Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Obsesi Kevin


__ADS_3

"Tuan.. Anggota kita yang kita urus untuk menghadang Kenzo semua mati tidak ada satu orang pun yang selamat" lapor orang itu yang merupakan tangan kanan Kevin setelah kematian Samuel.


"APAA......" teriak Kevin "BAGAIAMANA BISA MEREKA ANGGOTA TERLATIH?" lanjut Kevin menatap tajam sang tangan kanan.


"Sepuluh orang tewas dalam ledakan mobil sedangkan 14 orangnya di temukan tak bernyawa di tengah jalan dengan leher yang di patahkan dan tubuh yang di hujami peluru" lapor sang tangan kanan alias Ramon.


"Patah leher?" beo Kevin mengernyit bingun.


"Iya disana dapat di simpulkan jika Tuan Kenzo tidak memakai pistol untuk membunuh mereka melainkan mematahkan leher mereka baru setelah itu menembaki mereka semua dengan brutal." terang Ramos.


"Lalu bagaimana kabar dengan wanita yang Kenzo bawah itu" tanya Kevin menuju kepada Alisya.


"Anggota kita yang lain kehilangan jejak saat mengikuti Tuan Kenzo" jawab Ramos menundukkan kepala.


"Sial" umpat Kevin.


"Aku tau Kenzo kuat tapi bagaimana dari sekian banyak anak buah yang ku kirimkan tidak ada yang selamat satu orang pun. ini benar-benar sial" kata Kevin dalam hati.


Kevin semakin membenci Kenzo karna selalu gagal dan bisa keluar dari jurang kematian membuat kebencian Kevin semakin membara bahkan kebencian itu telah menjadi sebuah obsesi yang menginginkan sebuah kematian Kenzo.


Kevin bukan lagi menjadikan Kenzo sebagai objek balas dendamnya karna meninggalnya adiknya melain Kenzo sudah menjadi objek obsesi Kevin.


"Jika aku tidak bisa menghancurkan secara langsung bagaimana jika aku ubah haluan? aku akan rebut wanita itu dari sisinya dengan begitu Kenzo pasti akan merasakan sakit yang luar biasa hahahaha" tawa jahat Kevin.


Kevin menyeringai licik memikirkan rencananya yang bukan lagi menyerang Kenzo tapi menyerang Alisya karna Kevin yakin jika Alisya hanya gadis biasa.


"Ramon cari tahu semua tentang gadis bernama Alisya itu hingga ke akar-akarnya" perintah Kevin.


"Baik Tuan" jawab Ramon patuh segera pergi dari ruangan Kevin.


Sekarang di dalam ruangan itu mengisahkan Kevin seorang diri. Kevin berjalan menuju meja lalu membuka laci dan mengambil sebuah potret.


"Kenzo Devandra Keano aku tidak bisa membunuh mu namun lihat bagaimana aku merebut kekasih tercinta mu ini dari sisi mu. lihat bagaimana aku menghancurkan hidup wanita kesayangan kamu ini" kata Kevin dengan seringai menakutkan di bibirnya.


Kevin menatap tajam foto Kenzo yang sedang tersenyum menatap Alisya lalu Kevin menyeringai menatap Alisya.


"Kamu memang cantik tapi sayang kamu akan menjadi objek balas dendam ku. jangankan salahkan aku baby, tapi salahkan saja kenapa kamu harus menjadi kekasih dari seorang Kenzo Devandra Keano yang begitu aku benci hingga sampai di setiap aliran darahku" desis Kevin meremas potret itu hingga kusut lalu membuangnya.


Sedangkan di tempat lain Alisya baru saja keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk di tubuhnya.

__ADS_1


"Huuh syukur Kenzo sudah nggak ada" guman Alisya yang tidak melihat keberadaan Kenzo di atas ranjang.


Alisya segera berjalan keluar dari kamar mandi hingga di kagetkan dengan.


"Mencari ku baby" bisik Kenzo di telinga Alisya membuat Alisya langsung menegang di tempat.


"Ken....Kenzo" ucap Alisya gugup memegang erat ujung handuknya takut jatuh.


"Hm.... kenapa?" tanya Kenzo yang memeluk erat tubuh Alisya dari belakang.


"Kamu harum baby dan aku suka wangi tubuh mu" bisik Kenzo yang semakin. menekan kepalanya di ceruk leher Alisya.


Kenzo semakin menjadi-jadi bukan hanya menghirup namun Kenzo sudah mulai menciumi dan menghisap pelan leher jenjang Alisya.


Cup


"Emhh... Ken....Kenzo"


"Why Baby" jawab Kenzo yang masih asyik menciumi leher Alisya.


Tanpa Kenzo sadari perbuatannya membuat Alisya semakin terpaku dan diam mematung dengan tubuh yang menegang.


Jantung Alisya semakin berpacu cepat dari biasanya perutnya seperti di kelitik oleh kupu-kupu hingga membuatnya geli.


Alisya yang tersadar langsung mendorong Kenzo hingga Kenzo menjauh beberapa langkah darinya.


"Baby" panggil Kenzo dengan menunjukan wajah cemberut.


"Ada orang" jawab Alisya kikuk.


"Pakailah" Kenzo menyodorkan Paber bag warna hitam kepada Alisya yang langsung di terimah oleh Alisya.


"Siapa yang berani mengganggu momen indah ku bersama wanita ku apa mereka bosan hidup" ucap Kenzo kesal.


Dengan menahan amarah Kenzo berjalan menuju pintu lalu membukanya namun tidak membukanya secara sempurna.


Ceklek


"Siapa?" kata Kenzo datar dan dingin menatap penuh permusuhan di depannya.

__ADS_1


"Saya Amara Tu....." kalimat Amara terpotong oleh perkataan Kenzo.


"Saya tidak bertanya siapa nama mu?" kata Kenzo dengan menggeram marah.


"Maafkan saya Tuan... saya hanya....."


"Untuk apa kamu kemari?" Kenzo bertanya dengan geram.


Jika saja Alisya tidak berada di dalam kamarnya sudah bentak-bentak dan bunuh pelayan yang di depannya ini yang selalu membuat dirinya naik darah.


"Saya ingin memanggil Tuan jika sarapannya sudah siap tuan" kata Amara dengan senyum manis di bibirnya.


"Pergilah sebentar lagi saya akan turun" usir Kenzo kepada Amara.


"Eh Tuan" panggil Amara menghentikan Kenzo untuk menutup pintu.


"Apalagi?" kata Kenzo dengan suara rendah menatap sinis Amara.


"Apakah wanita itu maksud aku wanita kemarin sudah pulang. aku mencarinya namun tidak menemukannya aku takut wanita itu naik ke atas ranjang Tuan karna wanita itu terlihat seperti wanita yang....." ocehan Amara terpotong dengan suara tamparan yang begitu keras mendarat sempurna di wajahnya.


PLAK.......


"Berani sekali kamu menghina wanitaku he..... di mension ini kamu hanya seorang pelayan Sadar akan dirimu siapa sialan...." bentak Kenzo namun dengan suara rendah.


"Sekarang pergi...!" usir Kenzo.


Amara yang tidak bisa menahan amarahnya langsung berdiri lalu berlari berlalu pergi dari kamar Kenzo.


"Siapa byy?" tanya Alisya yang baru muncul di belakang Kenzo langsung bergelayut manja di lengannya.


"Bukan siapa-siapa baby hanya seorang pelayan yang datang menyampaikan jika sarapan telah siap" jawab Kenzo mengelus rambut Alisya dengan lembut dan sayang.


"Kalau begitu ayo kita turun. aku sudah lapar" kata Alisya dengan bibir yang manyun mengelus-elus perutnya yang minta di isi.


"Baiklah. ayo kita kasih makan cacing-cacing perut baby ku" kata Kenzo langsung menggandeng tangan Alisya lalu berjalan pergi.


Tanpa Kenzo sadari Alisya mendengar semua ucapan dan pertengkarannya dengan pelayan tadi namun Alisya mempunyai rencana sendiri.


"Mau merebut pria ku he....? lihat apa yang akan aku lakukan pada pelayan rendahan seperti mu" kata Alisya dalam hati mengepalkan tangannya yang tidak di pegang oleh Kenzo

__ADS_1


__ADS_2