
"Kenzo aku mencintaimu"
Deg
Wush..........
Tubuh Kenzo langsung menegang dan lemas seketika secara bersamaan mendengar bisikan Alisya di telinganya.
"Katakan lagi'' Kenzo menjauhkan sedikit kepala Alisya darinya hingga kini Kenzo bisa melihat dengan jelas wajah cantik Alisya.
"Aku mencintaimu" ungkap Alisya.
"Baby....."
Ke zo tidak bisa berkata apa-apa lagi langsung mencium bibir Alisya yang dengan senang hati di balas oleh Alisya yang masih berada di bawah pengaruh alkohol.
"Baby" Kenzo langsung menggulingkan Alisya hingga kini berada di bawah kukungannya.
"Jangan salahkan aku karna kamu yang memulainya dan membuatku gila akan hal itu" desis Kenzo yang langsung menyerang leher putih Alisya.
"Ini yang kamu inginkan baby" guman Kenzo yang langsung mencium bibir Alisya kembali lalu turun ke dagu, rahang, leher dada, dan berakhir di perut Alisya.
Ah
Alisya semakin mendesah gila saat jari tangan Kenzo bermain di bawah sana. beberapa menit kemudian Kenzo menambah kecepatan maju mundur jarinya hingga Alisya memekik merasakan sesuatu yang keluar di bawah sana.
Hah hah hah
"Sekarang gilaranmu baby" desis Kenzo namun tak ada sahutan dari Alisya.
"Baby?" panggil Kenzo mengangkat pandangannya.
"What the ****!" umpat Kenzo. "Bagaimana bisa kamu tertidur lelap di saat kamu sudah membangunkan si Jhon baby" kata Kenzo dengan frutasi menatap Alisya yang tertidur dengan damai lalu menatap sesuatu yang di bawahnya sudah berdiri tegak seperti menara Eiffel dengan lesu.
"Haaaaaaa....... pada akhirnya aku harus berakhir di kamar mandi" guman Kenzo turun dari ranjang lalu menarik selimut untuk menyelimuti tubuh naked Alisya.
"Kamu tunggu disini yah?" kata Kenzo lalu mengecup kening Alisya dan beranjak menuju kamar mandi.
Beberapa menit kemudian terdengar suara lenguhan panjang Kenzo dengan menyebut nama Alisya.
__ADS_1
"Ah Alisya......."
Ceklek
Kenzo keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handu di pinggangnya untuk menutupi asetnya lalu memamerkan perut berototnya.
Kenzo melirik Alisya sebentar lalu menuju walk in close baru 2 menit Ke zo kembali hanya dengan mengenakan celana Boxster.
"Selamat malam" ucap Kenzo lalu mengecup kening Alisya lama dan menutup mata menuju alam mimpi.
Waktu berjalan begitu cepat hingga matahari kini memunculkan dirinya menyinari seluruh alam semesta. cahayanya yang hangat membuat seseorang menggeliat dalam tidurnya.
"Sssh kepalaku sakit sekali" guman gadis itu yang tak lain dan tak bukan adalah Alisya yang belum sadar dengan kondisinya yang naked.
"Tunggu!" Alisya dengan ragu menundukan kepalanya lalu melihat tubuhnya tidak mengenakan sehelai benang pun untuk menutupinya selain selimut di genggemannya.
"Ini..... Kenzo" Alisya langsung menoleh ke arah samping dimana Kenzo tertidur lelap disana.
"Semua ini karna pria tua itu akhirnya aku harus kehilangan kesucian ku. walau pun aku melakukannya dengannya tapi aku belum siap untuk mengandung. masih ada yang harus aku selesaikan terutama dendamku dan dendamnya." batin Alisya menarik rambutnya frutasi akan apa yang terjadi.
"Pagi baby" dapat Kenzo dengan suara Serak khas bangun tidur.
"Tidurmu nyenyak?" Kenzo bertanya dengan posisi yang masih memeluk tubuh Alisya.
"Hm" Alisya hanya berdehem sebagai jawaban wajahnya kentara sekali sedang tertekan dan Frutasi.
Kenzo yang memyadari raut wajah Alisya langsung mengernyitkan dahi dalam.
"Sebenarnya apa yang sudah kami lakukan aku sama sekali tidak mengingat apa yang terjadi yang aku ingat Kenzo datang menolong ku'' batin Alisya penuh tanda tanya.
"Ada apa?" tanya Kenzo lembut menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik Alisya.
"Kenzo bagaimana jika aku hamil? aku belum siap untuk itu. kamu tidak keberatan bukan jika aku menggunakan alat atau pil pencegah kehamilan" cecar Alisya menatap Kenzo dengan ekspresi memelas.
HAHAHAHAHA
Kenzo tak kuasa menahan tawa setelah mendengar keluhan kekasihnya itu. Kenzo fikir mungkin terjadi sesuatu yang besar atau darurat nyatanya malah masalah kehamilan.
"Kenzo berhenti tertawa. walau aku mencintaimu tapi aku belum siap untuk mengandung anakmu. masih ada banyak yang harus aku selesaikan." protes Alisya menatap kesal Kenzo yang masih tertawa.
__ADS_1
"Kamu mencintaiku?" tanya Kenzo serius.
"Apalagi aku sudah katakan aku mencintaimu pu............emp"
Kenzo langsung membungkam mulut Alisya dengan bibirnya.
"Apa Masalahnya? jika ahnay dendam kamu kepada mantan keluarga mu itu aku bisa membalaskan ya untumu." kata Kenzo.
"Ini lebih dari yang kamu pikirkan Kenzo. jalan yang akan aku hadapi ke depannya akan menguras penuh darah dan air mata." kata Alisya ambigu.
"Apa maksudmu? aku tahu aku mafia dan mempunyai banyak musuh namun aku berjanji akan menjaga dan melindungi kamu semampuku. tidak akan jalan yang kamu lalu penuh darah selagi masih ada aku Alisya" kata Kenzo.
"Sudah aku katakan ini tidak sesederhana apa yang kamu pikirkan. tanpa kamu pun aku akan tetap menapaki jalan itu"
"Ya sudah tidak usah lewati jalan itu"
"Aku tidak bisa! ada janji dan dendam orang yang sangat berjasa dan ku sayangi yang harus aku selesaikan. aku sudah berjanji akan mencari orang itu walau harus ke lubang sekalipun"
"Lebih penting aku atau dia?" Kenzo langsung bertanya dengan nada dingin dan datar.
Kenzo merasakan perasaan marah dan cemburu saat Alisya mati-matian berusaha membalaskan dendam orang itu.
"Aku mencintaimu dan kalian berdua sangat berarti untukku tapi jika harus memilih aku akan memilihnya" ucap Alisya lirih.
"Sebegitu pentingnya hingga kau mempertaruhkan nyawamu untuk membalaskan dendamnya"
Mendengar itu Alisya langsung terdiam dia belum siap jika harus berkata jujur. Alisya sudah berjanji untuk tidak melibatkan orang lain dalam balas dendamnya walau sekarang Alisya tahu jika Kenzo juga musuh dari orang itu.
Sedangkan Kenzo langsung mengepalkan kedua tangannya melihat Alisya hanya diam.
"Cih aku benar-benar tidak percaya kamu mencintaiku" ucap Kenzo datar turun dari ranjang lalu berjalan ke arah pintu keluar.
"Kamu tidak perlu khawatir kamu tidak akan hamil karna aku tak memasukimu" lanjut Kenzo datar lalu keluar dari kamar meninggalkan Alisya yang hanya mematung.
"Maaf aku bum bisa berkata jujur aku ingin semuanya selesai dengan segera" guman Alisya lalu beranjak turun dari ranjang menuju kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Alisya keluar dari kamar mandi. di atas ranjang sudah ada Paber bag yang mungkin di siapkan Kenzo untuknya.
Alisya langsung mengambil Paber bag itu allu mulai memakainya satu persatu. setelah selesai ia langsung keluar dari kamar Kenzo dan menuju lift untuk turun di lantai satu.
__ADS_1