Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Badut


__ADS_3

Tak


Tak


Tak


Suara langkah kaki Alisya menggema di ruang itu. Sampai di ruang tamu Alisya langsung mendudukkan pantatnya di sofa yang berdampingan dengan Maya.


"Ada apa Nona?" Tanya Clarissa yang kebetulan ada di tempat itu.


"Kenzo mana?" Tanya Alisya yang menatap Ramos yang berada di samping Clarissa.


"Tuan Kenzo dan Tuan Dirga ada di ruang kerja Tuan Kenzo Nona." Jawab Ramos.


"Panggilkan!" Perintah Alisya.


"Biar aku saja." Sahut Kevin yang langsung berdiri berjalan menuju ruang kerja Kenzo.


Beberapa menit kemudian terlihatlah tiga pria yang berjalan ke arah ruang tamu. Ketiga pria itu tak lain dan tak bukan adalah Kenzo Dirga dan Kevin.


"Ada apa baby?" Tanya Kenzo lembut kepada Alisya tak lupa memberi kecupan di kening Alisya begitu pula yang di lakukan oleh Dirga.


"Aku ingin melihat badut." Kata Alisya menatap Kenzo dengan tatapan penuh harap.


"Badut?" Tanya Kenzo balik.


"Iya aku ingin melihat badut. Pakaiannya harus pink semua dan berperut buncit." Terang Alisya.


Kenzo yang mendengar penuturan dari Alisya langsung menelan ludah paksa. Diliriknya jam yang berada di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 11.00 malam. Melihat itu Kenzo hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Malam-malam seperti ini?"


"Kan aku dah bilang mau lihat badut byy berarti sekarang! Nggak peduli mau siang kek mau malam kek pokoknya sekarang!" Kata Alisya kesal.


Pfffft


Kevin yang melihat wajah masam Kenzo ingin sekali tertawa tapi dia tidak ingin di jadikan alat juga oleh bumil satu itu jadi lebih baik diam saja.


"Tapi cari badutnya dimana baby? Jam segini badutnya pada tidur." Kata Kenzo yang berharap istrinya itu mau mengerti.


"Aku nggak mau tahu dan tidak peduli pokoknya badutnya harus ada sekarang juga titik tidak pakai, apalagi pakai tanda tanya, Di tambah tanda seru."


"Kata siapa?"


"Kataku baby!"


"Aku mau yang jadi badutnya itu kamu dan Kevin!" Ucap Alisya enteng.


Dhuarrrr


Kevin yang tadi menertawakan Kenzo kini langsung pucat pasi saat mendengar Jika ia merupakan salah satu sasaran dari keinginan Alisya.


"A.....apa? Ba.....badut?" Tanya Kevin dengan terbata-bata.


"Iya badut! Telinga kamu tuli ya....!? Kan dah aku bilang badutnya Kevin dan Kenzo." Ulang Alisya yang memperjelas.


Dunia Kevin dan Kenzo di ibaratkan runtuh langsung di timpa langit. Bagaimana bisa tumbuh sekekar itu justru di jadikan sebagai badut.


Kevin dan Kenzo saling melirik satu sama lain menatap Alisya dengan penuh harap lalu menggelengkan kepala dengan keras sebagai tanda penolakan dari keinginan bumil itu.


"Kalian tidak mau?" Ucap Alisya yang menatap kedua pria itu dengan mata berkaca-kaca yang siap kapan saja air mata itu tumpah dari kelopak mata indahnya.


Deg


Kedua pria itu langsung tertegun saat melihat mata berkaca-kaca wanita yang mereka sayangi.


"Eh jangan menangis baby." Kenzo dengan panik bersimpuh di depan Alisya menghapus air mata wanita yang di cintainya itu.


"Ta....tapi kalian ti...tidak mau menuruti keinginan baby padahal ini itu keinginan bayi kita hiks." Kata Alisya dengan tangis yang mulai pecah.


"Sial, aku lupa dia sedang mengandung. Bukankah sudah wajar ibu hamil itu meminta aneh-aneh katanya ngidam. Sekarang apa Alisya juga sedang ngidam? Sial, aku bahkan tidak peka akan itu." Umpat Kenzo yang menyalahkan diri sendiri karna tidak peka terhadap apa yang di inginkan Alisya.

__ADS_1


"Baiklah baiklah. Aku akan menjadi badut." Kata Kenzo yang menghibur Alisya.


"Kepin juga!"


"Eh aku......"


"Dia juga akan menjadi badut." Potong Kenzo yang langsung menghentikan protes Kevin.


"Benarkah?" Alisya menatap Kenzo dengan pandangan penuh binar.


"Apapun untukmu baby. Tapi kostumnya...."


"Sudah ada di lemari tinggal di ambil." Potong Alisya dengan cepat.


Kenzo yang mendengar itu hanya bisa menghela napas dalam-dalam sebelum memberi senyum kecil ke arah sang istri.


"Cepat ikut!" Kata Kenzo yang langsung menyeret Kevin untuk ikut bersamanya.


"Lepas!" Sentak Kevin yang kesal Karna di serat-serat oleh Kenzo.


"Diam! Pakai nih." Kata Kenzo yang menyodorkan kostum badut.


"Yang benar saja kamu menyuruh aku memakai ini!" Kesal Kevin yang menatap penuh permusuhan pada kostum badut itu.


"Kamu sayang adik kamu atau tidak?" Tanya Kenzo datar yang menatap tajam Kevin.


"Yah aku sayang cuma nggak gini juga masa badan Segede dan sekekar ini malah di pakein ini sih? Jangan ngadi-ngadi deh kamu kanebo kering." Protes Kevin yang menatap tajam Kenzo.


"Ini juga demi keponakan kamu! Cepat pake!"


Huuuuh


Kevin menarik napas dalam-dalam membuangnya secara kasar. Di raihnya kostum badut itu lalu di pakenya dengan kesal.


"Jangan lupa itu bola ya masukin di dalam baju biar perutnya besar!"


"Itu juga rambutnya pake!"


"Hey.... Itu juga hidungnya!"


"Sudah." Kata Kevin dengan lesu menatap malas Kenzo yang memiliki penampilan sepertinya.


"Ayo turun!"


Kevin segera berbalik melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu. Namun, belum juga sampai di pintu Kenzo kembali menghentikannya lagi.


"Tunggu!"


Huuuh


Kevin hanya bisa pasrah membalik badannya menatap jengah ke arah Kenzo yang sedang menatapnya tajam.


"Apalagi?"


"Pakai sepatunya!" Perintah Kenzo yang menunjuk sepatu yang memanjang itu dan memiliki warna warni.


"Dam'it dia istrimu dan kamu suaminya. Kenapa aku juga harus kena getahnya, yang hamil siapa? Yang suami siapa? Yang jadi ngidamnya juga siapa?"


"Jangan banyak mengeluh, cepat kita pakai sebelum Alisya marah dan nangis. Kamu lupa dia sedang mengandung? Ini juga semua demi ponakan kamu yang ada di dalam perut istriku"


Kenzo sudah memutuskan untuk berdamai dengan masa lalunya. Sekarang dia hanya akan fokus pada masa depannya


Menata kehidupan masa depan bersama Alisya dan anak-anak mereka nanti.


Masa lalu biarlah semuanya berlalu tanpa mengganggunya lagi. Bagi Kenzo semua yang telah ia dapat di masa lalu akan menjadi pelajarannya di kehidupan selanjutnya.


Kevin dan Kenzo berjalan lesu menuju di ruang tamu. Tapi sampai ruang tamu kedua pria itu langsung membulatkan mata saat melihat kumpulan para pelayan dan pengawal berkumpul di ruangan itu.


"Dam'it." Umpat keduanya yang saling melirik dengan ekor mata masing-masing.


"Dari tadi aku sudah merasakan firasat buruk ternyata ini yang akan terjadi!" Guman Kevin yang memijit pelipisnya pusing.

__ADS_1


Sedangkan Kenzo pria itu tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Wibawanya benar-benar hancur jika anggotanya dan para pelayan melihatnya sedang memakai pakaian seperti ini.


"Lebih baik kita kabur." Kata Kevin yang mengusulkan ide kepada Kenzo.


"Kabur?"


"Yes kabur. Kita akan benar-benar di permalukan di saat keadaan kita seperti ini." Bisik Kevin yang menghasut Kenzo untuk kabur.


"Ku rasa kita tidak akan bisa kabur bahkan melangkahkan kaki kita 1 langkah pun dari pijakkan kita. Jika kita berani kabur maka kepala kita benar-benar akan di penggal oleh ibu hamil itu." Terang Kenzo yang menatap pucat sosok yang berdiri di belakang tubuh tegap Kevi.


"Tidak akan. Si bumil tidak akan tahu kalau kita kabur." Kata Kevin lagi yang menarik tangan Kenzo tapi tidak bisa.


"Berbaliklah dan lihatlah malaikat maut mu." Kata Kenzo yang langsung membalik badan Kevin dengan paksa.


Deg


Kevin membulatkan mata melihat siapa yang berdiri di depannya itu dengan tatapan yang mematikan. Keringat dingin mulai menetas di kening dan punggungnya saat melihat tatapan Alisya yang siapa melahap habis dirinya.


Kevin tidak tahu jika wanita hamil ini sudah berdiri sejak kapan di belakangnya. Kevin masih mengingat saat berbalik tadi wanita hamil itu masih duduk diam disana. Namun, sekarang bagaimana bisa wanita itu berdiri di depannya dengan waktu sesingkat itu.


"Masih mau kabur?" Alisya bertanya dengan lembut tak lupa dengan senyum manis di bibirnya.


Glek


Sontak Kenzo dan Kevin langsung menelan ludah melihat senyum manis Alisya. Bagi orang lain mungkin itu sangatlah manis dan cantik tapi tidak dengan kedua pria yang berkostum badut itu. Kedua pria itu merasakan bahaya besar saat Alisya tersenyum manis seperti itu.


Bagi Kenzo atau pun Kevin senyum manis Alisya seperti sedang melihat malaikat maut yang siap menjemput nyawa.


"Aku tidak akan kabur baby." Ucap Kenzo dengan gugup.


"Kalau kamu? Mau kabur hemmmm?"


"Tidak tidak, aku tidak kabur tidak akan." Jawab Kevin cepat.


"Bagus" kata Alisya yang tersenyum miring.


"HOREEEE BADUTNYA DISINI." Teriak Alisya yang heboh langsung menarik kedua badut itu yang tak lain dan tak bukan adalah Kenzo dan Kevin.


Sedangkan Kevin dan Kenzo hanya bisa melongo melihat wajah ceria Alisya. Bukankah tadi wajahnya begitu mengerikan kenapa sekarang berubah seperti itu pikir Kenzo dan Kevin yang melirik satu sama lain.


Maya dan Clarissa hanya bisa menutup mulut menggunakan tangan mereka untuk menahan tawa. Apalagi Maya ingin rasanya dia tertawa terbahak-bahak menyaksikan orang yang biasanya berekspresi datar dan menyeramkan kini pria itu harus terjebak dengan kostum lucu itu.


Sedangkan untuk para pengawal dan pelayan mereka hanya bisa menunduk melihat kaki masing-masing. Mereka masih sayang nyawa untuk melihat apalagi menertawakan Tuan mereka sendiri.


"Pelayan ayo putarkan musiknya!"


"Baik Nyonya muda."


Alunan musik terdengar di dalam ruangan itu Alisya dengan semangat membawa mereka di tengah-tengah kerumunan lalu bertepuk tangan.


"Sekarang menarilah!" Pinta Alisya dengan wajah cerianya.


Hah....


Lagi lagi baik Kenzo maupun Kevin hanya bisa melongo dan menjatuhkan rahang saat mendengar permintaan ibu hamil yang satu itu.


"Baby ini......"


"Kamu tidak sayang padaku dan bayi kita...."


"Oke oke aku menari tapi jangan menangis."


Kenzo yang takut melihat istrinya menangis segera menari-nari di dalam ruangan ikut. Sedangkan Kevin mau tidak mau pria itu juga harus mengikuti gerakan Kenzo.


"Terlihat konyol dan memalukan tapi aku menikmati ini semua. Aku merasa mempunyai sebuah keluarga yang aku impikan. Aku merasa mereka menghargai dan menganggap aku ada tanpa harus menjilat atau bersifat menjijikan seperti yang lainnya." kata Kevin dalam hati yang terus menari acak bersama Kenzo.


Beberapa menit kemudian terlihat jika Alisya terus menguap dan tak lama setelah itu Alisya tertidur di kursi.


"Hentikan! cepat bereskan semuanya!" perintah Kenzo yang langsung berjalan mendekati Alisya.


Dengan penuh ke hati-hatian Kenzo menggendong Alisya model bridal style membawanya menaiki lantai atas menuju kamar mereka.

__ADS_1


Sampai di kamar Kenzo menurunkan dan membaringkan Alisya di atas ranjang tak lupa menyelimuti wanita muda itu.


"Jangan menyusahkan Mommy mu baby. Kamu boleh minta apa saja tapi jangan membuat Mommy mu kesakitan oke." Bisik Kenzo di dekat perut Alisya.


__ADS_2