Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Rencana Kenzo


__ADS_3

"Dengar baby memang ada hal yang harus aku urus ini mengenai wasiat Papa. Namun aku belum bisa memberitahumu. Tapi Aku berani bersumpah Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu. Jika pun suatu saat nanti kita berpisah aku berharap di kehidupan selanjutnya juga kamu akan menjadi pemilikku yang sesungguhnya " kata Kenzo dengan tegas dan mantap tanpa keraguan sedikitpun.


"Jika pun Tuhan menghapus semua ingatan ku aku rela, aku rela kehilangan jati diriku. Namun aku hanya meminta satu, wajah dan Nama mu akan selalu aku ingat. Setiap menyebut namamu jantungku akan berdebar kencang dan aku akan mengenal mu lewat debaran itu" lanjut Kenzo dengan sungguh-sungguh.


Alisya yang mendengar itu tersenyum menatap mata Kenzo mencari kebohongan. Namun Alisya hanya menemukan tatapan cinta dan kesungguhan di dalam tatapan mata Kenzo.


"Kamu tidak akan meninggalkanku?" Tanya Alisya serius.


" Tidak akan baby" Jawab Kenzo yang langsung menyambar bibir Alisya.


Cup


Kenzo mencium lembut sang istri yang langsung di balas oleh Alisya. Ciuman Kenzo yang awalnya lembut lama-kelamaan mulai berubah agresif dan menuntut membuat Alisya sedikit kesulitan mengimbangi pergerakan bibir dari Kenzo yang sudah semakin menjadi-jadi dengan tangan yang sudah bergerak bebas.


"Baby"


Kenzo menatap sayu Alisya dengan deru nafas yang memburu menandakan gairahnya sudah naik. Namun harus berhenti karena sang istri yang mendorongnya.


"Baby.."


Kata Kenzo lagi dengan suara yang berat hendak protes.


"Aku tahu. Tapi..... kita tidak bisa melakukannya disini byy. Kita dalam mobil dan lebih parahnya lagi kita berada di area parkiran" Kata Alisya yang melirik sekitar.


Mendengar itu Kenzo tersadar lalu menatap sekelilingnya.


"****," Umpat Kenzo yang merapikan pakaian yang di kenakan Alisya. Kenzo turun dari mobil berjalan cepat masuk dalam perusahaan dengan Alisya yang berada dalam gendongan lengan kokohnya.


Kenzo langsung masuk dalam lift khusus dengan nafas yang semakin memburuk bukan karena lelah. Namun menahan sesuatu dalam dirinya yang semakin tak terkendali.


"Baby stop" Pinta Kenzo dengan suara yang semakin memberat menatap sayu Alisya.


"Kenapa hmmm"


Bukannya berhenti Alisya malah semakin menjadi jadi menyentuh dan mengelus sensual dada bidang Kenzo yang sudah terpampang jelas karena tangan nakal Alisya yang melepaskan satu persatu kancing baju milik Kenzo. Hingga dua kancing baju Kenzo telah terbuka sempurna memperlihatkan dadanya yang gagah.


"Baby kamu benar-benar "


Ting


Kenzo dengan langkah lebar berjalan cepat menuju ruangan miliknya.


"Tuan"


"Bangsat" Umpat Kenzo yang berlirik tajam Dirga.


Glekk


"Tuan...."


"Urus semuanya dan jangan ganggu aku apapun yang terjadi!" Kata Kenzo datar melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


"Astaga. Ada apa dengan tatapan tajam itu? kenapa seperti ingin menelan orang hidup-hidup" Guman Dirga bergidik nyeri mengikat tatapan tajam Kenzo barusan.


Bruk


"Byy sakit" rengek Alisya yang terdengar manja.


"Benarkah? "


Kenzo naik ke atas ranjang merambat menaiki tubuh Alisya hingga kini Alisya berada di bawah kukungannya.


"Kenapa kamu begitu nakal baby??" Ucap Kenzo yang mengelus lembut pipi sang istri.


"Aku belajar dari suamiku yang tampan ini" Balas Alisya yang mengedipkan mata kepada ke arah Kenzo.


Cup


Kenzo yang tertahan langsung memagut bibir sang istri dengan penuh hasrat yang membara. Alisya yang tak mau kalah mulai membalas ciuman Kenzo dengan tak kalah liarnya. Entah siapa yang memulai kini keduanya full Naket tanpa sehelai benang pun yang menutup tubuh keduanya.


Kenzo terus mencumbu Alisya mesra tak ada sesenti pun kulit sang istri yang terlupakan. Kenzo bagaikan bayi yang kehausan terus Mencumbu dan menghisap kulit halus Alisya sana sini hingga tubuh indah dan putih Alisya kini di hiasi dengan tanda merah di sekujur tubuhnya.


"Are you ready baby?" Bisik Kenzo di telinga Alisya tak lupa memberi gigitan kecil di sana.


"Ah.. byy"


"Memohonlah baby" Ucap Kenzo yang terus memainkan gunung kembar yang menantang di depannya.


"Byy"


"Baby Kamu cantik" Bisik Kenzo yang kembali memagut bibir bengkak Alisya.


Jleb


Ah


Keduanya mendesak saat kedua benda tak bertulang itu bertemu. Dinginnya AC nyatanya tak membuat keduanya kedinginan. Berada di gurun pasir yang begitu terik matahari dan panas. Peluh telah membasahi sekujur tubuh mereka membuat tubuh Mereka terlihat mengkilat.


Nyanyian syahdu dan merdu terus terdengar dengan bisikan cinta yang saling bersahutan di dalam kamar itu.


Entah Sudah berapa menit berlalu. Entah jam berjalan namun keduanya tak ada lelah terus berpacu mencari kepuasan. Hingga tak terasa untuk beberapa kalinya Alisya mendesah panjang saat ledakan itu memaksa untuk keluar.


"Byy Aku....."


"Bersama baby" sahut Kenzo dengan suara yang semakin memberat dan nafas memburu.


"Ah....."


"Aku mencintaimu" bisik Kenzo sebelum melepaskan diri dari Alisya.


"Aku lelah" Guman Alisya yang nyaris tidak terdengar dengan mata yang sudah mau menutup.


"Tidurlah" kata Kenzo yang mengecup kening sang istri.

__ADS_1


Setelah memastikan jika Alisya sudah tertidur. Kenzo dengan pelan beranjak turun dari kasur lalu menuju kamar mandi.


Sebenarnya Kenzo ingin tidur menemani Alisya. Namun masih ada beberapa hal serius yang harus segera di bereskan olehnya. Beberapa menit kemudian Kenzo keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang rapi.


Ceklek


Kenzo keluar dari ruangan pribadinya yang sudah di tunggu oleh Ramos dan Dirga. Kenzo dengan wajah datar berjalan ke arah mereka lalu duduk di sofa di depan Dirga dan Ramos


"Katakan!" Kata Kenzo datar.


"Nona di cegat oleh anak buah Kevin Tuan" lapor Ramos dengan nada dasar.


"Kemana pengawal bayangan yang kamu utus Dirga?" Tanya Kenzo datar yang menatap tajam Dirga.


Kenzo sangat marah mengetahui pengawal yang di tempatkan untuk menjaga Alisya malah tidak datang tepat waktu.


"Mereka juga di Serang di tengah jalan Tuan bahkan ada beberapa orang yang terluka cukup parah" Jawab Dirga.


" Sial. Sepertinya mereka butuh pelatihan tertutup" Guman Kenzo yang dapat di dengar oleh Ramos dan Dirga.


Glek


Ramos dan Dirga langsung menelan ludah mereka berdua tahu sekeras apa latihan tertutup yang di maksud oleh Kenzo. Latihan tertutup itu bahkan sangat mengerikan di mana mereka bekerja layaknya seperti hewan buas.


"Kevin benar-benar kurang ajar beraninya dia menargetkan istriku!" Kata Kenzo mengepalkan tangannya menahan amarah.


Kenzo tidak menyangka Kevin akan bergerak secepat itu padahal dia baru saja kembali.


"Lalu bagaimana dengan anak buah Kevin yang telah kalian habisi? "


"Aku sudah mengirimkannya kembali pada baginya itu" Jawab pramos dengan tatapan tajam.


Kenzo hanya mengangguk namun alisnya mengkerut saat melihat jika ada yang berbeda dari tatapan Ramos.


"Ada apa denganmu? Kenapa aku merasa kamu amarah yang sangat besar dalam dirimu?" Tanya Kenzo


"Entahlah" jawab Ramos ambigu membuat Dirga dan Kenzo saling lirik namun tidak bertanya lagi. Keduanya yakin jika Ramos bisa menyelesaikan semuanya.


"Apa yang harus kita lakukan Tuan?" Tanya Ramos menatap serius ke arah Kenzo.


"Membalas"


Satu kata namun itu adalah tanda bahaya ketika pria itu langsung menyeringai senyum miring.


"Dirga kacaukan keuangan perusahaan itu. bobol semua data perusahaan mereka lalu sebarkan di internet "


"Ramos perintahkan para mata-mata kita yang berada dalam markas Kevin untuk membuat kekacauan di sana"


"Baik Tuan"


"Saatnya membalas" batin ketiga pria itu tersenyum miring dengan kilatan mata tajam.

__ADS_1


__ADS_2