Benci Awal Dari Cinta

Benci Awal Dari Cinta
Rahasia tentang Zia


__ADS_3

Zia duduk di atas ranjangnya. Arana memperhatikan putrinya itu. "Kamu kenapa? Apa kamu sakit? Dari semalam tidak mau makan, dan pagi ini juga tidak ikut sarapan."


"Aku tidak apa-apa, Bu. Ibu tidak perlu mencemaskan aku," jawabnya malas.


"Lalu kenapa tidak makan? Kalau kamu sakit bagaimana?"


"Sudahlah! Ibu tidak perlu mengkhawatirkan aku, aku baik-baik saja, Ibu memperhatikan saja putri kandung Ibu itu."


"Maksud kamu apa, Zia?" Arana mengerutkan alisnya.


"Aku sudah tau semua, Bu. Aku sudah tau siapa diriku. Kenapa Ibu tidak menceritakan saja semua denganku, aku sudah besar. Aku harus tau tentan jati diriku."


"Zia."


"Aku tau, aku bukan anak kandung Ibu dan Ayah. Aku hanya anak dari mantan kekasih ayah Juna yang karena Ibu Arana kasihan denganku, makannya aku dirawat oleh kalian."


Arana sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya. "Zia, kamu tau dari mana masalah ini? Siapa yang memberitahu kamu tentang hal ini?" Tangan Arana memegang kedua lengan Zia.


"Ibu tidak perlu tau.Yang terpenting aku sudah tau semuanya, dan aku kesal sama kalian, kenapa kalian tidak menceritakan hal ini kepadaku?"

__ADS_1


Arana mengusap lembut pipi Zia. "Kami tidak mau menceritakan, karena ibu dan ayah tidak pernah menganggap kamu anak angkat kami, Zia. Kami menyayangi kamu seperti Uno dan Binna." Zia hanya terdiam. "Maafkan kami jika hal ini membuat kamu menjadi marah dengan kami. Kamu tetap anak ayah dan ibu, Zia."


Zia ini sebenarnya ingin tidak dianggap dia dan Uno saudara, karena dengan begitu, dia bisa mengungkapkan jika dia mencintai Uno, bukan cinta saudara, tapi cinta sebagai kekasih.


"Bu, apa Binna dan Uno tau jika aku bukan kakak kandung mereka?"


"Mereka tidak tau, dan tidak perlu tau, Zia. Ibu dan ayah tidak mau mereka tau, biar mereka menganggap kamu sebagai kakak kandungnya, karena hal itu lebih baik. Kalian bisa tetap saling menyayangi seperti biasanya. Ibu minta tolong supaya kamu tetap merahasiakan semua ini. Apa kamu mau?"


Zia berpikir sebentar. Kalau dia tidak mau, yang ada Uno nanti merasa jika Zia memberikan rasa sayang yang lebih karena dia bukan kakak kandungnya, dan itu bisa membuat Uno menjauhinya. Zia tidak mau sampai Uno menjauhinya. Dia tidak akan bisa hidup jauh dari Uno.


Alamak, ini Zia cinta pake banget sama Uno.


"Iya, Bu. Aku tidak akan mengatakan hal itu pada Binna dan Uno."


"Nanti Ibu suruh pelayan mengantar ke kamarku saja, aku sedang tidak ingin sarapan di bawah, aku mau makan di sini saja sambil mengerjakan tugasku."


"Ya sudah kalau begitu."


Arana turun ke bawah dengan muka yang tidak baik. Dia harus menceritakan hal ini pada Juna. Di bawah Juna sedang ngobrol dengan Tommy, karena hari ini hari Minggu jadi mereka bisa santai.

__ADS_1


Uno dan Binna sedang berdua di taman. Entah tumben dua saudara itu akur. Aslinya Uno itu sedang negosiasi sama Binna. Uno ingin Binna mau mengisi acara tari pada acara bazzar amal di kampusnya.


"Aku di bayar berapa, Kak?"


"Dasar kamu mata duitan! Ini itu acara bazzar amal. Apa kamu tidak mau menyumbang suka rela, lagian nanti tiket pertunjukan yang di dapatkan akan masuk ke yayasan yatim piatu."


"Iya-iya, aku hanya bercanda. Eh, Kak. Bagaimana kalau kakak mengikut sertakan kak Diandra dalam acara itu?"


"Maksud kamu?"


"Kak Diandar seorang pemain piano yang sangat handal, dan aku bisa menari. Aku akan menari dengan diiringin alunan musik kak Diandra. Apalagi Kak Diandra itu bisa bernyanyi dan suaranya sangat bangus. Aku pernah tidak sengaja mendengar dia menyanyi di dalam kamar mandi."


"Oh, Ya? Kenapa aku yang kekasihnya tidak tau itu," gerutu Uno.


"Kakak ini mengoceh apa, Sih?" Alis Binna mengkerut.


"Tidak, aku tidak mengoceh apa-apa. Aku akan dengarkan ide kamu, katakan lagi apa ide kamu?"


"Aku nanti akan menari saat kak Diandra memainkan pianonya. Lalu setelah itu suruh kakak Diandra bernyanyi. Kerena pastinya acaranya, dan semua orang tidak akan menyangka jika yang diantas panggung itu, kak Diandra seorang pianis yang tidak bisa melihat, tapi memiliki kemampuan dan suara yang luar biasa."

__ADS_1


"Iya, juga, dengan begitu orang-orang tidak akan meremehkan seseorang yang mempunyai kekurangan seperti Diandra."


"Kak, Kakak kenapa mukanya seperti itu? Kakak terpesona dengan kak Diandra, ya?"


__ADS_2