Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Jalan-jalan


__ADS_3

"Untuk apa wanita tua ini kembali? jika dia datang dengan niat baik aku akan membantunya untuk mendapatkan maaf dari Ke zo tapi jika dia datang karna memiliki niat terselubung aku tak segan-segan membuatnya menderita. lagi pula mendengar dari cerita Kenzo wanita yang memang akan haus akan harta dan tahta akan sangat sulit untuk bertobat" Guman Alisya.


Alisya kembali melanjutkan membaca informasi tentang wanita yang akan menjadi mertuanya itu hingga selesai.


"Aku harus sedia payung sebelum hujan aku tidak ingin hubungan yang baru saja aku dan Kenzo bangun menjadi berantakan karna kehadiran orang lain walau orang itu adalah ibu Kenzo" Guman Alisya yang langsung mengambil kembali ponselnya lalu mulai mengotak Atik kembali benda itu.


"Hallo"


"Ya Nona, ada yang bisa kami bantu?"


"Ikuti kemana pun wanita tua itu pergi awasi setiap pergerakkan nya dan laporkan kepada ku"


"Baik Nona"


"Dan juga pria itu awasi pergerakkan dari jauh jika mendapat kesempatan beri dia pelajaran"


"Siap Nona"


Tut


Tut


Tut


Alisya mematikan sambungan telfonnya sepihak lalu menatap kembali Leptopnya yang menunjukan wajah dari sang wanita yang melahirkan suaminya itu.


"Tak akan aku biarkan seorang pun untuk merusak kebahagiaan ku walau itu anda sendiri Nyonya." guman Alisya menatap tajam potret ibunda Kenzo dengan tangan mengepal.


Sekali lihat saja Alisya sudah merasakan jika wanita tua itu akan menjadi orang yang berusaha untuk membuat dia dan Kenzo berantakan dan Alisya tidak akan membiarkan itu terjadi.


"Tapi Dimana Kenzo?" guman Alisya yang bertanya-tanya pasalnya Kenzo sudah lama keluar tapi belum juga kembali membuat Alisya cemas.


" lebih baik aku menelponnya." kata Alisya yang langsung menelfon Kenzo.


Sedangkan orang yang di carinya kini sedang terduduk di lantai kamar dengan barang yang hancur berantakan seperti kapal pecah.


Drett


Drett


Drett


Kenzo yang sedang menetralkan deru napas dan emosi nya langsung di sadarkan dengan ponsel yang bergetar di sakunya.


Dengan masih wajah datar dan napas yang memburu Kenzo merogoh sakunya lalu melihat menelpon. namun wajah yang tadinya datar kini telah berganti wajah tenang dan seutas senyum muncul di sudut bibirnya.


"Kamu merindukan ku baby" kata Ke zo yang saat sudah mengangkat panggilan dari wanita yang amat dia cintai itu siapa lagi jika bukan Alisya sang istri.


"Kamu dimana byy?" tanya di sebrang sana dengan suara merengek.


Mendengar itu Kenzo menjadi terkekeh sendiri entah kenapa membayangkan Alisya merengek seperti itu membuatnya gemes setengah mati. Entah hilang kemana amarah Kenzo tadi yang kini wajah ya hanya di penuhi akan binar kebahagiaan yang seperti ha is tertimpa harta karun.


"kenapa? Apa kamu benar-benar merindukan ku?" kata Kenzo dengan nada menggoda namun senyum tak bisa di sembunyikan dari bibirnya.


"Cih aku tidak merindukan mu tapi aku ingin jalan-jalan jika kamu tidak segera kesini aku akan keluar jalan-jalan sendirian lagipula siapa tau dapat bertemu oppa-oppa Korea" balas Alisya.


Sontak Kenzo yang sedang terduduk langsung berdiri mendengar Alisya menyebut oppa-oppa Korea. Kenzo tau apa yang di sebut oppa-oppa Korea yaitu pria-pria tampan yang begitu di gilai wanita baiik mudah maupun tua.

__ADS_1


"Baby tetap di dalam kamar sampai aku tiba disana jika kamu berani keluar sendiri akan aku kurung kamu di dalam kamar seharian" kata Kenzo yang langsung berlari keluar dari kamar itu.


Kenzo pergi begitu saja meninggalkan kondisi kamar itu yang sudah berantakan seperti kapal pecah tapi Kenzo tidak peduli yang di pedulikannya sekarang jangan sampe istri cantiknya itu keluar sendirian tanpa dirinya.


Kenzo yakin jika Alisya keluar sendiri mereka pasti akan menganggap Alisya wanita lajang dan itu sangat membuat Kenzo Kesal Karna sudah pasti Alisya akan menjadi pusat perhatian orang-orang terutama pria.


"baby awas saja jika kamu berani keluar sendiri aku akan benar-benar memakan mu hingga tidak bisa jalan" kata Kenzo di sela-sela larinya karna sekarang dia berada di lantai bawah sedangkan kamar bulan madu mereka berada di lantai paling atas.


Dengan napas yang tersengal-sengal Kenzo masuk dalam lift sampai di lift Kenzo segera bersandar di dinding Lift mengatur napasnya yang ngos-ngosan karna berlari.


Sedangkan di kamar Alisya tengah cekikikan sendiri membayangkan jika Kenzo pasti kalang kabut.


"Siapa suruh hilang begitu lama. Aku kan mau jalan-jalan juga bukan malah tinggal di kamar enak saja" gerutu Alisya yang sedang memutar-mutar kan ponselnya.


"Oh yah lebih baik aku lanjutkan buka belanjaan Kenzo untukku" Guman Alisya yang berjalan mendekati kembali beberapa paber bag belanjaan Kenzo yang belum sempat ia buka karna tadi dia mendapat laporan dari anak buahnya.


Alisya duduk di tengah-tengah ranjang lalu mengambil Paber bag itu lalu di simpan di depannya yang masih ada 6-7 paber bag.


Dengan tidak sabaran Alisya membuka satu persatu Paber bag itu hingga sampai di Paber bag terakhir Alisya mengernyitkan alis bingun. Matanya menyipit melihat dua kota kecil Yanga ada di dalam Paber bag itu. Kotak kecil itu satu berwarna hitam dan satu berwarna biru.


"Ini apa" Guman Alisya yang bersiap membuka kotak biru namun terhenti karna suara gebrakan pintu.


BRAKKK


"Baby..!" teriak Kenzo saat sudah masuk ke dalam kamar.


Alisya yang sedang santai jelas terkejut dengan kedatangan Kenzo bahkan begitu cepat.


"Byyy kamu membuat ku terkejut tau" kata Alisya kesal yang langsung melemparkan sepatu yang baru saja di bukanya.


wushh


Kenzo yang refleks langsung menangkap sepatu itu sebelum mengenai kepalanya.


"Baby sepatu itu baru aku beli untuk mu. aku belum untuk kamu pakai di kaki bukan kamu jadikan senjata untuk melemparkan ke arah ku" kata Kenzo yang berjalan mendekat ke arah Alisya yang tengah menatap nya kesal.


"Kenapa cemberut seperti itu hmm?" tanya Kenzo yang sudah di depan Alisya yang langsung mengelus pipi mulus Alisya.


"Kamu membuat ku kaget tau kalau aku serangan jantung gimana? kalau aku mati kamu mau jadi duda?" sentak Alisya menatap tajam Kenzo.


"Eh mana mau." tolak Kenzo mentah-mentah.


"Jika kamu mati aku juga akan ikut bersama mu" balas Kenzo santai


Alisya yang mendengar jawaban sang suami bukannya senang malah melayangkan pukulan di kepala Kenzo.


"Ssst sakit baby" Kenzo mengasuh sakit pasalnya pukulan Alisya nggak main-main membuat Kepalanya terasa sakit dan ngeri secara bersamaan.


"Biar kamu waras. apa-apaan balasan kamu itu. kamu pikir aku akan tergoda cih entah setan apa yang memasuki suami aku hingga Kenzo yang datar dan dingin malah menjadi Kenzo yang bodoh" gerutu Alisya yang memalingkan mukanya di arah lain.


Jauh di lubuk hatinya Alisya begitu terharu akan ucapan Kenzo namun karna gensi membuatnya mengeluarkan kata-kata seperti itu.


"Baby lihat aku...." Kenzo menarik lembut tangan Alisya lalu mengarahkan kepala nya kepadanya.


"Jika kmu pergi aku akan ikut pergi kamu adalah alasan aku hidup jika kamu tidak ada apa menurut mu aku masih mampu untuk menjalani hidup ini? jawabannya tidak baby karna kamu adalah hidup dan dunia ku" ungkap Kenzo menatap penuh cinta bola mata Alisya.


Tatapan keduanya bertemu saling menatap begitu dalam dan menuju cinta. wajah Kenzo semakin mendekat ke wajah Alisya sedangkan Alisya yang menyadari apa yang di inginkan oleh Kenzo langsung menutup mata.

__ADS_1


Cup


Kenzo mengecup lembut bibir lembut nan manis milik Alisya begitu juga Alisya yang langsung mengalungkan tangannya di leher Kenzo.


Mereka berc*uman mesra penuh cinta tanpa nafsu sama sekali hingga beberapa menit kemudia Kenzo melepaskan ciumannya lalu menatap dalam mata sang istri.


"Aku mencintai mu Alisya. sangan sangat mencintai mu" ungkap Kenzo yang mengecup kening Alisya begitu dalam dan lama.


"Aku juga" balas Alisya dengan senyum manis di bibirnya.


"Eh kau sudah membuka semua hadiah yang ku berikan untuk mu" kata Kenzo yang melihat jika banyak barang yang ada di sisi ranjang.


"Em sudah hanya tinggal ini" kata Alisya yang menunjukkan kotak hitam dan biru di hadapan Kenzo.


"Bukalah"


Alisya langsung mengangguk lalu membuka kotak kecil itu dengan semangat tak lupa senyum yang mengembang di bibirnya hingga kotak itu terbuka mata Alisya membulat penuh akan kekaguman dengan senyum yang semakin lebar melihat sebuah gelang indah yang ada di dalam kotak biru itu.


Gelang itu di desain begitu sederhana namun terlihat begitu indah dengan mutiara kecil yang menjadi hiasan di pinggir gelangnya.


"Ini untuk ku?" Alisya menoleh ke arah Kenzo dengan binar mata yang begitu kagum akan gelang di tangannya itu.


"Bukalah yang satu lagi" balas Kenzo lembut.


Mendengar itu Alisya dengan segera meraih kita hitam yang ukurannya lebih kecil dari kotak biru itu.


Clik


Mata Alisya membulat dengan bibir yang terbuka melihat sebuah cincin berlian yang begitu indah walah sederhana yang berada di dalam kotak hitam itu.


"Ini.....ini" Alisya tidak bisa melanjutkan kalimatnya.


Walau pun dia terlihat berdandan dan berpakaian sederhana tapi namanya wanita pasti menyukai perhiasan sama seperti Alisya yang begitu menyukai perhiasan.


"Sini aku pakaikan"


Kenzo segera mengambil tangan Alisya lalu tangan satunya mengambil cincin itu dari kotaknya. dengan penuh kehati-hatian dan kelembutan Kenzo menyematkan cincin itu di jari manis tangan kiri Alisya.


Kenapa tidak tangan kanan karna disana sudah ada cincin pernikahan mereka.


Cup


"Cantik" ucap Kenzo pelan menatap cincin itu yang begitu pas di jari Alisya.


"Sekarang satunya"


Kenzo segera meraih gelang itu lalu di pasangkan di pergelangan tangan Alisya yang kiri sehingga sangat cocok di padukan dengan cincin itu.


"Ini sangat indah" ucap Alisya yang melihat penuh kagum akan cincin dan gelang yang ada di tangannya.


"Bersiaplah bukannya kamu bilang jika ingin keluar jalan-jalan"


"Ah iya aku lupa. aku siap-siap dulu"


Alisya dengan langkah seribu bayangan langsung turun dari ranjang lalu menarik salah satu dres Yanga da di pinggir jalan lalu di bawah masuk ke dalam kamar mandi.


Hingga beberapa menit kemudian Alisya sudah keluar dari kamar mandi lengkap dengan dress yang di ambil tadi sedangkan Kenzo sedang duduk di sofa dalam kamar itu dengan pakaian yang terlihat lebih santai.

__ADS_1


"Biar aku keringkan" ucap Kenzo yang mengambil alih alat pengering rambut itu lalu mulai mengeringkan rambut Alisya. sedangkan Alisya hanya menurut tanpa membantah keinginan.


__ADS_2