
"Ini sangat menyenangkan..." kata Alisya di balik full face helmnya.
Alisya mengendarai motor moge miliknya dengan kecepatan yang santai karna dia ingin menikmati perjalanan-nya hingga beberapa menit kemudian Alisya mulai masuk dalam sebuah hutan.
Bukannya takut Alisya malah terlihat santai melewati pohon-pohon yang rindang dan lebat itu hingga Alisya berhenti di depan sebuah gedung tua yang terlihat seperti terbengkalai sudah lama tidak di gunakan.
Alisya turun dari motornya lalu membuka helmnya memperhatikan keadaan sekitar berjalan masuk dalam gedung tua itu dengan senyum Mering yang menghiasi bibirnya.
Sampai di dalam siapa bilang jika gedung itu adalah gedung terbengkalai nyatanya di dalam gedung itu adalah sebuah mension yang begitu megah dan tentunya terawat.
"Ternyata masih sama" guman Alisya hingga tiba-tiba muncul beberapa orang yang langsung menghampirinya.
"Salam Ketua" ucap serentak orang-orang yang berpakaian serbah putih itu yang langsung berlutut dengan satu tangan yang ada di depan dada.
"Bangunlah" balas Alisya yang terdengar tegas.
"Dimana mainan ku?" tanya Alisya yang dengan sebuah senyum miring terbit di sudut bibirnya.
"Tahanan berada di gudang Ketua" jawab salah satu orang itu.
Pria itu terlihat adalah Wakil ketua atau Ketua dalam mension itu ketika Alisya tidak ada.
"Hm baiklah mari kita kesana" kata Alisya yang menuju ke tempat yang di katakan gudang itu di ikuti oleh beberapa orang di belakangnya.
Setelah berjalan beberapa saat akhirnya mereka sampai di depan pintu gudang. pria yang Wakil ketua itu segera membuka pintu gudang untuk Alisya.
Alisya hanya tersenyum lalu masuk ke dalam gudang itu sampai di dalam Alisya langsung di sambut 1 orang wanita yang sedang menjaga tawanan atau mainan sang Ketua.
Wanita itu langsung berlutut saat melihat jika ketua mereka memasuki gudang.
"Salam Ketua" kata Wanita itu.
"Hm bangunlah" balas Alisya.
"Apa dia tertidur?" tanya Alisya yang melirik seorang pria yang di gantung terbalik seperti kelelawar.
"Eeem i...itu...." terlihat jika wanita itu menggaruk-garuk kepalanya.
"Ada apa?" tanya Alisya polos saat melihat jika beberapa orang di belakangnya menatap wanita yang ada di belakangnya itu.
"I..itu ketua dia tidak tidur tapi mungkin pingsan atau sudah mati saya juga tidak tahu ketua." kata Wanita itu dengan cepat.
"Kenapa kamu menggantungnya sepeti itu?"
__ADS_1
"Dia yang meminta Ketua... eeh maksudnya saya dia terus berteriak-teriak dan memaki saya ****** jadi karna saya kesal saya menggantungnya terbalik"
Mendengar itu Alisya hanya mengulum senyum karna dia juga paham wanita mana yang Sudi di panggil atau di maki ******.
"Bersyukur dia hanya di gantung jika saja aku yang di panggilnya dengan sebutan menjijikan itu aku tak segan-segan merobek mulutnya dengan pisau ku" kata Alisya dengan seringaian keji.
Glek
Anak buah yang ada dalam ruangan itu sontak menelan ludah karna mereka sangat mengetahui bagaimana jika Sang Ketua telah mengamuk maka apapun yang ada di dekatnya akan dia sapu rata tanpa pandang bulu.
"Lain kali jika ada orang yang mengatakan kalian seperti itu robek saja mulut mereka" tambah Alisya dengan serius.
"Ba...baik Ketua" jawab 3 orang di antara mereka yang seorang wanita.
"Sudah turunkan dia aku ingin bermain" kata Alisya yang langsung duduk di kursi dalam ruangan itu yang awalnya kursi itu tempat duduk wanita yang menjaga gudang itu.
"Untuk apa kalian menurunkan-nya pelan-pelan? lepaskan saja satu kali" ucap Alisya santai saat melihat anak buahnya menurunkan pria itu dengan hati-hati seperti takut menyakiti saja.
"Tapi ketua jika talinya saya lepas satu kali dia akan mati" balas sang Wakil ketua.
"Eh benarkah dia akan mati?" tanya Alisya polos.
Alisya melihat jarak antara pria yang di gantung dan lantai lalu manggut-manggut kepala tanda mengerti.
"Ketua kami memang unik" batin para anggota Alisya yang hanya bisa menggaruk-garuk kepala dan ada juga yang menepuk jidat mereka.
"Jadi bagaimana Ketua? di lepas atau...."
"Jangan di lepaslah nanti kalau mati gimana kan aku gagal bermainnya" potong Alisya yang menatap kesal sang Wakil.
"Baik Ketua saya akan menurunkan pelan-pelan" balas sang Wakil ketua lagi yang mulai menurunkan pelan pria di gantungan itu.
"Tidak perlu sepekan itu lepaskan saja jika sudah di perkirakan dia akan hidup" kata Alisya lagi.
"Astaga... kenapa saya punya Ketua yang polos-polos bangsat seperti ini walau sudah rendah namun tetap saja pria ini akan mati apalagi jika kepala nya duluan yang menghantam lantai" kata sang Wakil dalam hati.
Setelah beberapa saat pria yang di gantung itu telah tergeletak di lantai setelah banyaknya drama dari Sang Ketua merek yang sangat banyak inginnya.
"Lihat....! harusnya tadi kamu melepaskan talinya jadi tidak perlu membangunkan dia lagi. sekarang apa..? kita lagi yang susah membangunkannya" kata Alisya yang menatap sinis pria yang tergelatak di lantai itu.
"Akan saya bangunkan dengan air Ketua" kata wanita yang tadi menjaga gudang.
"Hm pergilah sekalian air dingin"
__ADS_1
"Baik Ketua"
Wanita itu segera beranjak pergi dari sana untuk mencari ember dan mengambil air.
Alisya yang tak leluasa melihat wajah sang pelaku langsung berdiri lalu berjalan mendekati pria tahanan itu.
"Cih wajahnya yang jelek tambah jelek karna warna merah dan biru itu" Kata Alisya yang menilai pria tak sadarkan diri.
"Hey apa yang kamu lakukan kenapa kamu membuat wajah pria jelek ini menjadi Wajah babi seperti ini" tanya Alisya yang menunjuk Sang Wakil.
"Dia melawan Ketua jadi kami terpaksa memukulnya" jawab Sang Wakil.
"Ck main keroyok ternyata. kalian lemah" ejek Alisya.
Uhukk uhuukkk
Sontak ucapan Alisya membuat Orang-orang itu tersedak ludah sendiri lalu saling melirik satu sama lain.
"Kenapa lama sekali?" kata Alisya kesal Karna belum muncul juga anak buahnya yang membawa ember.
"Ini Ketua" wanita itu datang tergesa-gesa menyerahkan ember kepada Alisya.
"Cepat siram" perintah Alisya yang langsung berubah datar membuat anggotanya langsung tertegun.
Wanita itu langsung mengangkat ember itu lalu menyiramkan pria yang tergeletak tak sadarkan diri itu.
Jika Ketua mereka sudah mengeluarkan Aura dingin seperti ini maka dapat di pastikan Ketua mereka tak ingin becanda lagi.
Uhuukkk Uhukk
"Ini dingin sekali. siapa yang menyiram ku si4l4n..." teriak Pria itu yang menahan dingin.
"Aku kenapa?" balas Wanita yang menyiram pria itu.
Wanita itu berdiri di depan pria itu sambil berdecak pinggang menatap tajam pria yang tergeletak di lantai dengan keadaan basah kuyup dan tangan yang di ikat.
"Cih dasar J4L4NG" umpat pria itu.
Bugh
Uhukk Uhukk
"Mampus"
__ADS_1