
"Aku ingin yang ini" kata Alisya yang bersamaan dengan wanita sombong itu.
Alisya dan wanita sombong itu saling melirik satu sama lain dengan tajam.
"Ck ini milik ku kamu ambil yang lain" kata wanita sombong itu yang menarik kotak kaca itu ke arahnya.
Alisya yang melihat itu hanya tersenyum sinis lalu beralih ke pelayan/penjaga toko.
"Berapa harganya?" tanya Alisya yang langsung to the point.
"1 milyar Nona" jawab pelayan tokoh itu.
Wanita sombong itu langsung kaku dengan mata yang melotot melihat cincin itu.
"Bagaimana?"
Alisya berbalik menatap sinis wanita sombong itu yang kini telah berwajah pucat saat mendengar harga fantasi cincin itu.
"Cih jangan sombong. aku wanita kaya tentunya bisa membayarnya" ucap wanita itu dengan gugup namun masih mempertahankan kesombongannya.
"Buktikan saja" tantang Alisya.
Kerumunan orang mulai berbisik-bisik menatap wanita sombong itu lalu menatap Alisya. mereka seakan sedang bertaruh siapa yang bisa membeli cincin yang memiliki harga senilai fantasi itu.
"Si4l. wanita kampungan ini benar-benar...... tapi jika aku mundur maka aku akan malu tapi jika tidak maka uang ku akan terkikis habis dan Daddy belum tentu bisa kirimkan aku uang banyak dalam waktu dekat apalagi putrinya itu juga sedang membutuhkan uang"
Wanita itu hanya bisa mengumpat Alisya dalam hati. matanya menatap tajam Alisya seperti melihat musuh bebuyutannya.
Wanita itu dengan ragu mengeluarkan kartunya laku memberikannya kepada pelayan itu.
"Ku harap uang di sana cukup" Doa wanita itu dalam hati menatap was-was kartunya.
"Maaf Nona tapi isi kartu anda tidak mencukupi" kata pelayan itu.
Sontak hal itu membuat wanita sombong itu melotot dengan wajah yang semakin jelek di pandang. Semua orang mulai berbisik-bisik kembali namun kali ini wanita itu mulai tersudut membuat sang wanita menggeram kesal.
"Aah aku lupa aku baru saja melakukan transaksi dengan membeli perhiasan ratusan juta jadi tidak heran jika kurang. tunggu akan aku ambilkan kartu ku yang lain" kata wanita itu dengan sombong namun wajahnya semakin pucat.
Wanita itu dengan rasa kesal di ubun-ubun segera merogoh tasnya lalu dengan tangan gemetar wanita itu memberikan kedua kartu ATM milik ya pada pelayan yang sedang menunggu transaksi bayaran.
"Wanita J4L4NG ini.... lihat saja apa yang akan aku lakukan pada mu karna berani mengusik ku" batin wanita itu dengan menahan emosi tersenyum licik ke arah Alisya.
"Maaf Nona tapi ini juga belum cukup"
__ADS_1
"APA......" teriak wanita sombong itu yang menatap tajam pelayan di depannya.
"Ini benar-benar tidak cukup Nona" kata pelayan itu dengan jujur.
"BAGAIMANA BISA KAMU MAIN-MAIN SAMA AKU? KAMU TIDAK TAHU AKU SIAPA HA....?" bentak wanita itu yang ingin menampar wajah pelayan itu namun tangannya langsung di cekal oleh Alisya.
"Jika tak punya uang tidak perlu sok kaya" kata Alisya menatap datar wanita di depannya.
"Wanita si4l4n lepaskan tangan ku! aku tidak Sudi di sentuh wanita miskin sepertimu" bentak wanita itu.
"Tak perlu berteriak. ini aku lepaskan" kata Alisya yang alngsung mendorong kasar wanita itu hingga tersungkur.
"Cih ternyata dia yang sok kaya"
"Dia bilang wanita kaya tapi membeli perhiasan itu dia tidak mampu"
Wanita itu semakin marah hingga wajahnya memerah karna di permalukan di tempat umum seperti itu.
"Wanita J4L4NG beraninya kamu mendorong ku...." teriak wanita itu yang berdiri menatap tajam Alisya.
Alisya yang menyadari jika wanita itu marah bukannya takut malah tersenyum samar dengan mata yang berkilat aneh.
"Lumayan buat samsak kekesalan ku" batin Alisya yang tersenyum licik.
"Ck aku tidak miskin tau"
"Mana buktinya? lihat pakaian yang kamu kenakan sangatlah sederhana dan murah"
Alisya yang mendengar penuturan dari wanita itu langsung mengernyitkan alis menatap intens wanita sombong di depannya yang terus mempertahankan kesombongannya.
"Anda mengatakan anda adalah wanita sosialita tinggi dan tentu wanita kaya lalu mengapa anda tidak bisa membedakan mana baju murah dan mana baju mahal?" tanya Alisya sinis.
Wanita itu alngsung gelagapan sendiri saat mendengar Alisya yang berkata seperti itu.
"A...apa ma...maksud mu?" tanya wanita itu dengan terbata-bata.
"Cih katanya kaya, katanya wanita sosialita tapi tidak bisa membedakan barang murah dan barang mahal."
"Ingat baik-baik Wanita Tarzan..... apa yang aku pakai memang terlihat sederhana namun harganya fantasi tidak seperti barang-barang kamu yang kelihatan mahal namun imitasi semua'
"Jangan mulut mu si4l4n. dasar wanita miskin tidak tahu apa-apa berani sekali kamu mengatakan perhiasan yang aku kenakan imitasi" teriak wanita itu.
Tak
__ADS_1
Alisya yang sudah boan mendengar tiap kali wanita itu menghinanya miskin segera melempar kartu hitam pemberian sang suami di hadapan pelayan dan wanita itu.
Semua orang langsung melotot melihat kartu hitam itu di letakan begitu saja oleh Alisya tanpa beban. bahkan di antara mereka ada yang sampai menahan napas karna dapat melihat kartu yang sangat langkah itu yang dimana hanya ada beberapa di dunia.
Wanita itu bahkan sampai terhuyung ke belakang saat melihat kartu tanpa batas itu matanya memancarkan rasa iri dan dengki.
"Si4l. wanita ini peliharaan siapa? aku harus bisa menyingkirkannya agar aku bisa menjadi penggantinya" kata Wanita itu dalam hati.
"Geseklah" kata Alisya yang membuat semua orang tersadar dari lamunan mereka.
Pelayan itu dengan tangan gemetar mengambil kartu itu aku mwnggesekannya di mesin transaksi hingga selesai.
"I.....ini No...nona mohon tu...tunggu sebentar akan ka...kami Bu....bungkuskan" kata pelayan itu dengan gugup Bahakan tangannya terus bergetar saat memberikan kembali kartu hitam itu pada Alisya.
"Dasar J4L4NG katakan padaku, pria tua mana yang memelihara kamu hingga kamu begitu bangga memiliki kartu itu? kalian semua harus mengingat wajahnya baik-baik agar nanti kekasih, suami bahkan keluarga kalian tidak terjerat dengan pesona j4l4ngnya" teriak wanita itu yang langsung menarik topi Alisya hingga wajah Alisya terlihat semuanya.
"Wanita itu... berani-beraninya membuat istriku malu....."
Kenzo yang dari tadi menyaksikan wanita itu terus menghina istri tercintanya langsung tidak dapat menahan amarahnya mendengar wanita itu meneriaki sang Istri dengan sebutan J4L4NG.
Kenzo melangkah ke depan dengan langkah lebar namun baru beberapa langkah, langkah kakinya terhenti saat mendengar suara sang istri.
"Kartu ini memang bukan milikku namun aku juga bukan peliharaan lelaki tua seperti yang kamu tuduhkan. bukankah kamu sendiri yang menjadi peliharaan lelaki tua salah satunya adalah bapak wali kota kita yang begitu memiliki citra baik di depan publik"
"Bahkan di leher mu masih terlihat jelas tanda-tanda cinta yang menjijikan itu" kata Alisya yang menunjuk leher bagian belakang wanita itu.
Sontak orang-orang langsung melihat ke arah leher wanita itu yang memang sedikit terlihat merah-merah karna telah di tutupi dengan bedak.
"Apa maksud mu ha....? berani sekali kamu menghina Pak Wali Kota yang begitu baik pada semua orang"
"Baik. cih apa perlu aku sebarkan skandal kalian. apa kata publik nanti melihat Bapak Wali kota yang mereka banggakan ternyata adalah seorang mata keranjang dan bagaima tanggapan dari para fans mu wahai Friska sang model internasional yang memliki citra lemah lembut namun nyatanya menjadi simpanan dari Bapak Wali kota?"
Wanita itu langsung panik apalagi saat melihat orang-orang mulai menatapnya sinis dan penuh akan hinaan.
"TIDAK....... APA YANG AKMU KATAKAN AKU BUKAN SIMPANAN SIAPA PUN. JUSTRU KAMU ADALAH WANITA SIMPANAN...! DASAR ******" teriak wanita itu yang menggila dengan mengayunkan tangannya ke arah Alisya.
Bugh
BRUKK
uhukk uhukk
Hayooooo😄 itu sih Friska kenapa? coba tebak😂
__ADS_1