
Ceklek
"Kamu kemana saja baby aku mencari mu dari tadi"
Kenzo yang berada di kamar langsung berdiri memeluk Alisya saat Alisya masuk ke dalam kamar mereka.
"Tadi aku dari taman belakang byy ternyata disana banyak tanaman bunga dan indah-indah semua" kata Alisya yang membalas pelukan Kenzo.
Merasa posisi mereka kurang nyaman Kenzo segera menggendong Alisya lalu menuju ranjang duduk di samping ranjang dengan Alisya yang berada di pangkuannya.
"kamu suka?" tanya Kenzo lembut yang terus membelai Surai panjang sang istri.
"Hm aku suka sekali. apa kamu yang menyiapkannya"
"Aku sengaja menyuruh orang untuk menanam tanaman bunga di belakang agar nanti kalau kamu bosan kamu bisa kesana"
"Benarkah? wah aku ucapkan terima kasih akan itu" ucap Alisya dengan bahagia.
"Berterima kasih lah yang benar baby" bisik Kenzo di telinga Alisya.
"Berterima kasih yang benar? maksud kamu apa byy" tanya Alisya yang melepaskan pelukannya menatap bingun penuh tanda tanya ke arah Kenzo.
"Menurut mu?" ucap Kenzo yang mendekatkan wajahnya ke wajah Alisya.
Melihat itu Alisya langsung meletakkan tangannya di dada Kenzo lalu mendorong Kenzo dengan pelan.
"Byy ini masih sore lho masa mau main itu sore-sore" ucap Alisya dengan pelan.
"Kenapa? aku suami mu dan kamu istri ku tidak ada yang melarang bukan?" kata Kenzo yang semakin mendekati wajah Alisya kedua tangannya di bawah sana semakin memeluk pinggang ramping Alisya.
"Ken.....Kenzo itu aku masih sakit lho" ucap Alisya dengan wajah cemberut.
Tatapan lapar Kenzo langsung hilang berganti dengan tatapan khwatir saat mendengar istri nya masih merasakan sakit.
"Masih sakit baby?" tanya Kenzo dengan khwatir.
"Iya masih sakit dan perih" kata Alisya.
Alisya memang masih merasakan sedikit perih di bagian intinya saat bergerak. bagaimana tidak mau sakit orang di gempur tanpa ampun gimana nggak mau lecet tuh aset.
"S*alan. apa salep itu tidak berguna bagaimana kamu bisa merasakan kesakitan harusnya sudah tidak" ucap Kenzo dengan kesal menahan amarah.
"Kamu tunggu disini jangan jalan lagi. berbaring dan istrahat aku akan mencarikan kamu obat yang ampuh. jangan turun dari ranjang jika saja kamu turun aku akan mematahkan kaki kamu baby" ancam Kenzo yang langsung membaringkan Alisya menarik selimut lalu menyelimuti istri tercintanya itu sampai dada.
__ADS_1
"Kamu mau kemana sih byy?" tanya Alisya bingun karna melihat Kenzo menyambar kunci mobil dan ponsel miliknya.
"Aku akan mencarikan kamu obat yang berguna baby agar kamu tidak merasakan sakit lagi. kamu tunggu disini aku akan menyuruh orang untuk membawakan kamu cemilan nanti" kata Kenzo yang mengecup kening Alisya lalu berlari keluar.
Alisya yang ingin membuka mulut langsung menelan kembali suaranya saat melihat Kenzo sudah keluar dari kamar dengan terburu-buru.
"Apa aku keterlaluan dengan menolak keinginannya tapi punya ku memang masih sakit" Guman Alisya.
Alisya tidak bisa berbohong pada diri sendiri jika dia benar-benar merasa bersalah apalagi saat melihat Kenzo begitu mencemaskan dirinya begitu besar.
"Harusnya aku tidak menolaknya sudah tugas ku sebagai istri untuk melayani suami ku" ucap Alisya pelan yang semakin merasa bersalah.
"Kamu dimana?" tanya Kenzo datar memegang ponselnya dengan satu tangan menyetir mobil.
"Di markas" jawab orang di sebrang sana.
"Jangan kemana-mana aku akan sampai dalam 10 menit" kata Kenzo.
"APA.....JANGAN BECANDA KAMU KE...."
Tuk
Tuk
Tuk
"Ada apa lagi Kris kenapa lagi wajah mu kusut kayak pakaian yang tidak di setrika." ucap sosok pria di depan Kris yang tak lain adalah Alvaro di samping Alvaro ada Ramos sang tangan kanan Kenzo di dunia bawah.
"Bagaimana aku tidak mengomel si gila itu sedang menuju kemari dengan rentang waktu 10 menit apa dia punya cadangan nyawa. dia pikir dia kucing yang punya nyawa sembilan" gerutu Kris.
"10 MENIT..." teriak Alvaro dan Ramos kaget.
"Apa Tuan Kenzo sedang dalam masalah urgent hingga ngebut seperti itu" ucap Alvaro menebak.
"Mana aku tau. Si gila itu hanya menyuruh ku untuk menunggunya di markas" balas Kris membuang napas kasar.
"Ada apa dengan Tuan. jarang muncul namun sekali muncul malam membuat penasaran" guman Alvaro yang malah ikut penasaran.
"Percuma menebak Ramos. kamu akan tau sendri tidak ada yang bisa menebak jalan pikiran Tuan kita itu. bahkan di ambang kematian saja dia masih bisa tertawa" kata Kris yang melihat Ramos seperti orang yang sedang berpikir
BRAKKK
Baru saja Ramos membuka mulut untuk membalas ucapan Kris namun terhenti saat tiba-tiba terdengar suara gaduh di depan markas.
__ADS_1
"Apalagi ini" kata Alvaro menatap Ramos dan Kriss.
"Mungkin Tuan Kenzo" tebak Ramos santai beranjak berdiri.
"Kau gila Tuan Ke zo baru mematikan sambungan telfonnya beberapa menit lalu bahkan belum cukup 10 menit lebih tepatnya baru 6 menit yang lalu" kata Kris melihat waktu Kenzo mematikan sambungan telfon di ponsel Kris.
"Daripada menebak lebih baik kita lihat saja bikin penasaran saja" kata Alvaro.
BANG......
BRUKK
Alvaro yang di dekat pintu hampir menjadi sasaran pintu terbang jika tidak cepat langsung mengelak hingga pintu itu melayang lalu menghantam sofa yang di duduki Kris sebelumnya.
Sedangkan Kris hanya bisa berdiri mematung di dekat daun pintu itu hampir saja kepalanya di tumpuk pintu jika Ramos tidak cepat menariknya tadi.
"KRISSS" teriak sosok yang berdiri di depan pintu yang tak lain dan tak bukan adalah Kenzo.
"TUAN" pekik mereka bertemu dengan mata membola melihat Kenzo berada di depan mereka.
"Kris jangan hanya berdiri mematung disana seperti orang bodoh cepat bawah aku ke laboratorium" teriak Kenzo panik.
Mendengar teriakan dan wajah panik Kenzo membuat ketiga bawahannya itu ikutan panik.
"Ayo Tuan" kata Kris yang langsung berlari ke ruangan Laboratorium yang berada di ruang bawah tanah markas mereka.
Sampai disana Kris dan Ramos dengan serentak memegang Kenzo untuk di baringkan di atas brankar membuat Kenzo marah.
"Apa yang kalian lakukan $*4lan. kenapa memegang ku" bentak Kenzo dengan mata yang melotot.
"Bukannya Tuan kesini karna Tuan terkena racun atau virus?" tanya Kris
"Bukan dodol. aku kesini untuk mencarikan obat salep pereda nyeri dan penutup luka buatan kamu" bentak Kenzo kesal turun dari brankar.
"Obat pereda nyeri? penutup luka?" Guman ketiga bawahan kepercayaan Ke zo itu dengan bingun bahkan otak cerdas mereka semua seperti tidak berfungsi dengan baik.
"Jangan diam saja Kris tunjukan salep pereda rasa sakit yang sering kamu berikan pada anggota kita" teriak Kenzo yang sudah kesal setengah mati.
"Baik Tuan.?" jawab Kris bergegas mengambilkan salep yang dia ciptakan yang terbuat dari tanaman obat herbal namun khasiatnya begitu ampuh dan bekerja cepat.
"Ini Tuan. tapi untuk apa? dan siapa yang terluka?" tanya Kris yang memberikan salep itu kepada Kenzo
"Untuk istri ku dia terluka karna tadi malam aku menggempurnya dengan berulang kali" jawab Kenzo tanpa sadar.
__ADS_1
Jedarrrrrr