Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Memberi pelajaran


__ADS_3

"Nih nenek Lampir mana coba nggk keluar-keluar dia" gerutu seorang pria yang berada dalam mobil.


Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Ramos yang sedang duduk tenang di dalam mobil. Ramos sedang mengintai sebuah gedung yang tak lain tempat tinggal Yoona dan Melinda.


Menurut informasi kedua wanita itu akan turun makan malam di restoran yang berada di sebrang jalan sana. Oleh karena itu Ramos datang mengintai dan menunggu wanita itu untuk keluar.


Ramos berdecak kesal saat sudah hampir 1 jam orang yang di tunggunya belum juga terlihat batang hidungnya.


"Akhirnya nongol juga," Guman Ramos yang tersenyum miring saat orang yang dia tunggu keluar dari gedung itu.


Yoona


Wanita muda itu telah menjadi target dari seorang Ramos. Entah apa yang akan di lakukan oleh pria itu. Di antara yang lainnya memang hanya Ramos yang tidak bisa melihat adegan cincang mencincang tubuh manusia tapi di antara semuanya. Ramos adalah sosok yang paling pendendam dan selalu membalas mereka dengan hal tak terduga.


Salah satunya seperti beberapa hari lalu Ramos menyelinap dalam markas Kevin. Bukannya membakar gudang senjata milik Black Rose seperti perintah Kenzo. Ramos malah membakar markas Kevin lalu menghajar Tommy hingga mengalami patah tulang di bagian kaki.


"Saatnya" Guman Ramos yang tersenyum devil.


Brummm


Ramos langsung menginjak gas menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Aaaaaa


Brak


"Finish, bereskan!" Perintah Ramos lewat earphone di telinganya.


Ramos menoleh ke arah belakang melihat kerumunan orang-orang. Senyum miring terlukis indah di bibir saat banyak orang berkumpul di satu sisi.


Dengan senyum kemenangan Ramos pergi dari situ meninggalkan kekacauan yang dia buat.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Seperti biasa Melinda dan Yoona akan selalu pergi makan di restoran depan gedung apartemen mereka. Baik itu sarapan pagi, makan siang, ataupun makan malam mereka tetap akan pergi ke restoran itu.


Sudah hampir 1 bulan mereka berada di negara Rusia akan tetapi tak pernah satu kalipun mereka memasak. Lagipula siapa yang akan memasak? Kedua orang itu terbiasa hidup mewah hingga memasak saja tidak tahu. Jangankan memasak memasuki dapur saja mereka tidak pernah. Baik Yoona maupun Melinda hanya tau memerintah pelayan untuk mengurus kebutuhan mereka.


"Bibi cepat! Aku lapar," teriak Yoona yang mengedor-ngedor Pintu kamar Melinda.


Ceklek


"Sabar Yoona, kenapa sih pake gedor-gedor pintu segala?" Tanya Melinda dengan kesal.

__ADS_1


"Aku lapar bibi"


"Ya sudah ayo!"


Melinda dan Yoona segera keluar dari Apartemen berjalan menuju lift lalu turun ke lantai satu.


Melinda dan Yoona melihat sekitar setelah merasa aman kedua wanita itu langsung berjalan menyebrang jalan. Tiba-tiba dari arah kiri muncul sebuah mobil hitam yang melaju kencang menuju mereka berdua.


AAAAAA


BRAK


Tubuh Yoona langsung terbang melewati mobil begitu saja hingga terjatuh di aspal dengan darah yang membanjiri aspal. Sedangkan Melinda walau tertabrak namun dia hanya mengenai samping Yoona. Karna posisi Yoona yang berada di depan sedangkan Melinda berjalan sedikit jauh dari Yoona.


"Yoona...."


Setelah menggumankan nama itu Melinda langsung tidak sadarkan diri.


Di lain sisi Ramos yang menjadi dalang penabrakan kini terlihat santai memasuki rumah sakit dengan sebuah buket bunga melati di tangannya. Bunga melati adalah bunga kesukaan dari Clarissa.


Sampai di ruangan Clarissa ternyata telah di jaga satu orang sedangkan Maya dan Alisya telah pulang ke mension masing-masing.


"Selamat malam Tuan" sapa penjaga itu yang langsung membungkukkan badannya setelah Ramos berada di depannya.


Ceklek


Wajah yang tadinya datar dan berekspresi dingin kini langsung sirna menjadi wajah hangat dengan seutas senyum manis di bibirnya. Ramos berjalan dengan pelan mendekati brankar Clarissa.


Cup


"Selamat malam sweet" bisik Ramos setelah mengecup kening Clarissa.


"Kamu datang?"


Ramos yang masih di depan wajah Clarissa langsung menjauhkan wajahnya. Tadinya Ramos berfikir jika Clarissa sedang tertidur mengingat gadis itu menutup mata dengan deru napas yang pelan seperti orang tidur.


"Kamu tidak tidur?" Ramos menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal.


Entah kenapa dia sekarang di serang rasa gugup dan malu secara bersamaan. Saat Clarissa mendapatinya sedang mencium gadis itu.


"Emmm itu aku membawakan bunga melati untukmu" kata Ramos yang memperlihatkan bunga melati ke depan Clarissa.


Clarissa yang sedang menutup mata langsung membuka matanya saat mendengar Ramos membawakannya bunga melati.

__ADS_1


"Cantik" batin Clarissa.


Clarissa ingin sekali mengambil bunga itu tapi kedua tangannya tak bisa di gerakkan karna terlalu lemah.


"Taruh saja di meja"


Ramos yang mendengar itu langsung melebarkan senyumnya. Walau Clarissa tidak menerimanya dengan kedua tangannya tapi Ramos senang karna Clarissa mau menerima pemberiannya. Ramos akan belajar sedikit demi sedikit untuk merobohkan tembok tinggi yang ada di hati Clarissa.


Kenapa Ramos tidak membawakan Clarissa perhiasan atau barang-barang branded? Karna Ramos tahu, Wanita seperti Clara bukan butuh harta atau barang-barang yang amat sangat di sukai wanita kebanyak dari wanita. Wanita seperti Clarissa hanya butuh cinta dan sedikit perhatian. Mereka tidak meminta lebih hanya sedikit itu sudah cukup. Semua itu karna Ramos belajar dari Alisya dan Maya istri sahabat dan Bosnya. Mereka kaya tapi yang mereka butuhkan hanya cinta dan perhatian dari pasangan mereka dan Ramos paham akan hal itu.


Ramos tidak akan menuntut Clarissa untuk segera mencintainya. Ramos tahu kekecewaan yang di rasakan Clarissa berada pada level tertinggi kekecewaan bahkan mungkin sebuah kebencian. Biarlah waktu yang merubah segalanya pikir Ramos.


Ceklek


"Syukurlah kamu disini bro"


Tiba-tiba pintu terbuka hingga muncullah Kris yang alngsung merangkul bahu Ramos seperti saudara.


"Ada apa?" Tanya Ramos yang berubah datar.


"Cih kenapa mereka semua selalu Bucin karna wanita. Tapi sudahlah aku bahkan juga tak jauh berbeda dengan mereka. Selalu merindukannya dimana pun aku berada jika bukan karna masih ada tu kutu kupret kami tidak perlu harus main kucing-kucingan seperti ini. Lagi tuh Alvaro beruang kutub Utara itu kenapa harus diam-diam Bae coba yah jangan salahkan aku kalau aku langkahi." Gerutu Kris dalam hati.


Kris selalu kesal jika sudah mengingat Alvaro karna gara-gara laki-laki itu. Dia dan kekasihnya harus bermain kucing-kucingan agar menjaga perasaan beruang kutub itu.


TAK


"Sakit bodoh" teriak Kris kesal Karna kepalanya malah di Gepak oleh Ramos.


"Yang suruh melamun siapa? Kenapa iri? Makanya cari cewe jangan hanya berperang dengan pisau bedah" ejek Ramos.


"Cih aku tidak jomblo. Aku bahkan sudah memiliki kekasih 2 bulan lalu. Kalian tidak tahu apa-apa" balas Kris sengit.


"Siapa?"


"Dia...... Sudahlah. Beri semangat dan dukungan untuk kekasih mu itu. Operasi akan di lakukan 30 menit lagi" ucap Kris yang melenggang pergi begitu saja.


"Kalian saling mengenal?" Tanya Clarissa setelah Kris keluar dari ruangannya.


"Hah dia sahabatku. Lebih tepatnya saudara tanpa hubungan darah" kata Ramos yang mengelus lembut rambut Clarissa.


"Kamu harus bertahan. Aku akan menunggu disini hm.... Semua orang punya kisah masa lalu yang berbeda-beda tapi kematian bukanlah jalan terbaik. Bertahanlah akan aku tunjukan ada kebahagiaan lain yang siap menunggumu" ucap Ramos dengan sungguh-sungguh.


Cup

__ADS_1


"Aku mencintaimu Clarissa"


__ADS_2