
"Bajingan kaku ini....." Umpat Kenzo dengan geram.
"Kakak" teriak Alisya lalu melepaskan tangan Kenzo dan berlari ke arah pria yang dia panggil Kakak.
Grep
"Jangan lari-lari Nona" ucap pria itu formal namun membalas pelukan Alisya.
"Cih kak Bimo mah"
Bimo? yah pria itu adalah Bimo sang wakil Dark Devil sekaligus Kakak angkat Alisya. Bimo sengaja datang ke markas Kenzo karna Alisya memintanya membawakan sesuatu untuknya.
"Baiklah baiklah jangan memasang wajah cemberut itu lagi" ucap Bimo menarik pelan pipi Alisya.
Tak
"Jauhkan tangan kotor mu itu dari wanitaku" ucap Kenzo tiba-tiba menggepak tangan Bimo yang sedang bertingkar di pipi Alisya.
"Tuan Kenzo jika anda lupa akan saya ingatkan jika dia adalah adikku" balas Bimo tak kalah datar dari Kenzo.
"Hanya angkat bukan kandung dan dia adalah wanitaku, Milikku." kata Kenzo penuh penekanan.
"Jika begitu saya akan menikahi dia" kata Bimo lagi yang kini justru semakin menyulut amarah Kenzo.
"Kau ....."
"STOP.......!" teriak Alisya yang menghentikan atensi kedua pria yang sedang saling menatap tajam itu.
"Aku mau bermain bukan melihat kalian baku adu jotos disini" ucap Alisya kesal menatap tajam Bimo dan Kenzo.
"Dia yang mulai baby" tunjuk Kenzo kepada Bimo.
"Tidak. Kakak akan diam tapi dia yang mengusik Kakak" kata Bimo yang menunjuk Kenzo.
"Kau!"
"Kau"
"Diam" sentak Alisya yang sudah kesal sampai ke ubun-ubun mendengar perdebatan kedua pria di depannya itu.
"Kenapa sih kalian itu jika bertemu tidak pernah akur? Sudah seperti Tom dan Jerry tau." ujar Alisya menahan kesal.
"Bagaimana aku bisa diam baby. Pria kaku ini mau merebut kamu dari aku." jawab Kenzo dalam hati.
"Ini semua karna pria posesif ini. aku hanya memeluk sebentar tapi dia sudah kebakaran jenggot." ucap Bimo dalam hati menatap sinis Kenzo yang sedang menatapnya tajam.
"Pria kaku ini...... Berani-beraninya dia menatapku seperti itu." kata Kenzo dalam hati menatap Bimo penuh permusuhan.
__ADS_1
"Apa kau Pria posesif" kata Bimo menggerakkan bibirnya dengan melototkan kedua matanya.
"Ada apa dengan tatapan pria kaku ini apa dia mau aku congkel mata jeleknya itu?" batin Kenzo yang semakin kesal Karna Bimo seperti mengejek dirinya padahal mah kagak.
"Ada apa dengan tatapan kalian itu?" Alisya bertanya dengan bingun kepada keduanya namun hanya di acuhkan membuat Alisya menggeram marah.
Perlu di garis bawahi Alisya paling tidak suka bila ia bertanya namun di acuhkan atau di abaikan.
"Kalian jatuh cinta ya?" tuding Alisya dengan keras.
Sontak Kenzo dan Bimo langsung .enolwh ke arah Alisya yang sedang berkacak pinggang dengan mata yang menyipit tajam.
"Mampus Alexi 'kan nggak suka di cuekin. mati aku." guman Bimo Merutuki kebodohannya.
Sedangkan Kenzo yang mendengar gumanan Bimo hanya bersikap acuh dengan percaya diri berjalan mendekati Alisya namun di langkahnya terhenti saat Alisya mengangkat tangannya ke arahnya.
"Ada apa baby?" Kenzo bertanya dengan bingun.
"Berhenti disana! aku tidak mau bicara sama kamu jadi jangan mengajakku berbicara lagi" ucap Alisya dingin membuat Kenzo langsung melongo di tempat. Apa salahnya coba? pikir Kenzo.
Pfffft
"Mampus kau"
Sedangkan Bimo yang mendengar penuturan Alisya langsung menahan tawa melihat wajah Kenzo yang melongo.
Alisya langsung mengeluarkan ultimatum miliknya membuat Bimo dan Kenzo hanya bisa pasrah. Kenzo tidak menyangka hanya masalah dirinya berdebat akan mendapat hukuman seperti ini dari sang kekasih.
Alisya langsung menuju bakasi mobil Bimo lalu membukanya dan mengambil sebuah kotak hitam yang di duga untuk mainannya.
Entah mainan seperti apa yang di maksud oleh Alisya hanya Alisya yang tau.
"Jangan coba-coba mengganggu kesenangan ku jika berani kalian tanggung sendiri akibatnya" ucap Alisya menatap sinis keduanya lalu berjalan masuk kembali dalam markas KL.
"Ini semua karna mu sekarang wanita ku ngambek dan tak ingin berbicara padaku lagi" kata Kenzo kesal menunjuk-nunjuk Bimo.
"Salah saya?" beo Bimo menunjuk mukanya sendiri.
"Siapa lagi jika bukan kamu ha.....?" balas Kenzo meninggikan suaranya.
"Jika saja memukul mu tidak akan membuat Alisya semakin marah sudah aku lakukan dari tadi."
Batin Kenzo yang tertekan karna harus berdebat dengan Bimo dan tak bisa memukulnya lantaran wanitanya Alisya sudah mengingatkan untuk tidak memukul Kakaknya itu. belum lagi Kenzo harus menekan rasa cemburunya karna Bimo dan Alisya sering kali berpelukan jika sudah bertemu membuat dirinya kebakaran jenggot sendiri.
Sedangkan Bimo langsung menatap Kenzo dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Pffffft
__ADS_1
"Kenapa kau tertawa he? Dasar pria kaku." kata Kenzo dengan kesal pergi meninggalkan Bimo yang sedang menahan tawa entah karna apa hanya Bimo yang tahu.
Kenzo berjalan dengan mulut yang komat Kamit entah mantra apa yang dia baca. sepertinya sejak kehadiran Alisya membuat Kenzo berubah 180 derajat dari yang dingin tak tersentuh sedikit demi sedikit mulai membaur dengan orang-orang sekitar dan tidak terlalu dingin dan kaku.
Kenzo berjalan acuh tanpa memperdulikan jika setiap anggota yang dia temui langsung menundukan kepala dalam. menurut Kenzo itu hal wajar karna biasanya begitu hingga langkah kakinya di hentikan oleh bawahan kepercayaan sekaligus sahabatnya.
"Tuan Pfffft........"
Kris yang ingin bertanya langsung terhenti dan langsung membekap mulutnya di ikuti oleh Ramos dan Alvaro di belakangnya.
"Ada apa dengan kalian?" tanya Kenzo datar namun tak ada jawaban dari mereka bertiga justru mereka semakin menundukan kepala semakin dalam.
"Apa kalian mau saya hukum ha......?" ucap Kenzo lagi yang sudah semakin kesal.
"Hm..... I........itu Tuan....... Tuan...." Kris tidak bisa berbicara jelas membuat Kenzo semakin meradang.
"Bicara yang jelas atau saya potong lidah kalian semua"
"Kenapa Tuan berkeliling hanya menggunakan piyama dan Boxer?" Alvaro langsung bertanya dengan menahan tawa karna sepertinya sebentar lagi tawa itu akan pecah
Sontak Kenzo langsung mengerutkan dahi lalu menurunkan pandangannya melihat celana yang dia kenakan.
Jedarrrr
Runtuh sudah wibawa Kenzo wajahnya langsung memucat dengan mata yang melotot horor lalu menatap tiga orang di depannya yang sedang menahan tawa dengan kepala tertunduk.
Kenzo yang malu pun segera berjalan dengan jurus seribu langkah meninggalkan ketiga bawahan kepercayaannya itu.
HAHAHAHAHA
Pecah sudah tawa ketiganya saat melihat biasanya Tuan mereka itu begitu berwibawa dan terlihat rapi kini mereka bisa menyaksikan ketika orang yang hanya bisa berwajah datar dan kaku bisa terlihat pucat dan panik.
"Apa Tuan tidak memerhatikan apa yang dia kenakan hahaha" ucap Alvaro yang kini duduk di lantai.
"Baru kali ini aku melihat Tuan berwajah pucat dan panik" timpal Kris yang masih memegang perutnya.
"Pasti Tuan malu semalu-malunya hahaha" sahut Ramos yang ikut menimpali tanpaerela ketahui jika ada yang mendengar dan memerhatikan apa yang mereka lakukan.
"Apa yang kalian tertawakan?" tanya Alisya tiba-tiba.
Deg
...****************...
**Hay Hay apa kabar semua? Author harap baik-baik dan sehat-sehat selalu di lindungan Tuhan Maha Esa.
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar, Like, dan Vote-nya ya Biar tambah semangat Nulisnya**.
__ADS_1