
Sabinna masih berjalan mengikuti Kak Devon yang seolah tidak memperdulikan, tidak lama kak Devon menoleh dan melihat muka Sabinna yang di tekuk kesal.
Kak Devon berbalik arah dan berjalan mendekat ke arah Sabinna. "Kita beli ice cream, apa kamu mau?" Tiba-tiba tangan kak Devon menggandeng tangan Sabinna dan mengajaknya ke arah stand penjual ice cream.
Binna hanya terdiam tidak berkata apa-apa. "Kamu mau ice cream apa?" tanya kak Devon, tapi Binna tidak menjawabnya dia masih saja cemberut.
"Ya sudah aku saja yang memesankan." Devon memesan ice cream untuk Sabinna. Setelah itu dia membawa dua buah ice cream di tangannya dan mengajak Sabinna duduk di sana.
Binna hanya melihati ice cream di depannya. "Kalau kamu melihati terus, ice cream itu akan mencair, makan ice cream kamu, itu icre cream dengan rasa hazelnut, kamu pasti suka."
Binna agak terkejut. Ini kenapa si cowok kutub utara ini malah tau juga ice cream kesukaanya. "Kamu tidak mau makan? Apa mau aku suapi?" Devon menyendok itu ice cream dan menjulurkan ke arah Sabinna. Sabinna masih mode on cemberutnya.
"Kalau tidak mau membuka mulut kamu, aku paksa, tapi dengan mulutku," ucapnya mendekat ke arah Sabinna.
Seketika mata Sabinna mendelik ke arah kak Devon. Devon pun tidak banyak tanya lagi, dia memasukkan ice cream yang untuk tadi dia tujukan untuk Binna ke dalam mulutnya dan siap mendekat ke arah Sabinna.
"Ih ...! Kak Devon menjijikan!" serunya kesal sambil mendorong tubuh Kak Devon. "Aku bisa makan sendiri!" Sabinna mengambil sendoknya dan makan ice creamnya.
__ADS_1
Kak Devon senang melihatnya, Binna masih menikmati ice creamnya sekarang lebih tenang mukanya, tidak cemberut lagi.
Tangan kak Devon mengusap lembut sudut bibir Sabinna yang ada sisa ice creamnya. "Kak Devon mau apa?" Binna agak terkejut dengan gerakan tangan kak Devon.
"Membersihkan sisa ice cream kamu." Devon mengusap perlahan bibir Sabinna. "Jangan cemberut lagi ya, Binna. Kamu tau? Setiap kamu cemberut aku ingin sekali mengecup bibir kamu itu."
Dengan cepat Sabinna langsung menutup bibirnya dengan tangan, membuat Devon terkekeh pelan.
"Awas kalau menciumku lagi! Aku akan bilang sama ibuku tentang perlakuan tak senonoh kak Devon."
"Aku kan sudah bilang kalau aku tidak mau menikah dengan kak Devon."
"Apa kamu mau mencoba ice cream aku?" Devon malah seolah-olah tidak peduli dengan ucapan Sabinna.
"Tidak mau!" Sabinna semakin kesal saja.
Setelah ice cream mereka habis. Devon mengajak Binna keluar dari dalam mall itu, Binna sangat senang karena dia mengira jika kak Devon akan mengajaknya pulang. Mereka naik ke atas motor dan Kak Devon melajukan motornya pergi ke suatu tempat.
__ADS_1
"Kak, ini kita mau ke mana?" Tanya Binna heran.
"Pemandangannya indah, kan? Aku akan membawa kamu pergi ke tempat yang akan membuat kamu tidak kesal lagi.
Binna mengakui, di sepanjang perjalanan di sana, matanya di suguhkan pemandangan yang sangat indah, tapi dia juga merasa agak takut. Apalagi dia pergi dengan seorang cowok bar-bar yang suka berbuat semaunya sendiri.
Tidak lama motor kak Devon berhenti. Dan dia mengajak Sabinna turun dari atas motor. Kak Devon menggandeng tangan Sabinna dan mengajaknya berjalan dia melewati jembatan kayu.
Dan mereka sampai di sebuah pantai yang sepi. Binna sangat terpesona dengan semua pemandangan di sana. "Ini indah sekali!" serunya dengan mata berbinar.
"Aku tau, selain menari, kamu juga sangat menyukai pantai." Devon dan Binna saling memandang fokus ke depan, di mana air di pantai itu menggulung-gulung kecil.
"Kak Devon, kenapa bisa tau semua apa yang aku sukai?" Tanya sabinna sambil melihat cowok yang lebih tinggi darinya yang tepat berada di sampingnya.
"Aku sudah mencari tau semua yang di sukai oleh calon istriku karena aku ingin bisa membahagiakan orang yang aku cintai," kak Devon berkata tanpa melihat ke arah Sabinna, Sabinna tercengang di tempatnya.
Maaf, Ya dikit dulu, ini author lagi di rumah sakit nulisnya, sambil nunggu panggilan antrian 🙏
__ADS_1