
"Tunggu" teriak Alisya yang menatap tajam Kenzo.
"Apalagi baby? Kamu lapar bukan? Ya sudah biar aku gendong turun di bawah" kata Kenzo dengan santai.
"Dasar bodoh dungu. Lihat penampilan mu...! Apa kmu akan turun dengan kondisi yang hampir telanjang itu ha....? Atau jangan-jangan kamu sengaja ingin memamerkan tubuh mu pada pelayan seksi mu yang Amara Amara itu ha.....? Mau aku kebiri sekarang burung kamu itu?"
Alisya menatap tajam Kenzo yang entah kenapa suaminya itu malah menjadi bodoh seperti ini. Sedangkan Kenzo kini hanya bisa menjepit burungnya dengan pahanya dan menyembunyikannya dengan kedua tangannya.
Kenzo benar-benar merasa ngeri membayangkan Alisya yang akan memotong burungnya hingga tiba-tiba mukanya memucat saat membayangkan Alisya yang sedang memainkan pisau di area terlarangnya. Membayangkan itu Kenzo langsung menggeleng-gelengkan kepalanya lalu tersadar dari lamunannya.
"Aku akan bersiap" kata Kenzo yang langsung berlari ke arah Walk in close.
Alisya yang melihat kelakuan Kenzo yang sangat berbeda dengan kelakuan dan sifatnya dalam keseharian.
"Entah kenapa suami aku yang pintar malah menjadi dungu seperti itu" gerutu Alisya yang entah harus menganggap sifat Kenzo itu anugrah atau malah malapetaka.
Beberapa menit kemudian Kenzo kembi dalam keadaan yang benar-benar siap. Kenzo tanpa kata langsung menggendong Alisya. Alisya yang di gendong pun hanya menghela napas akan kelakuan sang suami yang mulai seenaknya itu.
Setelah di lantai bawah Kenzo segera membawa Alisya menuju meja makan sampai di sana beberapa orang pelayan telah berjejer rapi menunggu ke datangan Kenzo dan Alisya tentunya.
Kenzo tanpa kata mendudukkan Alisya di kursi sampingnya lalu duduk setelah Alisya nyaman dengan posisinya.
Alisya yang mengerti akan tugasnya langsung mengangkat tangannya saat melihat pelayan mendekat untuk menyajikan makanan untuk dia dan Kenzo.
Kenzo yang melihat tingkah dari sang istri sedikit terkejut namun wajah keterkejutan nya itu berganti dengan wajah penuh senyum akan kebanggaan setelah melihat hal apa yang di lakukan oleh Alisya untuknya.
Menyiapkan makanan!
Mungkin sebagian orang itu adalah hal sepele namun di dunia sekarang yang super modern mereka bahkan lupa hal-hal kecil itu namun bahkan ada yang memang sama sekali tidak mengetahuinya.
Ada yang mengetahui namun mereka selalu bersikap acuh mereka selalu memikirkan jika hal seperti itu di lakukan oleh seorang pelayan tanpa mereka ketahui jika itu adalah tugas mereka kecil namun sangat berarti untuk seorang pria dan seorang suami.
"Makanlah" ucap Alisya lembut menyodorkan piring yang telah di isi dengan lauk pauk yang lengkap.
Kenzo yang sedang melamun tersadar lalu menatap wajah sang istri penuh senyuman lalu menatap piringnya yang telah di isi lengkap oleh Alisya.
"Terima kasih" ungkap Kenzo tulus lalu menarik piring di depannya dan mulai makan.
Alisya yang melihat jika piring yang di isi di terima oleh Kenzo tersenyum tipis walau hanya hal kecil dan sederhana namun itu cukup membahagiakan karna memang pada dasarnya kebahagiaan bukan harus mempunyai harta yang berlimpah tapi seberapa ikhlas kita menjalani hidup, menerima dengan ikhlas takdir yang telah di tuliskan, menjalaninya semua dengan lapang dada.
"Sama-sama" balas Alisya yang membalas senyum lembut.
"Walau tidak ada Mami yang mengajarkan aku tapi aku akan belajar dari hal yang paling kecil terlebih dahulu" kata Alisya dalam hati tersenyum-senyum sendiri.
Kenzo dan Alisya duduk makan dalam hening tak ada suara selain suara dentingan sendok di meja makan itu hingga beberapa menit kemudian Kenzo dan Alisya selesai sarapan.
__ADS_1
"Biar pelayan saja" cegah Kenzo yang mencekal tangan Alisya saat melihat jika sang istri ingin membersihkan bekas piring makan mereka.
"Iya Nyonya biar kami saja" kata kepala pelayan yang ikutan panik apalagi saat melihat Kenzo melototi mereka satu persatu.
"Ah baiklah jika begitu." kata Alisya dengan senyum lembut di bibirnya.
Kepala pelayan langsung memberi kode kepada pelayan lain untuk segera membereskan piring di atas meja.
"Tapi kepala pelayan, dimana pelayan wanita muda yang....."
"Amara sedang di Rumah Sakit Nyonya dia sakit perut entah karena apa"
Bukan kepala pelayan yang menjawab namun seorang pelayan muda yang membantu Amara ke rumah sakit.
Alisya yang mendengar itu hanya menganggukan kepala dengan senyum samar di bibirnya.
"Kasian sekali" ucap Alisya dengan wajah cemberut.
Kenzo yang melihat wajah cemberut Alisya hanya bisa geleng-geleng kepala jika Kepala pelayan dan pelayan lain menganggap Alisya bersimpati dengan keadaan Amara maka berbeda dengan Kenzo yang sangat tahu arti dara wajah cemberut itu.
"Padahal aku ingin bermain tapi si Mara Mara itu malah nggk masuk apa dia sekarat karna sakit perut?" pikir Alisya yang garuk-garuk kepala.
"Baby aku akan ke kantor hari ini, kamu tidak apa-apa kan jika aku tinggal di mension sendiri" kata Kenzo saat mereka sedang dalam lift menuju lantai atas.
"Karna di saat itu aku akan bermain-main hihihi" batin Alisya yang cekikikan sendiri.
Sampai di kamar Alisya langsung menuju kamar mandi meninggalkan Kenzo dalam kamar itu. Kenzo yang melihat itu hanya membiarkan saja tidak cukup 5 menit Alisya telah kembali laku langsung menuju walk in close hingga beberapa saat kemudian Alisya kembali dengan membawa setelah dan dasi untuk Kenzo membuat Kenzo kaget bukan main.
"Baby....!"
Kenzo yang sedang mengotak Atik ponselnya di ranjang langsung berdiri lalu menghampiri Alisya.
"Eh ini setelah mu, tunggu akan aku ambilkan Kaos kaki dan sepatunya" kata Alisya yang langsung berbalik namun lengannya di cekal oleh Kenzo.
"Kenapa?" Tanya Alisya polos melihat Kenzo.
"Dengar...!" Kenzo membalik Alisya menghadapnya lalu memegang kedua sisi bahu sang istri.
"Jangan lakukan itu. Aku bisa melakukannya sendiri kamu hanya tinggal duduk santai" papar Kenzo menatap lembut Alisya.
"Tapi aku hanya menyiapkan keperluan kamu, itu salah satu tugas istri kan?" Balas Alisya polos.
"Tidak. Kamu tidak perlu melakukan semua itu tugas mu hanya mendampingi ku bukan hal lain. Jika kamu ingin menjalankan kewajiban kamu sebagai istri baiklah, cukup temani dan dukung aku, berdiri di samping ku apapun yang terjadi."
Alisya yang mendengar penuturan Kenzo hanya bisa menatap Ke zo dengan dalam. Jauh di lubuk hatinya dia benar-benar ikhlas menyiapkan semua itu, dia ingin menjadi istri yang baik dan berbakti kepada Kenzo namun kenapa Kenzo seakan tidak terima akan hal itu.
__ADS_1
"Apa kamu tidak menyukai jika aku menyiapkan kebutuhan dan keperluan mu?" Tanya Alisya dengan wajah cemberut.
"Ya aku tidak menyukainya. Aku tidak suka kamu melakukan semua ini aku takut kamu lelah baby"
"Tapi......"
"Oke baiklah. Kau ingin menjalankan kewajiban mu sebagai seorang istri bukan?"
Tanya Kenzo yang di balas anggukan kepala oleh Alisya dengan wajah yang berubah bersinar.
"Baiklah" putus Kenzo.
Kenzo berdiri tegak lalu mulai membuka satu persatu pakaiannya hingga menyisakan Boxer saja. Kenzo mengambil setelah formal yang di siapkan Alisya laku mulai memakainya.
"Sekarang lakukan tugas mu sebagai istri" kata Kenzo kepada Alisya.
Alisya yang mendengar kalimat Kenzo langsung mengernyit bingun menatap Kenzo dari kepala turun ke bawah namun tidak ada yang aneh. Lalu apa yang harus dia kerjakan pikir Alisya.
"Mendekatkan"
Kenzo melambaikan tangan menyuruh Alisya untuk mendekat sedangkan Alisya hanya bisa menurut mendekat kepada sang Suami.
"Kancingkan bajuku" bisik Kenzo di telinga Alisya.
Alisya yang mendengar bisikan Kenzo langsung mendongak menatap Kenzo yang memberinya kode.
Bukannya malu Alisya malah dengan penuh senyuman dan semangat segera mengkancingi satu persatu kancing baju Kenzo.
"Sudah selesai" ucap Alisya dengan tersenyum manis.
Kenzo yang mendengar penuturan sang Istri hanya tersenyum lalu mengacak-acak rambut Alisya.
Kenzo lalu mengambil jas dan dasi yang di berikan kepada Alisya yang dengan senang hati Alisya terima.
"Pasangkan"
Alisya langsung berjinjit agar bisa meraih leher belakang Kenzo, Kenzo yang melihat itu segera menunduk agar mempermudahkan Alisya untuk memasangkan dasi.
"Oke sudah selesai"
Alisya lalu merapikan kembali dasi dan jass Kenzo lalu tersenyum manis ke arah Kenzo.
Cup
"Aku pergi dulu nanti kalau kamu kangen kamu bisa datang ke kantor" pamit Kenzo yang masih sempat-sempatnya menggoda sang Istri.
__ADS_1