Benci Awal Dari Cinta

Benci Awal Dari Cinta
Titik Terang


__ADS_3

Uno sampai di rumahnya dan segera masuk ke dalam kamar tidur kakaknya, dia ingin mencari sesuatu di dalam kamar kakaknya. Uno terlihat sangat marah mengetahui bahwa kalung milik Diandra bisa berada di tangan Kak


Zia.


Di luar Arana mendengar suara ban mobil berhenti dan dia tau itu pasti suaminya Juna. Arana segera berjalan keluar dengan menggendong Ken. “Sayang, kenapa Ken ada di sini? Apa Uno dan Zia ada di sini juga?”


“Juna, ada masalah dengan Uno dan Zia,” ucap Arana cemas.”


“Masalah? Ada apa dengan mereka berdua? Apa mereka berdua baik-baik saja?” sekarang Juna yang terlihat cemas. “Arana, coba jelaskan ada apa sebenarnya dengan semua ini?”


“Kita masuk dan duduk dulu, biar Ken diletakan dulu di dalam kamar Uno dan salah satu pelayan supaya menjaganya.” Arana memberikan Ken kepada salah satu pelayan di sana dan menyuruh pelayan itu untuk menjaga Ken yang sedang tidur.


“Arana, sekarang jelaskan ada apa dengan Uno dan Zia? Mereka baik-baik saja, Kan?”


“Mereka baik-baik saja, hanya saja mereka sedang terlibat suatu masalah yang besar, Juna?”


“Masalah tentang apa?”


“Juna.” Arana memegang tangan suaminya dan sedikit meremasnya. “Ternyata dalang di balik perampokan yang menimpa Diandra dan menusuk putra kita Uno adalah Zia.”


“Apa?” Juna benar-benar terkejut dengan apa yang di katakan oleh istrinya. “Apa maksud kamu dengan mengatakan dalang dari semua itu adalah Zia? Memangnya kamu memilki bukti apa?”


“Juna, tadi saat aku membersihkan kamar tidur Zia, aku tidak sengaja menemukan kotak merah milik Zia yang dia sembunyikan di bawah ranjang tidurnya dan  di dalam kotak itu ada foto-foto Sofia dan ayah kandung Zia. Zia ternyata selama ini sudah mengetahui siapa ayah kandungnya,tapi dia tidak mengatakan apa-apa pada kita.”


“Jadi Zia sudah bertemu dengan pria itu?”


“Iya, dia sudah bertemu bahkan mungkin mereka sudah berhubungan lama, di mana Zia selalu mengaku jika pria itu adalah EO yang dia sewa untuk acara pesta kelulusannya, padahal itu adalah ayah kandungnya.”


“Oh Tuhan! Kenapa dia tidak berceritsa sama tentang ayah kandungnya itu?”


“Tidak hanya itu yang membuat aku shock, Juna.” Arana terdiam dan melihat pada suaminya dengan tatapan serius. “Kalung milik Diandra yang Uno pernah belikan waktu itu yang hilang karena di rampok oleh para

__ADS_1


perampok itu ternyata ada juga di dalam kotak merah milik Zia.”


Serasa ada suara petir yang sangat keras tepat di telingan Juna. Dia benar-benar tidak menyangka jika putri yang di besarkan dengan banyak kasih sayang dan tanpa membedakan bisa berbuat hal seburuk itu. “Jadi Zia yang


mengirim para perampok itu hanya untuk mengambil kalung milik Diandra?”


“Sepertinya begitu.”


“Lalu untuk apa Zia melakukan hal itu? Jika dia mau dia bisa meminta padaku?”


“Sepertinya perasaanku yang dulu benar, Juna . Zia dari dulu sudah mencintai Uno hanya saja aku tidak ada bukti kuta, dan takutnya perasaan aku salah, putri kita Zia sangat terobsesi pada Uno.”


“Lalu di mana Zia dan Uno?”


“Uno ada di dalam kamar, Zia. Uno ingin mencari bukti lagi tentang apa yang kakaknya sembunyikan lagi darinya. Uno meninggalkan Zia sendiri di rumahnya.”


Tidak lama Uno turun dan dia membawa ponsel yang di duga milik kakaknya yang sengaja disembunyikan karena setahu mereka jika Zia hanya memiliki satu ponsel. “Ayah, aku menemukan ponsel di kamar kak Zia.” Uno


“Uno, apa tindakan kamu ini benar dengan menggeleda kamar kakak kamu?” tanya Juna.


“Aku harus mengetahui apa yang sebenarnya kak Zia lakukan padaku dan Diandra. Kak Zia sudah berbuat jahat pada Diandra, bahkan orang lain.”


“Orang lain? Siapa maksud kamu?”


“Ayah lihat saja di sini.” Uno memutarkan video di mana ada chat whatsapp Zia dengan seseorang yang di suruh menjebak Cerry pada malam itu. Video Cerry pun dikirim oleh Zia lewat ponsel dan nomor yang ada di ponsel itu.


“Apa maksud semua ini?” Juna sangat tidak percaya.


“Aku memutuskan Cerry karena aku mendapat kiriman video di mana Cerry bercinta dengan seorang pria yang ternyata suruhan Zia untuk menjebak Cerry, kasihan sekali Cerry yang tidak bersalah dalam hal ini.”


“Uno, ayah benar-benar tidak percaya jika Zia bisa melakukan ini semua.” Juna mengelap mukanya kasar.

__ADS_1


“Ayah kira aku juga bisa percaya jika kakakku yang selama ini sayang dan terlihat baik di mataku bisa  melakukan hal ini semua? Tapi semu bukti menujukkan hal yang sebaliknya dan ini semua membuktikan jika Kak Zia bena-benar orang yang sangat jahat.”


“Juna, apa kejadian malam di mana Uno dan Zia ada di satu kamar itu juga sebuah rencana dari Zia?” tanya Arana melihat pada Juna.


“Apa? Maksud ibu apa?”


“Setelah melihat ini semua, apa tidak mungkin jika malam itu juga bagian dari rencana Zia, apalagi Uno mengatakan beberapa kali dia tidak minum dan tidak berbuat apa-apa pada kakaknya?”


Arana dan Uno sekarang saling melihat. “Aku memang tidak melakukan apapun, lalu kenapa Kak Zia bisa hamil? Apa Ken bukan putraku, Bu?”


“Sudah! Kita tidak perlu mencari-cari sesuatu yang belum ada buktinya. Malam itu kita tidak tau apa juga bagian dari rencana Zia atau bukan, dan soal Ken jangan membawa-bawa bayi kecil itu. Bayi kecil itu tidak ada


hubungannya dengan kejahatan yang dilakukan oleh Zia”


“Besok aku akan pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA dengan Ken, aku ingin tau apa benar Ken adalah putraku atau bukan.”


“Uno, apa harus seperti itu?” Arana ini tidak tega jika bayi tampan itu terkena masalah juga karena ini.


“Harus, Bu. Jika Ken benar-benar putraku, aku akan merawatnya dan meninggalkan Kak Zia. Aku tidak bisa memaafkan apa yang dilakukan Kak Zia. Dan jika Ken bukan putraku, aku akan bertanya pada Kak Zia


tentang ayah kandung Ken karena dia harus bertanggung jawab dengan putranya.”


Zia yang ternyata datang ke sana mendengar semua apa yang di ucapkan oleh Uno. Zia sangat terkejut mengetahui jika Uno akan melakukan tes DNA pada Ken. “Uno, kenapa kamu tega meragukan siapa, Ken?” Zia berjalan mendekat dengan linangan air mata.


“Zia, kamu ada di sini? Zia, ayah mau kamu menjelaskan tentang semua ini.”


“Aku bisa menjelaskan semuanya, tapi yang aku tidak terima jika Uno mencurigaiku menjadi wanita yang tidak baik yang sudah tidur dengan pria lain selain dia.”


“Kita buktikan saja, Kak. Kak Zia tidak perlu khawatir, aku akan mencintai Ken dengan sepenuh hatiku jika dia memang putraku.”


“Uno, Zia, sekarang kalian duduk di semua dan kamu Zia, kamu jelaskan semuanya," ucap Juna tegas.

__ADS_1


__ADS_2