Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Persiapan


__ADS_3

"Kamu bahagia?"


tiba-tiba Kenzo muncul dari belakang memeluk Alisya dari belakang yang tengah menatap langit malam di balkon kamar pengantin mereka bukan Alisya masih lengkap dengan baju pengantin.


"Apa kamu bahagia baby?" tanya Kenzo ulang kepada Alisya.


"Apa kamu bahagia?" Tanya Alisya balik yang melingkarkan tangannya pada punggung tangan Kenzo yang memeluknya.


"Tiada hal yang lebih membahagiakan dari bisa memiliki mu dari hidup ku baby" jawab Kenzo tegas dan sungguh-sungguh tanpa kebohongan sedikit pun.


"Aku juga bahagia bisa menikah dengan lelaki baik, sabar dan penyayang pula seperti kamu byy" balas Alisya dengan senyum tulus.


"Maaf untuk sifat kekanak-kanakan ku beberapa hari ini aku tau itu menyebalkan namun aku hanya ingin melihat kesungguhan kamu" lanjut Alisya.


"Sssst lupakan saja. aku tidak apa-apa yang pergi kamu tidak pernah pergi meninggalkan ku itu sudah cukup bagiku" ungkap Kenzo.


"Karna jika itu terjadi aku tidak tau apa aku masih mampu untuk melihat matahari esok atau tidak. kamu adalah sumber kehidupan ku jika kamu pergi maka aku akan mati perlahan" lanjut Kenzo dalam hati.


"Aku berjanji ke depannya nanti aku akan belajar menjadi lebih baik lagi agar menjadi seperti yang kamu inginkan" kata Kenzo lagi.


"Agar kamu tidak punya cela untuk pergi meninggalkan ku" batin Kenzo.


Kenzo semakin mempererat pelukannya pada Alisya memberi rasa hangat kepada wanita eh ralat gadis yang sangat di cintainya.


"Kita masuk yah ini sudah larut udara malam tidak bagus untuk kesehatan tubuh" ucap Kenzo yang mengajak Alisya masuk ke dalam hotel.


Alisya yang mendengar ajakan Kenzo hanya bisa menganggukan kepala lagi pula apa yang di katakan Kenzo ada benarnya dan dia sekarang merasakan dingin.


Sampai di kamar Alisya langsung menuju kamar mandi dengan langkah lebar.


"Byy aku bersih-bersih dulu" ucap Alisya yang langsung membuka kamar mandi lalu menutupnya dengan kencang.


"Ada apa dengannya? apa dia gugup?" guman Kenzo bertanya-tanya namun detik berikutnya sebuah senyum muncul di sudut bibirnya.


Sedangkan di kamar mandi Alisya masih bersandar pada pintu kamar mandi dengan menekan dadanya yang berdetak kencang karna gugup.


"Apa sih? kenapa aku berpikir yang aneh-aneh" Guman Alisya yang menepuk-nepuk jidatnya sendiri.


"Sadar Alisya kenapa kamu menjadi mesum begini sih?" gerutu Alisya yang malah membayangkan malam pertama mereka.


Alisya menggelengkan kepalanya beberapa kali mengusir pikiran-pikiran kotor yang menari-nari di kepalanya.


"Aduhh...... ini juga Napa sih? ribet amat sih kenapa nggak bisa di buka coba" omel Alisya kesal yang berusaha menurunkan resleting gaunnya yang berada di belakangnya namun tidak sampe.

__ADS_1


"Pasti macet. minta tolong Ama Kenzo saja deh" Guman Alisya namun sampai di pintu Alisya malah menurunkan tangannya hingga terjadilah adegan mondar mandir di dalam kamar mandi itu.


Tak punya pilihan lain Alisya dengan terpaksa berjalan keluar dari kamar mandi. Alisya berjalan dengan gugup menuju Kenzo yang sedang fokus pada ponselnya hingga tak menyadari keberadaannya.


"Lho baby......! kenapa belum mandi?" tanya Kenzo dengan bingun karna Alisya yang berdiri di depannya.


Bukankah tadi Alisya masuk di dalam kamar mandi pikir Kenzo.


"Itu...... anu.... aku ingin monta tolong sama kamu byy" ungkap Alisya dengan gugup.


"Minta tolong apa hm?" tanya Kenzo lembut yang langsung berdiri dan mengikis jarak keduanya hingga membuat Alisya semakin gugup di buatnya.


"Mau apa baby" bisik Kenzo di telinga Alisya mengelus pipi mulus Alisya.


"Itu tolong bukain resleting gaun ku soalnya nggak di bisa di buka sepertinya macet di tengah jalan." cicit Alisya nyaris seperti bisikan namun masih mampu di dengar oleh Kenzo dengan telinga tajamnya.


"Berbaliklah" ucap Kenzo dengan lembut.


Mendengar itu tanpa protes lagi Alisya langsung berbalik membelakangi Kenzo sedangkan Kenzo dengan penuh hati-hatian membuka resleting gong Alisya.


Glek


kedua mata Kenzo melotot melihat punggung mulus Alisya terpampang jelas di depan matanya.


dengan sekuat tenaga kerja melanjutkan kegiatan membuka resleting gaun Alisya hingga terbuka sempurna yang mana tambah membuat Kenzo panas dingin.


"Sum...sudah ter.....terbuka baby" ucapkanzo yang terdengar bergetar.


"Terima kasih" balas Alisya yang alngsung berlari ke kamar mandi.


sedangkan Kenzo langsung menahan nafas saat aroma itu masuk ke dalam hidungnya. seumur-umur Kenzo tidak pernah merasa apa itu gugup namun malam ini berhasil membuatnya gugup.


"Sial. bagaimana bisa hanya dengan aroma tubuhnya tapi dia sudah bangun duluan" Guman Kenzo yang melirik ke bawah sesuatu yang sudah menegang dan sedikit menonjol di balik celana yang dia kenakan.


"bersabarlah sebentar lagi Jon" bisik Kenzo ia mengelus benda keramat itu namun bukannya tidur benda itu malah tambah bangun.


"Dam' it" umpat Kenzo.


dengan nafas yang memburu dan sesuatu yang menyesakkan di bawah Kenzo langsung mendudukkan diri di sofa dengan kasar. menarik nafas banyak-banyak lalu mengeluarkannya secara pelan.


beberapa menit kemudian terlihatlah Alisya yang baru saja keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan bathrobes di tubuh mungilnya. namun di mata Kenzo, Alisya terlihat sangat seksi dan cantik.


"Byy kamu tidak membersihkan diri?" suara Alisya membuat Kenzo tersadar dari keterpesonaannya.

__ADS_1


"Eh ada apa baby?" tanya Kenzo seperti orang linglung.


"Kamu tidak membersihkan diri?" ulang Alisya dengan dahi yang mengkerut dalam.


"Ah ini aku a kan segera mandi baby" kata Kenzo yang langsung berdiri.


"Aku mandi dulu" ucap Kenzo yang tak lupa memberikan kecupan di kening Alisya.


Cup


Alisya yang mendapat kecupan dari Kenzo hanya bisa tersenyum dengan rona merah yang menjalar di seluruh pipinya hingga ke kupingnya.


Alisya dengan santai berjalan menuju walk in close untuk mencari pakaiannya untuk berganti dan tidur.


Ceklek


Mata Alisya membulat melihat jika isi dalam lemari itu full hanya dengan lingerie seksi membuat Alisya menelan ludah kasar.


"Sial. siapa yang menyiapkan baju kekurangan bahan dan seperti jaring laba-laba ini" gerutu Alisya kesal yang langsung meninggalkan lemari itu dengan kesal.


Beberapa menit kemudian Kenzo keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan sebuah handuk di area pinggangnya.


Kenzo mengedarkan pandangannya mencari wanita yang menjadi istrinya hingga matanya berhenti saat melihat gumpalan di atas ranjang.


Kenzo berjalan dengan pelan ke arah ranjang, naik lalu memeluk sosok di balik selimut.


"Berpura-pura tidur hm?" This is cancel di telinga Alisya.


Alisya yang memang tidak tertidur langsung menegang dengan irama jantung yang berpacu cepat.


Deg deg deg


Sret


Enzim menarik selimut yang di kenakan Alisya lalu membalik tubuh Alisya hingga menghadapnya kini kedua insan yang baru saja meresmikan hubungan itu berbaring dengan saling menghadap dap satu sama lain.


Baik Kenzo maupun Alisya keduanya tidak ada yang berbicara hanya tatapan mata yang saling bertemu seakan mereka berdua berkomunikasi lewat tatapan itu. Kenzo menatap penuh domba dan cinta pada sosok yang berada di depannya.


Tangan Kenzo terulur menyikap dan menyingkirkan helaian anak rambut yang menghalangi sebagian wajah Alisya.


"Kamu sangat cantik baby" puji Kenzo menata penuh cinta wajah alisya.


Mendengar pujian Kenzo membuat wajah Alisya langsung bertemu merah menjalar hingga ke kuping nya.

__ADS_1


__ADS_2