Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Perubahan


__ADS_3

"Sebelum itu kenalkan namaku Iblis kecil sedangkan dia adalah Monster kecil. Kami adalah sosok yang sedang kalian cari-cari beberapa tahun ini karna pernah 5 tahun lalu aku pernah membobol perusahaan KEANO GROUP"


"APA........."


BRUK


"Bagaimana bisa?" batin mereka semua


menatap ngeri ke arah Alisya dan Maya.


"Tidak ku sangka gadis ini juga ternyata punya sisi lain juga" batin Dirga menatap dalam pada Maya.


"Sekarang katakan apa yang kamu ketahui?" tanya Kenzo yang kembali duduk di kursi di ikuti lainnya.


"Bimo''


Bimo yang seakan mengerti langsung mengeluarkan beberapa map dari tasnya lalu meletakkannya di atas meja.


"Itu adalah data-datadan semua informati Black Dragon" papar Alisya menunjuk map dia tas meja.


Akhirnya mereka semua mulai mengambil Map itu masing-masing satu lalu membuka dan membacanya.


"Siapa David?" tanya Maya.


"Yang kalian tau Atau yang dunia tahu adalah Robert ketua Black Dragon tapi sebenarnya Robert hanya pion atau pesuruh yang di gunakan untuk menutup identitas ketua yang sebenarnya" papar Alisya yang membuat semua orang kaget.


"Ketua Black Dragon yang sesungguhnya adalah David Dafison dan markas utama mereka berada di italy'' lanjut Alisya.


Mereka akhirnya menyusun rencana untuk menyerang Black Dragon. sedangkan di tempat lain Leon tengah di maki habis-habisan oleh kedua orang Tuanya.


Bugh


"Dasar bodoh" umpat Daddy Leon. "Apa kamu benar-benar bodoh hingga menuduri wanita itu ha......? lihat! karna kebodohanmu perusahaan kena imbasnya" lanjut Daddy Leon.


"Jika yang kamu tiduri itu Alisya kami akan dengan senang hati menikahkan kalian tapi ini yang kamu tiduri gadis licik itu di tambah lagi dia tidak punya apa-apa" timpal Mommy Leon.


"Aku juga nggak sadar Mom. Waktu itu kami sama-sama mabuk." bela Leon yang tidak ingin terus menerima kemarahan kedua orang tuanya.


"Mabuk? kamu nggak sadar kalau wanita licik itu sengaja menjebakmu he?" kata Mommy Leon sinis.


"Menjebakku? apa Alexa benar-benar melakukan itu?" guman Leon tiba-tiba


"Jelaslah. kamu pikir dia akan diam saja setelah tau kalau perjodohan kalian di batalkan" kata Daddy Leon yang mendengar gumaman Leon.


"Daddy tidak mau tau kamu harus urus masalah ini sampai selsai. Terutama masalah perusahaan kamu harus segera menyelesaikannya." kata Daddy Leon lalu pergi begitu saja di ikuti oleh Istrinya.


"Sial....... Jika benar kamu menjebakku lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu wanita licik" umpat Leon.


*******

__ADS_1


1 Minggu kemudian


Sudah 1 Minggu berlalu keluarga Beatrix semakin kacau saja. Reva yang sering histeris tanpa sebab, Alexa yang frutasi karna berita panasnya dengan Leon belum juga reda.


Sedangkan Edric sifatnya mulai berubah mulai membentak bahkan melayangkan tangan kepada Reva dan Edric. Seperti sekarang ini Edric menatap tajam Reva yang sedang meringkuk di sudut ruangan.


"Pergi.... Pergi" usir Reva menunjuk Edric yang baru pulang.


"Reva......."


"PERGI" teriak di depan wajah Edric.


PLAK


"Berani sekali kamu berteriak padaku Reva" bentak Edric menyalah-nyalah.


"Kamu...... Kamu selingkuh Edric" teriak Reva histeris menghamburkan barang-barang di kamar itu.


"Jika iya kenapa ha.......? Mana bisa aku tahan melihatmu setiap hari yang seperti orang gila yang hanya tau nya berteriak histeris, rambut acak-acakan, dan wajah serta tubuhmu yang tidak terawat lagi." balas Edric sengit.


"Kamu keterlaluan Edric" pekik Reva menangis meraung-raung sedangkan Edric hanya cuek berjalan ke kamar mandi tanpa menghiraukan tangisan Reva.


"Daddy selingkuh?" guman Alexa yang berdiri di depan pintu kamar orang tuanya.


"Kenapa bisa seperti ini? Semenjak pembawa sial itu kembali hadir hidupku dan hidup keluarga ku tidak pernah utuh lagi. sekarang bahkan Daddy selingkuh dari Mommy" batin Alexa mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


"Tapi apa yang harus aku lakukan? aku sekarang benar-benar tidak punya pendukung bahkan Leon tidak pernah mengangkat panggilanku setelah kejadian itu" batin Alexa frutasi melangkah pergi dari situ.


Sedangkan di tempat lain Alisya menatap tajam wanita yang berpakaian seksi di depannya.


"Sudah kau selesaikan tugasmu?" tanya Alisya datar.


"Su...sudah No....nona" Jawab wanita itu dengan melirik pada pria yang duduk di sofa yang tak lain dan tak bukan adalah Kenzo.


"Berhenti menatap pria ku jika tidak ingin kedua mata mu itu aku congkel" kata Alisya datar dan dingin menatap tajam setajam silet ke arah wanita di depannya membuat wanita itu langsung bergetar.


"Kalau kau ingin pandang, kamu lihat saja pria di samping pria ku, dia belum ada pasangan" lanjut Alisya santai


Tapi mampu membuat pria itu yang tak lain adalah Dirga langsung membulatkan kedua matanya mendengar penuturan Alisya.


"Tidak Nona, saya sudah punya kekasih" jawab Dirga cepat menatap ngeri wanita berpakaian seksi itu.


"Walau masih calon" lanjut Dirga dalam hati.


"Sial ternyata mereka sudah pada ada yang punya" batin wanita itu kesal.


"Sana keluar" usir Alisya.


"Permisi Nona" pamit wanita itu lalu membungkukkan sedikit badannya lalu berbalik dan berjalan keluar.

__ADS_1


"Hallo Anna"


"Yah Nona"


"Jalankan rencana selanjutnya pastikan wanita tua itu menyaksikan pergulatan panas mereka berdua"


"Baik Nona"


"Apalagi yang kau rencanakan?" tanya wanita yang baru saja masuk yang tak lain dan tak bukan adalah Maya.


"Hanya sebuah kejutan kecil" jawab Alisya santai.


"Kamu yakin hanya kejutan kecil?" tanya Maya yang tidak percaya.


Mendengar itu Alisya berdiri lalu berjalan ke arah sofa dan duduk di samping Kenzo.


"Kamu memang selalu mengerti aku" kata Alisya dengan senyum misterius di sudut bibirnya.


"Cih kau memang diam tapi jangan lupa kau itu pedendam mana mungkin hanya pelajaran kecil" balas Maya dengan sinis.


"Lagi pula kejutan kecil itu hanya berlaku untukmu kalau untuk ku pasti kejutan besar" lanjut Maya.


"Hm"


"By aku lapar" rengek Alisya kepada Kenzo membuat Maya langsung melototkan kedua matanya.


"Itu Alisya? sejak kapan?" batin Maya penuh tanda tanya.


Alisya memang sudah menunjukan sifatnya yang dulu yaitu manja dan selalu ingin di perhatikan seperti sekarang. Alisya bergelayut manja seperti anak kecil di lwngan kekar Kenzo merengek minta makan.


"Mau makan apa Hem?" tanya Kenzo yang mengelus lembut Surai Alisya.


"Em apa aja yang penting enak" jawab Alisya dengan wajah cerianya.


Ha........


Maya tambah melongo melihat sifat Alisya yang beberapa tahun lalu kini kembali lagi.


"Napa kamu?" tanya Alisya menatap sinis Maya.


"Ha.... aku?" Maya menunjuk dirinya sendiri.


"Iya. Siapa lagi kan hanya kamu yang mangap-mangap gitu" jawab Alisya.


"Dasar nih anak. sekali balik malah ngeselin" batin Maya dengan kesal.


"Lucu"


*Hayoooo coba tebak siapakah itu*

__ADS_1


__ADS_2