
Alisya berfikir setelah dia berbicara panjang kali lebar seperti tadi. Pria paruh baya di depannya itu akan mengerti dan minimal sedikit merasa bersalah dan menyesal telah menelantarkan Putri kandungnya. Akan tetapi, yang ada di pikiran dan Apa yang di pikirkan oleh pria paruh baya itu hanyalah soal harta.
Bahkan masih sempat-sempatnya juga. Memohon belas kasihan untuk melepaskan Yoona. Seharusnya di saat-saat seperti ini pria paruh baya itu akan merasa bersalah dan mencari keberadaan putrinya. Namun ternyata Alisya benar-benar salah akan kali ini.
"Sekarang giliran mu" Alisya tersenyum mering berjalan ke arah Melinda.
"M....mau apa kau?" Teriak Melinda panik.
"Memberimu pelajaran!"
Tak
Tak
"TIDAK.....! KEMZO TOLONG MAMI NAK...! KENZO LIHAT ISTRIMU BENAR-BENAR KETERLALUAN....!"
"Kamu mau menolongnya?" Alisya langsung menoleh ke arah sang suami dengan tatapan yang super tajam.
"Tidak baby, lanjutkan saja. Aku akan diam menonton disini." Kata Kenzo yang duduk di sebuah kursi.
"Mana mungkin aku menolong orang yang memiliki niat untuk memisahkan kita baby? Yang ada aku ingin mengubur orang itu hidup-hidup" kata Kenzo dalam hati yang menatap tajam Melinda.
Kenzo tidak pernah habis pikir tenyata wanita yang melahirkannya benar-benar merupakan wanita jahat dan licik.
Apa kurang istrinya di mata wanita tua itu? Istrinya baik, cantik, kasta yang setara, dan sama-sama kuat. Apa yang kurang puas bagi wanita itu?
Apa karna harta? Ataukah karna kekuasaan? Kenzo benar-benar tidak menyangka jika seseorang yang di butakan akan rasa iri dan dengki bisa senekat dan semengerikan ini. Padahal jika wanita tua itu datang secara baik-baik Kenzo akan mencoba berdamai dengan hatinya dan menerima kehadiran wanita itu.
Tapi melihat dari awal kedatangan wanita tua itu padanya Kenzo sudah bisa menebak jika wanita itu tak akan pernah berubah.
.
"Kamu mau kemana ibu mertua tersayang?" Alisya berjalan mendekat ke arah Melinda.
Sret
Melinda tidak bisa kabur lagi saat salah satu anak buah Alisya langsung menangkapnya.
"Berlutut di depan Nona kami!" Perintah anak buah Alisya yang terdengar tegas.
"Cuih tidak akan pernah" tolak Melinda yang malah meludahi Alisya syukur Alisya langsung mengelak.
Plak
"Berani kamu meludahi istriku!?" Ucap Kenzo datar yang menatap tajam seperti ingin menelan hidup-hidup Melinda.
"Ka...kamu menampar Mami hanya demi wanita murahan ini!"
"Jangan pernah hina istriku atau aku robek mulutmu"
"AKU IBUMU KENZO! WANITA YANG MELAHIRKAN KAMU SEDANGKAN DIA HANYA ORANG BARU..."
__ADS_1
"Kenapa kalau orang baru? Pertanyaan yang sesungguhnya jadi pertanyaan siapakah orang baru sebenarnya? Anda-kah? Atau dia?"
"Jelas dia! Aku Ibumu!"
"Ibu yang mana? IBU YANG PERGI DENGAN LELAKI LAIN? IBU YANG MENINGGALKAN AKU DAN PAPA DI SAAT TERANCAM JATUH MISKIN? IBU YANG MENELANTARKAN AKU HANYA DEMI MENGEJAR SEORANG PRIA KAYA? KATAKAN PADAKU IBU YANG MANA ANDA MAKSUD?" Bentak Kenzo yang menatap tajam Melinda.
Sontak pengakuan Kenzo langsung membuat semua orang langsung berbisik-bisik satu sama lain. Melinda yang melihat dan mendengar itu tidak memperdulikan lagi. Menurutnya yang paling utama sekarang membuat Kenzo berada di pihaknya.
"Menurutku di saat itu pula ibu ku telah mati untuk selama-lamanya"
Deg
"Tidak, aku melakukan semua itu karna ada alasannya Kenzo"
"Alasan apa? Alasan karna...."
"ALASANNYA KARNA WANITA DI FOTO ITU! PAPA MU TIDAK PERNAH BISA MELUPAKAN WANITA ****** ITU...!" Teriak Melinda yang menatap sendu Kenzo.
"Wanita mana yang rela suaminya terus mengingat wanita lain di saat sudah mempunyai istri? Bahkan di saat pria itu bercinta hanya namanya yang di gumankan. Aku membenci wanita sialan itu!"
Plak
"Tutup mulutmu wanita tua!" Desis Alisya yang penuh kegeraman menahan amarah.
"Jika kamu membenci wanita ini kenapa kamu mau menjodohkannya dengan anak wanita ini?" Alisya bertanya dengan datar.
"Karna permintaan konyol dari pria mati itu"
"DAN AKU ANAKNYA..... KAMU DENGAN BERANI MENYURUH DAN MENGGANTIKAN POSISI AKU DENGAN ORANG LAIN HA.....? JIKA KAMU INGIN MENJODOHKANNYA HARUSNYA ITU AKU BUKAN ORANG LAIN!" Teriak Alisya yang benar-benar murka kepada wanita di depannya.
"Karna aku membenci mu sialan! Kamu harus menderita sama sepertiku yang menderita saat Kenzo menduakan kamu dan mencampakkan mu. Sama seperti aku yang hidup selama bertahun-tahun di bawah bayang-bayang Ibumu yang murahan itu. Aku di paksa terus menerus harus menjadi dirinya! Aku benar-benar muak akan itu sialan!"
"Kamu sakit karna suami kamu tidak melihatmu? KAMU TAU AKIBATNYA TAPI KENAPA HARUS MENJEBAK AYAH MERTUAKU TIDUR DENGAN MU JIKA KAMU TAHU SEPERTI ITU AKHIRNYA SIALAN" Umpat Alisya.
Alisya tidak tahan lagi untuk tidak mengumpat kepada wanita tua di depannya yang merupakan mertuanya. Alisya tidak pernah bertemu dengan ibu kandungnya yaitu Rifka Kaily Beatrix. Tapi menurut informasi yang di dapat anggotanya.
Di masa lalu Rifka (Ibu kandung Alisya), Ardan Sardin Keano (Papa kandung Kenzo), dan Edward Kaif Beatrix (Ayah kandung Alisya) merupakan sahabat yang begitu dekat.
Awalnya Papa Kenzo dan Rifka Ibu kandung Alisya adalah sepasang kekasih hingga suatu hari hubungan mereka berakhir karna sebuah penghianatan. Dimana Ardan terpergok sedang tidur bersama wanita lain yang tak lain dan tak bukan adalah Melinda.
"Tapi baguslah jika Mami dan papa Ardan bersatu aku dan Kenzo tidak akan pernah bersama" Guman Alisya yang tersenyum kecil.
"SAMPAI KAPAN PUN AKU TIDAK RELA PUTRA KU HIDUP DENGAN KETURUNAN DARI RIFKA SIALAN ITU!"
"Jadi kamu akan memisahkan kami?" Tanya Alisya yang melihat Kenzo yang kini terdiam kaku.
"Tentu. Kenzo putra ku dia harus menuruti apa yang aku katakan. Termaksud berpisah darimu!"
Alisya hanya tersenyum tipis melirik ke arah Kenzo yang kini terdiam kaku dengan tatapan kosong. Melihat itu Alisya hanya bisa tersenyum miris.
Inilah yang di takutkan Alisya jika kebenaran ini terungkap. Alisya takut Kenzo pergi meninggalkannya tapi Alisya juga tidak bisa menapik jika kehadiran ibunya juga pemantik rusaknya rumah tangga Melinda dan Ardan. Walau dari awal itu semua berawal dari kesalahan Melinda yang menjebak Ardan.
__ADS_1
Sedangkan Kenzo hanya bisa terdiam kaku di tempat. Pria itu merasa ia merupakan satu-satunya orang bodoh yang tidak mengetahui hal ini. Namun Kenzo sadar ini bukan salah siapa pun tapi salahnya yang tidak mencari tahu kisa masa lalu kehidupan kedua orang tuanya.
"Byy" Panggil Alisya tapi Kenzo masih terdiam mengacuhkannya.
Alisya mendekat ke arah Kenzo mengelus lembut rahang sang suami hingga membuat sang empu sadar.
"Alisya"
Deg
Dada Alisya seperti baru saja di hantam tumpukan batu bata. Saat mendengar sang suami yang biasa memanggilnya dengan sebutan baby kini memanggil namanya tanpa embel-embel baby.
"Apa kamu akan mencampakkan aku? Kamu akan kembali pada ibumu?" Alisya bertanya dengan menatap sendu suaminya.
Kenzo yang menerima pertanyaan seperti itu hanya bisa diam. Kenzo mengangkat pandangannya menatap Melinda dengan tatapan yang sulit di artikan.
Alisya rasanya ingin menangis menghadapi kebungkaman Kenzo. Entah kenapa Alisya bisa sensitif seperti ini. Dadanya sesak menghadapi kenyataan Kenzo tak lagi melihat ke arahnya.
"Bagus. Ternyata tidak sia-sia aku berakting menjadi seorang istri yang tersakiti karna suaminya mencintai wanita lain. Padahal dari awal aku tidak mencintai si Ardan itu, aku hanya menginginkan hartanya eh dia malah bangkrut ya ku tinggalin. Siapa juga yang mau hidup bersama pria miskin dan susah? Aku mah tidak akan Sudi" kata Melinda dalam hati yang tersenyum licik.
Melinda berpikir Kenzo diam karna sedang menahan amarah terhadap Alisya. Karna ibu wanita itu yang membuat kedua orang tuanya berantakan dan harus berpisah.
"Aku mengerti, mungkin kamu juga membenciku karna Ibu ku yang membuat Mami mu tersakiti" Guman Alisya dengan senyum yang di paksakan.
"Jika ..... Jika kamu ingin.... Ah maksudku aku.....aku tidak menyuruhmu memilih antara A....... aku atau dia. Aku paham jika kamu memang ingin bersamanya dan menuruti keinginannya aku rela dan ikhlas.." ucap Alisya yang memaksakan sebuah senyum di bibirnya walau matanya telah memerah menahan air mata.
Kenzo yang melihat tatapan berkaca-kaca Alisya langsung mengeraskan rahangnya dengan kepalan tangan yang menguat menahan amarah.
"Aku ikhlas, aku rela melepas kamu untuk mencari kebahagiaan yang lain. Ku harap kamu bahagia"
Tes
Tanpa dapat di cegah sebuah kristal putih telah jatuh dari kelopak mata indah milik wanita yang bernama Alisya. Wanita tangguh yang tak pernah menyerah dan menangis itu kini untuk pertama kalinya meneteskan air mata. Untuk pertama kalinya wanita itu merasa kalah. Kalah oleh sebuah keadaan yang memaksanya untuk mengalah dan kalah secara bersamaan. Harus mengalah karna yang di hadapinya adalah wanita yang melahirkan pria yang di cintainya. Dan kalah oleh keinginan dari sang mertua.
"Aku pamit.."
Cup
Dengan penuh air mata Alisya mengecup rahang Kenzo dengan lama dan lembut. Alisya tahu mungkin ini untuk terakhir kalinya ia menyentuh pria di depannya itu. Setelah mengecup rahang Kenzo tak lupa menatap sendu Kenzo dengan senyum tulusnya. Alisya berbalik lalu berjalan keluar dari area taman itu.
Dor
Bruk
"**Siapapun yang membuatnya menangis akan aku balas dengan tetesan darah"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sebenarnya mau up besok tapi kayaknya banyak reader yang nggk puas jadi Othor up 1 bab lagi nih😆
sekarang jangan ngambek lagi noh dah di kabulin buat up 1 bab😉
__ADS_1
Eits jangan bilang lagi up-nya dikit ya😒 Nanti Othor yang ngambek😤 nggk up besok🤣🤣🤭**