Benci Awal Dari Cinta

Benci Awal Dari Cinta
Putra Juna-- Uno


__ADS_3

Di sebuah kampus yang cukup terkenal di sana, seorang gadis sedang duduk di pangkuan seorang pria di sebuah taman, mereka duduk di bawah pohon yang rindang di atas rumput hijau nan Asri.


"Uno, apa nanti malam kamu tidak mau mengajakku makan malam romantis? nanti malam kan hari ulang tahunku." Tangannya mengusap lembut pada wajah tegas si pemilik mata indah mirip sekali dengan Juna.


"Aku tidak bisa, aku mau makan malam dengan keluargaku, karena hari ini ibuku ulang tahun, jadi aku mau makan malam dengan keluargaku," ucapnya santai.


"Jadi ibu kamu juga ulang tahun pada hari ini? wow! kebetulan sekali!" ucapnya berbinar. "Kalau begitu lusa saja kita makan malam berdua, dan kalau kamu mau aku mau mengajak kamu ke rumahku, kebetulan kedua orang tuaku lusa pergi ke luar negeri," ucapnya nakal, dan jari tangannya menelusuri bibir Uno.


Uno melihatnya dengan pandangan salah satu alis terangkatnya. "Kamu tau kan? aku hanya akan bercinta dengan gadis yang benar-benar aku inginkan."


"Memangnya aku bukan gadis yang benar-benar ada di hati kamu? aku mencintai kamu Uno. Bahkan sangat mencintai kamu." Tatapnya nanar, dia sangat berharap dicintai sepenuh hati dengan pria di depannya itu.


"Huft! Cerry, jam masuk sudah tiba, aku mau masuk ke dalam kelasku dulu." Dia memindahkan tubuh gadis itu dan dia berdiri, berjalan masuk menuju kelasnya. Gadis yang menjadi kekasihnya itu melihat kesal pada Uno. Ditambah ada beberapa gadis kampus di sana menyapa Uno dengan genitnya.

__ADS_1


Uno tetap berjalan dengan tegas masuk ke dalam kelasnya. Dan mengikuti pelajaran dengan serius. Walaupun begitu, Uno ini termasuk mahasiswa yang pandai, dia kan membawa kepintaran ayahnya--Juna.


Di lain tempat, Di sebua sekolah ternama juga, sekolah yang dihuni oleh anak-anak dari kelas atas, tepatnya di sebuah ruangan, di mana ada kaca besar yang memenuhi ruangan itu, seorang gadis cantik sedang meliuk-liukan tubuhnya mengikuti irama dari lagu Senorintanya--Camela Cabello dan Shawn Mendes.


Gadis itu begitu menikmati gerakan tarinya, tanpa dia sadari ada sepasang mata yang memperhatikan saat dia sedang menari, sepasang mata itu tak lepas memperhatikan gadis itu menari, terlihat keringatnya bercucuran dia sana.


"Ah ... ah ...!" terdengar suara napas cepat dari gadis itu saat dia berhenti dengan posisi duduk memeluk salah satu kakinya yang ditekuk.


"Lukas!" Raut wajah gadis itu tampak sangat senang melihat siapa yang ada di sana. Dia langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri cowok dengan muka cute dan tinggi sekitar 178 cm.


"Halo, Binna. Aku dari tadi mencarimu di kelas, dan aku tidak menemukan kamu, aku tau kamu pasti di sini. Makannya aku kemari."


"Iya, kamu tau, Kan? sebentar lagi ada kompetisi menari dan aku ingin mengikutinya, jadi aku mau banyak berlatih, aku ingin memenangkan kompetisi itu."

__ADS_1


"Kamu pasti memenangkannya, aku yakin kamu bisa." Lukas memberikan air minum pada Sabinna. Dan gadis cantik itu menerimanya, dia langsung meneguknya sampai habis setengah botol.


"Terima kasih, Lukas."


"Binna, besok malam apa kamu mau pergi denganku? aku mau mengajak kamu makan makan malam lalu kita jalan-jalan."


Hubungan dua insan ini, tidak ada kata pacaran, tapi mereka seolah tau perasaan masing-masing. Binna sangat menyukai Lukas. Pun Lukas yang sangat lembut memperlakukan Sabinna. Mereka berkenalan saat Lukas tidak sengaja menabrak Sabinna saat mau masuk ke dalam kelas, Lukas adalah murid baru di sana kala itu.


Askano Hadju Atmaja-- atau dia lebih suka di panggil Uno.


Si tampan yang agak bad boy, tapi sangat menyayangi Ibu dan adiknya


__ADS_1


__ADS_2