Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Masa lalu Clarissa


__ADS_3

"Alisya bisakah kamu membantuku mencari tahu apa yang terjadi pada Clarissa" ucap Maya yang penuh permohonan.


"Tanpa kamu minta aku sudah mencari tahu. Bagaimana pun aku berutang Budi padanya karna menolongku beberapa hari yang lalu."


"Jadi?" Tanya Maya yang menatap penuh harap.


"Jadi Gadis itu maksudku Clarissa dia...."


Ceklek


"Nona Maya gadis itu sudah sadar" tiba-tiba Kris datang membuka pintu membuat Alisya menghentikan penjelasan dari Alisya.


"Kita kesana saja. Biar gadis itu yang menjelaskan semuanya" ucap Alisya yang langsung beranjak membantu Maya.


Kenapa Alisya yang membantu Maya karna Maya tidak ingin di dekati oleh Dirga. Setiap Dirga mendekat Maya akan langsung berubah menjadi singa liar yang terus menyerang Dirga.


"Kamu haus?" Tanya Ramos tiba-tiba yang membuat Clarissa kaget namun tidak berteriak hanya menganggukan kepala karna dia benar-benar kehausan sekarang.


Ramos segera mengambil gelas mengisinya dengan air. Dengan pelan membantu Clarissa minum lewat pipet.


"Apa kamu merasakan sakit? Jika iya katakan saja" kata Ramos lagi hanya di balas gelengan kepala oleh Clarissa.


Ramos sejak keluar dari ruangan Kris langsung menuju ruangan yang di tempati Clarissa. Bahkan Ramos tidak beranjak meninggalkan ruangan itu walau hanya semenit pun.


"Siapa dia?" Batin Clarissa yang terus menatap Ramos yang menggenggam tangannya.


Sebenarnya Clarissa ingin menolak tapi entah kenapa dia merasakan kehangatan lewat genggam tangan dari Ramos.


"Kenapa?" Tanya Ramos yang merapikan rambut Clarissa dengan lembut.


"Kamu siapa?" Tanya Clarissa dengan suara lemah.


"Aku Ramos nama mu siapa?" Kata Ramos dengan senyum kecil.


"Sekaligus masa depanmu" lanjut Ramos dalam hati.


"Clarissa"


"Aku panggil Rissa" tawar Ramos yang di balas anggukan kepala oleh Clarissa.


"Kak Maya mana?" Tanya Clarissa yang mencari keberadaan Maya.


"Kakak mu pingsan karna mendengar kamu sakit" kata Ramos.


Ramos sengaja mengatakan Kakak karna Maya sendiri yang mengatakan jika Clarissa adalah adik angkatnya.

__ADS_1


"Huuh harusnya aku bisa menahannya hingga tak harus membuat Kak Maya seperti ini. Andaikan aku tidak muncul......"


"Dan membiarkan semua orang meragukan aku bahkan suami aku sendiri" potong Maya yang baru masuk dalam ruangan Clarissa.


Dirga yang mendengar penuturan dari Maya hanya bisa menarik napas kasar lalu mengacak rambutnya dengan kasar.


Kenzo yang melihat itu langsung menepuk bahu Dirga, "Sabar ini juga kesalahanmu" bisik Kenzo.


"Ya saya akui ini memang salah saya Tuan" balas Dirga.


"Semua ini karna bajingan itu. Lihat apa yang akan aku berikan padamu bajingan sialan, beraninya kamu mengusik kebahagiaan ku" geram Dirga dalam hati yang mengepalkan kedua tangannya menahan amarah pada pria bernama Bram.


"Sekarang katakan dimana kamu bisa sakit seperti ini? Dimana ginjal mu? Kenapa hanya satu? Yang satunya kemana? Apa kamu mendonorkan pada orang? Lalu siapa orangnya? Katakan sama aku" tanya Maya yang berurutan membuat Clarissa hanya bisa diam membuang muka.


"Bagaimana ini? Jika aku jujur itu sama saja dengan membuka luka lama Kak Maya. Kak Maya akan semakin kecewa jika mengetahui kebenarannya." Kata Clarissa dalam hati yang masih terus diam.


"Jawab Clarissa jangan hanya diam. Apa perlu aku panggil suster untuk menyuntik kamu dengan jarum suntik yang besar ha....!" Teriak Maya.


"TIDAK.....! JANGAN LAKUKAN ITU" teriak Clarissa dengan cepat menoleh ke arah Maya.


"Jika tidak cepat katakan!" Kata Maya yang penuh penekanan.


"Baiklah tapi bisakah hanya kita berdua"


"Itu benar. Tidak ada yang keluar" sahut Ramos yang berada di samping Clarissa.


"Cepat katakan! Mereka semua bisa di percaya" kata Maya yang mendesak Clarissa untuk segera bicara.


Huhhhh


Terlihat Clarissa yang menarik napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya pelan-pelan. Sepertinya ia tidak bisa lagi menyembunyikan kebenaran itu lagi.


Dulu Clarissa pikir kebenaran itu akan terkubur bersamanya saat dia menutup mata. Sisa umurnya hanya menghitung hari apalagi saat dia mengetahui adanya tumor di kepalanya dan berhenti cuci darah.


"4 tahun lalu aku tiba-tiba di cari oleh keluarga orang yang harusnya ku panggil papa dan anggap keluarga. Aku begitu bahagia dengan senang hati mengikut orang-orang itu pulang ke kediaman Kim. Dengan harapan aku bisa meminta uang kepada Appa untuk pengobatan Eomma yang sakit keras. Akan tetapi......"


Clarissa menjeda kalimatnya dengan mendongak ke atas agar air matanya tidak jatuh.


"Aku malah di paksa untuk mendonorkan ginjalku untuk Kim Yoona anak dari ****** itu"


"APAA.....? Bagaimana...."


"Mereka terus memaksa ku tapi aku tidak mau hingga karna memikirkan Omma aku mengajukan persyaratan. Aku akan mendonorkan ginjal ku tapi mereka harus memberiku uang tapi mereka bahkan tidak memberikannya sepersenpun. Bahkan untuk uang obat untukku pun tidak" kata Clarissa.


"BAGAIMANA BISA? JELAS-JELAS GINJAL AKU YANG DI AMBIL UNTUK MENDONORKAN KE NENEK LAMPIR ITU" teriak Maya yang menatap tajam Clarissa.

__ADS_1


"Bagaimana bisa ada seorang Ayah yang begitu buruk memperlakukan anak kandungnya sendiri hanya sebuah anak tiri" Guman Alisya dalam hati.


Dulu dia berfikir penderitaan yang dia rasakan adalah penderitaan yang paling kejam tapi ternyata masih ada orang lain yang bahkan kisahnya lebih tragis dari dirinya.


Edric dan Reva serta Alexa walau mereka jahat mereka hanya memperlakukan dengan buruk dalam kata lain tidak di beri kasih sayang. Kejahatan yang parah adalah membunuh kedua orang tuanya. Sedangkan Clarissa dia di usir dari rumah lalu organnya di ambil dengan paksa.


"Aku tidak tahu yang jelas kita melakukan pencangkokkan di hari yang sama" terang Clarissa.


"Karna semua telah di rencanakan. 4 tahun lalu Kim Company terancam gulung tikar hingga Kim Chung selaku Ayah dari Pria yang kau cintai menjual ginjal dengan saran yang di berikan oleh Kim Mae yang merupakan ibu kandung Yoona" terang Alisya.


"Itu artinya.... Ginjal aku yang di jual?" Kata Maya yang mengungkapkan apa yang di pikirnya di kepala.


"Ya. Itu benar sekali"


"Sialan, tuh nenek Lampir nggak anak nggak ibu sama saja sama-sama iblis" umpat Maya dengan emosi yang berada di ubun-ubun.


"Sialan, berani mereka membuat wanitaku seperti ini. Kim Yoona? Bukankah dia wanita yang mendekati Tuan akhir-akhir ini? Cih.... lihat saja apa yang akan aku lakukan kepada wanita sialan itu," kata Ramos dalam hati dengan senyum miring yang di sembunyikan.


Tanpa mereka sadari Ramos telah mengepalkan tangan menahan amarah dari awal Clarissa bercerita tentang masa lalunya. Jika saja disini tidak ada orang sudah pasti Ramos akan mengamuk.


"Ternyata dia?" Guman Kenzo yang tersenyum tipis.


Sedari awal Kenzo sudah merasa aneh dengan perubahan Ramos beberapa hari yang lalu. Bahkan pria itu menyerang Markas Kevin tanpa perintah darinya. Ternyata ini alasannya pikir Kenzo.


"Lalu kenapa kamu pergi ke China?" Tanya Maya yang tidak mengerti kenapa Clarissa pergi ke negara itu.


Walau disana adalah negara ibu kandungnya akan tetapi disana juga Ibunya yatim piatu dan tidak punya saudara.


"Aku kembali kesana karna memang disana tempat Omma ku berasal" jawab Clarissa


"Lalu kenapa aku tidak bisa melacak keberadaanmu?"


Deg


Clarissa langsung menegang saat pertanyaan itu keluar dari mulut Maya. Clarissa hanya diam memalingkan wajah ke arah lain.


"Jawab Maya!"


"Tidak mungkin jika aku mengatakan aku masuk di kelompok dunia bawah" kata Clarissa dalam hati yang masih menutup mulut.


"Clarissa kamu tahu ini apa?"


Bruk


"Salam Ketua!"

__ADS_1


__ADS_2