi jangan segitunya juga" kata Alisya tiba-tiba membuka matanya lalu menatap balik Kenzo.


Deg


Deg


deg


"Jantung sialan... Tenanglah" Umpat Kenzo saat merasakan Jantungnya malah berdebar kencang saat Alisya balik menatapnya.


"Kau memang mempesona Baby dan kau berhasil mencuri seluruh hatiku" kata Kenzo menatap dalam Alisya.


"Benarkah"


"Rasakanlah" kata Kenzo membawa tangan Alisya di dadanya yang sedang berdebar.


"Jantungnya" Batin Alisya menatap Kenzo.


"Kau merasakannya bukan" Kenzo bertanya dengan lembut namun Alisya hanya bungkam menatap dalam Kenzo.


"Jika aku pergi apa kamu akan menungguku" Tanya Alisya dengan lirih.


"Kau akan pergi" Kenzo yang tadi hangat kini berubah menjadi Kenzo yang datar dan dingin.


"Hanya sementara" jawab Alisya entah kenapa ia ingin berkata jujur kepada Kenzo.


Kenzo mengepalkan kedua tangannya mendengar Alisya akan pergi itu artinya dia akan berjauhan dengannya.


"Sampai kapan"

__ADS_1


"Aku tidak tahu pasti, tapi aku akan kembali di saat aku yakin bisa membalas mereka" kata Alisya dengan tegas.


"Jika hanya untuk membalas mereka kau bisa melakukannya lewat Aku Alisya"


"Tidak. aku ingin membalas mereka dengan tanganku sendiri" Tolak Alisya.


"Apa kau akan benar-benar menjaga Cintamu untukku?" Sekali lagi Alisya bertanya kepada Kenzo namun kali ini Kenzo hanya diam bersamaan dengan mobil yang berhenti di depan gedung Apartemen Maya.


"Jika memang tak bisa menunggu tak perlu menunggu. kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dari aku" kata Alisya membuka Pintu mobil lalu keluar tapi terhenti karna pertanyaan Kenzo.


"Lalu apa arti janji kamu di hutan beberapa bulan lalu" Tanya Kenzo menatap tajam Alisya.


"Lupakan" kata Alisya datar lalu turun dari mobil.


Brak


"Sialan...." Umpat Kenzo meremas rambutnya.


"Kenapa Tuan tidak katakan saja akan menunggu Nona kembali" kata Dirga.


"Karna dia tidak akan pergi kemanapun" kata Kenzo datar


"Jika cara lembur aku tidak bisa membuatmu luluh jangan salahkan aku jika aku melakukannya dengan cara kasar" Kenzo menyeringai licik dalam hati.


Drettt


Dreet


Drett


Bunyi ponsel Kenzo yang berada di saku celananya.


"Hallo"


"Tuan markas di serang" kata pria di ujung sana.


"APAAA" teriak Kenzo.


"Baik Tuan" Dirga langsung menancap gas dengan kecepatan tinggi membela jalan menuju markas.


"Setan mana yang membangunkan iblis ini" batin Dirga melirik Kenzo yang hanya diam namun sesekali ia akan Menyeringai membuat bulu kuduk Dirga berdiri.


Sampai di markas puluhan mayat kini berserakan di depan markas Kenzo Namun Kenzo berjalan bagaikan malaikat maut di tengah lautan Mayat itu.


"Mana Ketua kalian brengsek" teriak pihak musuh.


"Cih Tuan kami tak perlu turun tangan untuk menghadapi kecoa lemah seperti anda" kata Alvaro meledek pria di depannya itu.


"SIALAN..YANG LEMAH ITU ADALAH KENZO YANG KALIAN PUJA-PUJA ITU. LIHAT BAHKAN ANGGOTANYA MATI TAPI DIA TIDAK MUNCUL DASAR LEMAH" Ledek pria itu lalu di sambut tawa oleh pasukannya


HAHAHAHA


"Anjing Mana Yang Berani Masuk Kandang Harimau" Kenzo muncul di di tengah-tengah lautan Mayat itu.


Sontak mereka semua menoleh ke arah asal suara itu. kedua bola mata mereka membulat melihat Kenzo berdiri di tengah-tengah mayat.


"Jadi kau yang bernama Kenzo" tanya Pria itu menunjuk Kenzo dengan pistol di tangannya.


"Cih. kenapa apa sekarang kau takut" Ejek Kris memprovokasi pria itu.


"Takut? Ahahhaha untuk apa aku takut dengan pengecut Sepertinya" kata Pria itu sambil tersenyum meremehkan.


Dor


Aaaa


"Banyak bicara" Guman Kenzo langsung melesetkan satu peluru lagi


Dor

__ADS_1


Aa


"Sialan...Beraninya kau melukaiku" Teriak pria itu sambil menahan sakit karna Bahu dan pahanya kini telah bersarang peluru dari Kenzo.


"Ini tempat perang bukan tempat adu bacot" Sindir Alvaro tersenyum sinis.


"Sialan" Umpat pria itu.


"Kalian semua serang mereka. habisi mereka semua" perintah Pria itu.


Hiyaaa.....


Kedua kubu pun saling menyerang, saling Menembak, saling menebas dan saling memukul.


DOR SRETTT DOR


BUGH BUGH BUGH


Beberapa menit kemudian pihak pria itu satu persatu mulai tumbang hingga tersisa dirinya seorang.


AAAAA


Teriakan pria itu menggema di seluruh markas itu saat salah satu kakinya di tebas oleh Kenzo.


"Kau tahu hari ini moodku benar-benar buruk dan kau dengan suka rela datang padaku. itu sangat menguntungkan untukku tak perlu susah-susah mencari Mangsa" Ucap Kenzo enteng membuat para bawahannya di belakang menjatuhkan rahang mereka.


"Sudah-sudah katanya? para tahanan di dalam penjara untuk apa" Batin Alvaro Ramos Kris dan Dirga yang sedari tadi hanya diam menonton. Ah kecuali Ramos diakan nggak bisa liat penyiksaan.


"Bukannya Tuan jika ingin hanya tinggal mengambil saja"


"Bukankah di penjara banyak tahanan"


"Jika Tuan masih mencari terus apa gunanya para tawanan itu"


Begitulah kira-kira batin para bawahan Kenzo yang hanya bisa diam menonton aksi Tuan mereka


"Ah mari kita lanjutkan kesenangannya" kata Kenzo santai.


"Ampun..... Tu...tuan maafkan saya... Tolong Ampuni saya" mohon pria itu.


"Tidak ada ampunan"


SRETTT


AAAAAA


TAK Tak Tak Tak


AAAAAAA


"Berisik" bentak Kenzo lalu menarik lidah pria itu dan memotongnya.


Crash


"Sekarang mana lagi, Aah bagaimana jika tangan" kata Kenzo dengan Seringaian yang Mengerikan


Emmmh


Emmmh


Pria itu terus menggelengkan kepalanya berulang kali menyeret tubuhnya karna sudah tidak punya kaki lagi.


" Mau kemana" Suara Kenzo bagaikan suara malaikat maut memanggil membuat pria itu semakin bergetar ketakutan


SRETTT SRETT SRETT CRASH


Kenzo memotong kedua tangan pria itu lalu membedah perut pria itu lalu merobek, mengeluarkan semua isi organ dalam tubuh pria itu mulai dari Usus, Lambung, Ginjal, hati, paru-paru, dan terakhir adalah Jantung yang Kenzo tarik secara paksa.


"Cuih bahkan darahnya saja pahit" Umpat Kenzo.

__ADS_1


"Sudah bereskan ini semua" perintah Kenzo kepada Bawahannya lalu berlalu pergi dengan masih menggenggam jantung pria itu.


__ADS_2